Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2329

٩ - بَابٌ إِذَا لَمۡ يَشۡتَرِطِ السِّنِينَ فِي الۡمُزَارَعَةِ
9. Bab Apabila Tidak Mensyaratkan Jangka Waktu (Tahun) dalam Akad Bagi Hasil Pertanian (Muzaraah)


٢٣٢٩ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ سَعِيدٍ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ: حَدَّثَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: عَامَلَ النَّبِيُّ ﷺ خَيۡبَرَ بِشَطۡرِ مَا يَخۡرُجُ مِنۡهَا مِنۡ ثَمَرٍ أَوۡ زَرۡعٍ. [طرفه في: ٢٢٨٥].

2329. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidullah: Nafi’ menceritakan kepadaku dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—. Ia berkata: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bermuamalah (kerja sama bagi hasil) dengan penduduk Khaibar dengan bagian separuh dari apa yang dihasilkan darinya, baik berupa buah-buahan maupun tanaman.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2328

٨ - بَابُ الۡمُزَارَعَةِ بِالشَّطۡرِ وَنَحۡوِهِ
8. Bab Akad Bagi Hasil Pertanian (Muzaraah) dengan Pembagian Separuh dan Sejenisnya


وَقَالَ قَيۡسُ بۡنُ مُسۡلِمٍ، عَنۡ أَبِي جَعۡفَرٍ قَالَ: مَا بِالۡمَدِينَةِ أَهۡلُ بَيۡتِ هِجۡرَةٍ، إِلَّا يَزۡرَعُونَ عَلَى الثُّلُثِ وَالرُّبُعِ، وَزَارَعَ عَلِيٌّ، وَسَعۡدُ بۡنُ مَالِكٍ، وَعَبۡدُ اللهِ بۡنُ مَسۡعُودٍ، وَعُمَرُ بۡنُ عَبۡدِ الۡعَزِيزِ، وَالۡقَاسِمُ، وَعُرۡوَةُ، وَآلُ أَبِي بَكۡرٍ، وَآلُ عُمَرَ، وَآلُ عَلِيٍّ، وَابۡنُ سِيرِينَ.

Qais bin Muslim berkata dari Abu Ja’far. Ia berkata: Tidak ada satu pun keluarga dari kalangan Muhajirin di Madinah melainkan mereka mengolah tanah pertanian dengan bagi hasil sepertiga dan seperempat. Dan ‘Ali, Sa’d bin Malik, ‘Abdullah bin Mas’ud, ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, Al-Qasim, ‘Urwah, keluarga Abu Bakr, keluarga ‘Umar, keluarga ‘Ali, serta Ibnu Sirin telah melakukan akad bagi hasil pertanian (muzaraah).

وَقَالَ عَبۡدُ الرَّحۡمَنِ بۡنُ الۡأَسۡوَدِ: كُنۡتُ أُشَارِكُ عَبۡدَ الرَّحۡمَنِ بۡنَ يَزِيدَ فِي الزَّرۡعِ، وَعَامَلَ عُمَرُ النَّاسَ عَلَى إِنۡ جَاءَ عُمَرُ بِالۡبَذۡرِ مِنۡ عِنۡدِهِ فَلَهُ الشَّطۡرُ، وَإِنۡ جَاؤُوا بِالۡبَذۡرِ فَلَهُمۡ كَذَا.

‘Abdurrahman bin Al-Aswad berkata: Aku pernah berserikat (kerja sama) dengan ‘Abdurrahman bin Yazid dalam hal pertanian. Dan ‘Umar bermuamalah dengan orang-orang berdasarkan ketentuan: Jika ‘Umar menyediakan benih dari sisinya maka ia mendapat bagian separuh, dan jika mereka yang menyediakan benih maka mereka mendapat bagian sekian.

وَقَالَ الۡحَسَنُ: لَا بَأۡسَ أَنۡ تَكُونَ الۡأَرۡضُ لِأَحَدِهِمَا، فَيُنۡفِقَانِ جَمِيعًا، فَمَا خَرَجَ فَهۡوَ بَيۡنَهُمَا. وَرَأَى ذٰلِكَ الزُّهۡرِيُّ.

