Cari Blog Ini

Shahih Muslim hadis nomor 854

٥ - بَابُ فَضۡلِ يَوۡمِ الۡجُمُعَةِ
5. Bab Keutamaan Hari Jumat


١٧ - (٨٥٤) - وَحَدَّثَنِي حَرۡمَلَةُ بۡنُ يَحۡيَىٰ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ وَهۡبٍ: أَخۡبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ: أَخۡبَرَنِي عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ الۡأَعۡرَجُ؛ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيۡرَةَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (خَيۡرُ يَوۡمٍ طَلَعَتۡ عَلَيۡهِ الشَّمۡسُ يَوۡمُ الۡجُمُعَةِ: فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدۡخِلَ الۡجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخۡرِجَ مِنۡهَا).

17. (854). Harmalah bin Yahya telah menceritakan kepadaku: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami: Yunus mengabarkan kepadaku dari Ibnu Syihab: ‘Abdurrahman Al-A’raj mengabarkan kepadaku: Dia mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu dia dikeluarkan darinya.”

١٨ - (...) - وَحَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا الۡمُغِيرَةُ - يَعۡنِي الۡحِزَامِيَّ - عَنۡ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ؛ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (خَيۡرُ يَوۡمٍ طَلَعَتۡ عَلَيۡهِ الشَّمۡسُ يَوۡمُ الۡجُمُعَةِ: فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدۡخِلَ الۡجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخۡرِجَ مِنۡهَا، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوۡمِ الۡجُمُعَةِ).

18. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Al-Mughirah Al-Hizami menceritakan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke surga, pada hari itu dia dikeluarkan darinya, dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2096

٣٣ - بَابُ شِرَاءِ الۡإِمَامِ الۡحَوَائِجَ بِنَفۡسِهِ
33. Bab Pemimpin Membeli Berbagai Keperluan Sendiri


وَقَالَ ابۡنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: اشۡتَرَى النَّبِيُّ ﷺ جَمَلًا مِنۡ عُمَرَ، وَاشۡتَرَى ابۡنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا بِنَفۡسِهِ. وَقَالَ عَبۡدُ الرَّحۡمَنِ بۡنُ أَبِي بَكۡرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: جَاءَ مُشۡرِكٌ بِغَنَمٍ، فَاشۡتَرَى النَّبِيُّ ﷺ مِنۡهُ شَاةً وَاشۡتَرَى مِنۡ جَابِرٍ بَعِيرًا.

Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membeli seekor unta dari ‘Umar, dan Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—membeli sendiri (keperluannya).

‘Abdurrahman bin Abu Bakr—radhiyallahu ‘anhuma—berkata: Seorang musyrik datang membawa kambing, lalu Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membeli seekor domba darinya dan beliau juga membeli seekor unta dari Jabir.

٢٠٩٦ - حَدَّثَنَا يُوسُفُ بۡنُ عِيسَى: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ، عَنۡ إِبۡرَاهِيمَ، عَنِ الۡأَسۡوَدِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا قَالَتِ: اشۡتَرَى رَسُولُ اللهِ ﷺ مِنۡ يَهُودِيٍّ طَعَامًا بِنَسِيئَةٍ، وَرَهَنَهُ دِرۡعَهُ. [طرفه في: ٢٠٦٨].

2096. Yusuf bin ‘Isa telah menceritakan kepada kami: Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami dari Ibrahim, dari Al-Aswad, dari ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha—. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membeli bahan makanan dari seorang Yahudi secara tidak tunai dan beliau menjaminkan baju besinya kepada orang tersebut.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2092

٣٠ - بَابُ ذِكۡرِ الۡخَيَّاطِ
30. Bab Penyebutan Penjahit


٢٠٩٢ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنۡ إِسۡحَاقَ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ أَبِي طَلۡحَةَ: أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بۡنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ يَقُولُ: إِنَّ خَيَّاطًا دَعَا رَسُولَ اللهِ ﷺ لِطَعَامٍ صَنَعَهُ، قَالَ أَنَسُ بۡنُ مَالِكٍ: فَذَهَبۡتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ إِلَى ذٰلِكَ الطَّعَامِ، فَقَرَّبَ إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ خُبۡزًا وَمَرَقًا، فِيهِ دُبَّاءٌ وَقَدِيدٌ، فَرَأَيۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَتَتَبَّعُ الدُّبَّاءَ مِنۡ حَوَالَىِ الۡقَصۡعَةِ، قَالَ: فَلَمۡ أَزَلۡ أُحِبُّ الدُّبَّاءَ مِنۡ يَوۡمِئِذٍ.

[الحديث ٢٠٩٢ - أطرافه في: ٥٣٧٩، ٥٤٢٠، ٥٤٣٣، ٥٤٣٥، ٥٤٣٦، ٥٤٣٧، ٥٤٣٩].

2092. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan kepada kami dari Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah: Dia mendengar Anas bin Malik—radhiyallahu ‘anhu—berkata: Sesungguhnya seorang penjahit mengundang Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—untuk menyantap makanan yang dibuatnya.

Anas bin Malik berkata: Maka aku pergi bersama Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memenuhi undangan makanan tersebut, lalu penjahit itu menghidangkan roti dan kuah yang berisi labu dan daging kering kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Aku melihat Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mencari labu di pinggir bejana besar itu.

