Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3937

٥٠ - بَابٌ كَيۡفَ آخَى النَّبِيُّ ﷺ بَيۡنَ أَصۡحَابِهِ
50. Bab Bagaimana Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—Mempersaudarakan antara Para Sahabat Beliau


وَقَالَ عَبۡدُ الرَّحۡمَنِ بۡنُ عَوۡفٍ: آخَى النَّبِيُّ ﷺ بَيۡنِي وَبَيۡنَ سَعۡدِ بۡنِ الرَّبِيعِ لَمَّا قَدِمۡنَا الۡمَدِينَةَ.

‘Abdurrahman bin ‘Auf berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mempersaudarakan antara aku dan Sa’d bin Ar-Rabi’ ketika kami tiba di Madinah.

وَقَالَ أَبُو جُحَيۡفَةَ: آخَى النَّبِيُّ ﷺ بَيۡنَ سَلۡمَانَ وَأَبِي الدَّرۡدَاءِ.

Abu Juhaifah berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mempersaudarakan antara Salman dan Abu Ad-Darda`.

٣٩٣٧ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ يُوسُفَ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ حُمَيۡدٍ، عَنۡ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَدِمَ عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ بۡنُ عَوۡفٍ، فَآخَى النَّبِيُّ ﷺ بَيۡنَهُ وَبَيۡنَ سَعۡدِ بۡنِ الرَّبِيعِ الۡأَنۡصَارِيِّ، فَعَرَضَ عَلَيۡهِ أَنۡ يُنَاصِفَهُ أَهۡلَهُ وَمَالَهُ، فَقَالَ عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ: بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي أَهۡلِكَ وَمَالِكَ، دُلَّنِي عَلَى السُّوقِ، فَرَبِحَ شَيۡئًا مِنۡ أَقِطٍ وَسَمۡنٍ، فَرَآهُ النَّبِيُّ ﷺ بَعۡدَ أَيَّامٍ وَعَلَيۡهِ وَضَرٌ مِنۡ صُفۡرَةٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (مَهۡيَمۡ يَا عَبۡدَ الرَّحۡمٰنِ؟). قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، تَزَوَّجۡتُ امۡرَأَةً مِنَ الۡأَنۡصَارِ، قَالَ: (فَمَا سُقۡتَ فِيهَا؟) فَقَالَ: وَزۡنَ نَوَاةٍ مِنۡ ذَهَبٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (أَوۡلِمۡ وَلَوۡ بِشَاةٍ). [طرفه في: ٢٠٤٩].

3937. Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari Humaid, dari Anas—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata:

‘Abdurrahman bin ‘Auf datang, lalu Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mempersaudarakan antara dirinya dan Sa’d bin Ar-Rabi’ Al-Anshari. Kemudian Sa’d menawarkan kepadanya untuk membagi dua keluarga dan hartanya, namun ‘Abdurrahman berkata, “Semoga Allah memberkahimu pada keluarga dan hartamu. Tunjukkanlah kepadaku di mana letak pasar!”

Maka ia mendapatkan keuntungan berupa sedikit keju dan samin. Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melihatnya setelah beberapa hari dalam keadaan pada dirinya terdapat bekas warna kuning (parfum). Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bertanya, “Ada apa ini, wahai ‘Abdurrahman?”

Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, aku telah menikahi seorang wanita dari kalangan Ansar.”

Beliau bertanya, “Apa mahar yang engkau berikan kepadanya?”

Ia menjawab, “Emas seberat biji kurma.”

Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Adakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing!”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3781

٣٧٨١ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ جَعۡفَرٍ، عَنۡ حُمَيۡدٍ، عَنۡ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ أَنَّهُ قَالَ: قَدِمَ عَلَيۡنَا عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ بۡنُ عَوۡفٍ، وَآخَى رَسُولُ اللهِ ﷺ بَيۡنَهُ وَبَيۡنَ سَعۡدِ بۡنِ الرَّبِيعِ، وَكَانَ كَثِيرَ الۡمَالِ، فَقَالَ سَعۡدٌ: قَدۡ عَلِمَتِ الۡأَنۡصَارُ أَنِّي مِنۡ أَكۡثَرِهَا مَالًا، سَأَقۡسِمُ مَالِي بَيۡنِي وَبَيۡنَكَ شَطۡرَيۡنِ، وَلِي امۡرَأَتَانِ، فَانۡظُرۡ أَعۡجَبَهُمَا إِلَيۡكَ فَأُطَلِّقُهَا، حَتَّى إِذَا حَلَّتۡ تَزَوَّجۡتَهَا، فَقَالَ عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ: بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي أَهۡلِكَ، فَلَمۡ يَرۡجِعۡ يَوۡمَئِذٍ حَتَّى أَفۡضَلَ شَيۡئًا مِنۡ سَمۡنٍ وَأَقِطٍ فَلَمۡ يَلۡبَثۡ إِلَّا يَسِيرًا حَتَّى جَاءَ رَسُولَ اللهِ ﷺ وَعَلَيۡهِ وَضَرٌ مِنۡ صُفۡرَةٍ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (مَهۡيَمۡ؟). قَالَ: تَزَوَّجۡتُ امۡرَأَةً مِنَ الۡأَنۡصَارِ، فَقَالَ: (مَا سُقۡتَ فِيهَا؟) قَالَ: وَزۡنَ نَوَاةٍ مِنۡ ذَهَبٍ، أَوۡ نَوَاةً مِنۡ ذَهَبٍ، فَقَالَ: (أَوۡلِمۡ وَلَوۡ بِشَاةٍ). [طرفه في: ٢٠٤٩].

