Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label As-Sunnah Al-Marwazi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label As-Sunnah Al-Marwazi. Tampilkan semua postingan

As-Sunnah Al-Marwazi hadits nomor 58

[٥٨] حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ يَحۡيَى (ثنا) أَحۡمَدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ يُونُسَ (ثنا) أَبُو بَكۡرِ بۡنِ عَيَّاشٍ عَنۡ مُوسَى بۡنِ عُبَيۡدَةَ عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُبَيۡدَةَ عَنۡ بِنۡتِ سَعۡدٍ عَنۡ أَبِيهَا سَعۡدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (افۡتَرَقَتۡ بَنُو إِسۡرَائِيلَ عَلَى إِحۡدَى وَسَبۡعِينَ مِلَّةً، وَلَنۡ تَذۡهَبَ اللَّيَالِي وَلَا الۡأَيَّامُ حَتَّى تَفۡتَرِقَ أُمَّتِي عَلَى مِثۡلِهَا - أَوۡ قَالَ: عَنۡ مِثۡلِ ذٰلِكَ - وَكُلُّ فِرۡقَةٍ مِنۡهَا فِي النَّارِ، إِلَّا وَاحِدَةً وَهِيَ الۡجَمَاعَةُ). 

58. Muhammad bin Yahya telah menceritakan kepada kami: Ahmad bin ‘Abdullah bin Yunus menceritakan kepada kami: Abu Bakr bin ‘Ayyasy menceritakan kepada kami dari Musa bin ‘Ubaidah, dari ‘Abdullah bin ‘Ubaidah, dari putri Sa’d, dari ayahnya, yaitu Sa’d. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh satu sekte. Malam-malam dan hari-hari tidak akan berlalu hingga umatku akan terpecah menjadi sepertinya. Setiap firkah darinya berada di dalam neraka kecuali satu, yaitu al-jama’ah (kaum muslimin yang bersatu di atas kebenaran).”

As-Sunnah Al-Marwazi hadits nomor 61 dan 62

[٦١] حَدَّثَنَا يُونُسُ بۡنُ عَبۡدِ الۡأَعۡلَى (انبا) ابۡنُ وَهۡبٍ، أَخۡبَرَنِي أَبُو صَخۡرٍ عَنۡ أَبِي مُعَاوِيَةَ الۡبَجَلِيِّ عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ عَنۡ أَبِي الصَّهۡبَاءِ الۡبَكۡرِيِّ، قَالَ: سَمِعۡتُ عَلِيَّ بۡنَ أَبِي طَالِبٍ، وَقَدۡ دَعَا رَأۡسَ الۡجَالُوتِ وَأُسۡقُفَّ النَّصَارَىٰ، فَقَالَ: إِنِّي سَائِلُكُمۡ عَنۡ أَمۡرٍ، وَأَنَا أَعۡلَمُ بِهِ مِنۡكُمَا، فَلَا تَكۡتُمَانِي، يَا رَأۡسَ الۡجَالُوتِ، أَنۡشَدۡتُكَ اللهَ الَّذِي أَنۡزَلَ التَّوۡرَاةَ عَلَى مُوسَىٰ وَأَطۡعَمَكُمُ الۡمَنَّ وَالسَّلۡوَىٰ، وَضَرَبَ لَكُمۡ فِي الۡبَحۡرِ طَرِيقًا، وَأَخۡرَجَ لَكُمۡ مِنَ الۡحَجَرِ اثۡنَتَيۡ عَشۡرَةَ عَيۡنًا، لِكُلِّ سَبۡطٍ مِنۡ بَنِي إِسۡرَائِيلَ عَيۡنٌ، إِلَّا مَا أَخۡبَرۡتَنِي عَلَى كَمِ افۡتَرَقَتۡ بَنُو إِسۡرَائِيلَ بَعۡدَ مُوسَىٰ؟ فَقَالَ لَهُ: وَلَا فِرۡقَةً وَاحِدَةً. فَقَالَ لَهُ عَلِيٌّ ثَلَاثَ مِرَارٍ: كَذَبۡتَ؛ وَاللهِ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ، لَقَدِ افۡتَرَقَتۡ عَلَى إِحۡدَىٰ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا فِرۡقَةً. 

61. Yunus bin ‘Abdul A’la telah menceritakan kepada kami: Ibnu Wahb memberitakan kepada kami: Abu Shakhr mengabarkan kepadaku dari Abu Mu’awiyah Al-Bajali, dari Sa’id bin Jubair, dari Abu Shahba` Al-Bakri. Beliau berkata: Aku mendengar ‘Ali bin Abu Thalib ketika beliau memanggil pemimpin senior orang Yahudi dan pemimpin orang Nasrani. 

