Cari Blog Ini

Sunan Abu Dawud hadis nomor 1225

١٢٢٥ - (حسن) حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، نا رِبۡعِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الۡجَارُودِ، حَدَّثَنِي عَمۡرُو بۡنُ أَبِي الۡحَجَّاجِ، حَدَّثَنِي الۡجَارُودُ بۡنُ أَبِي سَبۡرَةَ، حَدَّثَنِي أَنَسُ بۡنُ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ إِذَا سَافَرَ، فَأَرَادَ أَنۡ يَتَطَوَّعَ اسۡتَقۡبَلَ بِنَاقَتِهِ الۡقِبۡلَةَ فَكَبَّرَ، ثُمَّ صَلَّى حَيۡثُ وَجَّهَهُ رِكَابُهُ.

1225. [Hasan] Musaddad telah menceritakan kepada kami: Rib’i bin ‘Abdullah bin Al-Jarud menceritakan kepada kami: ‘Amr bin Abu Al-Hajjaj menceritakan kepadaku: Al-Jarud bin Abu Sabrah menceritakan kepadaku: Anas bin Malik menceritakan kepadaku: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dahulu apabila sedang safar dan ingin melaksanakan salat sunah, beliau menghadapkan untanya ke arah kiblat lalu bertakbir, kemudian beliau salat ke mana pun arah kendaraannya menghadap.

Sunan Abu Dawud hadis nomor 1079

٢٢٢ - بَابُ التَّحَلُّقِ يَوۡمَ الۡجُمُعَةِ قَبۡلَ الصَّلَاةِ
222. Bab Membuat Halaqah pada Hari Jumat Sebelum Salat


١٠٧٩ - (حسن) حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، نا يَحۡيَى، عَنِ ابۡنِ عَجۡلَانَ، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ شُعَيۡبٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ جَدِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ نَهَى عَنِ الشِّرَاءِ [وَ]الۡبَيۡعِ فِي الۡمَسۡجِدِ، وَأَنۡ تُنۡشَدَ فِيهِ ضَالَّةٌ، وَأَنۡ يُنۡشَدَ فِيهِ شِعۡرٌ، وَنَهَى عَنِ التَّحَلُّقِ قَبۡلَ الصَّلَاةِ يَوۡمَ الۡجُمُعَةِ.

1079. [Hasan] Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yahya menceritakan kepada kami dari Ibnu ‘Ajlan, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang pembelian dan penjualan di dalam masjid, melarang mengumumkan barang hilang di dalamnya, melarang melantunkan syair di dalamnya, dan melarang membuat lingkaran (halaqah) sebelum salat pada hari Jumat.

Sunan Abu Dawud hadis nomor 550

٥٥٠ - (صحيح) حَدَّثَنَا هَارُونُ بۡنُ عَبَّادٍ الۡأَزۡدِيُّ، ثنا وَكِيعٌ، عَنِ الۡمَسۡعُودِيِّ، عَنۡ عَلِيِّ بۡنِ الۡأَقۡمَرِ، عَنۡ أَبِي الۡأَحۡوَصِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مَسۡعُودٍ، قَالَ: حَافِظُوا عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ الۡخَمۡسِ حَيۡثُ يُنَادَى بِهِنَّ، فَإِنَّهُنَّ مِنۡ سُنَنِ الۡهُدَى، وَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ شَرَعَ لِنَبِيِّهِ ﷺ سُنَنَ الۡهُدَى، وَلَقَدۡ رَأَيۡتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنۡهَا إِلَّا مُنَافِقٌ بَيِّنُ النِّفَاقِ، وَلَقَدۡ رَأَيۡتُنَا وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُهَادَى بَيۡنَ الرَّجُلَيۡنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ، وَمَا مِنۡكُمۡ مِنۡ أَحَدٍ إِلَّا وَلَهُ مَسۡجِدٌ فِي بَيۡتِهِ، وَلَوۡ صَلَّيۡتُمۡ فِي بُيُوتِكُمۡ وَتَرَكۡتُمۡ مَسَاجِدَكُمۡ تَرَكۡتُمۡ سُنَّةَ نَبِيِّكُمۡ ﷺ، وَلَوۡ تَرَكۡتُمۡ سُنَّةَ نَبِيِّكُمۡ ﷺ لَكَفَرۡتُمۡ). [م، بلفظ (لضللتم)، وهو المحفوظ].