3781. Qutaibah telah menceritakan kepada kami: Ismail bin Ja’far menceritakan kepada kami dari Humaid, dari Anas—radhiyallahu ‘anhu—bahwa ia berkata:

‘Abdurrahman bin ‘Auf datang kepada kami, lalu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mempersaudarakan antara dirinya dan Sa’d bin Ar-Rabi’. Sa’d adalah orang yang kaya raya, maka ia berkata, “Sungguh kaum Ansar telah mengetahui bahwa aku adalah salah satu dari mereka yang paling banyak hartanya. Aku akan membagi hartaku antara aku dan engkau menjadi dua bagian. Aku juga memiliki dua istri, maka lihatlah mana yang lebih menarik bagimu, niscaya aku menceraikannya hingga apabila masa idahnya telah selesai, engkau bisa menikahinya.”

‘Abdurrahman menjawab, “Semoga Allah memberkahimu pada keluargamu.”

Maka tidaklah ia kembali pada hari itu melainkan telah mendapatkan sisa keuntungan berupa sedikit samin dan keju. Tidak lama kemudian, ia datang menemui Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam keadaan pada dirinya terdapat bekas warna kuning (parfum). Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bertanya kepadanya, “Ada apa ini?”

Ia menjawab, “Aku telah menikahi seorang wanita dari kalangan Ansar.”

Beliau bertanya, “Apa mahar yang engkau berikan kepadanya?”

Ia menjawab, “Emas seberat biji kurma,” atau “seberat biji kurma dari emas.”

Maka beliau bersabda, “Adakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing!”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2293

٢٢٩٣ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ جَعۡفَرٍ، عَنۡ حُمَيۡدٍ، عَنۡ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَدِمَ عَلَيۡنَا عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ بۡنُ عَوۡفٍ، فَآخَى رَسُولُ اللهِ ﷺ بَيۡنَهُ وَبَيۡنَ سَعۡدِ بۡنِ الرَّبِيعِ. [طرفه في: ٢٠٤٩].

2293. Qutaibah telah menceritakan kepada kami: Isma’il bin Ja’far menceritakan kepada kami dari Humaid, dari Anas—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau berkata: ‘Abdurrahman bin ‘Auf tiba di tempat kami, lalu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mempersaudarakan antara dia dengan Sa’d bin Ar-Rabi’.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3780

٣ - بَابُ إِخَاءُ النَّبِيِّ ﷺ بَيۡنَ الۡمُهَاجِرِينَ وَالۡأَنۡصَارِ
3. Bab Persaudaraan yang Ditetapkan Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—antara Kaum Muhajirin dan Ansar


٣٧٨٠ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ قَالَ: حَدَّثَنِي إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ سَعۡدٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ جَدِّهِ قَالَ: لَمَّا قَدِمُوا الۡمَدِينَةَ آخَى رَسُولُ اللهِ ﷺ بَيۡنَ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ وَسَعۡدِ بۡنِ الرَّبِيعِ، قَالَ لِعَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ: إِنِّي أَكۡثَرُ الۡأَنۡصَارِ مَالًا، فَأَقۡسِمُ مَالِي نِصۡفَيۡنِ، وَلِي امۡرَأَتَانِ، فَانۡظُرۡ أَعۡجَبَهُمَا إِلَيۡكَ فَسَمِّهَا لِي أُطَلِّقۡهَا، فَإِذَا انۡقَضَتۡ عِدَّتُهَا فَتَزَوَّجۡهَا. قَالَ: بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي أَهۡلِكَ وَمَالِكَ، أَيۡنَ سُوقُكُمۡ؟ فَدَلُّوهُ عَلَى سُوقِ بَنِي قَيۡنُقَاعَ، فَمَا انۡقَلَبَ إِلَّا وَمَعَهُ فَضۡلٌ مِنۡ أَقِطٍ وَسَمۡنٍ، ثُمَّ تَابَعَ الۡغُدُوَّ، ثُمَّ جَاءَ يَوۡمًا وَبِهِ أَثَرُ صُفۡرَةٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (مَهۡيَمۡ؟). قَالَ: تَزَوَّجۡتُ، قَالَ: (كَمۡ سُقۡتَ إِلَيۡهَا؟). قَالَ: نَوَاةً مِنۡ ذَهَبٍ، أَوۡ وَزۡنَ نَوَاةٍ مِنۡ ذَهَبٍ. شَكَّ إِبۡرَاهِيمُ. [طرفه في: ٢٠٤٨].

