Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5141

٤٥ - بَابٌ إِذَا قَالَ الخَاطِبُ لِلۡوَلِيِّ: زَوِّجۡنِي فُلَانَةَ، فَقَالَ: قَدۡ زَوَّجۡتُكَ بِكَذَا وَكَذَا، جَازَ النِّكَاحُ، وَإِنۡ لَمۡ يَقُلۡ لِلزَّوۡجِ: أَرَضِيتَ أَوۡ قَبِلۡتَ
45. Bab Apabila Pelamar Berkata kepada Wali: “Nikahkanlah Aku dengan Fulanah,” Lalu Wali Berkata: “Aku Telah Menikahkanmu dengan (Mahar) Ini dan Itu,” Maka Nikah Tersebut Sah, Meskipun Wali Tidak Berkata kepada Suami: “Apakah Engkau Rida Atau Menerima?”


٥١٤١ - حَدَّثَنَا أَبُو النُّعۡمَانِ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ، عَنۡ أَبِي حَازِمٍ، عَنۡ سَهۡلِ: أَنَّ امۡرَأَةً أَتَتِ النَّبِيَّ ﷺ فَعَرَضَتۡ عَلَيۡهِ نَفۡسَهَا، فَقَالَ: (مَا لِي اليَوۡمَ فِي النِّسَاءِ مِنۡ حَاجَةٍ). فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ زَوِّجۡنِيهَا، قَالَ: (مَا عِنۡدَكَ؟) قَالَ: مَا عِنۡدِي شَيۡءٌ، قَالَ: (أَعۡطِهَا وَلَوۡ خَاتَمًا مِنۡ حَدِيدٍ). قَالَ: مَا عِنۡدِي شَيۡءٌ، قَالَ: (فَمَا عِنۡدَكَ مِنَ القُرۡآنِ؟). قَالَ: كَذَا وَكَذَا، قَالَ: (فَقَدۡ مَلَّكۡتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ القُرۡآنِ). [طرفه في: ٢٣١٠].

5141. Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Abu Hazim, dari Sahl:

Seorang wanita mendatangi Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu menawarkan dirinya kepada beliau. Beliau berkata, “Aku hari ini tidak memiliki kebutuhan terhadap wanita.”

Seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, nikahkanlah aku dengannya.”

Beliau bertanya, “Apa yang ada padamu (sebagai mahar)?”

Ia menjawab, “Aku tidak memiliki apa-apa.”

Beliau berkata, “Berikanlah kepadanya walau hanya sebuah cincin dari besi.”

Ia menjawab, “Aku tidak memiliki apa-apa.”

Beliau bertanya, “Apa yang engkau miliki dari Al-Qur’an?”

Ia menjawab, “Surah ini dan itu.”

Beliau bersabda, “Aku telah menyerahkan kepemilikannya kepadamu (menikahkanmu dengannya) dengan mahar Al-Qur’an yang ada padamu.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7176 dan 7177

٢٦ - بَابُ الۡعُرَفَاءِ لِلنَّاسِ
26. Bab Pemuka Kelompok bagi Masyarakat


٧١٧٦، ٧١٧٧ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ أَبِي أُوَيۡسٍ: حَدَّثَنِي إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ، عَنۡ عَمِّهِ مُوسَى بۡنِ عُقۡبَةَ: قَالَ ابۡنُ شِهَابٍ: حَدَّثَنِي عُرۡوَةُ بۡنُ الزُّبَيۡرِ: أَنَّ مَرۡوَانَ بۡنَ الۡحَكَمِ وَالۡمِسۡوَرَ بۡنَ مَخۡرَمَةَ أَخۡبَرَاهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ حِينَ أَذِنَ لَهُمُ الۡمُسۡلِمُونَ فِي عِتۡقِ سَبۡىِ هَوَازِنَ: (إِنِّي لَا أَدۡرِي مَنۡ أَذِنَ مِنۡكُمۡ مِمَّنۡ لَمۡ يَأۡذَنۡ، فَارۡجِعُوا حَتَّى يَرۡفَعَ إِلَيۡنَا عُرَفَاؤُكُمۡ أَمۡرَكُمۡ). فَرَجَعَ النَّاسُ فَكَلَّمَهُمۡ عُرَفَاؤُهُمۡ، فَرَجَعُوا إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ فَأَخۡبَرُوهُ: أَنَّ النَّاسَ قَدۡ طَيَّبُوا وَأَذِنُوا. [طرفه في: ٢٣٠٧].

