Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5192

٨٥ - بَابُ صَوۡمِ الۡمَرۡأَةِ بِإِذۡنِ زَوۡجِهَا تَطَوُّعًا
85. Bab Puasa Sunah Seorang Wanita dengan Izin Suaminya


٥١٩٢ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ مُقَاتِلٍ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ اللهِ: أَخۡبَرَنَا مَعۡمَرٌ، عَنۡ هَمَّامِ بۡنِ مُنَبِّهٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (لَا تَصُومُ الۡمَرۡأَةُ وَبَعۡلُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذۡنِهِ). [طرفه في: ٢٠٦٦].

5192. Muhammad bin Muqatil telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah mengabarkan kepada kami: Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Hammam bin Munabbih, dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Janganlah seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya ada di rumah kecuali dengan izinnya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6245

٦٢٤٥ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ خُصَيۡفَةَ، عَنۡ بُسۡرِ بۡنِ سَعِيدٍ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ قَالَ: كُنۡتُ فِي مَجۡلِسٍ مِنۡ مَجَالِسِ الۡأَنۡصَارِ، إِذۡ جَاءَ أَبُو مُوسَى كَأَنَّهُ مَذۡعُورٌ، فَقَالَ: اسۡتَأۡذَنۡتُ عَلَى عُمَرَ ثَلَاثًا، فَلَمۡ يُؤۡذَنۡ لِي فَرَجَعۡتُ، فَقَالَ: مَا مَنَعَكَ؟ قُلۡتُ: اسۡتَأۡذَنۡتُ ثَلَاثًا فَلَمۡ يُؤۡذَنۡ لِي فَرَجَعۡتُ، وَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِذَا اسۡتَأۡذَنَ أَحَدُكُمۡ ثَلَاثًا فَلَمۡ يُؤۡذَنۡ لَهُ فَلۡيَرۡجِعۡ). فَقَالَ: وَاللهِ لَتُقِيمَنَّ عَلَيۡهِ بِبَيِّنَةٍ، أَمِنۡكُمۡ أَحَدٌ سَمِعَهُ مِنَ النَّبِيِّ ﷺ؟ فَقَالَ أُبَيُّ بۡنُ كَعۡبٍ: وَاللهِ لَا يَقُومُ مَعَكَ إِلَّا أَصۡغَرُ الۡقَوۡمِ، فَكُنۡتُ أَصۡغَرَ الۡقَوۡمِ فَقُمۡتُ مَعَهُ، فَأَخۡبَرۡتُ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ ذٰلِكَ. وَقَالَ ابۡنُ الۡمُبَارَكِ: أَخۡبَرَنِي ابۡنُ عُيَيۡنَةَ: حَدَّثَنِي يَزِيدُ، عَنۡ بُسۡرٍ: سَمِعۡتُ أَبَا سَعِيدٍ: بِهٰذَا. [طرفه في: ٢٠٦٢].

6245. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami: Yazid bin Khushaifah menceritakan kepada kami dari Busr bin Sa’id, dari Abu Sa’id Al-Khudri. Ia berkata:

Aku sedang berada di salah satu majelis kaum Ansar, tiba-tiba Abu Musa datang seolah-olah ketakutan, lalu ia berkata:

Aku meminta izin kepada ‘Umar sebanyak tiga kali, namun tidak diizinkan bagiku maka aku pulang. ‘Umar bertanya, “Apa yang menghalangimu?”

Aku menjawab, “Aku telah meminta izin tiga kali namun tidak diizinkan maka aku pulang, dan Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, ‘Apabila salah seorang di antara kalian meminta izin tiga kali namun tidak diizinkan, maka hendaklah ia pulang.’”

‘Umar pun berkata, “Demi Allah, engkau benar-benar harus mendatangkan bukti atas hal ini.”

Apakah ada di antara kalian yang mendengarnya dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—?

Maka Ubay bin Ka’b berkata, “Demi Allah, tidak ada yang berdiri bersamamu kecuali orang yang paling muda di kaum ini.”

