Cari Blog Ini

Shahih Muslim hadis nomor 654

٤٤ - بَابٌ صَلَاةُ الۡجَمَاعَةِ مِنۡ سُنَنِ الۡهُدَى
44. Bab Salat Berjemaah Termasuk Sunah-Sunah Petunjuk


٢٥٦ - (٦٥٤) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بِشۡرٍ الۡعَبۡدِيُّ: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ بۡنُ أَبِي زَائِدَةَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡمَلِكِ بۡنُ عُمَيۡرٍ، عَنۡ أَبِي الۡأَحۡوَصِ قَالَ: قَالَ عَبۡدُ اللهِ: لَقَدۡ رَأَيۡتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنِ الصَّلَاةِ إِلَّا مُنَافِقٌ قَدۡ عُلِمَ نِفَاقُهُ، أَوۡ مَرِيضٌ إِنۡ كَانَ الۡمَرِيضُ لَيَمۡشِي بَيۡنَ رَجُلَيۡنِ حَتَّى يَأۡتِيَ الصَّلَاةَ. وَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ عَلَّمَنَا سُنَنَ الۡهُدَىٰ، وَإِنَّ مِنۡ سُنَنِ الۡهُدَى الصَّلَاةَ فِي الۡمَسۡجِدِ الَّذِي يُؤَذَّنُ فِيهِ.

256. (654). Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Bisyr Al-‘Abdi menceritakan kepada kami: Zakariyya` bin Abu Za`idah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Malik bin ‘Umair menceritakan kepada kami dari Abu Al-Ahwash. Ia berkata:

‘Abdullah berkata, “Sungguh aku telah melihat keadaan kami (para sahabat), tidak ada yang tertinggal dari salat (berjemaah) kecuali orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya atau orang yang sakit. Sungguh, seorang yang sakit pun tetap berjalan (dipapah) di antara dua orang hingga ia mendatangi salat.”

Beliau juga berkata, “Sesungguhnya Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—telah mengajarkan kepada kami sunah-sunah petunjuk dan sesungguhnya di antara sunah-sunah petunjuk itu adalah salat di masjid yang dikumandangkan azan di dalamnya.”

٢٥٧ - (...) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا الۡفَضۡلُ بۡنُ دُكَيۡنٍ، عَنۡ أَبِي الۡعُمَيۡسِ، عَنۡ عَلِيِّ بۡنِ الۡأَقۡمَرِ، عَنۡ أَبِي الۡأَحۡوَصِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ، قَالَ: مَنۡ سَرَّهُ أَنۡ يَلۡقَى اللهَ غَدًا مُسۡلِمًا فَلۡيُحَافِظۡ عَلَى هَٰؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ حَيۡثُ يُنَادَىٰ بِهِنَّ، فَإِنَّ اللهَ شَرَعَ لِنَبِيِّكُمۡ ﷺ سُنَنَ الۡهُدَىٰ، وَإِنَّهُنَّ مِنۡ سُنَنِ الۡهُدَىٰ، وَلَوۡ أَنَّكُمۡ صَلَّيۡتُمۡ فِي بُيُوتِكُمۡ كَمَا يُصَلِّي هَٰذَا الۡمُتَخَلِّفُ فِي بَيۡتِهِ لَتَرَكۡتُمۡ سُنَّةَ نَبِيِّكُمۡ، وَلَوۡ تَرَكۡتُمۡ سُنَّةَ نَبِيِّكُمۡ لَضَلَلۡتُمۡ. وَمَا مِنۡ رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ فَيُحۡسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَعۡمِدُ إِلَى مَسۡجِدٍ مِنۡ هَٰذِهِ الۡمَسَاجِدِ إِلَّا كَتَبَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ خَطۡوَةٍ يَخۡطُوهَا حَسَنَةً، وَيَرۡفَعُهُ بِهَا دَرَجَةً، وَيَحُطُّ عَنۡهُ بِهَا سَيِّئَةً، وَلَقَدۡ رَأَيۡتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنۡهَا إِلَّا مُنَافِقٌ، مَعۡلُومُ النِّفَاقِ. وَلَقَدۡ كَانَ الرَّجُلُ يُؤۡتَىٰ بِهِ يُهَادَىٰ بَيۡنَ الرَّجُلَيۡنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ.

257. Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Al-Fadhl bin Dukain menceritakan kepada kami dari Abu Al-‘Umais, dari ‘Ali bin Al-Aqmar, dari Abu Al-Ahwash, dari ‘Abdullah. Beliau berkata,

“Barang siapa yang merasa senang untuk bertemu Allah besok (pada hari kiamat) dalam keadaan muslim, maka hendaklah ia menjaga salat-salat ini di tempat (masjid) yang azan dikumandangkan di situ. Karena sesungguhnya Allah telah mensyariatkan kepada Nabi kalian—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sunah-sunah petunjuk dan sesungguhnya salat-salat tersebut termasuk bagian dari sunah-sunah petunjuk. Seandainya kalian salat di rumah-rumah kalian sebagaimana orang yang tertinggal ini salat di rumahnya, niscaya kalian telah meninggalkan sunah Nabi kalian. Dan seandainya kalian meninggalkan sunah Nabi kalian, niscaya kalian akan tersesat. Tidaklah seseorang bersuci lalu membaguskan bersucinya, kemudian ia menuju ke salah satu masjid dari masjid-masjid ini, melainkan Allah akan mencatat baginya satu kebaikan untuk setiap langkah yang ia ayunkan, mengangkat derajatnya dengannya, dan menghapuskan satu keburukan darinya. Sungguh aku telah melihat keadaan kami, tidak ada yang tertinggal darinya kecuali orang munafik yang nyata kemunafikannya. Dan sungguh, dahulu ada seorang laki-laki yang didatangkan dengan dipapah di antara dua orang hingga ia diberdirikan di dalam saf.”

Shahih Muslim hadis nomor 956

٧١ - (٩٥٦) - وَحَدَّثَنِي أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهۡرَانِيُّ وَأَبُو كَامِلٍ فُضَيۡلُ بۡنُ حُسَيۡنٍ الۡجَحۡدَرِيُّ - وَاللَّفۡظُ لِأَبِي كَامِلٍ – قَالَا: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ - وَهُوَ ابۡنُ زَيۡدٍ - عَنۡ ثَابِتٍ الۡبُنَانِيِّ، عَنۡ أَبِي رَافِعٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ؛ أَنَّ امۡرَأَةً سَوۡدَاءَ كَانَتۡ تَقُمُّ الۡمَسۡجِدَ - أَوۡ شَابًّا - فَفَقَدَهَا رَسُولُ اللهِ ﷺ. فَسَأَلَ عَنۡهَا - أَوۡ عَنۡهُ – فَقَالُوا: مَاتَ. قَالَ: (أَفَلَا كُنۡتُمۡ آذَنۡتُمُونِي). قَالَ: فَكَأَنَّهُمۡ صَغَّرُوا أَمۡرَهَا - أَوۡ أَمۡرَهُ -. فَقَالَ: (دُلُّونِي عَلَىٰ قَبۡرِهِ) فَدَلُّوهُ، فَصَلَّىٰ عَلَيۡهَا، ثُمَّ قَالَ: (إِنَّ هٰذِهِ الۡقُبُورَ مَمۡلُوءَةٌ ظُلۡمَةً عَلَىٰ أَهۡلِهَا، وَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لَهُمۡ بِصَلَاتِي عَلَيۡهِمۡ).


956. Abu Ar-Rabi’ Az-Zahrani dan Abu Kamil Fudhail bin Husain Al-Jahdari telah menceritakan kepadaku—lafaz hadis ini milik Abu Kamil—. Mereka berdua berkata: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Tsabit Al-Bunani, dari Abu Rafi’, dari Abu Hurairah:

Ada seorang wanita hitam—atau seorang pemuda—yang biasa menyapu masjid. Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—merasa kehilangan orang tersebut, lalu beliau menanyakannya. Para sahabat menjawab, “Ia telah meninggal.”

Beliau bertanya, “Mengapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?”