7176, 7177. Isma’il bin Abu Uwais telah menceritakan kepada kami: Isma’il bin Ibrahim menceritakan kepadaku dari pamannya, Musa bin ‘Uqbah: Ibnu Syihab berkata: ‘Urwah bin Az-Zubair menceritakan kepadaku: Marwan bin Al-Hakam dan Al-Miswar bin Makhramah mengabarkan kepadanya:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata ketika kaum muslimin memberikan izin kepada mereka untuk membebaskan tawanan Hawazin, “Sesungguhnya aku tidak mengetahui siapa di antara kalian yang telah mengizinkan dari siapa yang belum mengizinkan. Kembalilah kalian sampai para pemuka kelompok kalian menyampaikan urusan kalian kepada kami.”

Orang-orang pun kembali, lalu para pemuka kelompok mereka berbicara dengan mereka. Kemudian mereka kembali kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu mengabarkan kepada beliau bahwasanya orang-orang telah merelakan dan mengizinkannya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4318 dan 4319

٤٣١٨، ٤٣١٩ - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ عُفَيۡرٍ قَالَ: حَدَّثَنِي لَيۡثٌ: حَدَّثَنِي عُقَيۡلٌ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ. ح. وَحَدَّثَنِي إِسۡحَاقُ: حَدَّثَنَا يَعۡقُوبُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَخِي ابۡنِ شِهَابٍ: قَالَ مُحَمَّدُ بۡنُ شِهَابٍ: وَزَعَمَ عُرۡوَةُ بۡنُ الزُّبَيۡرِ: أَنَّ مَرۡوَانَ وَالۡمِسۡوَرَ بۡنَ مَخۡرَمَةَ أَخۡبَرَاهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَامَ حِينَ جَاءَهُ وَفۡدُ هَوَازِنَ مُسۡلِمِينَ، فَسَأَلُوهُ أَنۡ يَرُدَّ إِلَيۡهِمۡ أَمۡوَالَهُمۡ وَسَبۡيَهُمۡ، فَقَالَ لَهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (مَعِي مَنۡ تَرَوۡنَ، وَأَحَبُّ الۡحَدِيثِ إِلَيَّ أَصۡدَقُهُ، فَاخۡتَارُوا إِحۡدَى الطَّائِفَتَيۡنِ: إِمَّا السَّبۡيَ، وَإِمَّا الۡمَالَ، وَقَدۡ كُنۡتُ اسۡتَأۡنَيۡتُ بِكُمۡ). وَكَانَ أَنۡظَرَهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِضۡعَ عَشۡرَةَ لَيۡلَةً حِينَ قَفَلَ مِنَ الطَّائِفِ، فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ غَيۡرُ رَادٍّ إِلَيۡهِمۡ إِلَّا إِحۡدَى الطَّائِفَتَيۡنِ، قَالُوا: فَإِنَّا نَخۡتَارُ سَبۡيَنَا، فَقَامَ رَسُولُ اللهِ ﷺ فِي الۡمُسۡلِمِينَ، فَأَثۡنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهۡلُهُ، ثُمَّ قَالَ: (أَمَّا بَعۡدُ، فَإِنَّ إِخۡوَانَكُمۡ قَدۡ جَاءُونَا تَائِبِينَ، وَإِنِّي قَدۡ رَأَيۡتُ أَنۡ أَرُدَّ إِلَيۡهِمۡ سَبۡيَهُمۡ، فَمَنۡ أَحَبَّ مِنۡكُمۡ أَنۡ يُطَيِّبَ ذٰلِكَ فَلۡيَفۡعَلۡ، وَمَنۡ أَحَبَّ مِنۡكُمۡ أَنۡ يَكُونَ عَلَى حَظِّهِ حَتَّى نُعۡطِيَهُ إِيَّاهُ مِنۡ أَوَّلِ مَا يُفِيءُ اللهُ عَلَيۡنَا فَلۡيَفۡعَلۡ). فَقَالَ النَّاسُ: قَدۡ طَيَّبۡنَا ذٰلِكَ يَا رَسُولَ اللهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّا لَا نَدۡرِي مَنۡ أَذِنَ مِنۡكُمۡ فِي ذٰلِكَ مِمَّنۡ لَمۡ يَأۡذَنۡ، فَارۡجِعُوا حَتَّى يَرۡفَعَ إِلَيۡنَا عُرَفَاؤُكُمۡ أَمۡرَكُمۡ). فَرَجَعَ النَّاسُ، فَكَلَّمَهُمۡ عُرَفَاؤُهُمۡ، ثُمَّ رَجَعُوا إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ فَأَخۡبَرُوهُ أَنَّهُمۡ قَدۡ طَيَّبُوا وَأَذِنُوا. هٰذَا الَّذِي بَلَغَنِي عَنۡ سَبۡىِ هَوَازِنَ. [طرفه في: ٢٣٠٧].