550. [Sahih] Harun bin ‘Abbad Al-Azdi telah menceritakan kepada kami: Waki’ menceritakan kepada kami dari Al-Mas’udi, dari ‘Ali bin Al-Aqmar, dari Abu Al-Ahwash, dari ‘Abdullah bin Mas’ud. Beliau berkata, “Jagalah salat lima waktu ini di mana pun dikumandangkan azan untuknya, karena sesungguhnya hal itu termasuk sunah petunjuk. Dan sesungguhnya Allah telah mensyariatkan bagi Nabi-Nya—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sunah-sunah petunjuk. Sungguh, aku telah melihat keadaan kami dan tidak ada yang meninggalkan salat berjemaah kecuali orang munafik yang jelas kemunafikannya. Sungguh, aku telah melihat seorang laki-laki dipapah di antara dua orang laki-laki hingga ia ditegakkan di dalam saf. Tidaklah ada seorang pun di antara kalian melainkan ia memiliki tempat salat di rumahnya. Namun seandainya kalian salat di rumah-rumah kalian dan meninggalkan masjid-masjid kalian, niscaya kalian telah meninggalkan sunah Nabi kalian—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Seandainya kalian meninggalkan sunah Nabi kalian—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, niscaya kalian akan kafir.”

Sunan Abu Dawud hadis nomor 455

١٣ - بَابُ اتِّخَاذِ الۡمَسَاجِدِ فِي الدُّورِ
13. Bab Membangun Masjid di Perkampungan


٤٥٥ - (صحيح) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡعَلَاءِ، ثنا حُسَيۡنُ بۡنُ عَلِيٍّ، عَنۡ زَائِدَةَ، عَنۡ هِشَامِ بۡنِ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ قَالَتۡ: أَمَرَ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِبِنَاءِ الۡمَسۡجِدِ فِي الدُّورِ، وَأَنۡ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ.

455. [Sahih] Muhammad bin Al-‘Ala` telah menceritakan kepada kami: Husain bin ‘Ali menceritakan kepada kami dari Za`idah, dari Hisyam bin ‘Urwah, dari ayahnya, dari ‘Aisyah. Beliau berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan untuk membangun masjid di perkampungan dan agar masjid-masjid tersebut dibersihkan serta diberi wangi-wangian.

Shahih Muslim hadis nomor 654

٤٤ - بَابٌ صَلَاةُ الۡجَمَاعَةِ مِنۡ سُنَنِ الۡهُدَى
44. Bab Salat Berjemaah Termasuk Sunah-Sunah Petunjuk


٢٥٦ - (٦٥٤) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بِشۡرٍ الۡعَبۡدِيُّ: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ بۡنُ أَبِي زَائِدَةَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡمَلِكِ بۡنُ عُمَيۡرٍ، عَنۡ أَبِي الۡأَحۡوَصِ قَالَ: قَالَ عَبۡدُ اللهِ: لَقَدۡ رَأَيۡتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنِ الصَّلَاةِ إِلَّا مُنَافِقٌ قَدۡ عُلِمَ نِفَاقُهُ، أَوۡ مَرِيضٌ إِنۡ كَانَ الۡمَرِيضُ لَيَمۡشِي بَيۡنَ رَجُلَيۡنِ حَتَّى يَأۡتِيَ الصَّلَاةَ. وَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ عَلَّمَنَا سُنَنَ الۡهُدَىٰ، وَإِنَّ مِنۡ سُنَنِ الۡهُدَى الصَّلَاةَ فِي الۡمَسۡجِدِ الَّذِي يُؤَذَّنُ فِيهِ.

256. (654). Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Bisyr Al-‘Abdi menceritakan kepada kami: Zakariyya` bin Abu Za`idah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Malik bin ‘Umair menceritakan kepada kami dari Abu Al-Ahwash. Ia berkata:

‘Abdullah berkata, “Sungguh aku telah melihat keadaan kami (para sahabat), tidak ada yang tertinggal dari salat (berjemaah) kecuali orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya atau orang yang sakit. Sungguh, seorang yang sakit pun tetap berjalan (dipapah) di antara dua orang hingga ia mendatangi salat.”

