Cari Blog Ini

Sunan An-Nasa`i hadis nomor 1845

١٨٤٥ - (صحيح) أَخۡبَرَنَا عَمۡرُو بۡنُ يَزِيدَ قَالَ: حَدَّثَنَا بَهۡزُ بۡنُ أَسَدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ الۡمُنۡكَدِرِ عَنۡ جَابِرٍ، أَنَّ أَبَاهُ قُتِلَ يَوۡمَ أُحُدٍ، قَالَ: فَجَعَلۡتُ أَكۡشِفُ عَنۡ وَجۡهِهِ، وَأَبۡكِي، وَالنَّاسُ يَنۡهَوۡنِي، وَرَسُولُ اللهِ ﷺ لَا يَنۡهَانِي، وَجَعَلَتۡ عَمَّتِي تَبۡكِيهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا تَبۡكِيهِ! مَا زَالَتِ الۡمَلَائِكَةُ تُظِلُّهُ بِأَجۡنِحَتِهَا حَتَّى رَفَعۡتُمُوهُ). [ق].

1845. [Sahih] ‘Amr bin Yazid telah mengabarkan kepada kami. Dia berkata: Bahz bin Asad menceritakan kepada kami. Dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Al-Munkadir, dari Jabir: Ayahnya gugur pada hari Perang Uhud. Jabir berkata: Aku pun mulai menyingkap kain dari wajahnya sambil menangis, sedangkan orang-orang melarangku, sementara Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tidak melarangku. Bibiku juga mulai menangisinya, maka Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah engkau menangisinya! Para malaikat senantiasa menaunginya dengan sayap-sayap mereka sampai kalian mengangkatnya.”

Sunan At-Tirmidzi hadis nomor 3010

٣٠١٠ - (حسن) حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ حَبِيبِ بۡنِ عَرَبِيٍّ، حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ بۡنِ كَثِيرٍ الۡأَنۡصَارِيُّ، قَالَ سَمِعۡتُ طَلۡحَةَ بۡنَ خِرَاشٍ، قَالَ: سَمِعۡتُ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ يَقُولُ: لَقِيَنِي رَسُولُ اللهِ ﷺ، فَقَالَ لِي: (يَا جَابِرُ! مَا لِي أَرَاكَ مُنۡكَسِرًا؟)، قُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ! اسۡتُشۡهِدَ أَبِي، قُتِلَ يَوۡمَ أُحُدٍ، وَتَرَكَ عِيَالًا وَدَيۡنًا، قَالَ: (أَفَلَا أُبَشِّرُكَ بِمَا لَقِيَ اللهُ بِهِ أَبَاكَ؟)، قَالَ: قُلۡتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: (مَا كَلَّمَ اللهُ أَحَدًا قَطُّ إِلَّا مِنۡ وَرَاءِ حِجَابٍ، وَأَحۡيَا أَبَاكَ فَكَلَّمَهُ كِفَاحًا. فَقَالَ: يَا عَبۡدِي! تَمَنَّ عَلَيَّ أُعۡطِكَ. قَالَ: يَا رَبِّ! تُحۡيِينِي فَأُقۡتَلَ فِيكَ ثَانِيةً. قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: إِنَّهُ قَدۡ سَبَقَ مِنِّي أَنَّهُمۡ إِلَيۡهَا لَا يُرۡجَعُونَ). قَالَ: وَأُنۡزِلَتۡ هٰذِهِ الۡآيَةُ: ﴿وَلَاَ تَحۡسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ أَمۡوَاتًا﴾ [آل عمران: ١٦٩]. هٰذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنۡ هٰذَا الۡوَجۡهِ، لَا نَعۡرِفُهُ إِلَّا مِنۡ حَدِيثِ مُوسَى بۡنِ إِبۡرَاهِيمَ. وَقَدۡ رَوَى عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدِ بۡنِ عَقِيلٍ عَنۡ جَابِرٍ شَيۡئًا مِنۡ هٰذَا، وَرَوَاهُ عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الۡمَدِينِيِّ وَغَيۡرُ وَاحِدٍ مِنۡ كِبَارِ أَهۡلِ الۡحَدِيثِ، هَكَذَا عَنۡ مُوسَى بۡنِ إِبۡرَاهِيمَ. [(ابن ماجه)(١٩٠، ٢٨٠٠)].

