Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2392

٦ - بَابٌ هَلۡ يُعۡطَى أَكۡبَرَ مِنۡ سِنِّهِ
6. Bab Apakah Unta yang Berumur Lebih Tua daripada Umur Untanya Boleh Diberikan


٢٣٩٢ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، عَنۡ يَحۡيَى، عَنۡ سُفۡيَانَ قَالَ: حَدَّثَنِي سَلَمَةُ بۡنُ كُهَيۡلٍ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ ﷺ يَتَقَاضَاهُ بَعِيرًا، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (أَعۡطُوهُ). فَقَالُوا: مَا نَجِدُ إِلَّا سِنًّا أَفۡضَلَ مِنۡ سِنِّهِ، فَقَالَ الرَّجُلُ: أَوۡفَيۡتَنِي أَوۡفَاكَ اللهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (أَعۡطُوهُ، فَإِنَّ مِنۡ خِيَارِ النَّاسِ أَحۡسَنَهُمۡ قَضَاءً). [طرفه في: ٢٣٠٥].

2392. Musaddad telah menceritakan kepada kami dari Yahya, dari Sufyan. Ia berkata: Salamah bin Kuhail menceritakan kepadaku dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—:

Seorang lelaki mendatangi Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—untuk menagih seekor unta, maka Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Berikanlah kepadanya.”

Para sahabat berkata, “Kami tidak menemukan kecuali unta dengan umur yang lebih baik daripada umur untanya.”

Orang itu pun berkata, “Engkau telah melunasi utangku dengan sangat baik. Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan sempurna.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Berikanlah kepadanya, karena sesungguhnya di antara manusia yang paling baik adalah orang yang paling baik dalam melunasi utang.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2390

٤ - بَابُ اسۡتِقۡرَاضِ الۡإِبِلِ
4. Bab Utang Piutang Unta


٢٣٩٠ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡوَلِيدِ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ: أَخۡبَرَنَا سَلَمَةُ بۡنُ كُهَيۡلٍ قَالَ: سَمِعۡتُ أَبَا سَلَمَةَ بِبَيۡتِنَا بِمِنًى: يُحَدِّثُ عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَجُلًا تَقَاضَى رَسُولَ اللهِ ﷺ فَأَغۡلَظَ لَهُ، فَهَمَّ أَصۡحَابُهُ، فَقَالَ: (دَعُوهُ، فَإِنَّ لِصَاحِبِ الۡحَقِّ مَقَالًا، وَاشۡتَرُوا لَهُ بَعِيرًا فَأَعۡطُوهُ إِيَّاهُ). وَقَالُوا: لَا نَجِدُ إِلَّا أَفۡضَلَ مِنۡ سِنِّهِ، قَالَ: (اشۡتَرُوهُ، فَأَعۡطُوهُ إِيَّاهُ، فَإِنَّ خَيۡرَكُمۡ أَحۡسَنُكُمۡ قَضَاءً). [طرفه في: ٢٣٠٥].

2390. Abu Al-Walid telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami: Salamah bin Kuhail mengabarkan kepada kami. Ia berkata: Aku mendengar Abu Salamah di rumah kami di Mina menceritakan dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—:

Seorang lelaki menagih utang kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu bersikap kasar kepada beliau. Para sahabat beliau pun hendak menindaknya, namun beliau berkata, “Biarkanlah dia, karena sesungguhnya pemilik hak itu memiliki hak untuk berbicara. Belikanlah seekor unta untuknya, lalu berikanlah kepadanya.”

Para sahabat berkata, “Kami tidak menemukan kecuali unta yang lebih baik daripada umur untanya.”

Beliau berkata, “Belikanlah unta itu lalu berikan kepadanya, karena sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik dalam melunasi utang.”

