٧٢٥٨، ٧٢٥٩ - حَدَّثَنَا زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا يَعۡقُوبُ بۡنُ
إِبۡرَاهِيمَ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنۡ صَالِحٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ: أَنَّ
عُبَيۡدَ اللهِ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ أَخۡبَرَهُ: أَنَّ أَبَا هُرَيۡرَةَ وَزَيۡدَ
بۡنَ خَالِدٍ أَخۡبَرَاهُ: أَنَّ رَجُلَيۡنِ اخۡتَصَمَا إِلَى النَّبِيِّ ﷺ.
[طرفه في:
٢٣١٤].
7258, 7259. Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami: Ya’qub bin Ibrahim
menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari Shalih, dari
Ibnu Syihab: ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah mengabarkan kepadanya: Abu Hurairah dan
Zaid bin Khalid
mengabarkan kepadanya: Ada dua orang lelaki yang berselisih di hadapan
Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.
٧٢٦٠ - وَحَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ، عَنِ
الزُّهۡرِيِّ: أَخۡبَرَنِي عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُتۡبَةَ
بۡنِ مَسۡعُودٍ: أَنَّ أَبَا هُرَيۡرَةَ قَالَ: بَيۡنَمَا نَحۡنُ عِنۡدَ
رَسُولِ اللهِ ﷺ إِذۡ قَامَ رَجُلٌ مِنَ الۡأَعۡرَابِ فَقَالَ: يَا رَسُولَ
اللهِ، اقۡضِ لِي بِكِتَابِ اللهِ، فَقَامَ خَصۡمُهُ فَقَالَ: صَدَقَ يَا
رَسُولَ اللهِ، اقۡضِ لَهُ بِكِتَابِ اللهِ وَأۡذَنۡ لِي، فَقَالَ لَهُ
النَّبِيُّ ﷺ: (قُلۡ). فَقَالَ: إِنَّ ابۡنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى هٰذَا -
وَالۡعَسِيفُ الۡأَجِيرُ - فَزَنَى بِامۡرَأَتِهِ، فَأَخۡبَرُونِي أَنَّ عَلَى
ابۡنِي الرَّجۡمَ، فَافۡتَدَيۡتُ مِنۡهُ بِمِائَةٍ مِنَ الۡغَنَمِ وَوَلِيدَةٍ،
ثُمَّ سَأَلۡتُ أَهۡلَ الۡعِلۡمِ، فَأَخۡبَرُونِي أَنَّ عَلَى امۡرَأَتِهِ
الرَّجۡمَ، وَأَنَّمَا عَلَى ابۡنِي جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ،
فَقَالَ: (وَالَّذِي نَفۡسِي بِيَدِهِ، لَأَقۡضِيَنَّ بَيۡنَكُمَا بِكِتَابِ
اللهِ، أَمَّا الۡوَلِيدَةُ وَالۡغَنَمُ فَرُدُّوهَا، وَأَمَّا ابۡنُكَ
فَعَلَيۡهِ جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، وَأَمَّا أَنۡتَ يَا أُنَيۡسُ -
لِرَجُلٍ مِنۡ أَسۡلَمَ - فَاغۡدُ عَلَى امۡرَأَةِ هٰذَا، فَإِنِ اعۡتَرَفَتۡ
فَارۡجُمۡهَا). فَغَدَا عَلَيۡهَا أُنَيۡسٌ فَاعۡتَرَفَتۡ فَرَجَمَهَا.
7260. Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada
kami dari Az-Zuhri: ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud
mengabarkan kepadaku: Abu Hurairah berkata:
Ketika kami sedang berada di sisi Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—,
tiba-tiba seorang lelaki dari Arab Badui berdiri seraya berkata, “Wahai
Rasulullah, putuskanlah perkara bagiku dengan Kitabullah.”
Lalu lawan perkaranya berdiri seraya berkata, “Ia benar, wahai Rasulullah,
putuskanlah perkara baginya dengan Kitabullah dan izinkanlah aku (untuk
bicara).”
Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepadanya, “Bicaralah.”
Ia berkata, “Sesungguhnya anak lakiku tadinya adalah buruh yang bekerja pada
orang ini—dan al-‘asif adalah al-ajir (buruh)—lalu ia berzina dengan istrinya.
Orang-orang mengabarkan kepadaku bahwa anakku harus dirajam, maka aku menebus
darinya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak wanita. Kemudian aku
bertanya kepada para ahli ilmu, lalu mereka mengabarkan kepadaku bahwa atas
istrinya hukuman rajam, sedangkan kewajiban atas anakku hanyalah dicambuk
seratus kali dan diasingkan selama satu tahun.”
Nabi bersabda, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku
benar-benar akan memutuskan perkara di antara kalian berdua dengan Kitabullah.
Adapun budak wanita dan kambing tersebut, kembalikanlah, sedangkan anakmu
wajib dikenakan hukuman cambuk seratus kali dan pengasingan selama satu tahun.
Dan adapun engkau, wahai
Unais—kepada seorang lelaki dari Aslam— pergilah besok pagi kepada istri orang
ini, jika ia mengaku, maka rajamlah ia.”
Maka Unais pergi kepada wanita itu besok harinya lalu wanita itu mengaku, maka
ia merajamnya.