3010. [Hasan] Yahya bin Habib bin ‘Arabi telah menceritakan kepada kami: Musa bin Ibrahim bin Katsir Al-Anshari menceritakan kepada kami. Dia berkata: Aku mendengar Thalhah bin Khirasy berkata: Aku mendengar Jabir bin ‘Abdullah berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menemuiku lalu bertanya kepadaku, “Wahai Jabir! Mengapa aku melihatmu bermuram durja?”

Aku menjawab, “Wahai Rasulullah! Ayahku telah syahid, beliau gugur pada hari Perang Uhud dan meninggalkan tanggungan keluarga serta utang.”

Beliau berkata, “Maukah aku beri kabar gembira kepadamu tentang apa yang diberikan Allah kepada ayahmu?”

Jabir berkata: Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.”

Beliau bersabda:

Allah tidak pernah berbicara kepada seorang pun kecuali dari balik hijab, namun Dia menghidupkan ayahmu lalu berbicara kepadanya secara langsung. Allah berfirman, “Wahai hamba-Ku! Mintalah sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku beri.”

Dia menjawab, “Wahai Rabku! Hidupkanlah hamba kembali agar hamba dapat terbunuh di jalan-Mu untuk kedua kalinya.”

Allah—‘azza wa jalla—berkata, “Sesungguhnya telah tetap dari-Ku bahwa mereka tidak akan kembali lagi ke dunia.”

Jabir berkata: Dan diturunkanlah ayat ini: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati...” (QS Ali Imran: 169).

Ini adalah hadis hasan garib dari jalur ini. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Musa bin Ibrahim. ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil telah meriwayatkan sebagian dari hadis ini dari Jabir dan ‘Ali bin ‘Abdullah bin Al-Madini serta lebih dari satu orang ulama besar ahli hadis telah meriwayatkannya seperti ini dari Musa bin Ibrahim.

Sunan Ibnu Majah hadis nomor 2800

٢٨٠٠ - (حسن) حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ الۡمُنۡذِرِ الۡحِزَامِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ الۡحَرَامِيُّ الۡأَنۡصَارِيُّ، قَالَ: سَمِعۡتُ طَلۡحَةَ بۡنَ خِرَاشٍ، قَالَ: سَمِعۡتُ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ يَقُولُ: لَمَّا قُتِلَ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَمۡرِو بۡنِ حَرَامٍ، يَوۡمَ أُحُدٍ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يَا جَابِرُ أَلَا أُخۡبِرُكَ مَا قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِأَبِيكَ؟) قُلۡتُ: بَلَى، قَالَ: (مَا كَلَّمَ اللهُ أَحَدًا إِلَّا مِنۡ وَرَاءِ حِجَابٍ، وَكَلَّمَ أَبَاكَ كِفَاحًا، فَقَالَ: يَا عَبۡدِي! تَمَنَّ عَلَيَّ أُعۡطِكَ، قَالَ: يَا رَبِّ! تُحۡيِينِي فَأُقۡتَلُ فِيكَ ثَانِيَةً، قَالَ: إِنَّهُ سَبَقَ مِنِّي ﴿أَنَّهُمۡ إِلَيۡهَا لَا يُرۡجَعُونَ﴾ قَالَ: يَا رَبِّ! فَأَبۡلِغۡ مَنۡ وَرَائِي، فَأَنۡزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ هٰذِهِ الۡآيَةَ ﴿وَلَا تَحۡسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ أَمۡوَاتًا﴾ الۡآيَةَ كُلَّهَا ‏[وهو مكرر (١٩٠)].

