Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2775

٣٢ - بَابُ وَقۡفِ الدَّوَابِّ وَالۡكُرَاعِ وَالۡعُرُوضِ وَالصَّامِتِ
32. Bab Wakaf Hewan Ternak, Kuda Perang, Harta Barang, dan Uang/Logam Mulia


قَالَ الزُّهۡرِيُّ فِيمَنۡ جَعَلَ أَلۡفَ دِينَارٍ فِي سَبِيلِ اللهِ، وَدَفَعَهَا إِلَى غُلَامٍ لَهُ تَاجِرٍ يَتۡجُرُ بِهَا، وَجَعَلَ رِبۡحَهُ صَدَقَةً لِلۡمَسَاكِينِ وَالۡأَقۡرَبِينَ: هَلۡ لِلرَّجُلِ أَنۡ يَأۡكُلَ مِنۡ رِبۡحِ ذٰلِكَ الۡأَلۡفِ شَيۡئًا، وَإِنۡ لَمۡ يَكُنۡ جَعَلَ رِبۡحَهَا صَدَقَةً فِي الۡمَسَاكِينِ؟ قَالَ: لَيۡسَ لَهُ أَنۡ يَأۡكُلَ مِنۡهَا.

Az-Zuhri ditanya tentang seseorang yang menjadikan seribu dinar di jalan Allah, lalu menyerahkannya kepada hamba sahayanya yang merupakan seorang pedagang untuk diperdagangkan, dan dia menjadikan keuntungannya sebagai sedekah bagi orang-orang miskin dan kerabat, “Bolehkah bagi orang tersebut untuk makan dari keuntungan seribu dinar itu sedikit pun, jika tadinya dia tidak menjadikan keuntungannya sebagai sedekah bagi orang-orang miskin?”

Beliau menjawab, “Dia tidak boleh memanfaatkan dari keuntungan itu.”

٢٧٧٥ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى: حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ اللهِ قَالَ: حَدَّثَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ عُمَرَ حَمَلَ عَلَى فَرَسٍ لَهُ فِي سَبِيلِ اللهِ، أَعۡطَاهَا رَسُولُ اللهِ ﷺ لَهُ لِيَحۡمِلَ عَلَيۡهَا رَجُلًا، فَأُخۡبِرَ عُمَرُ أَنَّهُ قَدۡ وَقَفَهَا يَبِيعُهَا، فَسَأَلَ رَسُولَ اللهِ ﷺ أَنۡ يَبۡتَاعَهَا، فَقَالَ: (لَا تَبۡتَعۡهَا، وَلَا تَرۡجِعَنَّ فِي صَدَقَتِكَ). [طرفه في: ١٤٨٩].

2775. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yahya menceritakan kepada kami: ‘Ubaidullah menceritakan kepada kami. Dia berkata: Nafi’ menceritakan kepadaku dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—:

‘Umar menyumbangkan seekor kuda miliknya di jalan Allah—yang diberikan oleh Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—kepadanya—untuk ditunggangi oleh seorang pejuang. Kemudian ‘Umar dikabari bahwa orang tersebut memajangnya untuk dijual, maka beliau bertanya kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—apakah beliau boleh membelinya kembali. Rasulullah bersabda, “Janganlah engkau membelinya kembali, dan janganlah sekali-kali engkau menarik kembali sedekahmu.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4422

٤٤٢٢ - حَدَّثَنَا خَالِدُ بۡنُ مَخۡلَدٍ: حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ قَالَ: حَدَّثَنِي عَمۡرُو بۡنُ يَحۡيَى، عَنۡ عَبَّاسِ بۡنِ سَهۡلِ بۡنِ سَعۡدٍ، عَنۡ أَبِي حُمَيۡدٍ قَالَ: أَقۡبَلۡنَا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ مِنۡ غَزۡوَةِ تَبُوكَ، حَتَّى إِذَا أَشۡرَفۡنَا عَلَى الۡمَدِينَةِ قَالَ: (هٰذِهِ طَابَةُ، وَهٰذَا أُحُدٌ، جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ). [طرفه في: ١٤٨١].