Abu Hurairah berkata: Seolah-olah mereka menganggap remeh urusan orang tersebut. Beliau lalu bersabda, “Tunjukkanlah makamnya kepadaku!”

Mereka pun menunjukkannya, lalu beliau menyalatinya. Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini penuh dengan kegelapan bagi penghuninya dan sesungguhnya Allah taala meneranginya untuk mereka dengan salatku atas mereka.”

Shahih Muslim hadis nomor 549

(٥٤٩) - وَحَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ، عَنۡ مَالِكِ بۡنِ أَنَسٍ - فِيمَا قُرِىءَ عَلَيۡهِ - عَنۡ هِشَامِ بۡنِ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ رَأَى بُصَاقًا فِي جِدَارِ الۡقِبۡلَةِ أَوۡ مُخَاطًا أَوۡ نُخَامَةً، فَحَكَّهُ.


(549). Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami dari Malik bin Anas, sebagaimana yang dibacakan kepadanya, dari Hisyam bin ‘Urwah, dari ayahnya, dari ‘Aisyah: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melihat ludah, ingus, atau dahak di dinding kiblat, lalu beliau mengeriknya.

Sunan Ibnu Majah hadis nomor 781

٧٨١ - (صحيح) حَدَّثَنَا مَجۡزَأَةُ بۡنُ سُفۡيَانَ بۡنِ أَسِيدٍ، مَوۡلَى ثَابِتٍ الۡبُنَانِيِّ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ دَاوُدَ الصَّائِغُ، عَنۡ ثَابِتٍ الۡبُنَانِيِّ، عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ؛ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (بَشِّرِ الۡمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الۡمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ). [المصادر المذكورة قبله].

781. [Sahih] Majza`ah bin Sufyan bin Asid maula Tsabit Al-Bunani telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Sulaiman bin Dawud Ash-Sha`igh menceritakan kepada kami dari Tsabit Al-Bunani, dari Anas bin Malik. Beliau berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.”

Sunan Ibnu Majah hadis nomor 758 dan 759

٧٥٨ – (صحيح) حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ بۡنُ بِشۡرِ بۡنِ الۡحَكَمِ، وَأَحۡمَدُ بۡنُ الۡأَزۡهَرِ، قَالَا: حَدَّثَنَا مَالِكُ بۡنُ سُعَيۡرٍ، قَالَ: أَنۡبَأَنَا هِشَامُ بۡنُ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ أَمَرَ بِالۡمَسَاجِدِ أَنۡ تُبۡنَى فِي الدُّورِ، وَأَنۡ تُطَهَّرَ وَتُطَيَّبَ. [(المشكاة)(٧١٧)، (صحيح أبي داود)(٤٧٩)].

758. [Sahih] ‘Abdurrahman bin Bisyr bin Al-Hakam dan Ahmad bin Al-Azhar telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Malik bin Su’air menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Hisyam bin ‘Urwah memberitakan kepada kami dari ayahnya, dari ‘Aisyah: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan agar masjid-masjid dibangun di perkampungan serta agar disucikan dan diberi wangi-wangian.

٧٥٩ - (صحيح) حَدَّثَنَا رِزۡقُ اللهِ بۡنُ مُوسَى، قَالَ: حَدَّثَنَا يَعۡقُوبُ بۡنُ إِسۡحَاقَ الۡحَضۡرَمِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا زَائِدَةُ بۡنُ قُدَامَةَ، عَنۡ هِشَامِ بۡنِ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ؛ قَالَتۡ: أَمَرَ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَنۡ تُتَّخَذَ الۡمَسَاجِدُ فِي الدُّورِ، وَأَنۡ تُطَهَّرَ وَتُطَيَّبَ. [(صحيح أبي داود) أيضًا].

759. [Sahih] Rizqullah bin Musa telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ya’qub bin Ishaq Al-Hadhrami menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Za`idah bin Qudamah menceritakan kepada kami dari Hisyam bin ‘Urwah, dari ayahnya, dari ‘Aisyah. Beliau berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan agar masjid-masjid dibangun di perkampungan serta agar disucikan dan diberi wangi-wangian.