Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6963

٦ - بَابُ مَا يُكۡرَهُ مِنَ التَّنَاجُشِ
6. Bab Tindakan At-Tanajusy (Rekayasa Penawaran Harga) yang Dibenci


٦٩٦٣ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ، عَنۡ مَالِكٍ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ نَهَى عَنِ النَّجۡشِ. [طرفه في: ٢١٤٢].

6963. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami dari Malik, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang tindakan an-najsy (rekayasa penawaran harga).

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7186

٣٢ - بَابُ بَيۡعِ الۡإِمَامِ عَلَى النَّاسِ أَمۡوَالَهُمۡ وَضِيَاعَهُمۡ
32. Bab Pemimpin yang Menjual Harta dan Tanah Milik Orang-Orang


وَقَدۡ بَاعَ النَّبِيُّ ﷺ مُدَبَّرًا مِنۡ نُعَيۡمِ بۡنِ النَّحَّامِ.

Dan Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sungguh telah menjual seorang budak mudabbar (budak yang dijanjikan oleh majikannya akan merdeka secara otomatis begitu si majikan meninggal dunia) kepada Nu’aim bin An-Nahham.

٧١٨٦ - حَدَّثَنَا ابۡنُ نُمَيۡرٍ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بِشۡرٍ: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ: حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بۡنُ كُهَيۡلٍ، عَنۡ عَطَاءٍ، عَنۡ جَابِرٍ قَالَ: بَلَغَ النَّبِيَّ ﷺ أَنَّ رَجُلًا مِنۡ أَصۡحَابِهِ أَعۡتَقَ غُلَامًا عَنۡ دُبُرٍ، لَمۡ يَكُنۡ لَهُ مَالٌ غَيۡرَهُ، فَبَاعَهُ بِثَمَانِمِائَةِ دِرۡهَمٍ، ثُمَّ أَرۡسَلَ بِثَمَنِهِ إِلَيۡهِ. [طرفه في: ٢١٤١].

7186. Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Bisyr menceritakan kepada kami: Isma’il menceritakan kepada kami: Salamah bin Kuhail menceritakan kepada kami dari ‘Atha`, dari Jabir. Ia berkata: Kabar sampai kepada Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bahwasanya ada seorang laki-laki dari kalangan sahabat beliau yang memerdekakan seorang budak miliknya melalui akad dubur (merdeka secara otomatis begitu si majikan meninggal dunia), padahal ia tidak memiliki harta lain selain budak tersebut. Maka beliau menjual budak itu seharga delapan ratus dirham, kemudian beliau mengirimkan uang hasil penjualannya kepada laki-laki tersebut.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6947

٤ - بَابٌ إِذَا أُكۡرِهَ حَتَّى وَهَبَ عَبۡدًا أَوۡ بَاعَهُ لَمۡ يَجُزۡ
4. Bab Apabila Seseorang Dipaksa hingga Ia Menghibahkan atau Menjual Seorang Budak, Hal Itu Tidak Sah


وَقَالَ بَعۡضُ النَّاسِ: فَإِنۡ نَذَرَ الۡمُشۡتَرِي فِيهِ نَذۡرًا، فَهُوَ جَائِزٌ بِزَعۡمِهِ، وَكَذٰلِكَ إِنۡ دَبَّرَهُ.

Sebagian orang berkata, “Namun jika pembeli bernazar atas budak tersebut, maka nazarnya sah menurut anggapannya, dan demikian pula jika ia menjadikannya budak mudabbar.”

٦٩٤٧ - حَدَّثَنَا أَبُو النُّعۡمَانِ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ: عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ دِينَارٍ، عَنۡ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَجُلًا مِنَ الۡأَنۡصَارِ دَبَّرَ مَمۡلُوكًا، وَلَمۡ يَكُنۡ لَهُ مَالٌ غَيۡرُهُ، فَبَلَغَ ذٰلِكَ رَسُولَ اللهِ ﷺ، فَقَالَ: (مَنۡ يَشۡتَرِيهِ مِنِّي؟). فَاشۡتَرَاهُ نُعَيۡمُ بۡنُ النَّحَّامِ بِثَمَانِمِائَةِ دِرۡهَمٍ. قَالَ: فَسَمِعۡتُ جَابِرًا يَقُولُ: عَبۡدًا قِبۡطِيًّا، مَاتَ عَامَ أَوَّلَ. [طرفه في: ٢١٤١].

