Cari Blog Ini

Al-Isti'ab - 1788. 'Utsman bin Hunaif

١٧٨٨ - [عثمان بن حنيف الأنصاري]:
1788. ‘Utsman bin Hunaif Al-Anshari


عثمان بن حنيف بن واهب بن العكيم بن ثعلبة بن الحارث بن مجدعة الأنصاري، من بنى عمرو بن عوف بن مالك بن الأوس. أخو سهل بن حنيف، يكنى أبا عمرو، وقيل: أبا عبد الله، عمل لعمر ثم لعلى رضي الله عنهما، وولاه عمر بن الخطاب رضي الله عنه مساحة الأرضين وجبايتها، وضرب الخراج والجزية على أهلها، وولاه علي رضي الله عنه البصرة فأخرجه طلحة والزبير رضي الله عنهما حين قدما البصرة، ثم قدم على رضي الله عنه، فكانت وقعة الجمل، فلما خرج على رضي الله عنه من البصرة ولاها عبد الله ابن عباس رضي الله عنهما.

‘Utsman bin Hunaif bin Wahib bin Al-‘Ukaim bin Tsa’labah bin Al-Harits bin Majda’ah Al-Anshari. Dari bani ‘Amr bin ‘Auf bin Malik bin Al-Aus. Saudara Sahl bin Hunaif. Ia dikenal dengan kunyah Abu ‘Amr dan ada yang berpendapat Abu ‘Abdullah. Ia bekerja untuk ‘Umar dan kemudian untuk ‘Ali—radhiyallahu ‘anhuma—. ‘Umar bin Khaththab—radhiyallahu ‘anhu—menugaskannya untuk mengurusi tanah dan pungutannya, serta mengenakan kharaj (pajak tanah) dan jizyah (pajak untuk orang kafir zimi) kepada penduduknya. ‘Ali—radhiyallahu ‘anhu—mengangkatnya sebagai gubernur Bashrah, tetapi Thalhah dan Az-Zubair—radhiyallahu ‘anhuma—mengusirnya ketika mereka tiba di Bashrah. Kemudian ‘Ali—radhiyallahu ‘anhu—datang dan terjadilah perang Jamal. Ketika ‘Ali—radhiyallahu ‘anhu—meninggalkan Bashrah, ia mengangkat ‘Abdullah bin ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—sebagai gubernur.

ذكر العلماء بالأثر والخبر أن عمر بن الخطاب استشار الصحابة في رجل يوجه إلى العراق، فأجمعوا جميعا على عثمان بن حنيف وقالوا: إن تبعثه على أهم من ذلك فإن له بصرا وعقلا ومعرفة وتجربة، فأسرع عمر إليه، فولاه مساحة أرض العراق، فضرب عثمان على كل جريب من الأرض يناله الماء غامرا وعامرا درهما وقفيزا، فبلغت جباية سواد الكوفة قبل أن يموت عمر بعام مائة ألف ألف ونيفا. ونال عثمان بن حنيف في نزول عسكر طلحة والزبير البصرة ما زاد في فضله، ثم سكن عثمان بن حنيف الكوفة وبقي إلى زمان معاوية.

Para ulama telah meriwayatkan, berdasarkan atsar dan khabar, bahwa ‘Umar bin Khaththab bermusyawarah dengan para sahabat tentang seseorang yang akan dikirim ke Irak. Mereka semua sepakat terhadap ‘Utsman bin Hunaif, dengan mengatakan bahwa jika Anda mengirimnya untuk tugas yang lebih penting (niscaya dia mampu), karena ia memiliki wawasan, kecerdasan, pengetahuan, dan pengalaman. ‘Umar segera menugaskannya untuk mengurus tanah Irak. ‘Utsman kemudian memungut pajak sebesar satu dirham dan satu qafiz untuk setiap ladang yang diairi air, baik yang tidak ditanami maupun yang ditanami. Pendapatan harta dari daerah Kufah mencapai lebih dari seratus juta setahun sebelum wafatnya ‘Umar. Keutamaan ‘Utsman bin Hunaif semakin bertambah ketika terjadinya peristiwa pasukan Thalhah dan Az-Zubair menduduki Bashrah. Ia kemudian menetap di Kufah dan tinggal di sana hingga masa Mu’awiyah.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7411

٧٤١١ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ: حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (يَدُ اللهِ مَلۡأَى لَا يَغِيضُهَا نَفَقَةٌ، سَحَّاءُ اللَّيۡلَ وَالنَّهَارَ. وَقَالَ: أَرَأَيۡتُمۡ مَا أَنۡفَقَ مُنۡذُ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالۡأَرۡضَ، فَإِنَّهُ لَمۡ يَغِضۡ مَا فِي يَدِهِ، وَقَالَ: عَرۡشُهُ عَلَى الۡمَاءِ، وَبِيَدِهِ الۡأُخۡرَى الۡمِيزَانُ، يَخۡفِضُ وَيَرۡفَعُ). [طرفه في: ٤٦٨٤].

