Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2080

٢٠ - بَابُ بَيۡعِ الۡخِلۡطِ مِنَ التَّمۡرِ
20. Bab Penjualan Kurma Campuran


٢٠٨٠ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا شَيۡبَانُ، عَنۡ يَحۡيَى، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كُنَّا نُرۡزَقُ تَمۡرَ الۡجَمۡعِ، وَهُوَ الۡخِلۡطُ مِنَ التَّمۡرِ، وَكُنَّا نَبِيعُ صَاعَيۡنِ بِصَاعٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا صَاعَيۡنِ بِصَاعٍ، وَلَا دِرۡهَمَيۡنِ بِدِرۡهَمٍ).

2080. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Syaiban menceritakan kepada kami dari Yahya, dari Abu Salamah, dari Abu Sa’id—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Dahulu kami diberi rezeki kurma al-jam’, yaitu kurma campuran (berbeda-beda kualitasnya), dan kami menjual dua sha’ (kurma kualitas rendah) dengan satu sha’ (kurma kualitas tinggi). Maka Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah dua sha’ ditukar dengan satu sha’ dan jangan pula dua dirham ditukar dengan satu dirham!”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2078

١٨ - بَابُ مَنۡ أَنۡظَرَ مُعۡسِرًا
18. Bab Barang Siapa yang Memberi Tangguh kepada Orang yang Kesulitan


٢٠٧٨ - حَدَّثَنَا هِشَامُ بۡنُ عَمَّارٍ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ حَمۡزَةَ: حَدَّثَنَا الزُّبَيۡدِيُّ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ: أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (كَانَ تَاجِرٌ يُدَايِنُ النَّاسَ، فَإِذَا رَأَى مُعۡسِرًا قَالَ لِفِتۡيَانِهِ: تَجَاوَزُوا عَنۡهُ، لَعَلَّ اللهَ أَنۡ يَتَجَاوَزَ عَنَّا، فَتَجَاوَزَ اللهُ عَنۡهُ). [الحديث ٢٠٧٨ - طرفه في: ٣٤٨٠].

2078. Hisyam bin ‘Ammar telah menceritakan kepada kami: Yahya bin Hamzah menceritakan kepada kami: Az-Zubaidi menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah: Ia mendengar Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Dahulu ada seorang pedagang yang biasa memberi utang kepada orang-orang. Jika ia melihat orang yang kesulitan, ia berkata kepada pelayan-pelayannya, ‘Maafkanlah (bebaskanlah utang) dia, semoga Allah memaafkan kita.’ Maka Allah pun memaafkan (dosa-dosa)nya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2077

١٧ - بَابُ مَنۡ أَنۡظَرَ مُوسِرًا
17. Bab Orang yang Memberi Tangguh kepada Orang yang Berkemampuan


٢٠٧٧ - حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ يُونُسَ: حَدَّثَنَا زُهَيۡرٌ: حَدَّثَنَا مَنۡصُورٌ: أَنَّ رِبۡعِيَّ بۡنَ حِرَاشٍ حَدَّثَهُ: أَنَّ حُذَيۡفَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ حَدَّثَهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (تَلَقَّتِ الۡمَلَائِكَةُ رُوحَ رَجُلٍ مِمَّنۡ كَانَ قَبۡلَكُمۡ، قَالُوا: أَعَمِلۡتَ مِنَ الۡخَيۡرِ شَيۡئًا؟ قَالَ: كُنۡتُ آمُرُ فِتۡيَانِي أَنۡ يُنۡظِرُوا وَيَتَجَاوَزُوا عَنِ الۡمُوسِرِ)، قَالَ: (قَالَ: فَتَجَاوَزُوا عَنۡهُ). وَقَالَ أَبُو مَالِكٍ، عَنۡ رِبۡعِيٍّ: (كُنۡتُ أُيَسِّرُ عَلَى الۡمُوسِرِ، وَأُنۡظِرُ الۡمُعۡسِرَ). وَتَابَعَهُ شُعۡبَةُ: عَنۡ عَبۡدِ الۡمَلِكِ، عَنۡ رِبۡعِيٍّ. وَقَالَ أَبُو عَوَانَةَ، عَنۡ عَبۡدِ الۡمَلِكِ، عَنۡ رِبۡعِيٍّ: (أُنۡظِرُ الۡمُوسِرَ، وَأَتَجَاوَزُ عَنِ الۡمُعۡسِرِ). وَقَالَ نُعَيۡمُ بۡنُ أَبِي هِنۡدٍ، عَنۡ رِبۡعِيٍّ: (فَأَقۡبَلُ مِنَ الۡمُوسِرِ، وَأَتَجَاوَزُ عَنِ الۡمُعۡسِرِ). [الحديث ٢٠٧٧ - طرفاه في: ٢٣٩١، ٣٤٥١].

