Cari Blog Ini

Sunan Abu Dawud hadis nomor 4117

٤٠ - بَابٌ فِي قَدۡرِ الذَّيۡلِ
40. Bab tentang Ukuran Ekor Pakaian


٤١١٧ - (صحيح) حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مَسۡلَمَةَ [الۡقَعۡنَبِيُّ]، عَنۡ مَالِكٍ، عَنۡ أَبِي بَكۡرِ بۡنِ نَافِعٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ صَفِيَّةَ بِنۡتِ أَبِي عُبَيۡدٍ أَنَّهَا أَخۡبَرَتۡهُ، أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوۡجَ النَّبِيِّ ﷺ قَالَتۡ لِرَسُولِ اللهِ ﷺ حِينَ ذَكَرَ الۡإِزَارَ: فَالۡمَرۡأَةُ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: (تُرۡخِي شِبۡرًا)، قَالَتۡ أُمُّ سَلَمَةَ: إِذًا يَنۡكَشِفُ عَنۡهَا، قَالَ: (فَذِرَاعًا، لَا تَزِيدُ عَلَيۡهِ).

4117. [Sahih] ‘Abdullah bin Maslamah Al-Qa’nabi telah menceritakan kepada kami dari Malik, dari Abu Bakr bin Nafi’, dari ayahnya, dari Shafiyyah binti Abu ‘Ubaid bahwasanya ia mengabarkannya, bahwa Umu Salamah istri Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bertanya kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ketika beliau menyebutkan masalah kain bagian bawah, “Lalu bagaimana dengan wanita, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Ia memanjangkannya sejengkal.”

Umu Salamah berkata, “Kalau begitu, bagian tubuhnya akan tersingkap.”

Beliau bersabda, “Maka (panjangkanlah) sehasta, tidak boleh lebih dari itu.”

Shahih Muslim hadis nomor 2097

١٩ - بَابُ اسۡتِحۡبَابِ لُبۡسِ النَّعۡلِ فِي الۡيَمِينِ أَوَّلًا، وَالۡخَلۡعِ مِنۡ الۡيُسۡرَى أَوَّلًا، وَكَرَاهَةِ الۡمَشۡيِ فِي نَعۡلٍ وَاحِدَةٍ
19. Bab Disukainya Memakai Alas Kaki Mulai dari yang Kanan, Melepas Mulai dari yang Kiri, dan Makruhnya Berjalan dengan Satu Alas Kaki


٦٧ - (٢٠٩٧) - حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ بۡنُ سَلَّامٍ الۡجُمَحِيُّ: حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بۡنُ مُسۡلِمٍ، عَنۡ مُحَمَّدٍ - يَعۡنِي ابۡنَ زِيَادٍ -، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (إِذَا انۡتَعَلَ أَحَدُكُمۡ فَلۡيَبۡدَأۡ بِالۡيُمۡنَىٰ، وَإِذَا خَلَعَ فَلۡيَبۡدَأۡ بِالشِّمَالِ، وَلۡيُنۡعِلۡهُمَا جَمِيعًا، أَوۡ لِيَخۡلَعۡهُمَا جَمِيعًا).

[البخاري: كتاب اللباس، باب ينزع نعله اليسرى، رقم: ٥٨٥٦].

67. (2097). ‘Abdurrahman bin Sallam Al-Jumahi telah menceritakan kepada kami: Ar-Rabi’ bin Muslim menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ziyad, dari Abu Hurairah: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian memakai alas kaki, hendaklah ia memulai dengan yang kanan, dan apabila melepasnya, hendaklah memulai dengan yang kiri. Hendaklah ia memakaikan alas kaki pada keduanya sekaligus atau melepas keduanya sekaligus.”

٦٨ - (...) - حَدَّثَنَا يَحۡيَىٰ بۡنُ يَحۡيَىٰ: قَالَ: قَرَأۡتُ عَلَىٰ مَالِكٍ، عَنۡ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا يَمۡشِ أَحَدُكُمۡ فِي نَعۡلٍ وَاحِدَةٍ. لِيُنۡعِلۡهُمَا جَمِيعًا، أَوۡ لِيَخۡلَعۡهُمَا جَمِيعًا).