4422. Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepada kami: Sulaiman menceritakan kepada kami. Dia berkata: ‘Amr bin Yahya menceritakan kepadaku dari ‘Abbas bin Sahl bin Sa’d, dari Abu Humaid. Dia berkata: Kami pulang bersama Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dari Perang Tabuk. Hingga ketika kami telah dapat melihat Madinah dari atas, beliau bersabda, “Ini adalah Thabah, dan ini adalah Uhud, gunung yang mencintai kita dan kita mencintainya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3791

٣٧٩١ - حَدَّثَنَا خَالِدُ بۡنُ مَخۡلَدٍ: حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ قَالَ: حَدَّثَنِي عَمۡرُو بۡنُ يَحۡيَى، عَنۡ عَبَّاسِ بۡنِ سَهۡلٍ، عَنۡ أَبِي حُمَيۡدٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (إِنَّ خَيۡرَ دُورِ الۡأَنۡصَارِ دَارُ بَنِي النَّجَّارِ، ثُمَّ عَبۡدِ الۡأَشۡهَلِ، ثُمَّ دَارُ بَنِي الۡحَارِثِ، ثُمَّ بَنِي سَاعِدَةَ، وَفِي كُلِّ دُورِ الۡأَنۡصَارِ خَيۡرٌ). فَلَحِقۡنَا سَعۡدَ بۡنَ عُبَادَةَ، فَقَالَ أَبُو أُسَيۡدٍ: أَلَمۡ تَرَ أَنَّ نَبِيَّ اللهِ ﷺ خَيَّرَ الۡأَنۡصَارَ، فَجَعَلَنَا أَخِيرًا؟ فَأَدۡرَكَ سَعۡدٌ النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، خُيِّرَ دُورُ الۡأَنۡصَارِ فَجُعِلۡنَا آخِرًا، فَقَالَ: (أَوَ لَيۡسَ بِحَسۡبِكُمۡ أَنۡ تَكُونُوا مِنَ الۡخِيَارِ؟). [طرفه في: ١٤٨١].

3791. Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepada kami: Sulaiman menceritakan kepada kami. Dia berkata: ‘Amr bin Yahya menceritakan kepadaku dari ‘Abbas bin Sahl, dari Abu Humaid, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.

Beliau bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baik kabilah Ansar adalah kabilah Bani An-Najjar, kemudian ‘Abdul-Asyhal, kemudian kabilah Bani Al-Harits, kemudian Bani Sa’idah, dan pada setiap kabilah Ansar terdapat kebaikan.”

Lalu kami menyusul Sa’d bin ‘Ubadah, maka Abu Usaid berkata, “Tidakkah engkau mengetahui bahwa Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—telah menyebutkan keutamaan kabilah-kabilah Ansar secara berurutan, lalu beliau menjadikan kita di urutan terakhir?”

Kemudian Sa’d menyusul Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu berkata, “Wahai Rasulullah, keutamaan kabilah-kabilah Ansar telah disebutkan berurutan, lalu kami dijadikan di urutan terakhir.”

Beliau bersabda, “Tidakkah cukup bagi kalian bahwa kalian termasuk orang-orang terpilih?”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3161

٢ - بَابٌ إِذَا وَادَعَ الۡإِمَامُ مَلِكَ الۡقَرۡيَةِ، هَلۡ يَكُونُ ذٰلِكَ لِبَقِيَّتِهِمۡ
2. Bab Apabila Pemimpin Membuat Perjanjian Damai dengan Raja Suatu Negeri, Apakah Hal Itu Berlaku Juga bagi Sisa Penduduk Mereka?