3780. Isma’il bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ibrahim bin Sa’d menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari kakeknya. Beliau berkata:

Ketika mereka tiba di Madinah, Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mempersaudarakan antara ‘Abdurrahman dan Sa’d bin Ar-Rabi’. Sa’d berkata kepada ‘Abdurrahman, “Sesungguhnya aku adalah orang Ansar yang paling banyak hartanya, maka aku akan membagi setengah hartaku untukmu. Aku memiliki dua istri. Lihatlah yang paling kamu sukai dari keduanya lalu sebutkan namanya kepadaku, maka aku akan menceraikannya. Jika masa idahnya telah selesai, kamu bisa menikahinya.”

‘Abdurrahman menjawab, “Semoga Allah memberkahimu pada keluarga dan hartamu. Di mana pasar kalian?”

Lalu mereka menunjukkannya ke pasar Bani Qainuqa’. Maka tidaklah ia kembali melainkan ia membawa sisa keuntungan berupa keju dan samin. Kemudian ia terus berangkat (ke pasar) di hari-hari berikutnya. Lalu pada suatu hari ia datang dan pada dirinya terdapat bekas warna kuning (parfum). Maka Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bertanya, “Ada apa ini?”

Ia menjawab, “Aku telah menikah.”

Beliau bertanya, “Berapa mahar yang engkau berikan kepadanya?”

Ia menjawab, “Emas seberat biji kurma,” atau “seberat biji kurma dari emas.” Ibrahim ragu.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2232, 2233, dan 2234

٢٢٣٢، ٢٢٣٣ - حَدَّثَنِي زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا يَعۡقُوبُ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنۡ صَالِحٍ، قَالَ: حَدَّثَ ابۡنُ شِهَابٍ: أَنَّ عُبَيۡدَ اللهِ أَخۡبَرَهُ: أَنَّ زَيۡدَ بۡنَ خَالِدٍ وَأَبَا هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا أَخۡبَرَاهُ: أَنَّهُمَا سَمِعَا رَسُولَ اللهِ ﷺ يُسۡأَلُ عَنِ الۡأَمَةِ تَزۡنِي وَلَمۡ تُحۡصَنۡ، قَالَ: (اجۡلِدُوهَا، ثُمَّ إِنۡ زَنَتۡ فَاجۡلِدُوهَا، ثُمَّ بِيعُوهَا) بَعۡدَ الثَّالِثَةِ أَوِ الرَّابِعَةِ. [طرفاه في: ٢١٥٢، ٢١٥٤].

2232, 2233. Zuhair bin Harb telah menceritakan kepadaku: Ya’qub menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari Shalih. Ia berkata: Ibnu Syihab menceritakan: ‘Ubaidullah mengabarkan kepadanya: Zaid bin Khalid dan Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhuma—mengabarkan kepadanya:

Keduanya mendengar Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ditanya mengenai budak wanita yang berzina dan ia belum menikah. Beliau bersabda, “Cambuklah ia, kemudian jika ia berzina lagi maka cambuklah ia, kemudian juallah ia,” setelah kali yang ketiga atau keempat.

٢٢٣٤ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡعَزِيزِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ قَالَ: أَخۡبَرَنِي اللَّيۡثُ، عَنۡ سَعِيدٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: (إِذَا زَنَتۡ أَمَةُ أَحَدِكُمۡ فَتَبَيَّنَ زِنَاهَا، فَلۡيَجۡلِدۡهَا الۡحَدَّ، وَلَا يُثَرِّبۡ عَلَيۡهَا، ثُمَّ إِنۡ زَنَتۡ فَلۡيَجۡلِدۡهَا الۡحَدَّ وَلَا يُثَرِّبۡ، ثُمَّ إِنۡ زَنَتِ الثَّالِثَةَ فَتَبَيَّنَ زِنَاهَا، فَلۡيَبِعۡهَا وَلَوۡ بِحَبۡلٍ مِنۡ شَعَرٍ). [طرفه في: ٢١٥٢].

2234. ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Al-Laits mengabarkan kepadaku dari Sa’id, dari ayahnya, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Aku mendengar Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Apabila budak wanita salah seorang dari kalian berzina dan telah jelas perzinaan tersebut, maka hendaklah ia mencambuknya sebagai hukuman hudud, dan janganlah ia mencelanya. Kemudian jika ia berzina lagi, maka hendaklah ia mencambuknya sebagai hukuman hudud dan janganlah ia mencelanya. Kemudian jika ia berzina untuk yang ketiga kalinya dan telah jelas perzinaan tersebut, maka hendaklah ia menjualnya walaupun hanya seharga seutas tali dari rambut.”