Dan aku (Abu Sa’id) adalah orang yang paling muda di kaum itu, maka aku berdiri bersamanya, lalu aku mengabarkan kepada ‘Umar bahwa Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memang telah bersabda demikian.

Ibnu Al-Mubarak berkata: Ibnu ‘Uyainah mengabarkan kepadaku: Yazid menceritakan kepadaku dari Busr: Aku mendengar Abu Sa’id: dengan (hadis) ini.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3939 dan 3940

٣٩٣٩، ٣٩٤٠ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ عَمۡرٍو: سَمِعَ أَبَا الۡمِنۡهَالِ عَبۡدَ الرَّحۡمٰنِ بۡنَ مُطۡعِمٍ قَالَ: بَاعَ شَرِيكٌ لِي دَرَاهِمَ فِي السُّوقِ نَسِيئَةً، فَقُلۡتُ: سُبۡحَانَ اللهِ، أَيَصۡلُحُ هٰذَا؟ فَقَالَ: سُبۡحَانَ اللهِ، وَاللهِ لَقَدۡ بِعۡتُهَا فِي السُّوقِ، فَمَا عَابَهُ أَحَدٌ، فَسَأَلۡتُ الۡبَرَاءَ بۡنَ عَازِبٍ فَقَالَ: قَدِمَ النَّبِيُّ ﷺ وَنَحۡنُ نَتَبَايَعُ هٰذَا الۡبَيۡعَ، فَقَالَ: (مَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ فَلَيۡسَ بِهِ بَأۡسٌ، وَمَا كَانَ نَسِيئَةً فَلَا يَصۡلُحُ). وَالۡقَ زَيۡدَ بۡنَ أَرۡقَمَ فَاسۡأَلۡهُ، فَإِنَّهُ كَانَ أَعۡظَمَنَا تِجَارَةً، فَسَأَلۡتُ زَيۡدَ بۡنَ أَرۡقَمَ فَقَالَ مِثۡلَهُ.

وَقَالَ سُفۡيَانُ مَرَّةً: قَالَ: قَدِمَ عَلَيۡنَا النَّبِيُّ ﷺ الۡمَدِينَةَ وَنَحۡنُ نَتَبَايَعُ، وَقَالَ: نَسِيئَةً إِلَى الۡمَوۡسِمِ، أَوِ الۡحَجِّ.

3939, 3940. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari ‘Amr: Ia mendengar Abu Al-Minhal ‘Abdurrahman bin Muth’im berkata:

Seorang serikatku menjual dirham di pasar secara tangguh, lalu aku berkata, “Subhanallah, apakah ini boleh?”

Ia menjawab, “Subhanallah, demi Allah, sungguh aku telah menjualnya di pasar dan tidak ada seorang pun yang mencelanya.”

Kemudian aku bertanya kepada Al-Bara` bin ‘Azib, lalu ia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—datang (ke Madinah) sedangkan kami tengah melakukan jual beli seperti ini, lalu beliau bersabda, “Pertukaran mata uang yang dilakukan secara tunai maka tidak mengapa, dan pertukaran mata uang yang dilakukan secara tangguh maka tidak boleh.” Temuilah Zaid bin Arqam lalu bertanyalah kepadanya, karena sesungguhnya ia adalah orang yang paling besar perdagangannya di antara kami.

Maka aku bertanya kepada Zaid bin Arqam, lalu ia mengatakan hal yang serupa.

Dan Sufyan berkata pada waktu yang lain: Ia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—datang kepada kami di Madinah saat kami tengah melakukan jual beli, dan ia berkata: Secara tangguh sampai musim atau waktu haji.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2497 dan 2498

١٠ - بَابُ الۡاِشۡتِرَاكِ فِي الذَّهَبِ وَالۡفِضَّةِ، وَمَا يَكُونُ فِيهِ الصَّرۡفُ
10. Bab Perserikatan dalam Emas dan Perak, serta Tukar-Menukar yang Terjadi di Dalamnya


