Cari Blog Ini

Halaman

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2764

٢٣ - بَابٌ وَمَا لِلۡوَصِيِّ أَنۡ يَعۡمَلَ فِي مَالِ الۡيَتِيمِ، وَمَا يَأۡكُلُ مِنۡهُ بِقَدۡرِ عُمَالَتِهِ
23. Bab Apa yang Boleh Dilakukan oleh Penerima Wasiat dalam Mengelola Harta Anak Yatim, dan Apa yang Boleh Ia Gunakan dari Harta Tersebut Sesuai Kadar Upah Kerjanya


٢٧٦٤ - حَدَّثَنَا هَارُونُ بۡنُ الۡأَشۡعَثِ، حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوۡلَى بَنِي هَاشِمٍ، حَدَّثَنَا صَخۡرُ بۡنُ جُوَيۡرِيَةَ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ عُمَرَ تَصَدَّقَ بِمَالٍ لَهُ عَلَى عَهۡدِ رَسُولِ اللهِ ﷺ، وَكَانَ يُقَالُ لَهُ: ثَمۡغٌ، وَكَانَ نَخۡلًا، فَقَالَ عُمَرُ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي اسۡتَفَدۡتُ مَالًا، وَهُوَ عِنۡدِي نَفِيسٌ، فَأَرَدۡتُ أَنۡ أَتَصَدَّقَ بِهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (تَصَدَّقۡ بِأَصۡلِهِ، لَا يُبَاعُ وَلَا يُوهَبُ وَلَا يُورَثُ، وَلَكِنۡ يُنۡفَقُ ثَمَرُهُ). فَتَصَدَّقَ بِهِ عُمَرُ، فَصَدَقَتُهُ ذٰلِكَ فِي سَبِيلِ اللهِ، وَفِي الرِّقَابِ، وَالۡمَسَاكِينِ، وَالضَّيۡفِ، وَابۡنِ السَّبِيلِ، وَلِذِي الۡقُرۡبَى، وَلَا جُنَاحَ عَلَى مَنۡ وَلِيَهُ أَنۡ يَأۡكُلَ مِنۡهُ بِالۡمَعۡرُوفِ، أَوۡ يُوكِلَ صَدِيقَهُ غَيۡرَ مُتَمَوِّلٍ بِهِ. [طرفه في: ٢٣١٣].

2764. Harun bin Al-Asy’ats telah menceritakan kepada kami: Abu Sa’id maula Bani Hasyim menceritakan kepada kami: Shakhr bin Juwairiyah menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—:

‘Umar menyedekahkan harta miliknya pada zaman Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—yang bernama Tsamgh, yaitu berupa kebun kurma. ‘Umar berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memperoleh harta yang sangat berharga bagiku, maka aku ingin menyedekahkannya.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sedekahkanlah harta pokoknya, (dengan cara) tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwarisi, melainkan buahnya diinfakkan.”

‘Umar pun menyedekahkannya, dan sedekahnya itu diperuntukkan di jalan Allah, untuk pembebasan budak, orang-orang miskin, tamu, ibnusabil, dan kaum kerabat. Tidak ada dosa bagi orang yang mengurusnya untuk mengambil manfaat darinya secara patut, atau membagikan hasilnya kepada sahabatnya tanpa bermaksud menimbun harta dengannya.