Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3820

٣٨٢٠ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ فُضَيۡلٍ، عَنۡ عُمَارَةَ، عَنۡ أَبِي زُرۡعَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: أَتَى جِبۡرِيلُ النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، هٰذِهِ خَدِيجَةُ قَدۡ أَتَتۡ، مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوۡ طَعَامٌ أَوۡ شَرَابٌ، فَإِذَا هِيَ أَتَتۡكَ فَاقۡرَأۡ عَلَيۡهَا السَّلَامَ مِنۡ رَبِّهَا وَمِنِّي، وَبَشِّرۡهَا بِبَيۡتٍ فِي الۡجَنَّةِ مِنۡ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ. [الحديث ٣٨٢٠ - طرفه في: ٧٤٩٧].

3820. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Fudhail menceritakan kepada kami dari ‘Umarah, dari Abu Zur’ah, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau mengatakan: Jibril mendatangi Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu berkata, “Wahai Rasulullah, ini Khadijah hampir datang membawa bejana yang berisi lauk atau makanan atau minuman. Apabila dia telah mendatangimu, sampaikan salam kepadanya dari Rabnya dan dariku, dan berikan kabar gembira kepadanya dengan sebuah rumah di dalam janah berupa mutiara berongga yang tidak ada kegaduhan dan kepayahan di dalamnya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7497 dan 7498

٧٤٩٧ - حَدَّثَنَا زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا ابۡنُ فُضَيۡلٍ، عَنۡ عُمَارَةَ، عَنۡ أَبِي زُرۡعَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ؛ فَقَالَ: (هٰذِهِ خَدِيجَةُ أَتَتۡكَ بِإِنَاءٍ فِيهِ طَعَامٌ، أَوۡ إِنَاءٍ فِيهِ شَرَابٌ، فَأَقۡرِئۡهَا مِنۡ رَبِّهَا السَّلَامَ، وَبَشِّرۡهَا بِبَيۡتٍ مِنۡ قَصَبٍ، لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ). [طرفه في: ٣٨٢٠].

7497. Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami: Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami dari ‘Umarah, dari Abu Zur’ah, dari Abu Hurairah. Nabi bersabda, “(Jibril berkata:) Ini Khadijah datang kepadamu membawa sebuah bejana yang berisi makanan atau minuman. Sampaikan salam dari Rabnya kepadanya dan berilah kabar gembira kepadanya dengan sebuah rumah dari mutiara berongga yang tidak ada kegaduhan dan kepayahan di dalamnya.”

٧٤٩٨ - حَدَّثَنَا مُعَاذُ بۡنُ أَسَدٍ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ اللهِ: أَخۡبَرَنَا مَعۡمَرٌ، عَنۡ هَمَّامِ بۡنِ مُنَبِّهٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (قَالَ اللهُ: أَعۡدَدۡتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيۡنٌ رَأَتۡ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتۡ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلۡبِ بَشَرٍ). [طرفه في: ٣٢٤٤].

7498. Mu’adz bin Asad telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah mengabarkan kepada kami: Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Hammam bin Munabbih, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Allah berkata, ‘Aku telah menyiapkan pahala yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, dan terpikir dalam hati manusia untuk hamba-hamba-Ku yang saleh.’”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5953

٥٩٥٣ - حَدَّثَنَا مُوسَى: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَاحِدِ: حَدَّثَنَا عُمَارَةُ: حَدَّثَنَا أَبُو زُرۡعَةَ قَالَ: دَخَلۡتُ مَعَ أَبِي هُرَيۡرَةَ دَارًا بِالۡمَدِينَةِ، فَرَأَى أَعۡلَاهَا مُصَوِّرًا يُصَوِّرُ، فَقَالَ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنۡ ذَهَبَ يَخۡلُقُ كَخَلۡقِي، فَلۡيَخۡلُقُوا حَبَّةً، وَلۡيَخۡلُقُوا ذَرَّةً). ثُمَّ دَعَا بِتَوۡرٍ مِنۡ مَاءٍ، فَغَسَلَ يَدَيۡهِ حَتَّى بَلَغَ إِبۡطَهُ، فَقُلۡتُ: يَا أَبَا هُرَيۡرَةَ، أَشَيۡءٌ سَمِعۡتَهُ مِنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ؟ قَالَ: مُنۡتَهَى الۡحِلۡيَةِ. [الحديث ٥٩٥٣ - طرفه في: ٧٥٥٩].

5953. Musa telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahid menceritakan kepada kami: ‘Umarah menceritakan kepada kami: Abu Zur’ah menceritakan kepada kami. Beliau berkata:

Aku memasuki suatu rumah di Madinah bersama Abu Hurairah, lalu beliau melihat di bagian atasnya ada tukang gambar yang sedang menggambar. Beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “(Allah berkata:) Tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang berusaha membuat seperti ciptaan-Ku. Coba saja mereka menciptakan satu benih atau coba mereka menciptakan seekor semut.”

Kemudian Abu Hurairah meminta sebaskom air lalu mencuci kedua tangannya sampai ketiak. Aku (Abu Zur’ah) bertanya, “Apakah ini adalah sesuatu yang engkau dengar dari Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—?”

Abu Hurairah menjawab, “Ini adalah batas perhiasan.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5951

٥٩٥١ - حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ الۡمُنۡذِرِ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بۡنُ عِيَاضٍ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ نَافِعٍ: أَنَّ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا أَخۡبَرَهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (إِنَّ الَّذِينَ يَصۡنَعُونَ هٰذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ، يُقَالُ لَهُمۡ: أَحۡيُوا مَا خَلَقۡتُمۡ). [الحديث ٥٩٥١ - طرفه في: ٧٥٥٨].

