Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7258, 7259, dan 7260

٧٢٥٨، ٧٢٥٩ - حَدَّثَنَا زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا يَعۡقُوبُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنۡ صَالِحٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ: أَنَّ عُبَيۡدَ اللهِ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ أَخۡبَرَهُ: أَنَّ أَبَا هُرَيۡرَةَ وَزَيۡدَ بۡنَ خَالِدٍ أَخۡبَرَاهُ: أَنَّ رَجُلَيۡنِ اخۡتَصَمَا إِلَى النَّبِيِّ ﷺ. [طرفه في: ٢٣١٤].

7258, 7259. Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami: Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari Shalih, dari Ibnu Syihab: ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah mengabarkan kepadanya: Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid mengabarkan kepadanya: Ada dua orang lelaki yang berselisih di hadapan Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.

٧٢٦٠ - وَحَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ: أَخۡبَرَنِي عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُتۡبَةَ بۡنِ مَسۡعُودٍ: أَنَّ أَبَا هُرَيۡرَةَ قَالَ: بَيۡنَمَا نَحۡنُ عِنۡدَ رَسُولِ اللهِ ﷺ إِذۡ قَامَ رَجُلٌ مِنَ الۡأَعۡرَابِ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، اقۡضِ لِي بِكِتَابِ اللهِ، فَقَامَ خَصۡمُهُ فَقَالَ: صَدَقَ يَا رَسُولَ اللهِ، اقۡضِ لَهُ بِكِتَابِ اللهِ وَأۡذَنۡ لِي، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ: (قُلۡ). فَقَالَ: إِنَّ ابۡنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى هٰذَا - وَالۡعَسِيفُ الۡأَجِيرُ - فَزَنَى بِامۡرَأَتِهِ، فَأَخۡبَرُونِي أَنَّ عَلَى ابۡنِي الرَّجۡمَ، فَافۡتَدَيۡتُ مِنۡهُ بِمِائَةٍ مِنَ الۡغَنَمِ وَوَلِيدَةٍ، ثُمَّ سَأَلۡتُ أَهۡلَ الۡعِلۡمِ، فَأَخۡبَرُونِي أَنَّ عَلَى امۡرَأَتِهِ الرَّجۡمَ، وَأَنَّمَا عَلَى ابۡنِي جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، فَقَالَ: (وَالَّذِي نَفۡسِي بِيَدِهِ، لَأَقۡضِيَنَّ بَيۡنَكُمَا بِكِتَابِ اللهِ، أَمَّا الۡوَلِيدَةُ وَالۡغَنَمُ فَرُدُّوهَا، وَأَمَّا ابۡنُكَ فَعَلَيۡهِ جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، وَأَمَّا أَنۡتَ يَا أُنَيۡسُ - لِرَجُلٍ مِنۡ أَسۡلَمَ - فَاغۡدُ عَلَى امۡرَأَةِ هٰذَا، فَإِنِ اعۡتَرَفَتۡ فَارۡجُمۡهَا). فَغَدَا عَلَيۡهَا أُنَيۡسٌ فَاعۡتَرَفَتۡ فَرَجَمَهَا.

7260. Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri: ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud mengabarkan kepadaku: Abu Hurairah berkata:

Ketika kami sedang berada di sisi Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, tiba-tiba seorang lelaki dari Arab Badui berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, putuskanlah perkara bagiku dengan Kitabullah.”

Lalu lawan perkaranya berdiri seraya berkata, “Ia benar, wahai Rasulullah, putuskanlah perkara baginya dengan Kitabullah dan izinkanlah aku (untuk bicara).”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepadanya, “Bicaralah.”

Ia berkata, “Sesungguhnya anak lakiku tadinya adalah buruh yang bekerja pada orang ini—dan al-‘asif adalah al-ajir (buruh)—lalu ia berzina dengan istrinya. Orang-orang mengabarkan kepadaku bahwa anakku harus dirajam, maka aku menebus darinya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak wanita. Kemudian aku bertanya kepada para ahli ilmu, lalu mereka mengabarkan kepadaku bahwa atas istrinya hukuman rajam, sedangkan kewajiban atas anakku hanyalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun.”

