Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2634

٢٦٣٤ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَهَّابِ: حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنۡ عَمۡرٍو، عَنۡ طَاوُسٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَعۡلَمُهُمۡ بِذَاكَ - يَعۡنِي ابۡنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا - أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ خَرَجَ إِلَى أَرۡضٍ تَهۡتَزُّ زَرۡعًا، فَقَالَ: (لِمَنۡ هٰذِهِ؟) فَقَالُوا: اكۡتَرَاهَا فُلَانٌ، فَقَالَ: (أَمَا إِنَّهُ لَوۡ مَنَحَهَا إِيَّاهُ، كَانَ خَيۡرًا لَهُ مِنۡ أَنۡ يَأۡخُذَ عَلَيۡهَا أَجۡرًا مَعۡلُومًا). [طرفه في: ٢٣٣٠].

2634. Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahhab menceritakan kepada kami: Ayyub menceritakan kepada kami dari ‘Amr, dari Thawus. Ia berkata: Orang yang paling tahu di antara mereka tentang hal itu menceritakan kepadaku—yaitu Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma—:

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—keluar menuju tanah pertanian yang subur, lalu beliau bertanya, “Milik siapa ini?”

Mereka menjawab, “Fulan menyewanya.”

Beliau bersabda, “Ketahuilah, sekiranya ia memberikannya (pinjam pakai) kepadanya, niscaya itu lebih baik baginya daripada ia mengambil sewa tertentu atasnya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4884

١ - بَابُ قَوۡلِهِ: ﴿مَا قَطَعۡتُمۡ مِنۡ لِينَةٍ﴾ [٥]
1. Bab “Apa saja yang kalian tebang dari pohon kurma (linah)” (QS Al-Hasyr: 5)


نَخۡلَةٍ: مَا لَمۡ تَكُنۡ عَجۡوَةً أَوۡ بَرۡنِيَّةً.

Linah adalah pohon kurma, selama bukan jenis ajwa atau barniyyah.

٤٨٨٤ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ: حَدَّثَنَا لَيۡثٌ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ حَرَّقَ نَخۡلَ بَنِي النَّضِيرِ وَقَطَعَ، وَهِيَ الۡبُوَيۡرَةُ، فَأَنۡزَلَ اللهُ تَعَالَى: ﴿مَا قَطَعۡتُمۡ مِنۡ لِينَةٍ أَوۡ تَرَكۡتُمُوهَا قَائِمَةً عَلَى أُصُولِهَا فَبِإِذۡنِ اللهِ وَلِيُخۡزِيَ الۡفَاسِقِينَ﴾. [طرفه في: ٢٣٢٦].

4884. Qutaibah telah menceritakan kepada kami: Laits menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membakar dan menebang pohon kurma Bani An-Nadhir, yaitu di Al-Buwairah. Maka Allah taala menurunkan ayat: “Apa saja yang kalian tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kalian biarkan berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah dan karena Dia hendak menimpakan kehinaan kepada orang-orang fasik.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4031 dan 4032

٤٠٣١ - حَدَّثَنَا آدَمُ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: حَرَّقَ رَسُولُ اللهِ ﷺ نَخۡلَ بَنِي النَّضِيرِ وَقَطَعَ - وَهِيَ الۡبُوَيۡرَةُ – فَنَزَلَتۡ: ﴿مَا قَطَعۡتُمۡ مِنۡ لِينَةٍ أَوۡ تَرَكۡتُمُوهَا قَائِمَةً عَلَى أُصُولِهَا فَبِإِذۡنِ اللهِ﴾ [الحشر: ٥]. [طرفه في: ٢٣٢٦].

4031. Adam telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membakar dan menebang pohon kurma Bani An-Nadhir, yaitu di Al-Buwairah, maka turunlah ayat: “Apa saja yang kalian tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kalian biarkan berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah.” (QS Al-Hasyr: 5).