7411. Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada kami: Abu Az-Zinad menceritakan kepada kami dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Tangan Allah selalu penuh. Nafkah yang dilimpahkan sepanjang malam dan siang tidak mengurangi apa yang ada di tangan-Nya.”

Beliau berkata, “Apa pendapat kalian tentang apa yang telah Allah nafkahkan sejak menciptakan langit dan bumi? Sungguh hal itu tidak mengurangi apa yang ada di tangan-Nya.”

Beliau juga berkata, “Arasy-Nya di atas air dan di tangan-Nya yang lain ada timbangan. Dia merendahkan dan menaikkan (siapa saja yang dikehendaki-Nya).”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7504 dan 7505

٧٥٠٤ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنۡ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (قَالَ اللهُ: إِذَا أَحَبَّ عَبۡدِي لِقَائِي أَحۡبَبۡتُ لِقَاءَهُ، وَإِذَا كَرِهَ لِقَائِي كَرِهۡتُ لِقَاءَهُ).

7504. Isma’il telah menceritakan kepada kami: Malik menceritakan kepadaku dari Abu Az-Zinad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Allah berkata: Apabila hamba-Ku senang berjumpa dengan-Ku, Aku senang berjumpa dengannya. Apabila ia benci berjumpa dengan-Ku, Aku benci berjumpa dengannya.”

٧٥٠٥ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ: حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (قَالَ اللهُ: أَنَا عِنۡدَ ظَنِّ عَبۡدِي بِي). [طرفه في: ٧٤٠٥].

7505. Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada kami: Abu Az-Zinad menceritakan kepada kami dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Allah berkata: Aku sesuai dengan perkiraan hamba-Ku terhadap-Ku.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7500, 7501, dan 7502

٧٥٠٠ - حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بۡنُ مِنۡهَالٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عُمَرَ النُّمَيۡرِيُّ: حَدَّثَنَا يُونُسُ بۡنُ يَزِيدَ الۡأَيۡلِيُّ قَالَ: سَمِعۡتُ الزُّهۡرِيَّ قَالَ: سَمِعۡتُ عُرۡوَةَ بۡنَ الزُّبَيۡرِ، وَسَعِيدَ بۡنَ الۡمُسَيَّبِ، وَعَلۡقَمَةَ بۡنَ وَقَّاصٍ، وَعُبَيۡدَ اللهِ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ حَدِيثِ عَائِشَةَ زَوۡجِ النَّبِيِّ ﷺ، حِينَ قَالَ لَهَا أَهۡلُ الإِفۡكِ مَا قَالُوا، فَبَرَّأَهَا اللهُ مِمَّا قَالُوا، وَكُلٌّ حَدَّثَنِي طَائِفَةً مِنَ الۡحَدِيثِ الَّذِي حَدَّثَنِي، عَنۡ عَائِشَةَ قَالَتۡ: وَلَكِنۡ وَاللهِ مَا كُنۡتُ أَظُنُّ أَنَّ اللهَ يُنۡزِلُ فِي بَرَاءَتِي وَحۡيًا يُتۡلَى، وَلَشَأۡنِي فِي نَفۡسِي كَانَ أَحۡقَرَ مِنۡ أَنۡ يَتَكَلَّمَ اللهُ فِيَّ بِأَمۡرٍ يُتۡلَى، وَلَكِنِّي كُنۡتُ أَرۡجُو أَنۡ يَرَى رَسُولُ اللهِ ﷺ فِي النَّوۡمِ رُؤۡيَا يُبَرِّئُنِي اللهُ بِهَا، فَأَنۡزَلَ اللهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالۡإِفۡكِ﴾ [النور: ١١] الۡعَشۡرَ الۡآيَاتِ. [طرفه في: ٢٥٩٣].

7500. Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah bin ‘Umar An-Numairi menceritakan kepada kami: Yunus bin Yazid Al-Aili menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Aku mendengar Az-Zuhri berkata: Aku mendengar ‘Urwah bin Az-Zubair, Sa’id bin Al-Musayyab, ‘Alqamah bin Waqqash, dan ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah dari hadis ‘Aisyah istri Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ketika pembuat berita bohong mengatakan gunjingan tentangnya, lalu Allah membersihkan ‘Aisyah dari tuduhan mereka. Masing-masing menceritakan sebagian hadis yang diceritakan kepadaku dari ‘Aisyah.

‘Aisyah berkata: Demi Allah, tadinya aku tidak mengira Allah akan menurunkan rehabilitasi nama baikku dalam bentuk wahyu yang akan dibaca. Dalam benakku, sungguh keadaanku waktu itu tidak pantas untuk Allah bicarakan dalam wahyu yang dibaca. Tetapi waktu itu aku hanya berharap Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melihat mimpi yang dengannya Allah membersihkan nama baikku. Lalu Allah taala menurunkan, “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita dusta itu ...” (QS An-Nur: 11) sebanyak sepuluh ayat.