5951. Ibrahim bin Al-Mundzir telah menceritakan kepada kami: Anas bin ‘Iyadh menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidullah, dari Nafi’: ‘Abdullah bin ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—mengabarkan kepadanya: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan diazab pada hari kiamat. Akan dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang telah kalian buat!”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3133

٣١٣٣ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ الۡوَهَّابِ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ: حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنۡ أَبِي قِلَابَةَ. قَالَ: وَحَدَّثَنِي الۡقَاسِمُ بۡنُ عَاصِمٍ الۡكُلَيۡبِيُّ، وَأَنَا لِحَدِيثِ الۡقَاسِمِ أَحۡفَظُ، عَنۡ زَهۡدَمٍ، قَالَ: كُنَّا عِنۡدَ أَبِي مُوسَى، فَأُتِيَ - ذَكَرَ دَجَاجَةً - وَعِنۡدَهُ رَجُلٌ مِنۡ بَنِي تَيۡمِ اللهِ أَحۡمَرُ كَأَنَّهُ مِنَ الۡمَوَالِي، فَدَعَاهُ لِلطَّعَامِ، فَقَالَ: إِنِّي رَأَيۡتُهُ يَأۡكُلُ شَيۡئًا فَقَذِرۡتُهُ، فَحَلَفۡتُ لَا آكُلُ، فَقَالَ: هَلُمَّ فَلَأُحَدِّثۡكُمۡ عَنۡ ذَاكَ، إِنِّي أَتَيۡتُ النَّبِيَّ ﷺ فِي نَفَرٍ مِنَ الۡأَشۡعَرِيِّينَ نَسۡتَحۡمِلُهُ، فَقَالَ: (وَاللهِ لَا أَحۡمِلُكُمۡ، وَمَا عِنۡدِي مَا أَحۡمِلُكُمۡ). وَأُتِيَ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِنَهۡبِ إِبِلٍ، فَسَأَلَ عَنَّا فَقَالَ: (أَيۡنَ النَّفَرُ الۡأَشۡعَرِيُّونَ؟). فَأَمَرَ لَنَا بِخَمۡسِ ذَوۡدٍ غُرِّ الذُّرَى، فَلَمَّا انۡطَلَقۡنَا قُلۡنَا: مَا صَنَعۡنَا؟ لَا يُبَارَكُ لَنَا، فَرَجَعۡنَا إِلَيۡهِ، فَقُلۡنَا: إِنَّا سَأَلۡنَاكَ أَنۡ تَحۡمِلَنَا، فَحَلَفۡتَ أَنۡ لَا تَحۡمِلَنَا، أَفَنَسِيتَ؟ قَالَ: (لَسۡتُ أَنَا حَمَلۡتُكُمۡ، وَلَكِنَّ اللهَ حَمَلَكُمۡ، وَإِنِّي وَاللهِ إِنۡ شَاءَ اللهُ لَا أَحۡلِفُ عَلَى يَمِينٍ، فَأَرَى غَيۡرَهَا خَيۡرًا مِنۡهَا، إِلَّا أَتَيۡتُ الَّذِي هُوَ خَيۡرٌ، وَتَحَلَّلۡتُهَا). [الحديث ٣١٣٣ - أطرافه في: ٤٣٨٥، ٤٤١٥، ٥٥١٧، ٥٥١٨، ٦٦٢٣، ٦٦٤٩، ٦٦٧٨، ٦٦٨٠، ٦٧١٨، ٦٧١٩، ٦٧٢١، ٧٥٥٥].

3133. ‘Abdullah bin ‘Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan kepada kami: Ayyub menceritakan kepada kami dari Abu Qilabah. Ayyub berkata: Al-Qasim bin ‘Ashim Al-Kulaibi menceritakan kepadaku dan aku lebih menghafal hadis Al-Qasim, dari Zahdam. Beliau berkata:

Suatu ketika kami berada di tempat Abu Musa, lalu dihidangkanlah masakan daging ayam. Di dekat beliau ada seorang pria berkulit merah dari bani Taimullah, sepertinya dia mantan budak yang telah dimerdekakan. Abu Musa mengajaknya makan lalu pria itu berkata, “Sungguh aku pernah melihat ayam memakan suatu (yang kotor) sehingga aku merasa jijik dan bersumpah untuk tidak memakannya.”

Lalu Abu Musa berkata:

Kemarilah! Aku akan ceritakan kepadamu tentang hal itu. Sungguh aku mendatangi Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersama serombongan orang Al-Asy’ari untuk minta tunggangan kepada beliau. Beliau berkata, “Demi Allah, aku tidak bisa mengangkut kalian dan aku tidak memiliki tunggangan untuk mengangkut kalian.”

Lalu ada yang datang kepada Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membawa unta-unta rampasan perang. Beliau menanyakan kami, “Di mana orang-orang Al-Asy’ari tadi?”

Beliau memerintahkan lima ekor unta yang berpunuk putih diberikan kepada kami, kemudian ketika kami telah berangkat, kami berkata, “Apa yang telah kita lakukan? Pemberian itu tidak diberkahi.”

Kami kembali menemui Rasulullah, lalu kami berkata, “Sesungguhnya kami meminta agar Anda mengangkut kami lalu Anda telah bersumpah tidak bisa mengangkut kami. Apakah Anda lupa?”

Rasulullah berkata, “Bukan aku yang memberi tunggangan kepada kalian, akan tetapi Allah yang memberi tunggangan kepada kalian. Demi Allah, sungguh, insyaallah, tidaklah aku bersumpah atas sesuatu, lalu aku melihat perkara lainnya lebih baik daripadanya, kecuali aku akan melakukan perkara yang lebih baik dan aku menebus sumpah itu.”