Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7551

٥٤ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا الۡقُرۡآنَ لِلذِّكۡرِ﴾ [القمر: ١٧]
54. Bab Firman Allah Taala, “Sungguh Kami telah memudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran” (QS Al-Qamar: 17)


وَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (كُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ). يُقَالُ: مُيَسَّرٌ مُهَيَّأٌ.

Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Masing-masing akan dimudahkan kepada takdir yang telah diciptakan untuknya.” Ada yang berkata: muyassar artinya disiapkan.

وَقَالَ مَطَرٌ الۡوَرَّاقُ: ﴿وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا الۡقُرۡآنَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِنۡ مُدَّكِرٍ﴾ [القمر: ١٧]. قَالَ: هَلۡ مِنۡ طَالِبِ عِلۡمٍ فَيُعَانَ عَلَيۡهِ.

Mathar Al-Warraq berkata tentang ayat “Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS Al-Qamar: 17), beliau berkata: Adakah yang menuntut ilmu? Nanti dia akan ditolong.

٧٥٥١ - حَدَّثَنَا أَبُو مَعۡمَرٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَارِثِ: قَالَ يَزِيدُ: حَدَّثَنِي مُطَرِّفُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ عِمۡرَانَ قَالَ: قُلۡتُ يَا رَسُولَ اللهِ، فِيمَا يَعۡمَلُ الۡعَامِلُونَ؟ قَالَ: (كُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ). [طرفه في: ٦٥٩٦].

7551. Abu Ma’mar telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Warits menceritakan kepada kami: Yazid berkata: Mutharrif bin ‘Abdullah menceritakan kepadaku dari ‘Imran. Beliau berkata:

Aku bertanya kepada Rasulullah, “Untuk apa orang-orang beramal?”

Beliau menjawab, “Masing-masing akan dimudahkan kepada takdir yang telah diciptakan untuknya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7557, 7558, dan 7559

٧٥٥٧ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ الۡقَاسِمِ بۡنِ مُحَمَّدٍ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (إِنَّ أَصۡحَابَ هٰذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ، وَيُقَالُ لَهُمۡ: أَحۡيُوا مَا خَلَقۡتُمۡ). [طرفه في: ٢١٠٥].

7557. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Al-Qasim bin Muhammad, dari ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya pembuat gambar-gambar ini akan diazab pada hari kiamat dan dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah yang telah kalian buat.”

٧٥٥٨ - حَدَّثَنَا أَبُو النُّعۡمَانِ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (إِنَّ أَصۡحَابَ هٰذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ وَيُقَالُ لَهُمۡ: أَحۡيُوا مَا خَلَقۡتُمۡ). [طرفه في: ٥٩٥١].

7558. Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—. Beliau mengatakan: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya pembuat gambar-gambar ini akan diazab pada hari kiamat dan dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah yang telah kalian buat.”

٧٥٥٩ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡعَلَاءِ: حَدَّثَنَا ابۡنُ فُضَيۡلٍ، عَنۡ عُمَارَةَ، عَنۡ أَبِي زُرۡعَةَ: سَمِعَ أَبَا هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: (قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنۡ ذَهَبَ يَخۡلُقُ كَخَلۡقِي، فَلۡيَخۡلُقُوا ذَرَّةً، أَوۡ لِيَخۡلُقُوا حَبَّةً، أَوۡ شَعِيرَةً). [طرفه في: ٥٩٥٣].

7559. Muhammad bin Al-‘Ala` telah menceritakan kepada kami: Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami dari ‘Umarah, dari Abu Zur’ah. Beliau mendengar Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—berkata: Aku mendengar Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Allah—‘azza wa jalla—berkata: Tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang berusaha membuat seperti ciptaan-Ku. Coba saja mereka menciptakan seekor semut atau coba menciptakan satu benih atau sebutir barli.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7515

٣٧ - بَابُ قَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿وَكَلَّمَ اللهُ مُوسَى تَكۡلِيمًا﴾ [النساء: ١٦٤]
37. Bab Firman Allah Taala, “Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” (QS An-Nisa’: 164)


٧٥١٥ - حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ بُكَيۡرٍ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ: حَدَّثَنَا عُقَيۡلٌ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ: حَدَّثَنَا حُمَيۡدُ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (احۡتَجَّ آدَمُ وَمُوسَى، فَقَالَ مُوسَى: أَنۡتَ آدَمُ الَّذِي أَخۡرَجۡتَ ذُرِّيَّتَكَ مِنَ الۡجَنَّةِ؟ قَالَ آدَمُ: أَنۡتَ مُوسَى الَّذِي اصۡطَفَاكَ اللهُ بِرِسَالَاتِهِ وَكَلَامِهِ، ثُمَّ تَلُومُنِي عَلَى أَمۡرٍ قَدۡ قُدِّرَ عَلَيَّ قَبۡلَ أَنۡ أُخۡلَقَ؟ فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى). [طرفه في: ٣٤٠٩].