Beliau berkata, “Sesungguhnya aku bertanya kepada kalian tentang suatu perkara dalam keadaan aku lebih mengetahuinya daripada kalian. Jadi kalian berdua jangan menyembunyikannya. Wahai pemimpin senior orang Yahudi, aku bertanya kepadamu dengan nama Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, memberikan makanan manna dan salwa kepada kalian, membuatkan jalan di laut untuk kalian, mengeluarkan dua belas mata air dari batu untuk kalian, setiap anak cucu dari bani Israil ada satu mata air; agar kalian mengabarkan kepadaku menjadi berapa bani Israil terpecah belah sepeninggal Musa?” 

Orang itu menjawab, “Tidak satu firkah pun.” 

‘Ali berkata kepadanya sebanyak tiga kali, “Engkau dusta. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar kecuali Dia, sungguh bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh satu firkah. Semuanya di dalam neraka kecuali satu firkah.” 

ثُمَّ دَعَا الۡأُسۡقُفَّ فَقَالَ: أَنۡشُدُكَ اللهَ الَّذِي أَنۡزَلَ الۡإِنۡجِيلَ عَلَى عِيسَىٰ، وَجَعَلَ عَلَى رَحۡلِهِ رِجۡلِهِ الۡبَرَكَةَ، وَأَرَاكُمُ الۡعِبۡرَةَ، فَأَبۡرَأَ الۡأَكۡمَهَ وَأَحۡيَا الۡمَوۡتَىٰ، وَصَنَعَ لَكُمۡ مِنَ الطِّينِ طُيُورًا، وَأَنۡبَأَكُمۡ بِمَا تَأۡكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمۡ، فَقَالَ دُونَ هَٰذَا: أَصۡدُقُكَ يَا أَمِيرَ الۡمُؤۡمِنِينَ. فَقَالَ: عَلَى كَمِ افۡتَرَقَتِ النَّصَارَىٰ بَعۡدَ عِيسَىٰ مِنۡ فِرۡقَةٍ؟ فَقَالَ: لَا - وَاللهِ - وَلَا فِرۡقَةً. 

Kemudian beliau memanggil pemimpin orang Nasrani lalu berkata, “Aku bertanya kepadamu dengan nama Allah yang telah menurunkan Injil kepada Nabi ‘Isa, menjadikan keberkahan pada kakinya, memperlihatkan pelajaran kepada kalian sehingga Nabi ‘Isa bisa menyembuhkan orang yang buta sejak lahir, menghidupkan orang mati, membuat burung dari tanah untuk kalian, dan memberitakan kepada kalian apa saja yang kalian makan dan apa saja yang kalian simpan di dalam rumah-rumah kalian.” 

Orang itu berkata setelah ucapan beliau, “Aku akan jujur kepadamu, wahai amirulmukminin.” 

Beliau bertanya, “Menjadi berapa firkah Nasrani terpecah setelah ditinggal Nabi ‘Isa?” 

Orang itu menjawab, “Tidak berpecah—demi Allah—walaupun satu firkah.” 

فَقَالَ ثَلَاثَ مِرَارٍ: كَذَبۡتَ؛ وَاللهِ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ، لَقَدِ افۡتَرَقَتۡ عَلَى ثِنۡتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا فِرۡقَةً، فَأَمَّا أَنۡتَ يَا يَهُودِيُّ، فَإِنَّ اللهَ يَقُولُ: ﴿وَمِن قَوۡمِ مُوسَىٰٓ أُمَّةٌ يَهۡدُونَ بِٱلۡحَقِّ وَبِهِۦ يَعۡدِلُونَ ۝١٥٩﴾ فَهِيَ الَّتِي تَنۡجُو، وَأَمَّا أَنۡتَ يَا نَصۡرَانِيُّ فَإِنَّ اللهَ يَقُولُ: ﴿مِّنۡهُمۡ أُمَّةٌ مُّقۡتَصِدَةٌ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنۡهُمۡ سَآءَ مَا يَعۡمَلُونَ ۝٦٦﴾ فَهِيَ الَّتِي تَنۡجُو؛ وَأَمَّا نَحۡنُ فَيَقُولُ: ﴿وَمِمَّنۡ خَلَقۡنَآ أُمَّةٌ يَهۡدُونَ بِٱلۡحَقِّ وَبِهِۦ يَعۡدِلُونَ ۝١٨١﴾ وَهِيَ الَّتِي تَنۡجُو مِنۡ هَٰذِهِ الۡأُمَّةِ. 