2077. Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami: Zuhair menceritakan kepada kami: Manshur menceritakan kepada kami: Rib’i bin Hirasy menceritakan kepadanya bahwa Hudzaifah—radhiyallahu ‘anhu—menceritakan kepadanya. Ia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda:

Malaikat menjemput roh seorang lelaki dari orang-orang sebelum kalian. Mereka bertanya, “Apakah engkau telah melakukan suatu kebaikan sedikit pun?”

Ia menjawab, “Aku dahulu memerintahkan pelayan-pelayanku untuk memberi tangguh dan memaafkan (meringankan) orang yang berkemampuan.”

Beliau bersabda: Maka Allah berkata (kepada malaikat), “Maafkanlah dia.”

Abu Malik berkata dari Rib’i: “Aku dahulu memudahkan orang yang berkemampuan dan memberi tangguh orang yang kesulitan.”

Syu’bah mengiringi Abu Malik dari ‘Abdul Malik, dari Rib’i. Abu ‘Awanah berkata dari ‘Abdul Malik dari Rib’i: “Aku memberi tangguh orang yang berkemampuan dan memaafkan orang yang kesulitan.”

Nu’aim bin Abu Hind berkata dari Rib’i: “Maka aku menerima dari orang yang berkemampuan dan memaafkan orang yang kesulitan.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2076

١٦ - بَابُ السُّهُولَةِ وَالسَّمَاحَةِ فِي الشِّرَاءِ وَالۡبَيۡعِ، وَمَنۡ طَلَبَ حَقًّا فَلۡيَطۡلُبۡهُ فِي عَفَافٍ
16. Bab Kemudahan dan Kelapangan dalam Membeli dan Menjual, dan Barang Siapa yang Menuntut Hak Hendaknya Ia Menuntutnya dengan Menjaga Kehormatan Diri


٢٠٧٦ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَيَّاشٍ: حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ مُحَمَّدُ بۡنُ مُطَرِّفٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُنۡكَدِرِ، عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (رَحِمَ اللهُ رَجُلًا سَمۡحًا إِذَا بَاعَ، وَإِذَا اشۡتَرَى، وَإِذَا اقۡتَضَى).

2076. ‘Ali bin ‘Ayyasy telah menceritakan kepada kami: Abu Ghassan Muhammad bin Mutharrif menceritakan kepada kami. Ia berkata: Muhammad bin Al-Munkadir menceritakan kepadaku dari Jabir bin ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhuma—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Semoga Allah merahmati seseorang yang bermurah hati ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih haknya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2074 dan 2075

٢٠٧٤ - حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ بُكَيۡرٍ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ، عَنۡ عُقَيۡلٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ أَبِي عُبَيۡدٍ مَوۡلَى عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ عَوۡفٍ: أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَأَنۡ يَحۡتَطِبَ أَحَدُكُمۡ حُزۡمَةً عَلَى ظَهۡرِهِ، خَيۡرٌ مِنۡ أَنۡ يَسۡأَلَ أَحَدًا، فَيُعۡطِيَهُ أَوۡ يَمۡنَعَهُ). [طرفه في: ١٤٧٠].

2074. Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada kami dari ‘Uqail, dari Ibnu Syihab, dari Abu ‘Ubaid—maula ‘Abdurrahman bin ‘Auf—: Ia mendengar Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Salah seorang dari kalian mencari kayu bakar lalu memikul seikat kayu di atas punggungnya, pasti lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada seseorang, lalu orang itu memberinya atau menolaknya.”

٢٠٧٥ - حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ مُوسَى: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بۡنُ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنِ الزُّبَيۡرِ بۡنِ الۡعَوَّامِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَأَنۡ يَأۡخُذَ أَحَدُكُمۡ أَحۡبُلَهُ خَيۡرٌ لَهُ مِنۡ أَنۡ يَسۡأَلَ النَّاسَ). [طرفه في: ١٤٧١].

2075. Yahya bin Musa telah menceritakan kepada kami: Waki’ menceritakan kepada kami: Hisyam bin ‘Urwah menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Az-Zubair bin Al-‘Awwam—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Salah seorang dari kalian mengambil tali-talinya (untuk mencari kayu), pasti lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada orang-orang."