Nabi bersabda, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku benar-benar akan memutuskan perkara di antara kalian berdua dengan Kitabullah. Adapun budak wanita dan kambing tersebut, kembalikanlah, sedangkan anakmu wajib dikenakan hukuman cambuk seratus kali dan pengasingan selama satu tahun. Dan adapun engkau, wahai Unais—kepada seorang lelaki dari Aslam— pergilah besok pagi kepada istri orang ini, jika ia mengaku, maka rajamlah ia.”

Maka Unais pergi kepada wanita itu besok harinya lalu wanita itu mengaku, maka ia merajamnya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7193 dan 7194

٣٩ - بَابٌ هَلۡ يَجُوزُ لِلۡحَاكِمِ أَنۡ يَبۡعَثَ رَجُلًا وَحۡدَهُ لِلنَّظَرِ فِي الۡأُمُورِ
39. Bab Bolehkah Hakim Mengutus Seseorang Sendirian untuk Menyelidiki Perkara-Perkara


٧١٩٣، ٧١٩٤ - حَدَّثَنَا آدَمُ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي ذِئۡبٍ: حَدَّثَنَا الزُّهۡرِيُّ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ وَزَيۡدِ بۡنِ خَالِدٍ الۡجُهَنِيِّ قَالَا: جَاءَ أَعۡرَابِيٌّ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، اقۡضِ بَيۡنَنَا بِكِتَابِ اللهِ، فَقَامَ خَصۡمُهُ فَقَالَ: صَدَقَ، فَاقۡضِ بَيۡنَنَا بِكِتَابِ اللهِ، فَقَالَ الۡأَعۡرَابِيُّ: إِنَّ ابۡنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى هٰذَا فَزَنَى بِامۡرَأَتِهِ، فَقَالُوا لِي: عَلَى ابۡنِكَ الرَّجۡمُ، فَفَدَيۡتُ ابۡنِي مِنۡهُ بِمِائَةٍ مِنَ الۡغَنَمِ وَوَلِيدَةٍ، ثُمَّ سَأَلۡتُ أَهۡلَ الۡعِلۡمِ فَقَالُوا: إِنَّمَا عَلَى ابۡنِكَ جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَأَقۡضِيَنَّ بَيۡنَكُمَا بِكِتَابِ اللهِ، أَمَّا الۡوَلِيدَةُ وَالۡغَنَمُ فَرَدٌّ عَلَيۡكَ، وَعَلَى ابۡنِكَ جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، وَأَمَّا أَنۡتَ يَا أُنَيۡسُ - لِرَجُلٍ - فَاغۡدُ عَلَى امۡرَأَةِ هٰذَا فَارۡجُمۡهَا). فَغَدَا عَلَيۡهَا أُنَيۡسٌ فَرَجَمَهَا. [طرفه في: ٢٣١٤].

7193, 7194. Adam telah menceritakan kepada kami: Ibnu Abu Dzi`b menceritakan kepada kami: Az-Zuhri menceritakan kepada kami, dari ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah, dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid Al-Juhani. Keduanya berkata:

Seorang Arab Badui datang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, putuskanlah perkara di antara kami dengan Kitabullah.”

Lalu lawan perkaranya berdiri seraya berkata, “Ia benar, maka putuskanlah perkara di antara kami dengan Kitabullah.”

Orang Arab Badui itu berkata, “Sesungguhnya anak lakiku tadinya adalah buruh yang bekerja pada orang ini, lalu ia berzina dengan istrinya. Orang-orang mengatakan kepadaku: ‘Anakmu harus dirajam,’ maka aku menebus anakku darinya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak wanita. Kemudian aku bertanya kepada para ahli ilmu, lalu mereka berkata: ‘Sesungguhnya kewajiban atas anakmu hanyalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun.’”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sungguh, aku benar-benar akan memutuskan perkara di antara kalian berdua dengan Kitabullah. Adapun budak wanita dan kambing tersebut dikembalikan kepadamu, dan atas anakmu hukuman cambuk seratus kali serta pengasingan selama satu tahun. Dan adapun engkau, wahai Unais—kepada seorang lelaki—pergilah besok pagi kepada istri orang ini, lalu rajamlah ia.”

