٢٠ - بَابُ بَيۡعِ الۡخِلۡطِ مِنَ التَّمۡرِ
20. Bab Penjualan Kurma Campuran
٢٠٨٠ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا شَيۡبَانُ، عَنۡ يَحۡيَى، عَنۡ
أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كُنَّا
نُرۡزَقُ تَمۡرَ الۡجَمۡعِ، وَهُوَ الۡخِلۡطُ مِنَ التَّمۡرِ، وَكُنَّا نَبِيعُ
صَاعَيۡنِ بِصَاعٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا صَاعَيۡنِ بِصَاعٍ، وَلَا
دِرۡهَمَيۡنِ بِدِرۡهَمٍ).
2080. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Syaiban menceritakan kepada
kami dari Yahya, dari Abu Salamah, dari Abu Sa’id—radhiyallahu ‘anhu—. Ia
berkata: Dahulu kami diberi rezeki kurma al-jam’, yaitu kurma campuran
(berbeda-beda kualitasnya), dan kami menjual dua sha’ (kurma kualitas rendah)
dengan satu sha’ (kurma kualitas tinggi). Maka Nabi Muhammad—shallallahu
‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah dua sha’ ditukar dengan satu sha’ dan
jangan pula dua dirham ditukar dengan satu dirham!”