6947. Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari ‘Amr bin Dinar, dari Jabir—radhiyallahu ‘anhu—:

Ada seorang laki-laki dari kaum Ansar yang memerdekakan seorang budak miliknya melalui akad dubur (yaitu dengan berkata: Engkau merdeka setelah aku mati), padahal ia tidak memiliki harta lain selain budak tersebut. Maka kabar itu sampai kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu beliau bertanya, “Siapa yang mau membeli budak ini dariku?”

Kemudian Nu’aim bin An-Nahham membelinya seharga delapan ratus dirham.

Perawi berkata: Aku mendengar Jabir berkata: (Budak tersebut) adalah seorang budak bangsa Koptik, ia wafat pada tahun pertama (setelah dijual).

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6716

٧ - بَابُ عِتۡقِ الۡمُدَبَّرِ وَأُمِّ الۡوَلَدِ وَالۡمُكَاتَبِ فِي الۡكَفَّارَةِ، وَعِتۡقِ وَلَدِ الزِّنَا
7. Bab Pembebasan Budak Mudabbar, Ummu Walad, dan Mukatab sebagai Kafarat, serta Pembebasan Anak Hasil Zina


وَقَالَ طَاوُسٌ: يُجۡزِىءُ الۡمُدَبَّرُ وَأُمُّ الۡوَلَدِ.

Thawus berkata: Pembebasan budak mudabbar (budak yang dijanjikan oleh majikannya akan merdeka secara otomatis begitu si majikan meninggal dunia) dan ummu walad (budak perempuan yang melahirkan anak dari hasil hubungan dengan majikannya) itu sah (sebagai kafarat).

٦٧١٦ - حَدَّثَنَا أَبُو النُّعۡمَانِ: أَخۡبَرَنَا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ، عَنۡ عَمۡرٍو، عَنۡ جَابِرٍ: أَنَّ رَجُلًا مِنَ الۡأَنۡصَارِ دَبَّرَ مَمۡلُوكًا لَهُ، وَلَمۡ يَكُنۡ لَهُ مَالٌ غَيۡرُهُ، فَبَلَغَ النَّبِيَّ ﷺ، فَقَالَ: (مَنۡ يَشۡتَرِيهِ مِنِّي؟) فَاشۡتَرَاهُ نُعَيۡمُ بۡنُ النَّحَّامِ بِثَمَانِمِائَةِ دِرۡهَمٍ. فَسَمِعۡتُ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ يَقُولُ: عَبۡدًا قِبۡطِيًّا، مَاتَ عَامَ أَوَّلَ. [طرفه في: ٢١٤١].

6716. Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid mengabarkan kepada kami dari ‘Amr, dari Jabir:

Ada seorang laki-laki dari kaum Ansar yang memerdekakan seorang budak miliknya melalui akad dubur (merdeka setelah majikan wafat), padahal ia tidak memiliki harta lain selain budak tersebut. Maka kabar itu sampai kepada Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu beliau bertanya, “Siapa yang mau membeli budak ini dariku?”

Kemudian Nu’aim bin An-Nahham membelinya seharga delapan ratus dirham.

Aku mendengar Jabir bin ‘Abdullah berkata: (Budak tersebut) adalah seorang budak bangsa Koptik, ia meninggal pada tahun pertama (setelah dijual).

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2534

٩ - بَابُ بَيۡعِ الۡمُدَبَّرِ
9. Bab Penjualan Budak Mudabbar


٢٥٣٤ - حَدَّثَنَا آدَمُ بۡنُ أَبِي إِيَاسٍ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ: حَدَّثَنَا عَمۡرُو بۡنُ دِينَارٍ: سَمِعۡتُ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: أَعۡتَقَ رَجُلٌ مِنَّا عَبۡدًا لَهُ عَنۡ دُبُرٍ، فَدَعَا النَّبِيُّ ﷺ بِهِ فَبَاعَهُ. قَالَ جَابِرٌ: مَاتَ الۡغُلَامُ عَامَ أَوَّلَ. [طرفه في: ٢١٤١].

2534. Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami: ‘Amr bin Dinar menceritakan kepada kami: Aku mendengar Jabir bin ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhuma—berkata: Ada seorang laki-laki dari kalangan kami yang memerdekakan seorang budak miliknya melalui akad dubur (merdeka setelah majikan wafat). Maka Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—meminta agar budak tersebut dibawa, lalu beliau menjualnya. Jabir berkata: Budak laki-laki itu wafat pada tahun pertama (setelah dijual).