Unais pergi kepada wanita itu besok harinya lalu merajamnya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6859 dan 6860

٣٣ - بَابٌ هَلۡ يَأۡمُرُ الۡإِمَامُ رَجُلًا فَيَضۡرِبُ الۡحَدَّ غَائِبًا عَنۡهُ
33. Bab Apakah Penguasa Boleh Memerintahkan Seseorang untuk Melaksanakan Hukuman Pidana Tanpa Dihadiri olehnya


وَقَدۡ فَعَلَهُ عُمَرُ.

Dan hal itu sungguh pernah dilakukan oleh ‘Umar.

٦٨٥٩، ٦٨٦٠ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ يُوسُفَ: حَدَّثَنَا ابۡنُ عُيَيۡنَةَ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُتۡبَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ وَزَيۡدِ بۡنِ خَالِدٍ الۡجُهَنِيِّ قَالَا: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: أَنۡشُدُكَ اللهَ إِلَّا قَضَيۡتَ بَيۡنَنَا بِكِتَابِ اللهِ، فَقَامَ خَصۡمُهُ، وَكَانَ أَفۡقَهَ مِنۡهُ، فَقَالَ: صَدَقَ، اقۡضِ بَيۡنَنَا بِكِتَابِ اللهِ، وَأۡذَنۡ لِي يَا رَسُولَ اللهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (قُلۡ). فَقَالَ: إِنَّ ابۡنِي كَانَ عَسِيفًا فِي أَهۡلِ هٰذَا، فَزَنَى بِامۡرَأَتِهِ، فَافۡتَدَيۡتُ مِنۡهُ بِمِائَةِ شَاةٍ وَخَادِمٍ، وَإِنِّي سَأَلۡتُ رِجَالًا مِنۡ أَهۡلِ الۡعِلۡمِ، فَأَخۡبَرُونِي أَنَّ عَلَى ابۡنِي جَلۡدَ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبَ عَامٍ، وَأَنَّ عَلَى امۡرَأَةِ هٰذَا الرَّجۡمَ، فَقَالَ: (وَالَّذِي نَفۡسِي بِيَدِهِ، لَأَقۡضِيَنَّ بَيۡنَكُمَا بِكِتَابِ اللهِ، الۡمِائَةُ وَالۡخَادِمُ رَدٌّ عَلَيۡكَ، وَعَلَى ابۡنِكَ جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، وَيَا أُنَيۡسُ اغۡدُ عَلَى امۡرَأَةِ هٰذَا فَسَلۡهَا، فَإِنِ اعۡتَرَفَتۡ فَارۡجُمۡهَا) فَاعۡتَرَفَتۡ فَرَجَمَهَا. [طرفه في: ٢٣١٤].

6859, 6860. Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Ibnu ‘Uyainah menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah, dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid Al-Juhani. Keduanya berkata:

Seorang lelaki mendatangi Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu berkata, “Aku memohon kepadamu demi Allah agar engkau memutuskan perkara di antara kami dengan Kitabullah.”

Lalu lawan perkaranya berdiri—dan ia lebih paham daripadanya—seraya berkata, “Ia benar, putuskanlah perkara di antara kami dengan Kitabullah, dan izinkanlah aku (untuk bicara) wahai Rasulullah.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Bicaralah.”

Ia berkata, “Sesungguhnya anak lakiku tadinya adalah buruh pada keluarga orang ini, lalu ia berzina dengan istrinya. Maka aku menebus darinya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak. Dan sesungguhnya aku bertanya kepada beberapa orang lelaki dari ahli ilmu, lalu mereka mengabarkan kepadaku bahwa atas anakku hukuman cambuk seratus kali dan pengasingan selama satu tahun, sedangkan atas istri orang ini hukuman rajam.”

Beliau bersabda, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku benar-benar akan memutuskan perkara di antara kalian berdua dengan Kitabullah. Seratus ekor kambing dan budak tersebut dikembalikan kepadamu, dan atas anakmu hukuman cambuk seratus kali serta pengasingan selama satu tahun. Dan wahai Unais, pergilah besok pagi kepada istri orang ini lalu tanyakanlah kepadanya; jika ia mengaku (berzina), maka rajamlah ia.”

