Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2734

١٦ - بَابُ الشُّرُوطِ فِي الۡقَرۡضِ
16. Bab Syarat-Syarat dalam Pinjaman


وَقَالَ ابۡنُ عُمَرَ وَعَطَاءٌ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: إِذَا أَجَّلَهُ فِي الۡقَرۡضِ جَازَ.

Ibnu ‘Umar dan ‘Atha`—radhiyallahu ‘anhuma—berkata, “Apabila seseorang menentukan jangka waktu jatuh tempo dalam pinjaman, maka hal itu boleh.”

٢٧٣٤ - وَقَالَ اللَّيۡثُ: حَدَّثَنِي جَعۡفَرُ بۡنُ رَبِيعَةَ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ هُرۡمُزَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ: أَنَّهُ ذَكَرَ رَجُلًا سَأَلَ بَعۡضَ بَنِي إِسۡرَائِيلَ أَنۡ يُسۡلِفَهُ أَلۡفَ دِينَارِ، فَدَفَعَهَا إِلَيۡهِ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى. [طرفه في: ١٤٩٨].

2734. Al-Laits berkata: Ja’far bin Rabi’ah menceritakan kepadaku dari ‘Abdurrahman bin Hurmuz, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—, dari Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—: Beliau menceritakan seorang laki-laki yang meminta kepada sebagian Bani Israil agar memberinya pinjaman seribu dinar, lalu dia pun menyerahkan (uang) itu kepadanya sampai jangka waktu tertentu.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2404

١٧ - بَابٌ إِذَا أَقۡرَضَهُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى، أَوۡ أَجَّلَهُ فِي الۡبَيۡعِ
17. Bab Apabila Seseorang Memberinya Pinjaman sampai Jangka Waktu Tertentu, atau Menangguhkan Pembayaran dalam Jual Beli


قَالَ ابۡنُ عُمَرَ فِي الۡقَرۡضِ إِلَى أَجَلٍ: لَا بَأۡسَ بِهِ، وَإِنۡ أُعۡطِيَ أَفۡضَلَ مِنۡ دَرَاهِمِهِ، مَا لَمۡ يَشۡتَرِطۡ.

وَقَالَ عَطَاءٌ وَعَمۡرُو بۡنُ دِينَارٍ: هُوَ إِلَى أَجَلِهِ فِي الۡقَرۡضِ.

Ibnu ‘Umar berkata tentang pinjaman sampai jangka waktu tertentu, “Tidak mengapa, sekalipun dia diberi pembayaran yang lebih baik daripada dirham-dirham yang dipinjamkannya, selama dia tidak mensyaratkan.”

‘Atha` dan ‘Amr bin Dinar berkata, “(Tenggat pembayaran) pinjaman itu berlaku sesuai dengan jangka waktu yang disepakati.”

٢٤٠٤ - وَقَالَ اللَّيۡثُ: حَدَّثَنِي جَعۡفَرُ بۡنُ رَبِيعَةَ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمَنِ بۡنِ هُرۡمُزَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ: (أَنَّهُ ذَكَرَ رَجُلًا مِنۡ بَنِي إِسۡرَائِيلَ، سَأَلَ بَعۡضَ بَنِي إِسۡرَائِيلَ أَنۡ يُسۡلِفَهُ، فَدَفَعَهَا إِلَيۡهِ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى). فَذَكَرَ الۡحَدِيثَ. [طرفه في: ١٤٩٨].

2404. Al-Laits berkata: Ja’far bin Rabi’ah menceritakan kepadaku dari ‘Abdurrahman bin Hurmuz, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—, dari Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—: Beliau menceritakan seorang laki-laki dari Bani Israil yang meminta kepada sebagian Bani Israil agar memberinya pinjaman, lalu dia pun menyerahkan (pinjaman) itu kepadanya sampai jangka waktu tertentu. Lalu dia menyebutkan kelengkapan hadis tersebut.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4166

٤١٦٦ - حَدَّثَنَا آدَمُ بۡنُ أَبِي إِيَاسٍ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ مُرَّةَ قَالَ: سَمِعۡتُ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ أَبِي أَوۡفَى، وَكَانَ مِنۡ أَصۡحَابِ الشَّجَرَةِ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا أَتَاهُ قَوۡمٌ بِصَدَقَةٍ قَالَ: (اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيۡهِمۡ). فَأَتَاهُ أَبِي بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ: (اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوۡفَى). [طرفه في: ١٤٩٧].

4166. Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami dari ‘Amr bin Murrah. Dia berkata: Aku mendengar ‘Abdullah bin Abu Aufa—dan dia termasuk sahabat Nabi yang ikut serta dalam baiat di bawah pohon—berkata:

Apabila suatu kaum datang membawa sedekah mereka kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, beliau berdoa, “Ya Allah, berilah selawat kepada mereka (pujilah mereka di hadapan malaikat, dan curahkanlah rahmat dan ampunan untuk mereka).”

Lalu ayahku datang membawa sedekahnya kepada beliau, maka beliau berdoa, “Ya Allah, berilah selawat kepada keluarga Abu Aufa.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6700

٣١ - بَابُ النَّذۡرِ فِيمَا لَا يَمۡلِكُ وَفِي مَعۡصِيَةٍ
31. Bab Nazar pada Harta yang Tidak Dimiliki dan dalam Maksiat


٦٧٠٠ - حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنۡ مَالِكٍ، عَنۡ طَلۡحَةَ بۡنِ عَبۡدِ الۡمَلِكِ، عَنِ الۡقَاسِمِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا قَالَتۡ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (مَنۡ نَذَرَ أَنۡ يُطِيعَ اللهَ فَلۡيُطِعۡهُ، وَمَنۡ نَذَرَ أَنۡ يَعۡصِيَهُ فَلَا يَعۡصِهِ). [طرفه في: ٦٦٩٦].

6700. Abu ‘Ashim telah menceritakan kepada kami dari Malik, dari Thalhah bin ‘Abdul Malik, dari Al-Qasim, dari ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha—. Ia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa bernazar untuk menaati Allah, hendaklah ia menaati-Nya. Barang siapa bernazar untuk memaksiati-Nya, maka janganlah ia memaksiati-Nya.”

Shahih Muslim hadis nomor 408

٧٠ - (٤٠٨) - حَدَّثَنَا يَحۡيَىٰ بۡنُ أَيُّوبَ وَقُتَيۡبَةُ وَابۡنُ حُجۡرٍ. قَالُوا: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ - وَهُوَ ابۡنُ جَعۡفَرٍ - عَنِ الۡعَلَاءِ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (مَنۡ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً، صَلَّى اللهُ عَلَيۡهِ عَشۡرًا).

70. (408). Yahya bin Ayyub, Qutaibah, dan Ibnu Hujr telah menceritakan kepada kami. Mereka berkata: Isma’il bin Ja’far menceritakan kepada kami dari Al-‘Ala`, dari ayahnya, dari Abu Hurairah: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa berselawat kepadaku satu kali, niscaya Allah berselawat kepadanya sepuluh kali.”