Shahih Al-Bukhari - 40. Kitab Wakalah

    ﷽

٤٠ – كِتَابُ الۡوَكَالَةِ

Kitab Wakalah (Pewakilan Urusan)

  1. Bab seseorang mewakilkan kepada rekannya dalam pembagian dan selainnya
    1. Hadis nomor 2299
    2. Hadis nomor 2300
  2. Bab Apabila Seorang Muslim Mewakilkan (Urusan) kepada Kafir Harbi di Wilayah Perang atau di Wilayah Islam, Hukumnya Boleh
    1. Hadis nomor 2301
  3. Bab Mewakilkan dalam Urusan Penukaran Uang dan Timbangan
    1. Hadis nomor 2302 dan 2303
  4. Bab Apabila Penggembala atau Wakil Melihat Seekor Domba Hendak Mati, atau Sesuatu yang Akan Rusak, Lalu Ia Menyembelihnya dan Memperbaiki Sesuatu yang Dikhawatirkan Kerusakannya
    1. Hadis nomor 2304
  5. Bab Pewakilan Urusan dari Orang yang Hadir Maupun Orang yang Tidak Hadir di Tempat Adalah Boleh
    1. Hadis nomor 2305
  6. Bab Pewakilan Urusan dalam Melunasi Utang
    1. Hadis nomor 2306
  7. Bab Apabila Seseorang Memberikan Sesuatu Melalui Seorang Wakil atau Perantara Suatu Kaum, Hal Itu Boleh
    1. Hadis nomor 2307 dan 2308
  8. Bab apabila seseorang mewakilkan orang lain agar dia memberi sesuatu yang tidak dia terangkan kadar yang akan diberikan, lalu si wakil memberikan sesuai kebiasaan masyarakat
    1. Hadis nomor 2309
  9. Bab Wanita Mewakilkan kepada Pemimpin Negara dalam Pernikahan
    1. Hadis nomor 2310
  10. Bab apabila mewakilkan kepada seseorang lalu si wakil meninggalkan sesuatu lalu yang mewakilkan membolehkannya, hal ini boleh; dan jika si wakil meminjamkannya hingga waktu yang ditentukan, ini boleh
    1. Hadis nomor 2311
  11. Bab Apabila Wakil Berjual Beli dengan Cara yang Batil, Maka Jual Belinya Batal
    1. Hadis nomor 2312
  12. Bab Pewakilan dalam Pengelolaan Wakaf dan Penyalurannya, serta Memberi Makan Sahabatnya dan Memakan Secara Patut
    1. Hadis nomor 2313
  13. Bab Pewakilan dalam Pelaksanaan Hudud
    1. Hadis nomor 2314, 2315, dan 2316
  14. Bab mewakilkan unta atau sapi (untuk hadyu) dan perjanjiannya
    1. Hadis nomor 2317
  15. Bab Apabila Seseorang Berkata kepada Wakilnya, “Salurkanlah Harta Ini di Tempat yang Diperlihatkan Allah Kepadamu,” dan Wakil Itu Berkata, “Aku telah Mendengar Perkataanmu”
    1. Hadis nomor 2318
  16. Bab Pewakilan Orang yang Tepercaya dalam Menjaga Gudang Harta dan Sejenisnya
    1. Hadis nomor 2319

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2314, 2315, dan 2316

١٣ - بَابُ الۡوَكَالَةِ فِي الۡحُدُودِ
13. Bab Pewakilan dalam Pelaksanaan Hudud


٢٣١٤، ٢٣١٥ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡوَلِيدِ: أَخۡبَرَنَا اللَّيۡثُ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ زَيۡدِ بۡنِ خَالِدٍ وَأَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (وَاغۡدُ يَا أُنَيۡسُ إِلَى امۡرَأَةِ هٰذَا، فَإِنِ اعۡتَرَفَتۡ فَارۡجُمۡهَا).

[الحديث ٢٣١٤ - أطرافه في: ٢٦٤٩، ٢٦٩٦، ٢٧٢٥، ٦٦٣٤، ٦٨٢٨، ٦٨٣١، ٦٨٣٦، ٦٨٤٣، ٦٨٦٠، ٧١٩٤، ٧٢٥٩، ٧٢٧٩]. [الحديث ٢٣١٥ - أطرافه في: ٢٦٩٥، ٢٧٢٤، ٦٦٣٣، ٦٨٢٧، ٦٨٣٣، ٦٨٣٥، ٦٨٤٢، ٦٨٥٩، ٧١٩٣، ٧٢٥٨، ٧٢٦٠، ٧٢٧٨].

2314, 2315. Abu Al-Walid telah menceritakan kepada kami: Al-Laits mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari ‘Ubaidullah, dari Zaid bin Khalid dan Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhuma—, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Pergilah besok pagi wahai Unais kepada istri orang ini. Jika ia mengaku, maka rajamlah ia.”