Lalu wanita itu mengaku, maka ia merajamnya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6842 dan 6843

٢٥ - بَابٌ إِذَا رَمَى امۡرَأَتَهُ أَوِ امۡرَأَةَ غَيۡرِهِ بِالزِّنَا، عِنۡدَ الۡحَاكِمِ وَالنَّاسِ، هَلۡ عَلَى الۡحَاكِمِ أَنۡ يَبۡعَثَ إِلَيۡهَا فَيَسۡأَلَهَا عَمَّا رُمِيَتۡ بِهِ
25. Bab Apabila Seseorang Menuduh Istrinya atau Istri Orang Lain Berzina di Hadapan Hakim dan Orang Banyak, Apakah Hakim Wajib Mengutus Utusan Kepada Wanita Tersebut untuk Menanyakan Tuduhan yang Ditujukan Kepadanya?


٦٨٤٢، ٦٨٤٣ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُتۡبَةَ بۡنِ مَسۡعُودٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ وَزَيۡدِ بۡنِ خَالِدٍ أَنَّهُمَا أَخۡبَرَاهُ: أَنَّ رَجُلَيۡنِ اخۡتَصَمَا إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَقَالَ أَحَدُهُمَا: اقۡضِ بَيۡنَنَا بِكِتَابِ اللهِ، وَقَالَ الۡآخَرُ، وَهُوَ أَفۡقَهُهُمَا: أَجَلۡ يَا رَسُولَ اللهِ، فَاقۡضِ بَيۡنَنَا بِكِتَابِ اللهِ، وَأۡذَنۡ لِي أَنۡ أَتَكَلَّمَ، قَالَ: (تَكَلَّمۡ). قَالَ: إِنَّ ابۡنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى هٰذَا - قَالَ مَالِكٌ: وَالۡعَسِيفُ الۡأَجِيرُ - فَزَنَى بِامۡرَأَتِهِ، فَأَخۡبَرُونِي أَنَّ عَلَى ابۡنِي الرَّجۡمَ، فَافۡتَدَيۡتُ مِنۡهُ بِمِائَةِ شَاةٍ وَبِجَارِيَةٍ لِي، ثُمَّ إِنِّي سَأَلۡتُ أَهۡلَ الۡعِلۡمِ، فَأَخۡبَرُونِي أَنَّ مَا عَلَى ابۡنِي جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، وَإِنَّمَا الرَّجۡمُ عَلَى امۡرَأَتِهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (أَمَا وَالَّذِي نَفۡسِي بِيَدِهِ، لَأَقۡضِيَنَّ بَيۡنَكُمَا بِكِتَابِ اللهِ، أَمَّا غَنَمُكَ وَجَارِيَتُكَ فَرَدٌّ عَلَيۡكَ). وَجَلَدَ ابۡنَهُ مِائَةً وَغَرَّبَهُ عَامًا، وَأَمَرَ أُنَيۡسًا الۡأَسۡلَمِيَّ أَنۡ يَأۡتِيَ امۡرَأَةَ الۡآخَرِ: (فَإِنِ اعۡتَرَفَتۡ فَارۡجُمۡهَا). فَاعۡتَرَفَتۡ فَرَجَمَهَا. [طرفه في: ٢٣١٤].

6842, 6843. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud, dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid bahwasanya keduanya mengabarkan kepadanya:

Ada dua orang lelaki yang berselisih di hadapan Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu salah seorang dari keduanya berkata, “Putuskanlah perkara di antara kami dengan Kitabullah.”

Dan yang lain—dan ia lebih paham dari keduanya—berkata, “Benar, wahai Rasulullah, putuskanlah perkara di antara kami dengan Kitabullah, dan izinkanlah aku untuk berbicara.”

Beliau berkata, “Bicaralah.”

Ia berkata, “Sesungguhnya anak lakiku tadinya adalah buruh yang bekerja pada orang ini—Malik berkata: al-‘asif adalah al-ajir (buruh)—lalu ia berzina dengan istrinya. Orang-orang mengabarkan kepadaku bahwa anakku harus dirajam, maka aku menebus darinya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak wanitaku. Kemudian aku bertanya kepada para ahli ilmu, lalu mereka mengabarkan kepadaku bahwa kewajiban atas anakku hanyalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun, dan bahwasanya hukuman rajam itu atas istrinya.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Ingatlah, demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku benar-benar akan memutuskan perkara di antara kalian berdua dengan Kitabullah. Adapun kambingmu dan budak wanitamu dikembalikan kepadamu.”