٤٠٣٢ - حَدَّثَنِي إِسۡحَاقُ: أَخۡبَرَنَا حَبَّانُ: أَخۡبَرَنَا جُوَيۡرِيَةُ بۡنُ أَسۡمَاءَ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ حَرَّقَ نَخۡلَ بَنِي النَّضِيرِ، قَالَ: وَلَهَا يَقُولُ حَسَّانُ بۡنُ ثَابِتٍ:

وَهَـانَ عَلَى سَرَاةِ بَنِي لُؤَيٍّ حَرِيـقٌ بِـالۡبـُوَيۡرَةِ مُسۡتَطِيرُ

قَالَ: فَأَجَابَهُ أَبُو سُفۡيَانَ بۡنُ الۡحَارِثِ:

أَدَامَ اللهُ ذٰلِـكَ مِنۡ صَنِيعٍ وَحَرَّقَ فِي نَوَاحِيهَا السَّعِيرُ

سَـتَـعۡـلَـمُ أَيُّـنَـا مِـنۡـهَـا بِنُزۡهٍ وَتَـعۡـلَـمُ أَيَّ أَرۡضَيۡنَا تَضِيرُ

[طرفه في: ٢٣٢٦].

4032. Ishaq telah menceritakan kepadaku: Habban mengabarkan kepada kami: Juwairiyah bin Asma` mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membakar pohon kurma Bani An-Nadhir.

Ibnu ‘Umar berkata: Dan mengenai peristiwa itu, Hassan bin Tsabit berkata dalam syairnya:

Terasa ringan bagi para pemuka Bani Lu`ay … Kobaran api di Al-Buwairah yang membubung luas.

Ibnu ‘Umar berkata: Lalu Abu Sufyan bin Al-Harits membalasnya (dalam syairnya):

Semoga Allah mengekalkan perbuatan tersebut … Dan menyalakan api yang membakar di berbagai penjurunya.

Kelak engkau akan mengetahui siapa di antara kita yang terbebas darinya … Dan engkau akan mengetahui negeri mana di antara kita yang akan binasa.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3782

٣٧٨٢ - حَدَّثَنَا الصَّلۡتُ بۡنُ مُحَمَّدٍ أَبُو هَمَّامٍ قَالَ: سَمِعۡتُ الۡمُغِيرَةَ بۡنَ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ: حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَتِ الۡأَنۡصَارُ: اقۡسِمۡ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَهُمُ النَّخۡلَ، قَالَ: (لَا) قَالَ: (تَكۡفُونَا الۡمَؤُونَةَ وَتُشۡرِكُونَا فِي التَّمۡرِ). قَالُوا: سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَا. [طرفه في: ٢٣٢٥].

3782. Ash-Shalt bin Muhammad Abu Hammam telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Aku mendengar Al-Mughirah bin ‘Abdurrahman menceritakan kepada kami: Abu Az-Zinad menceritakan kepada kami dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata:

Kaum Ansar berkata (kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—), “Bagilah pohon-pohon kurma antara kami dan mereka (kaum Muhajirin).”

Beliau berkata, “Tidak.”

Kaum Ansar berkata (kepada kaum Muhajirin), “Kalian mencukupi kami dalam hal pemeliharaan, dan kalian mengikutsertakan kami dalam hasil buah kurmanya.”

Kaum Muhajirin berkata, “Kami mendengar dan kami taat.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2719

٥ - بَابُ الشُّرُوطِ فِي الۡمُعَامَلَةِ
5. Bab Syarat-Syarat dalam Perjanjian Kerja Sama


٢٧١٩ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ: حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَتِ الۡأَنۡصَارُ لِلنَّبِيِّ ﷺ: اقۡسِمۡ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَ إِخۡوَانِنَا النَّخِيلَ، قَالَ: (لَا). فَقَالَ الۡأَنۡصَارُ: تَكۡفُونَا الۡمَؤُونَةَ وَنُشۡرِكُكُمۡ فِي الثَّمَرَةِ. قَالُوا: سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَا. [طرفه في: ٢٣٢٥].

2719. Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada kami: Abu Az-Zinad menceritakan kepada kami dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata:

Kaum Ansar berkata kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Bagilah pohon-pohon kurma kami antara kami dan saudara-saudara kami (kaum Muhajirin).”

Beliau bersabda, “Tidak.”

Maka kaum Ansar berkata (kepada kaum Muhajirin), “Kalian mencukupi kami dalam hal pemeliharaan, dan kami mengikutsertakan kalian dalam hasil buahnya.”

Mereka (kaum Muhajirin dan Ansar) berkata, “Kami mendengar dan kami taat.”