Beliau juga berkata, “Sesungguhnya Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—telah mengajarkan kepada kami sunah-sunah petunjuk dan sesungguhnya di antara sunah-sunah petunjuk itu adalah salat di masjid yang dikumandangkan azan di dalamnya.”

٢٥٧ - (...) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا الۡفَضۡلُ بۡنُ دُكَيۡنٍ، عَنۡ أَبِي الۡعُمَيۡسِ، عَنۡ عَلِيِّ بۡنِ الۡأَقۡمَرِ، عَنۡ أَبِي الۡأَحۡوَصِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ، قَالَ: مَنۡ سَرَّهُ أَنۡ يَلۡقَى اللهَ غَدًا مُسۡلِمًا فَلۡيُحَافِظۡ عَلَى هَٰؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ حَيۡثُ يُنَادَىٰ بِهِنَّ، فَإِنَّ اللهَ شَرَعَ لِنَبِيِّكُمۡ ﷺ سُنَنَ الۡهُدَىٰ، وَإِنَّهُنَّ مِنۡ سُنَنِ الۡهُدَىٰ، وَلَوۡ أَنَّكُمۡ صَلَّيۡتُمۡ فِي بُيُوتِكُمۡ كَمَا يُصَلِّي هَٰذَا الۡمُتَخَلِّفُ فِي بَيۡتِهِ لَتَرَكۡتُمۡ سُنَّةَ نَبِيِّكُمۡ، وَلَوۡ تَرَكۡتُمۡ سُنَّةَ نَبِيِّكُمۡ لَضَلَلۡتُمۡ. وَمَا مِنۡ رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ فَيُحۡسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَعۡمِدُ إِلَى مَسۡجِدٍ مِنۡ هَٰذِهِ الۡمَسَاجِدِ إِلَّا كَتَبَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ خَطۡوَةٍ يَخۡطُوهَا حَسَنَةً، وَيَرۡفَعُهُ بِهَا دَرَجَةً، وَيَحُطُّ عَنۡهُ بِهَا سَيِّئَةً، وَلَقَدۡ رَأَيۡتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنۡهَا إِلَّا مُنَافِقٌ، مَعۡلُومُ النِّفَاقِ. وَلَقَدۡ كَانَ الرَّجُلُ يُؤۡتَىٰ بِهِ يُهَادَىٰ بَيۡنَ الرَّجُلَيۡنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ.

257. Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Al-Fadhl bin Dukain menceritakan kepada kami dari Abu Al-‘Umais, dari ‘Ali bin Al-Aqmar, dari Abu Al-Ahwash, dari ‘Abdullah. Beliau berkata,

“Barang siapa yang merasa senang untuk bertemu Allah besok (pada hari kiamat) dalam keadaan muslim, maka hendaklah ia menjaga salat-salat ini di tempat (masjid) yang azan dikumandangkan di situ. Karena sesungguhnya Allah telah mensyariatkan kepada Nabi kalian—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sunah-sunah petunjuk dan sesungguhnya salat-salat tersebut termasuk bagian dari sunah-sunah petunjuk. Seandainya kalian salat di rumah-rumah kalian sebagaimana orang yang tertinggal ini salat di rumahnya, niscaya kalian telah meninggalkan sunah Nabi kalian. Dan seandainya kalian meninggalkan sunah Nabi kalian, niscaya kalian akan tersesat. Tidaklah seseorang bersuci lalu membaguskan bersucinya, kemudian ia menuju ke salah satu masjid dari masjid-masjid ini, melainkan Allah akan mencatat baginya satu kebaikan untuk setiap langkah yang ia ayunkan, mengangkat derajatnya dengannya, dan menghapuskan satu keburukan darinya. Sungguh aku telah melihat keadaan kami, tidak ada yang tertinggal darinya kecuali orang munafik yang nyata kemunafikannya. Dan sungguh, dahulu ada seorang laki-laki yang didatangkan dengan dipapah di antara dua orang hingga ia diberdirikan di dalam saf.”