٥ - بَابٌ إِذَا أَعۡتَقَ نَصِيبًا فِي عَبۡدٍ، وَلَيۡسَ لَهُ مَالٌ، اسۡتُسۡعِيَ الۡعَبۡدُ غَيۡرَ مَشۡقُوقٍ عَلَيۡهِ، عَلَى نَحۡوِ الۡكِتَابَةِ5. Bab Apabila Seseorang Memerdekakan Sebagian Kepemilikan dari Seorang Hamba Sahaya, Sedangkan Ia Tidak Memiliki Harta, Maka Hamba Sahaya Tersebut Diperintahkan untuk Berusaha Mencari Penghasilan (untuk Mencicil Kemerdekaannya) Tanpa Memberatkan Dirinya, Sebagaimana Ketentuan Mukatab
٢٥٢٦ - حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ أَبِي رَجَاءٍ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ آدَمَ: حَدَّثَنَا جَرِيرُ بۡنُ حَازِمٍ: سَمِعۡتُ قَتَادَةَ قَالَ: حَدَّثَنِي النَّضۡرُ بۡنُ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ، عَنۡ بَشِيرِ بۡنِ نَهِيكٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (مَنۡ أَعۡتَقَ شَقِيصًا مِنۡ عَبۡدٍ). [طرفه في: ٢٤٩٢].
2526. Ahmad bin Abu Raja` telah menceritakan kepada kami: Yahya bin Adam menceritakan kepada kami: Jarir bin Hazim menceritakan kepada kami: Aku mendengar Qatadah. Ia berkata: An-Nadhr bin Anas bin Malik menceritakan kepadaku dari Basyir bin Nahik, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa memerdekakan sebagian kecil dari seorang hamba sahaya ...”
٢٥٢٧ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ زُرَيۡعٍ: حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنۡ قَتَادَةَ، عَنِ النَّضۡرِ بۡنِ أَنَسٍ، عَنۡ بَشِيرِ بۡنِ نَهِيكٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (مَنۡ أَعۡتَقَ نَصِيبًا، أَوۡ شَقِيصًا، فِي مَمۡلُوكٍ، فَخَلَاصُهُ عَلَيۡهِ فِي مَالِهِ، إِنۡ كَانَ لَهُ مَالٌ، وَإِلَّا قُوِّمَ عَلَيۡهِ، فَاسۡتُسۡعِيَ بِهِ غَيۡرَ مَشۡقُوقٍ عَلَيۡهِ). تَابَعَهُ حَجَّاجُ بۡنُ حَجَّاجٍ، وَأَبَانُ، وَمُوسَى بۡنُ خَلَفٍ، عَنۡ قَتَادَةَ، اخۡتَصَرَهُ شُعۡبَةُ. [طرفه في: ٢٤٩٢].
2527. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami: Sa'id menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari An-Nadhr bin Anas, dari Basyir bin Nahik, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa memerdekakan suatu bagian atau bagian kecil dari seorang hamba sahaya, maka pembebasannya dibebankan pada hartanya jika ia memiliki harta. Namun, jika ia tidak memilikinya, hamba itu ditaksir harganya, lalu ia diperintahkan untuk bekerja mencari penghasilan guna memerdekakan dirinya tanpa memberatkannya.”
Hajjaj bin Hajjaj, Aban, dan Musa bin Khalaf mengiringi Sa’id dari Qatadah. Dan Syu’bah meriwayatkannya secara ringkas.