Cari Blog Ini

Shahih Muslim hadits nomor 1402

٦ - (١٤٠٢) - وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ الۡمُبَارَكِ. (ح) وَحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيۡبٍ مُحَمَّدُ بۡنُ الۡعَلَاءِ - وَاللَّفۡظُ لَهُ -: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ الۡمُبَارَكِ، عَنۡ مَعۡمَرٍ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ الۡمُسَيَّبِ، عَنۡ سَعۡدِ بۡنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ: رَدَّ رَسُولُ اللهِ ﷺ عَلَىٰ عُثۡمَانَ بۡنِ مَظۡعُونٍ التَّبَتُّلَ، وَلَوۡ أَذِنَ لَهُ، لَاخۡتَصَيۡنَا.
6. (1402). Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Abu Kuraib Muhammad bin Al-‘Ala` telah menceritakan kepada kami –dan redaksi hadis ini milik beliau-: Ibnu Al-Mubarak mengabarkan kepada kami, dari Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Sa’id bin Al-Musayyab, dari Sa’d bin Abu Waqqash, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menolak permintaan ‘Utsman bin Mazh’un untuk hidup membujang. Seandainya beliau mengizinkannya, tentu kami akan mengebiri diri kami.
٧ - (...) - وَحَدَّثَنِي أَبُو عِمۡرَانَ مُحَمَّدُ بۡنُ جَعۡفَرِ بۡنِ زِيَادٍ: حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ سَعۡدٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ الۡمُسَيَّبِ قَالَ: سَمِعۡتُ سَعۡدًا يَقُولُ: رُدَّ عَلَىٰ عُثۡمَانَ بۡنِ مَظۡعُونٍ التَّبَتُّلُ، وَلَوۡ أُذِنَ لَهُ لَاخۡتَصَيۡنَا.
7. Abu ‘Imran Muhammad bin Ja’far bin Ziyad telah menceritakan kepadaku: Ibrahim bin Sa’d menceritakan kepada kami, dari Ibnu Syihab Az-Zuhri, dari Sa’id bin Al-Musayyab, beliau berkata: Aku mendengar Sa’d mengatakan: ‘Utsman bin Mazh’un ditolak permintaannya untuk hidup membujang. Seandainya beliau diizinkan, tentu kami akan mengebiri diri kami.
٨ - (...) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ رَافِعٍ: حَدَّثَنَا حُجَيۡنُ بۡنُ الۡمُثَنَّى: حَدَّثَنَا لَيۡثٌ، عَنۡ عُقَيۡلٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، أَنَّهُ قَالَ: أَخۡبَرَنِي سَعِيدُ بۡنُ الۡمُسَيَّبِ، أَنَّهُ سَمِعَ سَعۡدَ بۡنَ أَبِي وَقَّاصٍ يَقُولُ: أَرَادَ عُثۡمَانُ بۡنُ مَظۡعُونٍ أَنۡ يَتَبَتَّلَ. فَنَهَاهُ رَسُولُ اللهِ ﷺ، وَلَوۡ أَجَازَ لَهُ ذٰلِكَ لَاخۡتَصَيۡنَا.
8. Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami: Hujain bin Al-Mutsanna menceritakan kepada kami: Laits menceritakan kepada kami, dari ‘Uqail, dari Ibnu Syihab, bahwa beliau berkata: Sa’id bin Al-Musayyab mengabarkan kepadaku, bahwa beliau mendengar Sa’d bin Abu Waqqash mengatakan: ‘Utsman bin Mazh’un berkeinginan untuk hidup membujang, namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya. Seandainya Nabi membolehkannya, tentu kami akan mengebiri diri kami.