٢٣١٦ - حَدَّثَنَا ابۡنُ سَلَامٍ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ الۡوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنِ ابۡنِ أَبِي مُلَيۡكَةَ، عَنۡ عُقۡبَةَ بۡنِ الۡحَارِثِ قَالَ: جِيءَ بِالنُّعَيۡمَانِ، أَوِ ابۡنِ النُّعَيۡمَانِ، شَارِبًا، فَأَمَرَ رَسُولُ اللهِ ﷺ مَنۡ كَانَ فِي الۡبَيۡتِ أَنۡ يَضۡرِبُوا، قَالَ: فَكُنۡتُ أَنَا فِيمَنۡ ضَرَبَهُ، فَضَرَبۡنَاهُ بِالنِّعَالِ وَالۡجَرِيدِ. [الحديث ٢٣١٦ - طرفاه في: ٦٧٧٤، ٦٧٧٥].

2316. Ibnu Salam telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami dari Ayyub, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari ‘Uqbah bin Al-Harits. Ia berkata: Nu’aiman—atau putra Nu’aiman—dihadapkan dalam keadaan minum khamar. Kemudian Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan orang-orang yang ada di dalam rumah untuk memukulnya.

‘Uqbah berkata: Aku termasuk orang yang memukulnya, lalu kami memukulnya dengan sandal-sandal dan pelepah-pelepah kurma.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5504 dan 5505

١٩ - بَابُ ذَبِيحَةِ الۡمَرۡأَةِ وَالۡأَمَةِ
19. Bab Sembelihan Wanita dan Hamba Sahaya Perempuan


٥٥٠٤ - حَدَّثَنَا صَدَقَةُ، أَخۡبَرَنَا عَبۡدَةُ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنٍ لِكَعۡبِ بۡنِ مَالِكٍ، عَنۡ أَبِيهِ، أَنَّ امۡرَأَةً، ذَبَحَتۡ شَاةً بِحَجَرٍ، فَسُئِلَ النَّبِيُّ ﷺ عَنۡ ذٰلِكَ، فَأَمَرَ بِأَكۡلِهَا‏.‏ وَقَالَ اللَّيۡثُ حَدَّثَنَا نَافِعٌ أَنَّهُ سَمِعَ رَجُلًا مِنَ الۡأَنۡصَارِ يُخۡبِرُ عَبۡدَ اللهِ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّ جَارِيَةً لِكَعۡبٍ بِهٰذَا‏.‏ [طرفه في: ٢٣٠٤].

5504. Shadaqah telah menceritakan kepada kami: ‘Abdah mengabarkan kepada kami dari ‘Ubaidullah, dari Nafi’, dari seorang putra Ka’b bin Malik, dari ayahnya: Seorang wanita menyembelih seekor domba dengan batu, lalu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ditanya mengenai hal itu, maka beliau memerintahkan untuk memakannya.

Al-Laits berkata: Nafi’ menceritakan kepada kami bahwasanya ia mendengar seorang lelaki dari kalangan Ansar mengabarkan kepada ‘Abdullah, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bahwasanya seorang hamba sahaya perempuan milik Ka’b (mengalami kejadian) seperti riwayat ini.

٥٥٠٥ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنۡ رَجُلٍ مِنَ الۡأَنۡصَارِ، عَنۡ مُعَاذِ بۡنِ سَعۡدٍ، أَوۡ سَعۡدِ بۡنِ مُعَاذٍ أَخۡبَرَهُ: أَنَّ جَارِيَةً لِكَعۡبِ بۡنِ مَالِكٍ كَانَتۡ تَرۡعَى غَنَمًا بِسَلۡعٍ، فَأُصِيبَتۡ شَاةٌ مِنۡهَا، فَأَدۡرَكَتۡهَا فَذَبَحَتۡهَا بِحَجَرٍ، فَسُئِلَ النَّبِيُّ ﷺ فَقَالَ: (كُلُوهَا).

5505. Isma’il telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Malik menceritakan kepadaku dari Nafi’, dari seorang lelaki dari kaum Ansar, dari Mu’adz bin Sa’d atau Sa’d bin Mu’adz. Ia mengabarkan kepadanya bahwa seorang budak perempuan milik Ka’b bin Malik dahulu menggembalakan kambing di Sal’, lalu seekor kambing darinya terluka. Budak perempuan itu pun mendapatinya lalu menyembelihnya dengan batu. Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—kemudian ditanya mengenai hal itu, maka beliau bersabda, “Makanlah.”