68. Yahya bin Yahya telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Aku membacakannya kepada Malik dari Abu Az-Zinad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan satu alas kaki saja! Hendaklah ia memakaikan alas kaki pada keduanya sekaligus atau melepas keduanya sekaligus.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5855

٣٩ - بَابٌ يَنۡزِعُ نَعۡلَ الۡيُسۡرَى
39. Bab Melepas Alas Kaki Kiri


٥٨٥٥ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مَسۡلَمَةَ، عَنۡ مَالِكٍ، عَنۡ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (إِذَا انۡتَعَلَ أَحَدُكُمۡ فَلۡيَبۡدَأۡ بِالۡيَمِينِ، وَإِذَا نَزَعَ فَلۡيَبۡدَأۡ بِالشِّمَالِ، لِتَكُنِ الۡيُمۡنَى أَوَّلَهُمَا تُنۡعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنۡزَعُ).

5855. ‘Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami dari Malik, dari Abu Az-Zinad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam— bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian memakai alas kaki, hendaklah ia memulai dengan yang kanan. Apabila melepasnya, hendaklah memulai dengan yang kiri. Hendaknya yang kanan menjadi yang pertama kali dipakai dan yang terakhir kali dilepas.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5856

٤٠ - بَابٌ لَا يَمۡشِي فِي نَعۡلٍ وَاحِدَةٍ
40. Bab Tidak Berjalan dengan Satu Alas Kaki


٥٨٥٦ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مَسۡلَمَةَ، عَنۡ مَالِكٍ، عَنۡ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا يَمۡشِي أَحَدُكُمۡ فِي نَعۡلٍ وَاحِدَةٍ، لِيُحۡفِهِمَا أَوۡ لِيُنۡعِلۡهُمَا جَمِيعًا).

5856. ‘Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami dari Malik, dari Abu Az-Zinad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan satu alas kaki saja! Hendaklah ia melepas keduanya atau memakaikan alas kaki pada keduanya sekaligus.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5167

٦٩ - بَابُ الۡوَلِيمَةِ وَلَوۡ بِشَاةٍ
69. Bab Walimah Walaupun Hanya dengan Menyembelih Seekor Kambing


٥١٦٧ - حَدَّثَنَا عَلِيٌّ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ قَالَ: حَدَّثَنِي حُمَيۡدٌ: أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسًا رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: سَأَلَ النَّبِيُّ ﷺ عَبۡدَ الرَّحۡمَنِ بۡنَ عَوۡفٍ، وَتَزَوَّجَ امۡرَأَةً مِنَ الۡأَنۡصَارِ: (كَمۡ أَصۡدَقۡتَهَا؟) قَالَ: وَزۡنَ نَوَاةٍ مِنۡ ذَهَبٍ. وَعَنۡ حُمَيۡدٍ: سَمِعۡتُ أَنَسًا قَالَ: لَمَّا قَدِمُوا الۡمَدِينَةَ، نَزَلَ الۡمُهَاجِرُونَ عَلَى الۡأَنۡصَارِ، فَنَزَلَ عَبۡدُ الرَّحۡمَنِ بۡنُ عَوۡفٍ عَلَى سَعۡدِ بۡنِ الرَّبِيعِ، فَقَالَ: أُقَاسِمُكَ مَالِي، وَأَنۡزِلُ لَكَ عَنۡ إِحۡدَى امۡرَأَتَيَّ، قَالَ: بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي أَهۡلِكَ وَمَالِكَ، فَخَرَجَ إِلَى السُّوقِ فَبَاعَ وَاشۡتَرَى، فَأَصَابَ شَيۡئًا مِنۡ أَقِطٍ وَسَمۡنٍ، فَتَزَوَّجَ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (أَوۡلِمۡ وَلَوۡ بِشَاةٍ). [طرفه في: ٢٠٤٩].

5167. ‘Ali telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami. Ia berkata: Humaid menceritakan kepadaku: Ia mendengar Anas—radhiyallahu ‘anhu—berkata:

Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bertanya kepada ‘Abdurrahman bin ‘Auf yang telah menikahi seorang wanita dari kaum Ansar, “Berapa mahar yang engkau berikan kepadanya?”

Ia menjawab, “Seberat biji kurma dari emas.”

Dan dari Humaid: Aku mendengar Anas berkata: Ketika mereka tiba di Madinah, kaum Muhajirin singgah di tempat kaum Ansar. Lalu ‘Abdurrahman bin ‘Auf singgah di tempat Sa’d bin Ar-Rabi’. Sa’d berkata, “Aku akan membagi hartaku denganmu dan aku akan menceraikan salah satu dari kedua istriku untukmu.”

‘Abdurrahman menjawab, “Semoga Allah memberkahimu pada keluarga dan hartamu.”

Kemudian ia pergi ke pasar untuk berjualan dan membeli, lalu ia mendapatkan sedikit aqith (susu kering) dan samin, kemudian ia menikah. Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam— bersabda, “Adakanlah walimah walaupun hanya dengan menyembelih seekor kambing!”