Shahih Muslim hadits nomor 1443

١٤٣ - (١٤٤٣) - حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ نُمَيۡرٍ وَزُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ - وَاللَّفۡظُ لِابۡنِ نُمَيۡرٍ - قَالَا: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يَزِيدَ الۡمَقۡبُرِيُّ: حَدَّثَنَا حَيۡوَةُ: حَدَّثَنِي عَيَّاشُ بۡنُ عَبَّاسٍ، أَنَّ أَبَا النَّضۡرِ حَدَّثَهُ، عَنۡ عَامِرِ بۡنِ سَعۡدٍ، أَنَّ أُسَامَةَ بۡنَ زَيۡدٍ أَخۡبَرَ وَالِدَهُ سَعۡدَ بۡنَ أَبِي وَقَّاصٍ، أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَىٰ رَسُولِ اللهِ ﷺ فَقَالَ: إِنِّي أَعۡزِلُ عَنِ امۡرَأَتِي. فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لِمَ تَفۡعَلُ ذٰلِكَ؟) فَقَالَ الرَّجُلُ: أُشۡفِقُ عَلَىٰ وَلَدِهَا، أَوۡ عَلَى أَوۡلَادِهَا. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَوۡ كَانَ ذَلِكَ ضَارًّا، ضَرَّ فَارِسَ وَالرُّومَ).
وقَالَ زُهَيۡرٌ فِي رِوَايَتِهِ: (إِنۡ كَانَ لِذٰلِكَ فَلَا، مَا ضَارَ ذٰلِكَ فَارِسَ، وَلَا الرُّومَ).
143. (1443). Muhammad bin ‘Abdullah bin Numair dan Zuhair bin Harb telah menceritakan kepadaku –dan redaksi hadis ini milik Ibnu Numair-. Keduanya berkata: ‘Abdullah bin Yazid Al-Maqburi menceritakan kepada kami: Haiwah menceritakan kepada kami: ‘Ayyasy bin ‘Abbas menceritakan kepadaku, bahwa Abu An-Nadhr menceritakan kepadanya, dari ‘Amir bin Sa’d, bahwa Usamah bin Zaid mengabarkan kepada ayah ‘Amir, yaitu Sa’d bin Abu Waqqash, bahwa seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: Sesungguhnya aku melakukan ‘azl terhadap istriku (yang sedang menyusui). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Kenapa engkau melakukan itu?” Orang itu menjawab: Aku mengkhawatirkan anaknya atau anak-anaknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya (ghilah) itu memang bermudarat, niscaya telah membuat mudarat kepada orang Persia dan Romawi.”
Zuhair berkata di dalam riwayatnya, “Jika itu sebabnya, jangan lakukan. Ghilah itu tidak bermudarat kepada orang Persia dan Romawi.”

Shahih Muslim hadits nomor 1442

٢٤ - بَابُ جَوَازِ الۡغِيلَةِ وَهِيَ وَطۡءُ الۡمُرۡضِعِ وَكَرَاهَةِ الۡعَزۡلِ
24. Bab bolehnya ghilah, yaitu menggauli istri yang sedang menyusui dan dibencinya ‘azl