Al-Hasan berkata: Tidak mengapa jika lahan pertanian milik salah seorang dari keduanya lalu keduanya menanggung biaya bersama-sama, maka hasil panennya dibagi di antara keduanya. Az-Zuhri juga berpendapat demikian.

وَقَالَ الۡحَسَنُ: لَا بَأۡسَ أَنۡ يُجۡتَنَى الۡقُطۡنُ عَلَى النِّصۡفِ.

Al-Hasan berkata: Tidak mengapa memanen kapas dengan imbalan bagi hasil separuh.

وَقَالَ إِبۡرَاهِيمُ وَابۡنُ سِيرِينَ وَعَطَاءٌ وَالۡحَكَمُ وَالزُّهۡرِيُّ وَقَتَادَةُ: لَا بَأۡسَ أَنۡ يُعۡطِيَ الثَّوۡبَ بِالثُّلُثِ أَوِ الرُّبُعِ وَنَحۡوِهِ.

Ibrahim, Ibnu Sirin, ‘Atha`, Al-Hakam, Az-Zuhri, dan Qatadah berkata: Tidak mengapa seseorang menyerahkan kain (kepada penjahit) dengan imbalan sepertiga, seperempat, atau sejenisnya.

وَقَالَ مَعۡمَرٌ: لَا بَأۡسَ أَنۡ تَكُونَ الۡمَاشِيَةُ عَلَى الثُّلُثِ وَالرُّبُعِ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى.

Ma’mar berkata: Tidak mengapa menyerahkan hewan ternak (untuk dipelihara) dengan imbalan bagi hasil sepertiga atau seperempat sampai batas waktu tertentu.

٢٣٢٨ - حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ الۡمُنۡذِرِ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بۡنُ عِيَاضٍ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ نَافِعٍ: أَنَّ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا أَخۡبَرَهُ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ عَامَلَ خَيۡبَرَ بِشَطۡرِ مَا يَخۡرُجُ مِنۡهَا مِنۡ ثَمَرٍ أَوۡ زَرۡعٍ، فَكَانَ يُعۡطِي أَزۡوَاجَهُ مِائَةَ وَسۡقٍ، ثَمَانُونَ وَسۡقَ تَمۡرٍ، وَعِشۡرُونَ وَسۡقَ شَعِيرٍ، فَقَسَمَ عُمَرُ خَيۡبَرَ، فَخَيَّرَ أَزۡوَاجَ النَّبِيِّ ﷺ أَنۡ يُقۡطِعَ لَهُنَّ مِنَ الۡمَاءِ وَالۡأَرۡضِ، أَوۡ يُمۡضِيَ لَهُنَّ، فَمِنۡهُنَّ مَنِ اخۡتَارَ الۡأَرۡضَ وَمِنۡهُنَّ مَنِ اخۡتَارَ الۡوَسۡقَ، وَكَانَتۡ عَائِشَةُ اخۡتَارَتِ الۡأَرۡضَ. [طرفه في: ٢٢٨٥].

2328. Ibrahim bin Al-Mundzir telah menceritakan kepada kami: Anas bin ‘Iyadh menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidullah, dari Nafi’: ‘Abdullah bin ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—mengabarkan kepadanya:

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bermuamalah (kerja sama bagi hasil) dengan penduduk Khaibar dengan bagian separuh dari apa yang dihasilkan darinya, baik berupa buah-buahan maupun tanaman. Beliau memberi istri-istri beliau seratus wasak; delapan puluh wasak kurma dan dua puluh wasak barli. Lalu ‘Umar membagi Khaibar, maka ia memberi pilihan kepada istri-istri Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—antara memberikan hak milik berupa bagian air dan tanah kepada mereka, atau meneruskan apa yang sudah berjalan (pembagian wasak). Maka di antara mereka ada yang memilih tanah dan ada pula yang memilih wasak, dan ‘Aisyah memilih tanah.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2327