4318, 4319. Sa’id bin ‘Ufair telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Al-Laits menceritakan kepadaku: ‘Uqail menceritakan kepadaku dari Ibnu Syihab. Ishaq telah menceritakan kepadaku: Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami: Keponakan Ibnu Syihab menceritakan kepada kami: Muhammad bin Syihab berkata: ‘Urwah bin Az-Zubair menyatakan bahwasanya Marwan dan Al-Miswar bin Makhramah mengabarkan kepadanya:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berdiri ketika utusan Hawazin mendatangi beliau dalam keadaan masuk Islam, lalu mereka meminta kepada beliau agar mengembalikan harta-harta dan tawanan-tawanan mereka. Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda kepada mereka, “Bersamaku ada orang-orang yang kalian lihat, dan perkataan yang paling aku sukai adalah yang paling jujur. Pilihlah salah satu dari dua kelompok: apakah tawanan, ataukah harta. Sungguh aku telah menunda pembagiannya demi menunggu kalian.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memang telah menanti kedatangan mereka selama belasan malam ketika beliau kembali dari Tha`if. Ketika makin jelas bagi mereka bahwasanya Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tidak akan mengembalikan kepada mereka kecuali salah satu dari dua kelompok tersebut, mereka berkata, “Sesungguhnya kami memilih tawanan kami.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berdiri di hadapan kaum muslimin, lalu memuji Allah dengan pujian yang menjadi hak-Nya, kemudian beliau bersabda, “Amabakdu. Sesungguhnya saudara-saudara kalian telah datang kepada kita dalam keadaan bertobat, dan aku berpendapat untuk mengembalikan tawanan-tawanan mereka kepada mereka. Barang siapa di antara kalian yang dengan senang hati menyetujuinya, hendaklah ia melakukannya. Barang siapa di antara kalian yang ingin tetap mempertahankan bagiannya sampai kita memberikannya dari jatah pertama yang Allah kelak berikan kepada kita sebagai fai, silakan ia melakukannya.”

Orang-orang pun berkata, “Kami telah merelakan hal itu, wahai Rasulullah.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya kami tidak mengetahui siapa di antara kalian yang telah mengizinkan dari siapa yang belum mengizinkan. Kembalilah kalian sampai para pemuka kelompok kalian menyampaikan urusan kalian kepada kami.”

Orang-orang pun kembali, lalu para pemuka kelompok mereka berbicara dengan mereka. Kemudian mereka kembali kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu mengabarkan kepada beliau bahwasanya mereka telah merelakan dan mengizinkannya.

Inilah riwayat yang sampai kepadaku mengenai tawanan Hawazin.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3131 dan 3132