Anas bin Malik berkata: Maka sejak hari itu aku senantiasa menyukai labu.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2091

٢٩ - بَابُ ذِكۡرِ الۡقَيۡنِ وَالۡحَدَّادِ
29. Bab Penyebutan Perajin Logam dan Pandai Besi


٢٠٩١ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنۡ شُعۡبَةَ، عَنۡ سُلَيۡمَانَ، عَنۡ أَبِي الضُّحَى، عَنۡ مَسۡرُوقٍ، عَنۡ خَبَّابٍ قَالَ: كُنۡتُ قَيۡنًا فِي الۡجَاهِلِيَّةِ، وَكَانَ لِي عَلَى الۡعَاصِ بۡنِ وَائِلٍ دَيۡنٌ، فَأَتَيۡتُهُ أَتَقَاضَاهُ، قَالَ: لَا أُعۡطِيكَ حَتَّى تَكۡفُرَ بِمُحَمَّدٍ ﷺ. فَقُلۡتُ: لَا أَكۡفُرُ حَتَّى يُمِيتَكَ اللهُ ثُمَّ تُبۡعَثَ. قَالَ: دَعۡنِي حَتَّى أَمُوتَ وَأُبۡعَثَ، فَسَأُوتَى مَالًا وَوَلَدًا فَأَقۡضِيَكَ، فَنَزَلَتۡ: ﴿أَفَرَأَيۡتَ الَّذِي كَفَرَ بِآيَاتِنَا وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًا وَوَلَدًا * أَطَّلَعَ الۡغَيۡبَ أَمِ اتَّخَذَ عِنۡدَ الرَّحۡمٰنِ عَهۡدًا﴾ [مريم: ٧٧، ٧٨].

[الحديث ٢٠٩١ - أطرافه في: ٢٢٧٥، ٢٤٢٥، ٤٧٣٢، ٤٧٣٣، ٤٧٣٤، ٤٧٣٥].

2091. Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami: Ibnu Abu ‘Adi menceritakan kepada kami dari Syu’bah, dari Sulaiman, dari Abu Adh-Dhuha, dari Masruq, dari Khabbab. Dia berkata:

Aku adalah seorang pandai besi pada masa jahiliah dan Al-‘Ash bin Wa`il memiliki utang kepadaku. Maka aku mendatanginya untuk menagih utang tersebut. Al-‘Ash bin Wa`il berkata, “Aku tidak akan membayarnya kepadamu sampai kamu kafir kepada Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Maka aku berkata, “Aku tidak akan kafir sampai Allah mematikanmu, kemudian kamu dibangkitkan kembali.”

Al-‘Ash bin Wa`il berkata, “Biarkan aku sampai aku mati dan dibangkitkan, maka aku akan diberi harta dan anak, lalu aku akan melunasi utangmu.”

Maka turunlah ayat: “Maka tahukah engkau orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami serta berkata, ‘Pasti aku akan diberi harta dan anak.’ Adakah dia melihat yang gaib atau dia telah membuat perjanjian di sisi Ar-Rahman?” (QS Maryam: 77-78).

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2089

٢٨ - بَابُ مَا قِيلَ فِي الصَّوَّاغِ
28. Bab Hadis tentang Pandai Emas


وَقَالَ طَاوُسٌ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا يُخۡتَلَى خَلَاهَا). وَقَالَ الۡعَبَّاسُ: إِلَّا الۡإِذۡخِرَ، فَإِنَّهُ لِقَيۡنِهِمۡ وَبُيُوتِهِمۡ، فَقَالَ: (إِلَّا الۡإِذۡخِرَ).

Thawus meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—, Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah rumput hijaunya dicabut!”

Al-‘Abbas berkata, “Kecuali rumput idzkhir, karena ia berguna bagi pandai besi mereka dan bangunan rumah-rumah mereka.”

Maka beliau bersabda, “Kecuali rumput idzkhir.”

٢٠٨٩ - حَدَّثَنَا عَبۡدَانُ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ اللهِ: أَخۡبَرَنَا يُونُسُ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي عَلِيُّ بۡنُ حُسَيۡنٍ: أَنَّ حُسَيۡنَ بۡنَ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا أَخۡبَرَهُ: أَنَّ عَلِيًّا قَالَ: كَانَتۡ لِي شَارِفٌ مِنۡ نَصِيبِي مِنَ الۡمَغۡنَمِ، وَكَانَ النَّبِيُّ ﷺ أَعۡطَانِي شَارِفًا مِنَ الۡخُمۡسِ، فَلَمَّا أَرَدۡتُ أَنۡ أَبۡتَنِيَ بِفَاطِمَةَ، بِنۡتِ رَسُولِ اللهِ ﷺ، وَاعَدۡتُ رَجُلًا صَوَّاغًا مِنۡ بَنِي قَيۡنُقَاعَ أَنۡ يَرۡتَحِلَ مَعِي فَنَأۡتِيَ بِإِذۡخِرٍ أَرَدۡتُ أَنۡ أَبِيعَهُ مِنَ الصَّوَّاغِينَ وَأَسۡتَعِينَ بِهِ فِي وَلِيمَةِ عُرُسِي. [الحديث ٢٠٨٩ - أطرافه في: ٢٣٧٥، ٣٠٩١، ٤٠٠٣، ٥٧٩٣].

2089. ‘Abdan telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah mengabarkan kepada kami: Yunus mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab. Dia berkata: ‘Ali bin Husain mengabarkan kepadaku: Husain bin ‘Ali—radhiyallahu ‘anhuma—mengabarkan kepadanya bahwa ‘Ali berkata: Aku memiliki seekor unta betina tua dari bagianku pada harta ganimah. Dahulu Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memberiku seekor unta betina tua dari bagian khumus. Maka ketika aku hendak membangun rumah tangga dengan Fathimah putri Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, aku berjanji kepada seorang lelaki pandai emas dari Bani Qainuqa’ untuk berangkat bersamaku guna mencari rumput idzkhir. Aku berniat menjual rumput itu kepada para pandai emas dan menggunakan hasilnya untuk membantu biaya walimah pernikahanku.