٧٥٠١ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا الۡمُغِيرَةُ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، عَنۡ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (يَقُولُ اللهُ: إِذَا أَرَادَ عَبۡدِي أَنۡ يَعۡمَلَ سَيِّئَةً فَلَا تَكۡتُبُوهَا عَلَيۡهِ حَتَّى يَعۡمَلَهَا، فَإِنۡ عَمِلَهَا فَاكۡتُبُوهَا بِمِثۡلِهَا، وَإِنۡ تَرَكَهَا مِنۡ أَجۡلِي فَاكۡتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً، وَإِذَا أَرَادَ أَنۡ يَعۡمَلَ حَسَنَةً فَلَمۡ يَعۡمَلۡهَا فَاكۡتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً، فَإِنۡ عَمِلَهَا فَاكۡتُبُوهَا لَهُ بِعَشۡرِ أَمۡثَالِهَا إِلَى سَبۡعِمِائَةٍ).

7501. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Al-Mughirah bin ‘Abdurrahman menceritakan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Allah berkata: Apabila hamba-Ku ingin mengerjakan perbuatan buruk, janganlah kalian mencatatnya sampai ia melakukannya. Jika ia melakukannya, catatlah sama sepertinya. Jika ia tidak melakukannya karena Aku, catatlah satu kebaikan untuknya. Jika hamba-Ku ingin mengerjakan perbuatan baik, lalu tidak melakukannya, catatlah satu kebaikan untuknya. Jika ia melakukannya, catatlah sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat kebaikan untuknya.”

٧٥٠٢ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنِي سُلَيۡمَانُ بۡنُ بِلَالٍ، عَنۡ مُعَاوِيَةَ بۡنِ أَبِي مُزَرِّدٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ يَسَارٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (خَلَقَ اللهُ الۡخَلۡقَ، فَلَمَّا فَرَغَ مِنۡهُ قَامَتِ الرَّحِمُ، فَقَالَ: مَهۡ، قَالَتۡ: هٰذَا مَقَامُ الۡعَائِذِ بِكَ مِنَ الۡقَطِيعَةِ، فَقَالَ: أَلَا تَرۡضَيۡنَ أَنۡ أَصِلَ مَنۡ وَصَلَكِ، وَأَقۡطَعَ مَنۡ قَطَعَكِ؟ قَالَتۡ: بَلَى يَا رَبِّ، قَالَ: فَذَلِكِ لَكِ). ثُمَّ قَالَ أَبُو هُرَيۡرَةَ: ﴿فَهَلۡ عَسَيۡتُمۡ إِنۡ تَوَلَّيۡتُمۡ أَنۡ تُفۡسِدُوا فِي الۡأَرۡضِ وَتُقَطِّعُوا أَرۡحَامَكُمۡ﴾ [محمد: ٢٢]. [طرفه في: ٤٨٣٠].

7502. Isma’il bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sulaiman bin Bilal menceritakan kepadaku dari Mu’awiyah bin Abu Muzarrid, dari Sa’id bin Yasar, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda:

Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk sampai ketika selesai menciptakan, rahim berdiri lalu Allah berkata kepadanya, “Berhentilah!”

Rahim berkata, “Berdiriku ini adalah berdirinya makhluk yang berlindung kepada-Mu dari pemutusan.”

Allah berkata, “Tidakkah engkau rida kalau Aku menyambung hubungan dengan orang yang menyambungmu dan Aku memutus hubungan dengan orang yang memutusmu?”

Rahim berkata, “Tentu, wahai Rabku.”

Allah berkata, “Hal itu untukmu.”

Kemudian Abu Hurairah berkata, “Maka apakah kiranya jika kalian berkuasa, kalian akan berbuat kerusakan di bumi dan kalian akan memutus hubungan kekeluargaan?” (QS Muhammad: 22).

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4597

٢٠ - بَابٌ ﴿إِلَّا الۡمُسۡتَضۡعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالۡوِلۡدَانِ لَا يَسۡتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلَا يَهۡتَدُونَ سَبِيلًا﴾ ۝٩٨
20. Bab “kecuali orang-orang yang lemah baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah)” (QS An-Nisa’: 98)


٤٥٩٧ - حَدَّثَنَا أَبُو النُّعۡمَانِ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنِ ابۡنِ أَبِي مُلَيۡكَةَ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: ﴿إِلَّا الۡمُسۡتَضۡعَفِينَ﴾ قَالَ: كَانَتۡ أُمِّي مِمَّنۡ عَذَرَ اللهُ. [طرفه في: ١٣٥٧].

4597. Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—tentang ayat “kecuali orang-orang yang lemah”. Beliau mengatakan, “Dahulu, ibuku termasuk orang yang dimaafkan oleh Allah.”