‘Ali berkata sebanyak tiga kali, “Engkau dusta. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia. Sungguh Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh dua firkah. Semuanya di dalam neraka kecuali satu firkah. Adapun engkau wahai orang Yahudi, sesungguhnya Allah berfirman yang artinya, “Dan di antara kaum Nabi Musa ada satu umat yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan mereka menjalankan keadilan dengannya.” (QS. Al-A’raf: 159). Mereka inilah yang selamat. Adapun engkau wahai orang Nasrani, sesungguhnya Allah berfirman yang artinya, “Di antara mereka ada umat yang pertengahan, sedangkan kebanyakan dari mereka, alangkah buruk yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Ma`idah: 66). Mereka inilah yang selamat. Adapun kami, maka Allah berfirman yang artinya, “Dan di antara yang Kami ciptakan ada suatu umat yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan mereka menjalankan keadilan dengannya.” (QS. Al-A’raf: 181). Mereka inilah yang selamat dari kalangan umat ini.” 

[٦٢] حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ (انبا) عَطَاءُ بۡنُ مُسۡلِمٍ الۡحَلَبِيُّ قَالَ: سَمِعۡتُ الۡعَلَاءَ بۡنَ الۡمُسَيَّبِ يُحَدِّثُ عَنۡ شَرِيكٍ الۡبُرۡجُمِيِّ قَالَ: حَدَّثَنِي زَاذَانُ أَبُو عُمَرَ قَالَ: قَالَ عَلِيٌّ: يَا أَبَا عُمَرَ، أَتَدۡرِي عَلَى كَمِ افۡتَرَقَتِ الۡيَهُودُ؟ قَالَ: قُلۡتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعۡلَمُ. فَقَالَ: افۡتَرَقَتۡ عَلَى إِحۡدَىٰ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي الۡهَاوِيَةِ إِلَّا وَاحِدَةً، وَهِيَ النَّاجِيَةُ، وَالنَّصَارَىٰ عَلَى ثِنۡتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي الۡهَاوِيَةِ، إِلَّا وَاحِدَةً هِيَ النَّاجِيَةُ، يَا أَبَا عُمَرَ أَتَدۡرِي عَلَى كَمِ تَفۡتَرِقُ هَٰذِهِ الۡأُمَّةُ؟ قُلۡتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعۡلَمُ، قَالَ: تَفۡتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي الۡهَاوِيَةِ، إِلَّا وَاحِدَةً، وَهِيَ النَّاجِيَةُ. 

62. Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami: ‘Atha` bin Muslim Al-Halabi memberitakan kepada kami. Beliau berkata: Aku mendengar Al-‘Ala` bin Al-Musayyab menceritakan dari Syarik Al-Burjumi. Beliau berkata: Zadzan Abu ‘Umar menceritakan kepadaku. 

Beliau berkata: ‘Ali berkata, “Wahai Abu ‘Umar, apakah engkau tahu Yahudi terpecah menjadi berapa?” 

Zadzan Abu ‘Umar berkata: Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” 

‘Ali berkata, “Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu firkah. Semuanya di dalam neraka Hawiyah kecuali satu. Satu firkah inilah yang selamat. Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh dua firkah. Semuanya di dalam neraka Hawiyah kecuali satu. Satu firkah inilah yang selamat. Wahai Abu ‘Umar, apakah engkau tahu umat ini akan terpecah menjadi berapa?” 

Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” 

‘Ali berkata, “Umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firkah. Semuanya di dalam neraka Hawiyah kecuali satu. Satu firkah inilah yang selamat.” 

ثُمَّ قَالَ عَلِيٌّ: أَتَدۡرِي كَمۡ تَفۡتَرِقُ فِيَّ؟ قُلۡتُ: وَإِنَّهُ يُفۡتَرَقُ فِيكَ يَا أَمِيرَ الۡمُؤۡمِنِينَ؟ قَالَ: نَعَمِ؛ اثۡنَتَا عَشۡرَةَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي الۡهَاوِيَةِ، إِلَّا وَاحِدَةً هِيَ النَّاجِيَةُ، وَهِيَ تِلۡكَ الۡوَاحِدَةُ. يَعۡنِي الۡفِرۡقَةَ الَّتِي هِيَ مِنَ الثَّلَاثِ وَالسَّبۡعِينَ، وَأَنۡتَ مِنۡهُمۡ يَا أَبَا عُمَرَ. 

Kemudian ‘Ali bertanya, “Apakah engkau tahu, berapa firkah yang akan berpecah dalam perihal aku?” 

Aku bertanya, “Apakah umat ini akan berpecah dalam perihal engkau, wahai amirulmukminin?” 

