Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5532

٥٥٣٢ - حَدَّثَنَا خَطَّابُ بۡنُ عُثۡمَانَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ حِمۡيَرَ، عَنۡ ثَابِتِ بۡنِ عَجۡلَانَ قَالَ: سَمِعۡتُ سَعِيدَ بۡنَ جُبَيۡرٍ قَالَ: سَمِعۡتُ ابۡنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا يَقُولُ: مَرَّ النَّبِيُّ ﷺ بِعَنۡزٍ مَيۡتَةٍ، فَقَالَ: (مَا عَلَى أَهۡلِهَا لَوِ انۡتَفَعُوا بِإِهَابِهَا). [طرفه في: ١٤٩٢].

5532. Khaththab bin ‘Utsman telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Himyar menceritakan kepada kami dari Tsabit bin ‘Ajlan. Dia berkata: Aku mendengar Sa’id bin Jubair berkata: Aku mendengar Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berjalan melewati seekor kambing betina yang sudah menjadi bangkai, lalu beliau bersabda, “Tidak ada dosa bagi pemiliknya sekiranya mereka memanfaatkan kulitnya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5531

٣٠ - بَابُ جُلُودِ الۡمَيۡتَةِ
30. Bab Kulit Bangkai


٥٥٣١ - حَدَّثَنَا زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا يَعۡقُوبُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنۡ صَالِحٍ قَالَ: حَدَّثَنِي ابۡنُ شِهَابٍ: أَنَّ عُبَيۡدَ اللهِ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ أَخۡبَرَهُ: أَنَّ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا أَخۡبَرَهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ مَرَّ بِشَاةٍ مَيِّتَةٍ، فَقَالَ: (هَلَّا اسۡتَمۡتَعۡتُمۡ بِإِهَابِهَا). قَالُوا: إِنَّهَا مَيِّتَةٌ، قَالَ: (إِنَّمَا حَرُمَ أَكۡلُهَا). [طرفه في: ١٤٩٢].

5531. Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami: Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari Shalih. Dia berkata: Ibnu Syihab menceritakan kepadaku: ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah mengabarkannya: ‘Abdullah bin ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—mengabarkannya:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berjalan melewati seekor kambing yang sudah menjadi bangkai, lalu beliau bertanya, “Mengapa kalian tidak memanfaatkan kulitnya?”

Mereka menjawab, “Sesungguhnya kambing ini adalah bangkai.”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya yang diharamkan hanyalah memakannya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2636

٣٧ - بَابٌ إِذَا حَمَلَ رَجُلٌ عَلَى فَرَسٍ فَهُوَ كَالۡعُمۡرَى وَالصَّدَقَةِ
37. Bab Apabila Seseorang Menyumbangkan Seekor Kuda (untuk Ditunggangi di Jalan Allah), Maka Hal Itu Seperti Pemberian Seumur Hidup dan Sedekah


وَقَالَ بَعۡضُ النَّاسِ: لَهُ أَنۡ يَرۡجِعَ فِيهَا.

Sebagian orang berpendapat bahwa dia berhak untuk menarik kembali pemberian tersebut.

٢٦٣٦ - حَدَّثَنَا الۡحُمَيۡدِيُّ: أَخۡبَرَنَا سُفۡيَانُ قَالَ: سَمِعۡتُ مَالِكًا يَسۡأَلُ زَيۡدَ بۡنَ أَسۡلَمَ قَالَ: سَمِعۡتُ أَبِي يَقُولُ: قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: حَمَلۡتُ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيلِ اللهِ، فَرَأَيۡتُهُ يُبَاعُ، فَسَأَلۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ، فَقَالَ: (لَا تَشۡتَرِهِ، وَلَا تَعُدۡ فِي صَدَقَتِكَ).

[طرفه في: ١٤٩٠].

2636. Al-Humaidi telah menceritakan kepada kami: Sufyan mengabarkan kepada kami. Dia berkata: Aku mendengar Malik bertanya kepada Zaid bin Aslam. Dia berkata: Aku mendengar ayahku berkata: ‘Umar—radhiyallahu ‘anhu—berkata: Aku pernah menyumbangkan seekor kuda di jalan Allah, lalu aku melihat kuda itu dijual. Aku bertanya kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu beliau bersabda, “Janganlah engkau membelinya kembali, dan janganlah engkau menarik kembali sedekahmu.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2623

٢٦٢٣ - حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ قَزَعَةَ: حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنۡ زَيۡدِ بۡنِ أَسۡلَمَ، عَنۡ أَبِيهِ: سَمِعۡتُ عُمَرَ بۡنَ الۡخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ يَقُولُ: حَمَلۡتُ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيلِ اللهِ، فَأَضَاعَهُ الَّذِي كَانَ عِنۡدَهُ، فَأَرَدۡتُ أَنۡ أَشۡتَرِيَهُ مِنۡهُ، وَظَنَنۡتُ أَنَّهُ بَائِعُهُ بِرُخۡصٍ، فَسَأَلۡتُ عَنۡ ذٰلِكَ النَّبِيَّ ﷺ، فَقَالَ: (لَا تَشۡتَرِهِ وَإِنۡ أَعۡطَاكَهُ بِدِرۡهَمٍ وَاحِدٍ، فَإِنَّ الۡعَائِدَ فِي صَدَقَتِهِ كَالۡكَلۡبِ يَعُودُ فِي قَيۡئِهِ). [طرفه في: ١٤٩٠].