2800. [Hasan] Ibrahim bin Al-Mundzir Al-Hizami telah menceritakan kepada kami. Dia berkata: Musa bin Ibrahim Al-Harami Al-Anshari menceritakan kepada kami. Dia berkata: Aku mendengar Thalhah bin Khirasy berkata: Aku mendengar Jabir bin ‘Abdullah berkata:

Tatkala ‘Abdullah bin ‘Amr bin Haram gugur pada hari Perang Uhud, Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bertanya, “Wahai Jabir, maukah aku kabarkan kepadamu apa yang Allah—‘azza wa jalla—katakan kepada ayahmu?”

Aku menjawab, “Tentu.”

Beliau bersabda:

Allah tidak pernah berbicara kepada seorang pun kecuali dari balik hijab, namun Dia berbicara kepada ayahmu secara langsung, lalu Dia berkata: “Wahai hamba-Ku! Mintalah sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku beri.”

Dia menjawab, “Wahai Rabku! Hidupkanlah hamba kembali agar hamba dapat terbunuh di jalan-Mu untuk kedua kalinya.”

Allah berfirman, “Sesungguhnya telah tetap dari-Ku bahwa ‘mereka tidak akan kembali lagi ke dunia’.”

Dia berkata: “Wahai Rabku! Sampaikanlah (berita ini) kepada orang-orang yang kutinggalkan.”

Lalu Allah—‘azza wa jalla—menurunkan ayat ini: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati …” hingga akhir ayat.

Sunan Ibnu Majah hadis nomor 190

١٩٠ - (حسن) حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ الۡمُنۡذِرِ الۡحِزَامِيُّ، وَيَحۡيَى بۡنُ حَبِيبِ بۡنِ عَرَبِيٍّ، قَالَا: حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ بۡنِ كَثِيرٍ الۡأَنۡصَارِيُّ الۡحِزَامِيُّ، قَالَ: سَمِعۡتُ طَلۡحَةَ بۡنَ خِرَاشٍ، قَالَ: سَمِعۡتُ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ يَقُولُ: لَمَّا قُتِلَ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَمۡرِو بۡنِ حَرَامٍ - يَوۡمَ أُحُدٍ - لَقِيَنِي رَسُولُ اللهِ ﷺ، فَقَالَ: (يَا جَابِرُ أَلَا أُخۡبِرُكَ مَا قَالَ اللهُ لِأَبِيكَ؟). وَقَالَ يَحۡيَى فِي حَدِيثِهِ: فَقَالَ: (يَا جَابِرُ! مَالِي أَرَاكَ مُنۡكَسِرًا؟). قَالَ: قُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ! اسۡتُشۡهِدَ أَبِي وَتَرَكَ عِيَالًا وَدَيۡنًا. قَالَ: (أَفَلَا أُبَشِّرُكَ بِمَا لَقِيَ اللهُ بِهِ أَبَاكَ؟). قَالَ: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ! قَالَ: (مَا كَلَّمَ اللهُ أَحَدًا قَطُّ إِلَّا مِنۡ وَرَاءِ حِجَابٍ، وَكَلَّمَ أَبَاكَ كِفَاحًا، فَقَالَ: يَا عَبۡدِي! تَمَنَّ عَلَيَّ أُعۡطِكَ، قَالَ: يَا رَبِّ! تُحۡيِينِي فَأُقۡتَلُ فِيكَ ثَانِيَةً، فَقَالَ الرَّبُّ – تَبَارَكَ وَتَعَالَى -: إِنَّهُ سَبَقَ مِنِّي أَنَّهُمۡ إِلَيۡهَا لَا يَرۡجِعُونَ، قَالَ: يَا رَبِّ! فَأَبۡلِغۡ مَنۡ وَرَائِي، قَالَ: فَأَنۡزَلَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَلَا تَحۡسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ أَمۡوَاتًا بَلۡ أَحۡيَاءٌ عِنۡدَ رَبِّهِمۡ يُرۡزَقُونَ﴾ [آل عمران: ١٦٩]. [(الظلال)(٦٠٢)، (التعليق الرغيب)(٢/١٩٠-١٩١)].