‘Ali menjawab, “Iya. Dua belas firkah. Semuanya di dalam neraka Hawiyah kecuali satu. Satu firkah inilah yang selamat. Itulah satu firkah di antara tujuh puluh tiga firkah tadi dan engkau termasuk mereka, wahai Abu ‘Umar.”

As-Sunnah Al-Marwazi hadits nomor 56 dan 57

[٥٦] حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ (انبا) النَّضۡرُ بۡنُ شُمَيۡلٍ (ثنا) قَطَنٌ أَبُو الۡهَيۡثَمِ (ثنا) أَبُو غَالِبٍ قَالَ: كُنۡتُ عِنۡدَ أَبِي أُسَامَةَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: أَرَأَيۡتَ قَوۡلَ اللهِ: ﴿هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ مِنۡهُ ءَايَـٰتٌ مُّحۡكَمَـٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلۡكِتَـٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَـٰبِهَـٰتٌ ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمۡ زَيۡغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَـٰبَهَ مِنۡهُ﴾ مَنۡ هَٰؤُلَاءِ؟ قَالَ: هُمُ الۡخَوَارِجُ، ثُمَّ قَالَ: عَلَيۡكَ بِالسَّوَادِ الۡأَعۡظَمِ، قُلۡتُ: قَدۡ تَعۡلَمُ مَا فِيهِمۡ، فَقَالَ: عَلَيۡهِمۡ مَا حُمِّلُوا، وَعَلَيۡكُمۡ مَا حُمِّلۡتُمۡ، وَأَطِيعُوا تَهۡتَدُوا. ثُمَّ قَالَ: إِنَّ بَنِي إِسۡرَائِيلَ افۡتَرَقَتۡ عَلَى إِحۡدَى وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي النَّارِ، وَإِنَّ هَٰذِهِ الۡأُمَّةَ تَزِيدُ عَلَيۡهَا فِرۡقَةً وَهِيَ فِي الۡجَنَّةِ، فَذَلِكَ قَوۡلُ اللهِ: ﴿يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٌ ۚ﴾ تَلَا إِلَى قَوۡلِهِ: ﴿هُمۡ فِيهَا خَـٰلِدُونَ ۝١٠٧﴾ فَقُلۡتُ: مَنۡ هُمۡ؟ فَقَالَ: الۡخَوَارِجُ، فَقُلۡتُ: أَسَمِعۡتَ ذٰلِكَ مِنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ؟ فَقَالَ: سَمِعۡتُهُ مِنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ. 

56. Ishaq telah menceritakan kepada kami: An-Nadhr bin Syumail memberitakan kepada kami: Qathan Abu Al-Haitsam menceritakan kepada kami: Abu Ghalib menceritakan kepada kami. Beliau berkata: 

Aku pernah di dekat Abu Usamah Umamah, lalu ada seorang pria bertanya kepadanya, “Apa pendapatmu tentang firman Allah yang artinya, ‘Dialah Allah yang telah menurunkan Alquran kepadamu. Di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkamat (tegas maksudnya, mudah dipahami). Itulah pokok-pokok isi Alquran. Sedangkan yang lain adalah ayat-ayat yang mutasyabihat (tersamarkan maksudnya). Adapun orang-orang yang di dalam hatinya condong kepada kesesatan, mereka akan mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat darinya.’ (QS. Ali ‘Imran: 7). Siapakah mereka ini?” 

Beliau menjawab, “Mereka adalah Khawarij.” 

Kemudian beliau melanjutkan, “Tetaplah engkau bersama as-sawad al-a’zham (kaum muslimin beserta penguasa muslim).” 

Aku berkata, “Engkau mengetahui keadaan mereka.” 

Beliau berkata, “Kewajiban mereka adalah apa saja yang dibebankan kepada mereka dan kewajiban kalian adalah apa saja yang dibebankan kepada kalian. Taatilah, niscaya kalian mendapat petunjuk.” 

Beliau melanjutkan, “Sesungguhnya bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh satu firkah. Semuanya di dalam neraka. Dan sesungguhnya umat ini akan lebih banyak satu firkah dan satu firkah itu di janah. Itulah firman Allah yang artinya, ‘Pada hari yang ketika itu ada wajah-wajah yang putih berseri dan ketika ada wajah-wajah yang hitam,’ beliau membacanya hingga firman-Nya yang artinya, ‘Mereka kekal di dalamnya.’ (QS. Ali ‘Imran: 106-107).” 

Aku bertanya, “Siapa mereka?” 

Beliau menjawab, “Khawarij.” 