١٥ - بَابٌ وَمِنَ الدَّلِيلِ عَلَى أَنَّ الۡخُمُسَ لِنَوَائِبِ الۡمُسۡلِمِينَ مَا سَأَلَ هَوَازِنُ النَّبِيَّ ﷺ بِرَضَاعِهِ فِيهِمۡ، فَتَحَلَّلَ مِنَ الۡمُسۡلِمِينَ، وَمَا كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَعِدُ النَّاسَ أَنۡ يُعۡطِيَهُمۡ مِنَ الۡفَيۡءِ والۡأَنۡفَالِ مِنَ الۡخُمُسِ، وَمَا أَعۡطَى الۡأَنۡصَارَ، وَمَا أَعۡطَى جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ تَمۡرَ خَيۡبَرَ
15. Bab Di Antara Dalil Bahwa Khumus Ditujukan untuk Kepentingan Umum Kaum Muslimin Adalah Permohonan Hawazin Kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—Karena Hubungan Persusuan Beliau di Tengah-Tengah Mereka, Lalu Beliau Meminta Kerelaan Kaum Muslimin, Serta Pemberian Yang Dijanjikan Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—Kepada Orang-Orang Dari Harta Fai dan Harta Rampasan Perang Yang Berasal Dari Khumus, Dan Apa Yang Beliau Berikan Kepada Kaum Ansar, Serta Apa Yang Beliau Berikan Kepada Jabir bin ‘Abdullah Berupa Kurma Khaibar


٣١٣١، ٣١٣٢ - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ عُفَيۡرٍ قَالَ: حَدَّثَنِي اللَّيۡثُ قَالَ: حَدَّثَنِي عُقَيۡلٌ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ قَالَ: وَزَعَمَ عُرۡوَةُ: أَنَّ مَرۡوَانَ بۡنَ الۡحَكَمِ وَمِسۡوَرَ بۡنَ مَخۡرَمَةَ أَخۡبَرَاهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ، حِينَ جَاءَهُ وَفۡدُ هَوَازِنَ مُسۡلِمِينَ، فَسَأَلُوهُ أَنۡ يَرُدَّ إِلَيۡهِمۡ أَمۡوَالَهُمۡ وَسَبۡيَهُمۡ، فَقَالَ لَهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (أَحَبُّ الۡحَدِيثِ إِلَيَّ أَصۡدَقُهُ، فَاخۡتَارُوا إِحۡدَى الطَّائِفَتَيۡنِ: إِمَّا السَّبۡيَ، وَإِمَّا الۡمَالَ، وَقَدۡ كُنۡتُ اسۡتَأۡنَيۡتُ بِهِمۡ). وَقَدۡ كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ انۡتَظَرَ آخِرَهُمۡ بِضۡعَ عَشۡرَةَ لَيۡلَةً حِينَ قَفَلَ مِنَ الطَّائِفِ، فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ غَيۡرُ رَادٍّ إِلَيۡهِمۡ إِلَّا إِحۡدَى الطَّائِفَتَيۡنِ، قَالُوا: فَإِنَّا نَخۡتَارُ سَبۡيَنَا، فَقَامَ رَسُولُ اللهِ ﷺ فِي الۡمُسۡلِمِينَ، فَأَثۡنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهۡلُهُ، ثُمَّ قَالَ: (أَمَّا بَعۡدُ، فَإِنَّ إِخۡوَانَكُمۡ هَؤُلَاءِ قَدۡ جَاءُونَا تَائِبِينَ، وَإِنِّي قَدۡ رَأَيۡتُ أَنۡ أَرُدَّ إِلَيۡهِمۡ سَبۡيَهُمۡ، مَنۡ أَحَبَّ أَنۡ يُطَيِّبَ فَلۡيَفۡعَلۡ، وَمَنۡ أَحَبَّ مِنۡكُمۡ أَنۡ يَكُونَ عَلَى حَظِّهِ حَتَّى نُعۡطِيَهُ إِيَّاهُ مِنۡ أَوَّلِ مَا يُفِيءُ اللهُ عَلَيۡنَا فَلۡيَفۡعَلۡ). فَقَالَ النَّاسُ: قَدۡ طَيَّبۡنَا ذٰلِكَ يَا رَسُولَ اللهِ لَهُمۡ، فَقَالَ لَهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّا لَا نَدۡرِي مَنۡ أَذِنَ مِنۡكُمۡ فِي ذٰلِكَ مِمَّنۡ لَمۡ يَأۡذَنۡ، فَارۡجِعُوا حَتَّى يَرۡفَعَ إِلَيۡنَا عُرَفَاؤُكُمۡ أَمۡرَكُمۡ). فَرَجَعَ النَّاسُ فَكَلَّمَهُمۡ عُرَفَاؤُهُمۡ، ثُمَّ رَجَعُوا إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ فَأَخۡبَرُوهُ أَنَّهُمۡ قَدۡ طَيَّبُوا فَأَذِنُوا، فَهٰذَا الَّذِي بَلَغَنَا عَنۡ سَبۡيِ هَوَازِنَ. [طرفه في: ٢٣٠٧، ٢٣٠٨].