190. [Hasan] Ibrahim bin Al-Mundzir Al-Hizami dan Yahya bin Habib bin ‘Arabi telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Musa bin Ibrahim bin Katsir Al-Anshari Al-Hizami menceritakan kepada kami. Dia berkata: Aku mendengar Thalhah bin Khirasy berkata: Aku mendengar Jabir bin ‘Abdullah berkata:

Tatkala ‘Abdullah bin ‘Amr bin Haram gugur pada hari Perang Uhud, Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menemuiku lalu bertanya, “Wahai Jabir, maukah aku kabarkan kepadamu apa yang Allah katakan kepada ayahmu?”

Yahya berkata dalam riwayatnya: Beliau bertanya, “Wahai Jabir! Mengapa aku melihatmu bermuram durja?”

Jabir menjawab, “Wahai Rasulullah! Ayahku telah syahid dan meninggalkan tanggungan keluarga serta utang.”

Beliau berkata, “Maukah aku beri kabar gembira kepadamu tentang apa yang diberikan Allah kepada ayahmu?”

Jabir menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah!”

Beliau bersabda:

Allah tidak pernah berbicara kepada seorang pun kecuali dari balik hijab, namun Dia berbicara kepada ayahmu secara langsung, lalu Dia berkata, “Wahai hamba-Ku! Mintalah sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku beri.”

Ayah Jabir menjawab, ‘Wahai Rabku! Hidupkanlah hamba kembali agar hamba dapat terbunuh di jalan-Mu untuk kedua kalinya.”

Maka Allah—tabaraka wa ta’ala—berkata, “Sesungguhnya telah tetap dari-Ku bahwa mereka tidak akan kembali lagi ke dunia.”

Ayah Jabir berkata, “Wahai Rabku! Sampaikanlah (berita ini) kepada orang-orang di belakangku.”

Lalu Allah taala menurunkan ayat: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabnya dengan mendapat rezeki.” (QS Ali Imran: 169).

Sunan Abu Dawud hadis nomor 3232

٧٩ - بَابٌ فِي تَحۡوِيلِ الۡمَيِّتِ مِنۡ مَوۡضِعِهِ لِلۡأَمۡرِ يَحۡدُثُ
79. Bab tentang Memindahkan Mayat dari Tempatnya karena Adanya Suatu Urusan


٣٢٣٢ - (صحيح الإسناد) حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ حَرۡبٍ، نا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ يَزِيدَ أَبِي مَسۡلَمَةَ، عَنۡ أَبِي نَضۡرَةَ، عَنۡ جَابِرٍ قَالَ: دُفِنَ مَعَ أَبِي رَجُلٌ، فَكَانَ فِي نَفۡسِي مِنۡ ذٰلِكَ حَاجَةٌ، فَأَخۡرَجۡتُهُ بَعۡدَ سِتَّةِ أَشۡهُرٍ، فَمَا أَنۡكَرۡتُ مِنۡهُ شَيۡئًا إِلَّا شُعَيۡرَاتٍ كُنَّ فِي لِحۡيَتِهِ مِمَّا يَلِي الۡأَرۡضَ.

3232. [Sanadnya sahih] Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Sa’id bin Yazid Abu Maslamah, dari Abu Nadhrah, dari Jabir. Dia berkata:

“Ada seorang laki-laki dimakamkan bersama ayahku (dalam satu liang kubur), lalu hatiku merasa kurang nyaman akan hal itu. Maka aku mengeluarkannya (jasad ayahku) setelah enam bulan dan aku tidak mendapati sesuatu pun yang berubah dari jasadnya kecuali hanya beberapa helai rambut kecil pada janggutnya yang menempel ke tanah.”