Aku bertanya, “Apakah engkau mendengar itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” 

Beliau menjawab, “Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

[٥٧] حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ (انبا) الۡمُقۡرِي (ثنا) دَاوُدُ بۡنُ أَبِي الۡفُرَاتِ، حَدَّثَنِي أَبُو غَالِبٍ أَنَّ أَبَا أُمَامَةَ أَخۡبَرَهُ: أَنَّ بَنِي إِسۡرَائِيلَ افۡتَرَقَتۡ عَلَى إِحۡدَىٰ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، وَهَٰذِهِ الۡأُمَّةُ تَزِيدُ عَلَيۡهَا وَاحِدَةً، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا السَّوَادُ الۡأَعۡظَمُ، وَهِيَ الۡجَمَاعَةُ، قُلۡتُ: قَدۡ تَعۡلَمُ مَا فِي السَّوَادِ الۡأَعۡظَمِ، وَذٰلِكَ فِي خِلَافَةِ عَبۡدِ الۡمَلِكِ بۡنِ مَرۡوَانَ، فَقَالَ: أَمَا - وَاللهِ - إِنِّي لَكَارِهٌ لِأَعۡمَالِهِمۡ، وَلَكِنۡ عَلَيۡهِمۡ مَا حُمِّلُوا وَعَلَيۡكُمۡ مَا حُمِّلۡتُمۡ، وَالسَّمۡعُ وَالطَّاعَةُ خَيۡرٌ مِنَ الۡفُجُورِ وَالۡمَعۡصِيَةِ. 

57. Ishaq telah menceritakan kepada kami: Al-Muqri` memberitakan kepada kami: Dawud bin Abu Al-Furat menceritakan kepada kami: Abu Ghalib menceritakan kepadaku bahwa Abu Umamah mengabarkan kepadanya, “Bahwa bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh satu firkah dan umat ini akan lebih banyak satu firkah. Semuanya di dalam neraka kecuali as-sawad al-a’zham (kaum muslimin bersama penguasa muslim). Itulah al-jama’ah.” 

Aku berkata, “Engkau telah mengetahui apa yang ada pada as-sawad al-a’zham.” Percakapan itu terjadi ketika kekhalifahan ‘Abdul Malik bin Marwan. 

Beliau berkata, “Demi Allah, sungguh aku membenci amalan-amalan mereka, namun kewajiban mereka adalah apa saja yang dibebankan kepada mereka dan kewajiban kalian adalah apa saja yang dibebankan kepada kalian. Mendengar dan taat lebih baik daripada berbuat fujur dan maksiat.”

As-Sunnah Al-Marwazi hadis nomor 59

[٥٩] حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ (انبا) الۡفَضۡلُ بۡنُ مُوسَى (ثنا) مُحَمَّدُ بۡنُ عَمۡرٍو (ثنا) أَبُو سَلَمَةَ عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ قَالَ: (افۡتَرَقَتِ الۡيَهُودُ عَلَى إِحۡدَى وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، أَوِ اثۡنَتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، وَالنَّصَارَىٰ عَلَى مِثۡلِ ذٰلِكَ، وَتَفۡتَرِقُ هَٰذِهِ الۡأُمَّةُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً). 

59. Ishaq telah menceritakan kepada kami: Al-Fadhl bin Musa memberitakan kepada kami: Muhammad bin ‘Amr menceritakan kepada kami: Abu Salamah menceritakan kepada kami dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mengatakan, “Yahudi telah terpecah belah menjadi tujuh puluh satu firkah/kelompok atau tujuh puluh dua firkah. Nasrani (juga terpecah) menjadi semisal itu pula. Adapun umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firkah.”

