Cari Blog Ini

Sunan Ad-Darimi hadis nomor 204

٢٠٤ - أَخۡبَرَنَا الۡحَكَمُ بۡنُ الۡمُبَارَكِ، أَخۡبَرَنَا عَمۡرُو بۡنُ يَحۡيَى، قَالَ: سَمِعۡتُ أَبِي يُحَدِّثُ عَنۡ أَبِيهِ قَالَ: كُنَّا نَجۡلِسُ عَلَى بَابِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مَسۡعُودٍ قَبۡلَ صَلَاةِ الۡغَدَاةِ، فَإِذَا خَرَجَ مَشَيۡنَا مَعَهُ إِلَى الۡمَسۡجِدِ،

204. Al-Hakam bin Al-Mubarak mengabarkan kepada kami: ‘Amr bin Yahya mengabarkan kepada kami. Ia berkata: Aku mendengar ayahku menceritakan dari ayahnya. Ia berkata: Kami dahulu biasa duduk di depan pintu rumah ‘Abdullah bin Mas’ud—radhiyallahu ‘anhu—sebelum salat Subuh. Apabila ia keluar rumah, kami pun berjalan bersamanya menuju masjid.

فَجَاءَنَا أَبُو مُوسَى الۡأَشۡعَرِيُّ، فَقَالَ: أَخَرَجَ إِلَيۡكُمۡ أَبُو عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بَعۡدُ؟ قُلۡنَا: لَا، فَجَلَسَ مَعَنَا حَتَّى خَرَجَ، فَلَمَّا خَرَجَ، قُمۡنَا إِلَيۡهِ جَمِيعًا، فَقَالَ لَهُ أَبُو مُوسَى: يَا أَبَا عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، إِنِّي رَأَيۡتُ فِي الۡمَسۡجِدِ آنِفًا أَمۡرًا أَنۡكَرۡتُهُ، وَلَمۡ أَرَ وَالۡحَمۡدُ لِلهِ إِلَّا خَيۡرًا، قَالَ: فَمَا هُوَ؟ فَقَالَ: إِنۡ عِشۡتَ فَسَتَرَاهُ، قَالَ: رَأَيۡتُ فِي الۡمَسۡجِدِ قَوۡمًا حِلَقًا جُلُوسًا يَنۡتَظِرُونَ الصَّلَاةَ، فِي كُلِّ حَلۡقَةٍ رَجُلٌ، وَفِي أَيۡدِيهِمۡ حَصًى، فَيَقُولُ: كَبِّرُوا مِائَةً؛ فَيُكَبِّرُونَ مِائَةً، فَيَقُولُ: هَلِّلُوا مِائَةً، فَيُهَلِّلُونَ مِائَةً، وَيَقُولُ: سَبِّحُوا مِائَةً؛ فَيُسَبِّحُونَ مِائَةً، قَالَ: فَمَاذَا قُلۡتَ لَهُمۡ؟ قَالَ: مَا قُلۡتُ لَهُمۡ شَيۡئًا انۡتِظَارَ رَأۡيِكَ أَوِ انۡتِظَارَ أَمۡرِكَ، قَالَ: أَفَلَا أَمَرۡتَهُمۡ أَنۡ يَعُدُّوا سَيِّئَاتِهِمۡ. وَضَمِنۡتَ لَهُمۡ أَنۡ لَا يَضِيعَ مِنۡ حَسَنَاتِهِمۡ؟

Lalu Abu Musa Al-Asy’ari—radhiyallahu ‘anhu—mendatangi kami dan bertanya, “Apakah Abu ‘Abdurrahman sudah keluar menemui kalian?”

Kami menjawab, “Belum.”

Maka ia pun duduk bersama kami hingga ‘Abdullah bin Mas’ud keluar. Ketika ia keluar, kami semua segera beranjak mendekatinya, lalu Abu Musa berkata kepadanya, “Wahai Abu ‘Abdurrahman, sesungguhnya aku baru saja melihat di masjid suatu perkara yang aku anggap asing, namun—segala puji bagi Allah—aku tidak melihat kecuali kebaikan.”

‘Abdullah bin Mas’ud bertanya, “Perkara apakah itu?”

Abu Musa menjawab, “Jika engkau panjang umur, niscaya engkau akan melihatnya. Aku melihat di masjid ada sekelompok orang yang duduk membuat halakah-halakah sambil menunggu salat. Di setiap lingkaran ada seorang laki-laki dan di tangan mereka ada batu-batu kecil. Laki-laki itu berkata: ‘Bertakbirlah kalian seratus kali!’, lalu mereka bertakbir seratus kali. Laki-laki itu berkata lagi: ‘Bertahlillah kalian seratus kali!’, lalu mereka bertahlil seratus kali. Dan ia berkata lagi: ‘Bertasbihlah kalian seratus kali!’, lalu mereka bertasbih seratus kali.”

‘Abdullah bin Mas’ud bertanya, “Lalu apa yang kamu katakan kepada mereka?”