٧ - بَابٌ
7. Bab


٢٣٢٧ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ اللهِ: أَخۡبَرَنَا يَحۡيَى بۡنُ سَعِيدٍ، عَنۡ حَنۡظَلَةَ بۡنِ قَيۡسٍ الۡأَنۡصَارِيِّ: سَمِعَ رَافِعَ بۡنَ خَدِيجٍ قَالَ: كُنَّا أَكۡثَرَ أَهۡلِ الۡمَدِينَةِ مُزۡدَرَعًا، كُنَّا نُكۡرِي الۡأَرۡضَ بِالنَّاحِيَةِ مِنۡهَا مُسَمًّى لِسَيِّدِ الۡأَرۡضِ، قَالَ: فَمِمَّا يُصَابُ ذٰلِكَ وَتَسۡلَمُ الۡأَرۡضُ، وَمِمَّا يُصَابُ الۡأَرۡضُ وَيَسۡلَمُ ذٰلِكَ، فَنُهِينَا، وَأَمَّا الذَّهَبُ وَالۡوَرِقُ فَلَمۡ يَكُنۡ يَوۡمَئِذٍ. [طرفه في: ٢٢٨٦].

2327. Muhammad telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah mengabarkan kepada kami: Yahya bin Sa’id mengabarkan kepada kami dari Hanzhalah bin Qais Al-Anshari: Ia mendengar Rafi’ bin Khadij berkata: Kami dahulu adalah penduduk Madinah yang paling banyak bercocok tanam. Kami menyewakan tanah dengan menentukan bagian tertentu dari sisi lahan tersebut khusus untuk pemilik tanah.

Lalu Rafi’ berkata: Terkadang bagian tersebut tertimpa musibah (gagal panen) sementara bagian tanah yang lain selamat, dan terkadang bagian tanah yang lain tertimpa musibah sementara bagian tersebut selamat. Oleh karena itu, kami dilarang (melakukan hal tersebut). Adapun menyewakannya dengan emas (dinar) dan perak (dirham), maka hal itu belum dilakukan pada masa tersebut.

Sunan Ibnu Majah hadis nomor 3508

٣٥٠٨ - (صحيح) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو هِشَامٍ الۡمَخۡزُومِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا وُهَيۡبٌ، عَنۡ أَبِي وَاقِدٍ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ بۡنِ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، عَنۡ عَائِشَةَ قَالَتۡ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (اسۡتَعِيذُوا بِاللهِ، فَإِنَّ الۡعَيۡنَ حَقٌّ). [(الروض النضير) أيضًا، (الصحيحة)(٧٣٧)].

3508. [Sahih] Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Abu Hisyam Al-Makhzumi menceritakan kepada kami. Ia berkata: Wuhaib menceritakan kepada kami dari Abu Waqid, dari Abu Salamah bin ‘Abdurrahman, dari ‘Aisyah. Ia berkata:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Mohonlah perlindungan kepada Allah, karena sesungguhnya ‘ain (pengaruh buruk pandangan mata) itu benar adanya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2325

٥ - بَابٌ إِذَا قَالَ: اكۡفِنِي مَئُونَةَ النَّخۡلِ أَوۡ غَيۡرِهِ، وَتُشۡرِكُنِي فِي الثَّمَرِ
5. Bab Apabila Seseorang Berkata, “Tanggunglah olehmu biaya perawatan pohon kurma atau selainnya, dan engkau berbagi hasil buahnya bersamaku”


٢٣٢٥ - حَدَّثَنَا الۡحَكَمُ بۡنُ نَافِعٍ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ: حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَتِ الۡأَنۡصَارُ لِلنَّبِيِّ ﷺ: اقۡسِمۡ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَ إِخۡوَانِنَا النَّخِيلَ. قَالَ: (لَا). فَقَالُوا: تَكۡفُونَا الۡمَئُونَةَ، وَنُشۡرِكُكُمۡ فِي الثَّمَرَةِ، قَالُوا: سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَا. [الحديث ٢٣٢٥ - طرفاه في: ٢٧١٩، ٣٧٨٢].

2325. Al-Hakam bin Nafi’ telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada kami: Abu Az-Zinad menceritakan kepada kami dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata:

Kaum Ansar berkata kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Bagilah pohon-pohon kurma ini di antara kami dan saudara-saudara kami (kaum Muhajirin).”

Beliau berkata, “Tidak.”

Kemudian mereka (kaum Ansar) berkata (kepada kaum Muhajirin), “Kalian menanggung biaya perawatan untuk kami, dan kami berbagi hasil buahnya dengan kalian.”

Mereka berkata, “Kami mendengar dan kami taat.”