As-Sunnah Al-Marwazi hadis nomor 51 dan 52

[٥١] حَدَّثَنَا عِيسَى بۡنُ مُسَاوِرٍ (ثنا) الۡوَلِيدُ بۡنُ مُسۡلِمٍ عَنۡ صَفۡوَانَ بۡنِ عَمۡرٍو قَالَ: حَدَّثَنِي الۡأَزۡهَرُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ قَالَ: حَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ (لُحَيٍّ) أَبُو عَامِرٍ الۡهَوۡزَنِيُّ قَالَ: حَجَجۡتُ مَعَ مُعَاوِيَةَ، فَلَمَّا قَدِمَ مَكَّةَ أُخۡبِرَ بِهَا قَاصًّا يُحَدِّثُ بِأَشۡيَاءَ تُنۡكَرُ، فَأَرۡسَلَ إِلَيۡهِ مُعَاوِيَةُ فَقَالَ: أُمِرۡتَ بِهَٰذَا؟ قَالَ: لَا، قَالَ: فَمَا حَمَلَكَ عَلَيۡهِ؟ قَالَ: عِلۡمٌ نَنۡشُرُهُ، فَقَالَ لَهُ مَعَاوِيَةُ: لَوۡ كُنۡتُ تَقَدَّمۡتُ إِلَيۡكَ لَفَعَلۡتُ بِكَ، انۡطَلِقۡ، فَلَا أَسۡمَعُ أَنَّكَ حَدَّثۡتَ شَيۡئًا. فَلَمَّا صَلَّى الظُّهۡرَ قَعَدَ عَلَى الۡمِنۡبَرِ فَحَمِدَ اللهَ وَأَثۡنَى عَلَيۡهِ، ثُمَّ قَالَ: يَا مَعۡشَرَ الۡعَرَبِ، وَاللهِ لَئِنۡ لَمۡ تَقُومُوا بِمَا جَاءَ بِهِ نَبِيُّكُمۡ ﷺ فَغَيۡرُكُمۡ مِنَ النَّاسِ أَحۡرَى أَنۡ لَا يَقُومَ بِهِ، أَلَا إِنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَامَ فِينَا يَوۡمًا فَقَالَ: (إِنَّ مَنۡ كَانَ قَبۡلَكُمۡ مِنۡ أَهۡلِ الۡكِتَابِ افۡتَرَقُوا عَلَى ثِنۡتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ مِلَّةً – يَعۡنِي الۡأَهۡوَاءَ – وَإِنَّ هَٰذِهِ الۡأُمَّةَ سَتَفۡتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبۡعِينَ مِلَّةً – يَعۡنِي الۡأَهۡوَاءَ – اثۡنَتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ فِي النَّارِ، وَوَاحِدَةٌ فِي الۡجَنَّةِ وَهِيَ الۡجَمَاعَةُ، فَاعۡتَصِمُوا بِهَا، فَاعۡتَصِمُوا بِهَا). 

51. ‘Isa bin Musawir telah menceritakan kepada kami: Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami dari Shafwan bin ‘Amr. Beliau berkata: Al-Azhar bin ‘Abdulah menceritakan kepadaku. Beliau berkata: ‘Abdullah bin Luhai Abu ‘Amir Al-Hauzani menceritakan kepadaku. Beliau berkata: Aku berhaji bersama Mu’awiyah. Ketika beliau tiba di Makkah, beliau dikabari bahwa di sana ada tukang cerita yang menceritakan hal-hal yang diingkari. 

Maka Mu’awiyah mengirim seseorang kepadanya dan bertanya, “Apakah engkau diperintahkan ini?” 

Tukang cerita itu menjawab, “Tidak.” 

Beliau bertanya, “Lalu apa yang mendorongmu melakukannya?” 

Dia menjawab, “Kami menyebarkan ilmu.” 

Mu’awiyah berkata, “Seandainya ketika itu aku berada di dekatmu, tentu aku akan melakukan sesuatu terhadapmu. Pergilah, sehingga aku tidak mendengar engkau bercerita sesuatu lagi.” 

Ketika beliau telah selesai salat Zuhur, beliau duduk di atas mimbar. Beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian berkata: Wahai sekalian orang-orang Arab, demi Allah, jika kalian saja tidak melaksanakan apa yang Nabi kalian Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bawa, maka orang-orang selain kalian lebih-lebih tidak akan melaksanakannya. Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di tengah-tengah kami pada suatu hari. Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari kalangan ahli kitab telah terpecah belah menjadi tujuh puluh dua sekte, yakni hawa nafsu. Dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga sekte, yakni hawa nafsu. Tujuh puluh dua di dalam neraka dan satu kelompok di dalam janah, yaitu al-jama’ah (kaum muslimin yang bersatu di atas kebenaran). Maka, berpegang teguhlah dengan al-jama’ah. Berpegang teguhlah dengan al-jama’ah.” 