١٤٠ - (١٤٤٢) - وَحَدَّثَنَا خَلَفُ بۡنُ هِشَامٍ: حَدَّثَنَا مَالِكُ بۡنُ أَنَسٍ. (ح) وَحَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ يَحۡيَىٰ - وَاللَّفۡظُ لَهُ - قَالَ: قَرَأۡتُ عَلَىٰ مَالِكٍ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ بۡنِ نَوۡفَلٍ، عَنۡ عُرۡوَةَ، عَنۡ عَائِشَةَ، عَنۡ جُدَامَةَ بِنۡتِ وَهۡبٍ الۡأَسَدِيَّةِ، أَنَّهَا سَمِعَتۡ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (لَقَدۡ هَمَمۡتُ أَنۡ أَنۡهَىٰ عَنِ الۡغِيلَةِ، حَتَّىٰ ذَكَرۡتُ أَنَّ الرُّومَ وَفَارِسَ يَصۡنَعُونَ ذٰلِكَ فَلَا يَضُرُّ أَوۡلَادَهُمۡ).
قَالَ مُسۡلِمٌ: وَأَمَّا خَلَفٌ فَقَالَ: عَنۡ جُذَامَةَ الۡأَسَدِيَّةِ، وَالصَّحِيحُ مَا قَالَهُ يَحۡيَىٰ: بِالدَّالِ.
140. (1442). Khalaf bin Hisyam telah menceritakan kepada kami: Malik bin Anas menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Yahya bin Yahya telah menceritakan kepada kami –dan redaksi hadis ini milik beliau-, beliau berkata: Aku membaca di hadapan Malik, dari Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Naufal, dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah, dari Judamah binti Wahb Al-Asadiyyah, bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh aku sangat ingin untuk melarang dari ghilah hingga aku ingat bahwa orang-orang Romawi dan Persia melakukan hal itu, namun tidak membahayakan anak-anak mereka.”
Muslim berkata: Adapun Khalaf, beliau berkata: Dari Judzamah Al-Asadiyyah. Namun yang benar adalah perkataan Yahya: menggunakan huruf dal.
١٤١ - (...) - حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ سَعِيدٍ وَمُحَمَّدُ بۡنُ أَبِي عُمَرَ. قَالَا: حَدَّثَنَا الۡمُقۡرِئُ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ أَبِي أَيُّوبَ: حَدَّثَنِي أَبُو الۡأَسۡوَدِ، عَنۡ عُرۡوَةَ، عَنۡ عَائِشَةَ، عَنۡ جُدَامَةَ بِنۡتِ وَهۡبٍ، أُخۡتِ عُكَّاشَةَ قَالَتۡ: حَضَرۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ فِي أُنَاسٍ، وَهُوَ يَقُولُ: (لَقَدۡ هَمَمۡتُ أَنۡ أَنۡهَىٰ عَنِ الۡغِيلَةِ، فَنَظَرۡتُ فِي الرُّومِ وَفَارِسَ، فَإِذَا هُمۡ يُغِيلُونَ أَوۡلَادَهُمۡ، فَلَا يَضُرُّ أَوۡلَادَهُمۡ ذٰلِكَ شَيۡئًا).
ثُمَّ سَأَلُوهُ عَنِ الۡعَزۡلِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (ذٰلِكَ الۡوَأۡدُ الۡخَفِيُّ).
زَادَ عُبَيۡدُ اللهِ فِي حَدِيثِهِ عَنِ الۡمُقۡرِئِ وَهِيَ: ﴿وَإِذَا الۡمَوۡءُودَةُ سُئِلَتۡ ۝٨﴾ [التكوير: ٨].
141. ‘Ubaidullah bin Sa’id dan Muhammad bin Abu ‘Umar telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Al-Muqri` menceritakan kepada kami: Sa’id bin Abu Ayyub menceritakan kepada kami: Abu Al-Aswad menceritakan kepadaku, dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah, dari Judamah binti Wahb, saudari Ukkasyah, beliau mengatakan: Aku menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah-tengah manusia ketika beliau bersabda, “Sungguh aku sangat ingin untuk melarang dari ghilah, lalu aku melihat di Romawi dan Persia, ternyata mereka melakukan ghilah terhadap anak-anak mereka dan hal itu tidak membahayakan anak-anak mereka sedikit pun.”
Kemudian para sahabat bertanya tentang ‘azl. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itu adalah mengubur anak hidup-hidup secara tersembunyi.”
‘Ubaidullah menambahkan di dalam hadisnya dari Al-Muqri` yaitu, “dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya.” (QS. At-Takwir: 8).
١٤٢ - (...) - وَحَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ إِسۡحَاقَ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ أَيُّوبَ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ بۡنِ نَوۡفَلٍ الۡقُرَشِيِّ، عَنۡ عُرۡوَةَ، عَنۡ عَائِشَةَ، عَنۡ جُدَامَةَ بِنۡتِ وَهۡبٍ الۡأَسَدِيَّةِ، أَنَّهَا قَالَتۡ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ. فَذَكَرَ بِمِثۡلِ حَدِيثِ سَعِيدِ بۡنِ أَبِي أَيُّوبَ، فِي الۡعَزۡلِ وَالۡغِيلَةِ. غَيۡرَ أَنَّهُ قَالَ: (الۡغِيَالِ).
142. Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakannya kepada kami: Yahya bin Ishaq menceritakan kepada kami: Yahya bin Ayyub menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Naufal Al-Qurasyi, dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah, dari Judamah binti Wahb Al-Asadiyyah, bahwa beliau mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menyebutkan semisal hadis Sa’id bin Abu Ayyub tentang ‘azl dan ghilah. Hanya saja beliau mengatakan, “ghiyal”.

Shahih Muslim hadits nomor 1441

٢٣ - بَابُ تَحۡرِيمِ وَطۡءِ الۡحَامِلِ الۡمَسۡبِيَّةِ
23. Bab pengharaman menggauli tawanan wanita yang sedang hamil