Beliau mencambuk anaknya seratus kali dan mengasingkannya selama satu tahun, serta memerintahkan Unais Al-Aslami untuk mendatangi istri orang yang lain tersebut, “Jika ia mengaku, maka rajamlah ia.” Lalu wanita itu mengaku, maka ia merajamnya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6835 dan 6836

٢٠ - بَابُ مَنۡ أَمَرَ غَيۡرَ الۡإِمَامِ بِإِقَامَةِ الۡحَدِّ غَائِبًا عَنۡهُ
20. Bab Barang Siapa Memerintahkan Selain Imam untuk Menegakkan Hukuman Pidana Tanpa Dihadiri olehnya


٦٨٣٥، ٦٨٣٦ - حَدَّثَنَا عَاصِمُ بۡنُ عَلِيٍّ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي ذِئۡبٍ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ وَزَيۡدِ بۡنِ خَالِدٍ: أَنَّ رَجُلًا مِنَ الۡأَعۡرَابِ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ وَهُوَ جَالِسٌ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، اقۡضِ بِكِتَابِ اللهِ، فَقَامَ خَصۡمُهُ فَقَالَ: صَدَقَ، اقۡضِ لَهُ يَا رَسُولَ اللهِ بِكِتَابِ اللهِ، إِنَّ ابۡنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى هٰذَا فَزَنَى بِامۡرَأَتِهِ، فَأَخۡبَرُونِي أَنَّ عَلَى ابۡنِي الرَّجۡمَ، فَافۡتَدَيۡتُ بِمِائَةٍ مِنَ الۡغَنَمِ وَوَلِيدَةٍ، ثُمَّ سَأَلۡتُ أَهۡلَ الۡعِلۡمِ، فَزَعَمُوا أَنَّ مَا عَلَى ابۡنِي جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، فَقَالَ: (وَالَّذِي نَفۡسِي بِيَدِهِ، لَأَقۡضِيَنَّ بَيۡنَكُمَا بِكِتَابِ اللهِ، أَمَّا الۡغَنَمُ وَالۡوَلِيدَةُ فَرَدٌّ عَلَيۡكَ، وَعَلَى ابۡنِكَ جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، وَأَمَّا أَنۡتَ يَا أُنَيۡسُ، فَاغۡدُ عَلَى امۡرَأَةِ هٰذَا فَارۡجُمۡهَا). فَغَدَا أُنَيۡسٌ فَرَجَمَهَا. [طرفه في: ٢٣١٤].

6835, 6836. ‘Ashim bin ‘Ali telah menceritakan kepada kami: Ibnu Abu Dzi`b menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari ‘Ubaidullah, dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid:

Seorang lelaki dari Arab Badui mendatangi Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ketika beliau sedang duduk, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, putuskanlah dengan Kitabullah.”

Lalu lawannya berdiri seraya berkata, “Ia benar, wahai Rasulullah, putuskanlah untuknya dengan Kitabullah. Sesungguhnya anak lakiku tadinya adalah buruh yang bekerja pada orang ini, lalu ia berzina dengan istrinya. Orang-orang mengabarkan kepadaku bahwa anakku harus dirajam, maka aku menebusnya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak wanita. Kemudian aku bertanya kepada para ahli ilmu, lalu mereka menyatakan bahwa kewajiban atas anakku hanyalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun.”

Beliau bersabda, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku benar-benar akan memutuskan perkara di antara kalian berdua dengan Kitabullah. Adapun kambing dan budak wanita tersebut dikembalikan kepadamu, dan atas anakmu hukuman cambuk seratus kali serta pengasingan selama satu tahun. Dan adapun engkau wahai Unais, pergilah besok pagi kepada istri orang ini, lalu rajamlah ia.”

Unais pun pergi kepada wanita itu besok harinya lalu merajamnya.