[٥٢] حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ يَحۡيَى (ثنا) أَبُو الۡمُغِيرَةِ (ثنا) صَفۡوَانُ ابۡنُ عَمۡرٍو، حَدَّثَنِي أَزۡهَرُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ الۡهَوۡزَنِيُّ عَنۡ أَبِي عَامِرٍ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ (لُحَيٍّ) قَالَ: حَجَجۡنَا مَعَ مُعَاوِيَةَ بۡنِ أَبِي سُفۡيَانَ، فَلَمَّا قَدِمۡنَا مَكَّةَ أُخۡبِرَ بِرَجُلٍ يَقُصُّ عَلَى أَهۡلِ مَكَّةَ، فَأَرۡسَلَ إِلَيۡهِ مُعَاوِيَةُ، فَقَالَ: أُمِرۡتَ بِهَٰذَا الۡقَصَصِ؟ قَالَ: لَا، قَالَ: فَمَا حَمَلَكَ عَلَى أَنۡ تَقُصَّ بِغَيۡرِ إِذۡنٍ؟ قَالَ: نَنۡشُرُ عِلۡمًا عَلَّمۡنَاهُ اللهُ، قَالَ: لَوۡ كُنۡتُ تَقَدَّمۡتُ إِلَيۡكَ قَبۡلَ مَرَّتِي هَٰذِهِ لَفَعَلۡتُ. ثُمَّ (قَامَ) حِينَ صَلَّى الظُّهۡرَ بِمَكَّةَ فَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (إِنَّ أَهۡلَ الۡكِتَابِ افۡتَرَقُوا عَلَى دِينِهِمۡ عَلَى ثِنۡتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ مِلَّةً، وَإِنَّ هَٰذِهِ الۡأُمَّةَ سَتَفۡتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبۡعِينَ مِلَّةً – يَعۡنِي الۡأَهۡوَاءَ – كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً، وَهِيَ الۡجَمَاعَةُ، وَاللهِ يَا مَعۡشَرَ الۡعَرَبِ، إِنۡ لَمۡ تَقُومُوا بِمَا جَاءَ بِهِ نَبِيُّكُمۡ ﷺ لَغَيۡرُكُمۡ مِنَ النَّاسِ أَحۡرَىٰ أَنۡ لَا يَقُومَ بِهِ). 

52. Muhammad bin Yahya telah menceritakan kepada kami: Abu Al-Mughirah menceritakan kepada kami: Shafwan bin ‘Amr menceritakan kepada kami: Azhar bin ‘Abdullah Al-Hauzani menceritakan kepadaku dari Abu ‘Amir ‘Abdullah bin Luhai. Beliau berkata: Kami pernah berhaji bersama Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Ketika kami tiba di Makkah, beliau dikabari tentang seorang lelaki yang biasa menyampaikan cerita-cerita kepada penduduk Makkah. Mu’awiyah mengutus seseorang kepadanya. 

Beliau bertanya, “Apakah engkau diperintahkan untuk menyampaikan kisah-kisah ini?” 

Dia menjawab, “Tidak.” 

Beliau bertanya, “Lalu apa yang mendorongmu untuk menyampaikan kisah tanpa izin?” 

Dia menjawab, “Kami menyebarkan ilmu yang diajarkan Allah kepada kami.” 

Beliau berkata, “Seandainya ketika itu aku berada di dekatmu sebelum ini, niscaya aku melakukan sesuatu.” 

Kemudian beliau bangkit ketika selesai salat Zuhur di Makkah, lalu berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguh ahli kitab telah terpecah belah pada agama mereka menjadi tujuh puluh dua sekte dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga sekte. Yakni hawa nafsu. Semuanya di dalam neraka kecuali satu, yaitu al-jama’ah (kaum muslimin yang bersatu di atas kebenaran). Demi Allah, wahai sekalian orang Arab, jika kalian tidak menegakkan agama yang dibawa oleh Nabi kalian (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya orang selain kalian lebih pantas untuk tidak menegakkannya.”

As-Sunnah Al-Marwazi hadis nomor 60

[٦٠] حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ (انبا) عَبۡدُ الرَّحۡمَٰنُ بۡنُ مُحَمَّدٍ الۡمُحَارِبِيُّ عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ بۡنِ زِيَادِ بۡنِ أَنۡعَمَ الۡإِفۡرِيقِيِّ عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ يَزِيدَ عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عَمۡرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (سَيَأۡتِي عَلَى أُمَّتِي مَا أَتَى عَلَى بَنِي إِسۡرَائِيلَ، مِثۡلًا بِمِثۡلٍ، حَذۡوَ النَّعۡلِ بِالنَّعۡلِ، وَإِنَّهُمۡ تَفَرَّقُوا عَلَى ثِنۡتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ مِلَّةً، وَسَتَفۡتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبۡعِينَ مِلَّةً، كُلُّهُمۡ فِي النَّارِ غَيۡرُ وَاحِدَةٍ)، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا تِلۡكَ الۡوَاحِدَةُ؟ قَالَ: (هُوَ مَا أَنَا عَلَيۡهِ الۡيَوۡمَ وَأَصۡحَابِي). 