٢٤٩٧، ٢٤٩٨ - حَدَّثَنَا عَمۡرُو بۡنُ عَلِيٍّ: حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنۡ عُثۡمَانَ - يَعۡنِي ابۡنَ الۡأَسۡوَدِ – قَالَ: أَخۡبَرَنِي سُلَيۡمَانُ بۡنُ أَبِي مُسۡلِمٍ قَالَ: سَأَلۡتُ أَبَا الۡمِنۡهَالِ عَنِ الصَّرۡفِ يَدًا بِيَدٍ، فَقَالَ: اشۡتَرَيۡتُ أَنَا وَشَرِيكٌ لِي شَيۡئًا يَدًا بِيَدٍ وَنَسِيئَةً، فَجَاءَنَا الۡبَرَاءُ بۡنُ عَازِبٍ فَسَأَلۡنَاهُ، فَقَالَ: فَعَلۡتُ أَنَا وَشَرِيكِي زَيۡدُ بۡنُ أَرۡقَمَ، وَسَأَلۡنَا النَّبِيَّ ﷺ عَنۡ ذٰلِكَ فَقَالَ: (مَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ فَخُذُوهُ، وَمَا كَانَ نَسِيئَةً فَذَرُوهُ). [طرفه في: ٢٠٦٠].

2497, 2498. ‘Amr bin ‘Ali telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Ashim menceritakan kepada kami dari ‘Utsman bin Al-Aswad. Ia berkata: Sulaiman bin Abu Muslim mengabarkan kepadaku. Ia berkata: Aku bertanya kepada Abu Al-Minhal tentang tukar-menukar uang secara tunai, lalu ia berkata: Aku dan seorang serikatku membeli sesuatu secara tunai dan secara tangguh, kemudian Al-Bara` bin ‘Azib datang kepada kami lalu kami bertanya kepadanya. Al-Bara` berkata: Aku dan serikatku, Zaid bin Arqam, pernah melakukan hal itu, lalu kami bertanya kepada Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tentang hal tersebut, maka beliau bersabda, “Tukar-menukar uang yang dilakukan secara tunai maka ambillah, dan tukar-menukar uang yang dilakukan secara tangguh maka tinggalkanlah.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5507

٢١ - بَابُ ذَبِيحَةِ الۡأَعۡرَابِ وَنَحۡوِهِمۡ
21. Bab Sembelihan Orang Badui dan yang Semisal Mereka


٥٥٠٧ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عُبَيۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا أُسَامَةُ بۡنُ حَفۡصٍ الۡمَدَنِيُّ، عَنۡ هِشَامِ بۡنِ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا: أَنَّ قَوۡمًا قَالُوا لِلنَّبِيِّ ﷺ: إِنَّ قَوۡمًا يَأۡتُونَا بِاللَّحۡمِ، لَا نَدۡرِي أَذُكِرَ اسۡمُ اللهِ عَلَيۡهِ أَمۡ لَا؟ فَقَالَ: (سَمُّوا عَلَيۡهِ أَنۡتُمۡ وَكُلُوهُ). قَالَتۡ: وَكَانُوا حَدِيثِي عَهۡدٍ بِالۡكُفۡرِ. تَابَعَهُ عَلِيٌّ عَنِ الدَّرَاوَرۡدِيِّ. وَتَابَعَهُ أَبُو خَالِدٍ وَالطُّفَاوِيُّ. [طرفه في: ٢٠٥٧].

5507. Muhammad bin ‘Ubaidullah telah menceritakan kepada kami: Usamah bin Hafsh Al-Madani menceritakan kepada kami dari Hisyam bin ‘Urwah, dari ayahnya, dari ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha—:

Ada suatu kaum yang berkata kepada Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Sesungguhnya ada orang-orang yang membawakan daging kepada kami, kami tidak tahu apakah nama Allah disebutkan ketika menyembelihnya atau tidak?”

Beliau bersabda, “Sebutlah nama Allah oleh kalian dan makanlah daging itu!”

‘Aisyah berkata: Dan mereka itu adalah orang-orang yang baru masuk Islam.

‘Ali mengiringi Usamah dari Ad-Darawardi. Abu Khalid dan At-Thufawi juga mengiringi Usamah.