3131, 3132. Sa’id bin ‘Ufair telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Al-Laits menceritakan kepadaku. Ia berkata: ‘Uqail menceritakan kepadaku dari Ibnu Syihab. Ia berkata: ‘Urwah menduga bahwasanya Marwan bin Al-Hakam dan Miswar bin Makhramah mengabarkan kepadanya:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda ketika utusan Hawazin mendatangi beliau dalam keadaan masuk Islam, lalu mereka meminta kepada beliau agar mengembalikan harta-harta dan tawanan-tawanan mereka. Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepada mereka, “Perkataan yang paling aku sukai adalah yang paling jujur. Pilihlah salah satu dari dua kelompok: apakah tawanan, ataukah harta. Sungguh aku telah menunda pembagiannya demi menunggu kalian.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memang telah menanti kedatangan rombongan terakhir mereka selama belasan malam ketika beliau kembali dari Tha`if. Ketika makin jelas bagi mereka bahwasanya Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tidak akan mengembalikan kepada mereka kecuali salah satu dari dua kelompok tersebut, mereka berkata, “Sesungguhnya kami memilih tawanan kami.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berdiri di hadapan kaum muslimin, lalu memuji Allah dengan pujian yang menjadi hak-Nya, kemudian beliau bersabda, “Amabakdu. Sesungguhnya saudara-saudara kalian ini telah datang kepada kita dalam keadaan bertobat, dan aku berpendapat untuk mengembalikan tawanan-tawanan mereka kepada mereka. Barang siapa yang dengan senang hati menyetujuinya, hendaklah ia melakukannya. Barang siapa di antara kalian yang ingin tetap mempertahankan bagiannya sampai kita memberikannya dari jatah pertama yang Allah kelak berikan kepada kita sebagai fai, silakan ia melakukannya.”

Orang-orang pun berkata, “Kami telah merelakan hal itu untuk mereka, wahai Rasulullah.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda kepada mereka, “Sesungguhnya kami tidak mengetahui siapa di antara kalian yang telah mengizinkan dari siapa yang belum mengizinkan. Kembalilah kalian sampai para pemuka kelompok kalian menyampaikan urusan kalian kepada kami.”

Orang-orang pun kembali, lalu para pemuka kelompok mereka berbicara dengan mereka. Kemudian mereka kembali kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu mengabarkan kepada beliau bahwasanya mereka telah merelakan dan mengizinkannya.

Inilah riwayat yang sampai kepada kami mengenai tawanan Hawazin.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2500

١٢ - بَابُ قِسۡمَةِ الۡغَنَمِ وَالۡعَدۡلِ فِيهَا
12. Bab Pembagian Kambing dan Sikap Adil di Dalamnya


٢٥٠٠ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ، عَنۡ يَزِيدَ بۡنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنۡ أَبِي الۡخَيۡرِ، عَنۡ عُقۡبَةَ بۡنِ عَامِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ أَعۡطَاهُ غَنَمًا يَقۡسِمُهَا عَلَى صَحَابَتِهِ ضَحَايَا، فَبَقِيَ عَتُودٌ، فَذَكَرَهُ لِرَسُولِ اللهِ ﷺ فَقَالَ: (ضَحِّ بِهِ أَنۡتَ). [طرفه في: ٢٣٠٠].

2500. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada kami dari Yazid bin Abu Habib, dari Abu Al-Khair, dari ‘Uqbah bin ‘Amirradhiyallahu ‘anhu—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memberinya sejumlah kambing untuk dibagikan kepada para sahabat beliau sebagai hewan kurban, lalu tersisa seekor kambing jantan berumur satu tahun. Kemudian ia menyebutkan hal itu kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, maka beliau bersabda, “Berkurbanlah kamu dengannya.”