60. Ishaq telah menceritakan kepada kami: ‘Abdurrahman bin Muhammad Al-Muharibi memberitakan kepada kami dari ‘Abdurrahman bin Ziyad bin An’am Al-Ifriqi, dari ‘Abdullah bin Yazid, dari ‘Abdullah bin ‘Amr. Beliau mengatakan: 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan datang pada umatku apa yang telah datang kepada bani Israil. Sama persis. Tidak berbeda. Sesungguhnya mereka telah terpecah menjadi tujuh puluh dua sekte dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga sekte. Mereka semua di dalam neraka kecuali satu.” 

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kelompok apa yang satu itu?” 

Beliau menjawab, “Kelompok yang mengikuti jalan hidup yang ditempuh olehku dan para sahabatku pada hari ini.”

As-Sunnah Al-Marwazi hadis nomor 71

[٧١] حَدَّثَنَا عِيسَىٰ بۡنُ مُسَاوِرٍ (انبا) الۡوَلِيدُ بۡنُ مُسۡلِمٍ عَنۡ ثَوۡرِ بۡنِ يَزِيدَ عَنۡ خَالِدِ بۡنِ مَعۡدَانَ عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ بۡنِ عَمۡرٍو السُّلَمِيِّ وَحُجۡرِ بۡنِ حُجۡرِ الۡكَلَاعِيِّ، قَالَا: دَخَلَنَا عَلَى عِرۡبَاضِ بۡنِ سَارِيَةَ – وَهُوَ الَّذِي نَزَلَ فِيهِ -: ﴿ٱلَّذِينَ إِذَا مَآ أَتَوۡكَ لِتَحۡمِلَهُمۡ قُلۡتَ لَآ أَجِدُ مَآ أَحۡمِلُكُمۡ عَلَيۡهِ﴾ - وَهُوَ مَرِيضٌ، فَقُلۡنَا لَهُ: إِنَّا جِئۡنَاكَ زَائِرِينَ وَعَائِدِينَ وَمُقۡتَبِسِينَ، فَقَالَ عِرۡبَاضٌ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ صَلَّىٰ لَنَا صَلَاةَ الۡغَدَاةِ، ثُمَّ أَقۡبَلَ عَلَيۡنَا فَوَعَظَنَا مَوۡعِظَةً بَلِيغَةً، ذَرَفَتۡ مِنۡهَا الۡعُيُونُ، وَوَجِلَتۡ مِنۡهَا الۡقُلُوبُ، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ هَٰذِهِ لَمَوۡعِظَةُ مُوَدِّعٍ، فَمَاذَا تَعۡهَدُ إِلَيۡنَا؟ قَالَ: (أُوصِيكُمۡ بِتَقۡوَىٰ اللهِ، وَالسَّمۡعِ وَالطَّاعَةِ، وَإِنۡ عَبۡدًا حَبَشِيًّا، فَإِنَّهُ مَنۡ يَعِشۡ مِنۡكُمۡ [بَعۡدِي] فَسَيَرَى اخۡتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيۡكُمۡ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الۡخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الۡمَهۡدِيِّينَ، عَضُّوا عَلَيۡهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمۡ وَمُحۡدَثَاتِ الۡأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدۡعَةٍ ضَلَالَةٌ). 

71. ‘Isa bin Musawir telah menceritakan kepada kami: Al-Walid bin Muslim memberitakan kepada kami dari Tsaur bin Yazid, dari Khalid bin Ma’dan, dari ‘Abdurrahman bin ‘Amr As-Sulami dan Hujr bin Hujr Al-Kala’i. Keduanya berkata: Kami masuk menemui Al-‘Irbadh bin Sariyah. Pada beliau turun ayat yang artinya, “Orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawa kalian.” (QS. At-Taubah: 92). Ketika itu beliau sedang sakit. 

Kami berkata kepada beliau: Sesungguhnya kami datang kepadamu dalam rangka mengunjungi, menjenguk, dan mengambil ilmu. 

‘Irbadh mengatakan: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salat Subuh mengimami kami kemudian beliau menghadap kepada kami dan memberi nasihat yang sangat mengena sehingga air mata berlinang dan hati-hati bergetar karenanya. 

Seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah nasihat orang yang akan berpisah, lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” 

Rasulullah bersabda, “Aku wasiatkan kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar, dan taat walaupun dipimpin oleh budak Abyssinia (Etiopia). Karena siapa saja di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, kalian wajib mengikuti sunahku dan sunah para khalifah yang rasyid dan diberi petunjuk. Gigitlah sunah itu dengan gigi-gigi geraham dan waspadalah kalian dari perkara yang diada-adakan. Karena setiap bidah adalah kesesatan.”