2623. Yahya bin Qaza’ah telah menceritakan kepada kami: Malik menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya: Aku mendengar ‘Umar bin Al-Khaththab—radhiyallahu ‘anhu—berkata:

Aku pernah menyumbangkan seekor kuda di jalan Allah, lalu orang yang membawanya tidak merawatnya dengan baik. Aku pun berniat membelinya kembali dari orang tersebut, dan aku menduga dia akan menjualnya dengan harga murah. Kemudian aku menanyakan hal itu kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu beliau bersabda, “Janganlah engkau membelinya kembali meskipun dia memberikannya kepadamu seharga satu dirham saja, karena orang yang menarik kembali sedekahnya itu bagaikan anjing yang menjilat kembali muntahannya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2775

٣٢ - بَابُ وَقۡفِ الدَّوَابِّ وَالۡكُرَاعِ وَالۡعُرُوضِ وَالصَّامِتِ
32. Bab Wakaf Hewan Ternak, Kuda Perang, Harta Barang, dan Uang/Logam Mulia


قَالَ الزُّهۡرِيُّ فِيمَنۡ جَعَلَ أَلۡفَ دِينَارٍ فِي سَبِيلِ اللهِ، وَدَفَعَهَا إِلَى غُلَامٍ لَهُ تَاجِرٍ يَتۡجُرُ بِهَا، وَجَعَلَ رِبۡحَهُ صَدَقَةً لِلۡمَسَاكِينِ وَالۡأَقۡرَبِينَ: هَلۡ لِلرَّجُلِ أَنۡ يَأۡكُلَ مِنۡ رِبۡحِ ذٰلِكَ الۡأَلۡفِ شَيۡئًا، وَإِنۡ لَمۡ يَكُنۡ جَعَلَ رِبۡحَهَا صَدَقَةً فِي الۡمَسَاكِينِ؟ قَالَ: لَيۡسَ لَهُ أَنۡ يَأۡكُلَ مِنۡهَا.

Az-Zuhri ditanya tentang seseorang yang menjadikan seribu dinar di jalan Allah, lalu menyerahkannya kepada hamba sahayanya yang merupakan seorang pedagang untuk diperdagangkan, dan dia menjadikan keuntungannya sebagai sedekah bagi orang-orang miskin dan kerabat, “Bolehkah bagi orang tersebut untuk makan dari keuntungan seribu dinar itu sedikit pun, jika tadinya dia tidak menjadikan keuntungannya sebagai sedekah bagi orang-orang miskin?”

Beliau menjawab, “Dia tidak boleh memanfaatkan dari keuntungan itu.”

٢٧٧٥ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى: حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ اللهِ قَالَ: حَدَّثَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ عُمَرَ حَمَلَ عَلَى فَرَسٍ لَهُ فِي سَبِيلِ اللهِ، أَعۡطَاهَا رَسُولُ اللهِ ﷺ لَهُ لِيَحۡمِلَ عَلَيۡهَا رَجُلًا، فَأُخۡبِرَ عُمَرُ أَنَّهُ قَدۡ وَقَفَهَا يَبِيعُهَا، فَسَأَلَ رَسُولَ اللهِ ﷺ أَنۡ يَبۡتَاعَهَا، فَقَالَ: (لَا تَبۡتَعۡهَا، وَلَا تَرۡجِعَنَّ فِي صَدَقَتِكَ). [طرفه في: ١٤٨٩].

2775. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yahya menceritakan kepada kami: ‘Ubaidullah menceritakan kepada kami. Dia berkata: Nafi’ menceritakan kepadaku dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—:

‘Umar menyumbangkan seekor kuda miliknya di jalan Allah—yang diberikan oleh Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—kepadanya—untuk ditunggangi oleh seorang pejuang. Kemudian ‘Umar dikabari bahwa orang tersebut memajangnya untuk dijual, maka beliau bertanya kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—apakah beliau boleh membelinya kembali. Rasulullah bersabda, “Janganlah engkau membelinya kembali, dan janganlah sekali-kali engkau menarik kembali sedekahmu.”