٣١٦١ - حَدَّثَنَا سَهۡلُ بۡنُ بَكَّارٍ: حَدَّثَنَا وُهَيۡبٌ، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ يَحۡيَى، عَنۡ عَبَّاسٍ السَّاعِدِيِّ، عَنۡ أَبِي حُمَيۡدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ: غَزَوۡنَا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ تَبُوكَ، وَأَهۡدَى مَلِكُ أَيۡلَةَ لِلنَّبِيِّ ﷺ بَغۡلَةً بَيۡضَاءَ، وَكَسَاهُ بُرۡدًا، وَكَتَبَ لَهُ بِبَحۡرِهِمۡ. [طرفاه في: ١٤٨١، ١٨٧٢].

3161. Sahl bin Bakkar telah menceritakan kepada kami: Wuhaib menceritakan kepada kami dari ‘Amr bin Yahya, dari ‘Abbas As-Sa’idi, dari Abu Humaid As-Sa’idi. Dia berkata: Kami berperang bersama Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam Perang Tabuk. Raja Ailah menghadiahkan seekor bagal putih kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Nabi memakaikan burdah kepada raja Ailah dan menuliskan surat perjanjian untuk mereka yang mengesahkan kekuasaan atas negeri mereka.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4539

٤٨ - بَابٌ ﴿لَا يَسۡأَلُونَ النَّاسَ إِلۡحَافًا﴾ [٢٧٣]
48. Bab “Mereka tidak meminta kepada manusia dengan mendesak” (QS Al-Baqarah: 273)


يُقَالُ: أَلۡحَفَ عَلَيَّ، وَأَلَحَّ عَلَيَّ، وَأَحۡفَانِي بِالۡمَسۡأَلَةِ. ﴿فَيُحۡفِكُمۡ﴾ [محمد: ٣٧] يُجۡهِدۡكُمۡ.

Dikatakan: Alhafa ‘alayya, alahha ‘alayya, dan ahfani bil-mas`alah (artinya sama, yaitu: mendesakku dengan permintaan). “Lalu Dia mendesak kalian” (QS Muhammad: 37) maksudnya: memaksakan permintaan kepada kalian.

٤٥٣٩ - حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي مَرۡيَمَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ جَعۡفَرٍ قَالَ: حَدَّثَنِي شَرِيكُ بۡنُ أَبِي نَمِرٍ: أَنَّ عَطَاءَ بۡنَ يَسَارٍ وَعَبۡدَ الرَّحۡمٰنِ بۡنَ أَبِي عَمۡرَةَ الۡأَنۡصَارِيَّ قَالَا: سَمِعۡنَا أَبَا هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ يَقُولُ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَيۡسَ الۡمِسۡكِينُ الَّذِي تَرُدُّهُ التَّمۡرَةُ وَالتَّمۡرَتَانِ، وَلَا اللُّقۡمَةُ وَلَا اللُّقۡمَتَانِ، إِنَّمَا الۡمِسۡكِينُ الَّذِي يَتَعَفَّفُ، وَاقۡرَءُوا إِنۡ شِئۡتُمۡ)، يَعۡنِي قَوۡلَهُ: ﴿لَا يَسۡأَلُونَ النَّاسَ إِلۡحَافًا﴾ [٢٧٣]. [طرفه في: ١٤٧٦].

4539. Ibnu Abu Maryam telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami. Dia berkata: Syarik bin Abu Namir menceritakan kepadaku: ‘Atha` bin Yasar dan ‘Abdurrahman bin Abu ‘Amrah Al-Anshari berkata: Kami mendengar Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—berkata:

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Bukanlah orang miskin itu orang yang meminta-minta lalu pergi setelah diberi sebutir dua butir kurma atau sesuap dua suap makanan. Sesungguhnya orang miskin (sebenarnya) adalah orang yang menjaga kehormatan dirinya. Bacalah oleh kalian jika kalian mau.” Yakni firman Allah: “Mereka tidak meminta kepada manusia dengan mendesak.” (QS Al-Baqarah: 273).