١٣٩ - (١٤٤١) - وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّى: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ جَعۡفَرٍ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ يَزِيدَ بۡنِ خُمَيۡرٍ قَالَ: سَمِعۡتُ عَبۡدَ الرَّحۡمَٰنِ بۡنَ جُبَيۡرٍ يُحَدِّثُ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ أَبِي الدَّرۡدَاءِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ، أَنَّهُ أَتَىٰ بِامۡرَأَةٍ مُجِحٍّ عَلَى بَابِ فُسۡطَاطٍ، فَقَالَ: (لَعَلَّهُ يُرِيدُ أَنۡ يُلِمَّ بِهَا؟) فَقَالُوا: نَعَمۡ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَقَدۡ هَمَمۡتُ أَنۡ أَلۡعَنَهُ لَعۡنًا يَدۡخُلُ مَعَهُ قَبۡرَهُ، كَيۡفَ يُوَرِّثُهُ وَهُوَ لَا يَحِلُّ لَهُ؟ كَيۡفَ يَسۡتَخۡدِمُهُ وَهُوَ لَا يَحِلُّ لَهُ؟).
139. (1441). Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan kepadaku: Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Yazid bin Khumair, beliau berkata: Aku mendengar ‘Abdurrahman bin Jubair menceritakan dari ayahnya, dari Abu Ad-Darda`, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa ada seseorang yang lewat bersama seorang wanita yang sedang hamil tua menuju ambang pintu sebuah rumah. Nabi bersabda, “Barangkali dia ingin menggaulinya?” Mereka berkata: Iya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh aku sangat ingin untuk melaknatnya dengan sebuah laknat yang akan menyertainya masuk ke kuburnya. Bagaimana dia bisa mewarisi anak yang akan lahir padahal ia tidak halal untuknya? Bagaimana pula dia akan menjadikan anak yang akan lahir nanti sebagai budaknya padahal ia tidak halal untuknya?”
(...) - وَحَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ هَارُونَ. (ح) وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ: حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ. جَمِيعًا عَنۡ شُعۡبَةَ، فِي هٰذَا الۡإِسۡنَادِ.
Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakannya kepada kami: Yazid bin Harun menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami: Abu Dawud menceritakan kepada kami. Semuanya dari Syu’bah melalui sanad ini.

Shahih Muslim hadits nomor 1440

١٣٦ - (١٤٤٠) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَإِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ - قَالَ إِسۡحَاقُ: أَخۡبَرَنَا. وَقَالَ أَبُو بَكۡرٍ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ - عَنۡ عَمۡرٍو، عَنۡ عَطَاءٍ، عَنۡ جَابِرٍ قَالَ: كُنَّا نَعۡزِلُ، وَالۡقُرۡآنُ يَنۡزِلُ.
زَادَ إِسۡحَاقُ: قَالَ سُفۡيَانُ: لَوۡ كَانَ شَيۡئًا يُنۡهَىٰ عَنۡهُ لَنَهَانَا عَنۡهُ الۡقُرۡآنُ.
[البخاري: كتاب النكاح، باب العزل، رقم: ٥٢٠٨].
136. (1440). Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami. Ishaq berkata: Telah mengabarkan kepada kami. Abu Bakr berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari ‘Amr, dari ‘Atha`, dari Jabir, beliau mengatakan: Kami dahulu melakukan ‘azl sementara Alquran masih turun.
Ishaq menambahkan: Sufyan berkata: Seandainya ‘azl merupakan sesuatu yang dilarang, tentu Alquran akan melarang kami darinya.
١٣٧ - (...) - وَحَدَّثَنِي سَلَمَةُ بۡنُ شَبِيبٍ: حَدَّثَنَا الۡحَسَنُ بۡنُ أَعۡيَنَ: حَدَّثَنَا مَعۡقِلٌ، عَنۡ عَطَاءٍ قَالَ: سَمِعۡتُ جَابِرًا يَقُولُ: لَقَدۡ كُنَّا نَعۡزِلُ عَلَىٰ عَهۡدِ رَسُولِ اللهِ ﷺ.
137. Salamah bin Syabib telah menceritakan kepadaku: Al-Hasan bin A’yan menceritakan kepada kami: Ma’qil menceritakan kepada kami, dari ‘Atha`, beliau berkata: Aku mendengar Jabir mengatakan: Sungguh kami dahulu pernah melakukan ‘azl di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
١٣٨ - (...) - وَحَدَّثَنِي أَبُو غَسَّانَ الۡمِسۡمَعِيُّ: حَدَّثَنَا مُعَاذٌ - يَعۡنِي ابۡنَ هِشَامٍ -: حَدَّثَنِي أَبِي عَنۡ أَبِي الزُّبَيۡرِ، عَنۡ جَابِرٍ قَالَ: كُنَّا نَعۡزِلُ عَلَىٰ عَهۡدِ رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَبَلَغَ ذٰلِكَ نَبِيَّ اللهِ ﷺ فَلَمۡ يَنۡهَنَا.
138. Abu Ghassan Al-Misma’i telah menceritakan kepadaku: Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepadaku dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, beliau mengatakan: Kami dahulu melakukan ‘azl di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu hal itu sampai ke telinga Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun beliau tidak melarang kami.