Abu Musa menjawab, “Aku tidak mengatakan apa pun kepada mereka karena menunggu pandanganmu atau menunggu perintahmu.”

‘Abdullah bin Mas’ud berkata, “Mengapa tidak kamu perintahkan saja mereka untuk menghitung dosa-dosa mereka dan kamu jamin untuk mereka bahwa kebaikan-kebaikan mereka tidak akan ada yang sia-sia?”

ثُمَّ مَضَى وَمَضَيۡنَا مَعَهُ حَتَّى أَتَى حَلۡقَةً مِنۡ تِلۡكَ الۡحِلَقِ، فَوَقَفَ عَلَيۡهِمۡ، فَقَالَ: مَا هٰذَا الَّذِي أَرَاكُمۡ تَصۡنَعُونَ؟، قَالُوا: يَا أَبَا عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، حَصًى نَعُدُّ بِهِ التَّكۡبِيرَ، وَالتَّهۡلِيلَ، وَالتَّسۡبِيحَ، قَالَ: فَعُدُّوا سَيِّئَاتِكُمۡ، فَأَنَا ضَامِنٌ أَنۡ لَا يَضِيعَ مِنۡ حَسَنَاتِكُمۡ شَيۡءٌ، وَيۡحَكُمۡ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ! مَا أَسۡرَعَ هَلَكَتَكُمۡ؛ هَؤُلَاءِ صَحَابَةُ نَبِيِّكُمۡ صَلَّى اللهُ عَلَيۡهِ وَسَلَّمَ مُتَوَافِرُونَ، وَهٰذِهِ ثِيَابُهُ لَمۡ تَبۡلَ، وَآنِيَتُهُ لَمۡ تُكۡسَرۡ، وَالَّذِي نَفۡسِي بِيَدِهِ، إِنَّكُمۡ لَعَلَى مِلَّةٍ هِيَ أَهۡدَى مِنۡ مِلَّةِ مُحَمَّدٍ، أَوۡ مُفۡتَتِحُو بَابِ ضَلَالَةٍ، قَالُوا: وَاللهِ يَا أَبَا عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ مَا أَرَدۡنَا إِلَّا الۡخَيۡرَ، قَالَ: وَكَمۡ مِنۡ مُرِيدٍ لِلۡخَيۡرِ لَنۡ يُصِيبَهُ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيۡهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنَا: أَنَّ قَوۡمًا يَقۡرَؤُونَ الۡقُرۡآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمۡ، وَايۡمُ اللهِ مَا أَدۡرِي لَعَلَّ أَكۡثَرَهُمۡ مِنۡكُمۡ، ثُمَّ تَوَلَّى عَنۡهُمۡ،

Kemudian ‘Abdullah bin Mas’ud berlalu dan kami pun ikut berlalu bersamanya, hingga ia mendatangi salah satu dari halakah tersebut. Ia lalu berdiri di depan mereka dan bertanya, “Perbuatan apa yang aku lihat sedang kalian lakukan ini?”

Mereka menjawab, “Wahai Abu ‘Abdurrahman, ini adalah batu-batu kecil yang kami gunakan untuk menghitung takbir, tahlil, dan tasbih.”

‘Abdullah bin Mas’ud berkata, “Kalau begitu, hitunglah dosa-dosa kalian! Maka aku menjamin bahwa tidak akan ada sedikit pun dari kebaikan kalian yang sia-sia. Celaka kalian, wahai umat Muhammad! Betapa cepatnya kebinasaan kalian! Mereka para sahabat Nabi kalian—shallallahu ‘alaihi wa sallam—masih banyak yang hidup, pakaian beliau belum lagi usang, dan bejana-bejana beliau pun belum ada yang pecah. Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, apakah kalian berada di atas agama yang lebih mendapat petunjuk daripada agama Muhammad, ataukah kalian sebenarnya sedang membuka pintu kesesatan?!”

Mereka berkata, “Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman, kami tidak menghendaki kecuali kebaikan.”

‘Abdullah bin Mas’ud berkata, “Betapa banyak orang yang menghendaki kebaikan, namun ia tidak pernah mendapatkannya. Sesungguhnya Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—telah menceritakan kepada kami bahwa ada suatu kaum yang membaca Al-Qur’an, namun tidak melewati tenggorokan mereka. Demi Allah, aku tidak tahu, jangan-jangan mayoritas dari mereka adalah kalian.”

Kemudian ‘Abdullah bin Mas’ud berpaling meninggalkan mereka.

فَقَالَ عَمۡرُو بۡنُ سَلَمَةَ: رَأَيۡنَا عَامَّةَ أُولَئِكَ الۡحِلَقِ يُطَاعِنُونَا يَوۡمَ النَّهۡرَوَانِ مَعَ الۡخَوَارِجِ.

‘Amr bin Salamah berkata: Kami melihat sebagian besar orang-orang yang berada di halakah tersebut ikut menikam kami pada hari perang Nahrawan bersama orang-orang Khawarij.