7515. Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada kami: ‘Uqail menceritakan kepada kami dari Ibnu Syihab: Humaid bin ‘Abdurrahman menceritakan kepada kami dari Abu Hurairah: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata:

Adam dan Musa saling mendebat. Musa berkata, “Engkau Adam yang telah menyebabkan keturunanmu keluar dari janah?”

Adam berkata, “Engkau Musa yang Allah telah memilih engkau dengan risalah-Nya dan dengan pembicaraan Allah kepadamu secara langsung, kemudian engkau mencelaku terhadap suatu perkara yang telah ditakdirkan sebelum aku diciptakan?”

Adam mengalahkan Musa.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7513 dan 7514

٧٥١٣ - حَدَّثَنَا عُثۡمَانُ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنۡ مَنۡصُورٍ، عَنۡ إِبۡرَاهِيمَ، عَنۡ عَبِيدَةَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: جَاءَ حَبۡرٌ مِنَ الۡيَهُودِ فَقَالَ: إِنَّهُ إِذَا كَانَ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ، جَعَلَ اللهُ السَّمَوَاتِ عَلَى إِصۡبَعٍ، وَالۡأَرَضِينَ عَلَى إِصۡبَعٍ، وَالۡمَاءَ وَالثَّرَى عَلَى إِصۡبَعٍ، وَالۡخَلَائِقَ عَلَى إِصۡبَعٍ، ثُمَّ يَهُزُّهُنَّ، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا الۡمَلِكُ أَنَا الۡمَلِكُ، فَلَقَدۡ رَأَيۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَضۡحَكُ حَتَّى بَدَتۡ نَوَاجِذُهُ، تَعَجُّبًا وَتَصۡدِيقًا لِقَوۡلِهِ، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: ﴿وَمَا قَدَرُوا اللهَ حَقَّ قَدۡرِهِ﴾ إِلَى قَوۡلِهِ: ﴿يُشۡرِكُونَ﴾ [الزمر: ٦٧]. [طرفه في: ٤٨١١].

7513. ‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Jarir menceritakan kepada kami dari Manshur, dari Ibrahim, dari ‘Abidah, dari ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau berkata:

Seorang alim Yahudi datang seraya berkata, “Sesungguhnya ketika hari kiamat, Allah menjadi langit-langit di atas satu jari, bumi di atas satu jari, air dan tanah di atas satu jari, dan makhluk-makhluk di atas satu jari, kemudian Dia mengguncang mereka, kemudian Dia berkata, ‘Aku adalah raja. Aku adalah raja.’”

Sungguh aku melihat Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tertawa hingga gigi-gigi gerahamnya terlihat karena takjub dan membenarkannya. Kemudian Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membaca ayat, “Mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya,” sampai firman-Nya, “mereka persekutukan.” (QS Az-Zumar: 67).

٧٥١٤ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ صَفۡوَانَ بۡنِ مُحۡرِزٍ: أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ ابۡنَ عُمَرَ: كَيۡفَ سَمِعۡتَ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ فِي النَّجۡوَى؟ قَالَ: (يَدۡنُو أَحَدُكُمۡ مِنۡ رَبِّهِ حَتَّى يَضَعَ كَنَفَهُ عَلَيۡهِ، فَيَقُولُ: أَعَمِلۡتَ كَذَا وَكَذَا؟ فَيَقُولُ: نَعَمۡ، وَيَقُولُ: عَمِلۡتَ كَذَا وَكَذَا؟ فَيَقُولُ: نَعَمۡ، فَيُقَرِّرُهُ ثُمَّ يَقُولُ: إِنِّي سَتَرۡتُ عَلَيۡكَ فِي الدُّنۡيَا، وَأَنَا أَغۡفِرُهَا لَكَ الۡيَوۡمَ). وَقَالَ آدَمُ: حَدَّثَنَا شَيۡبَانُ: حَدَّثَنَا قَتَادَةُ: حَدَّثَنَا صَفۡوَانُ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ. [طرفه في: ٢٤٤١].

7514. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Awanah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Shafwan bin Muhriz:

Seorang pria bertanya kepada Ibnu ‘Umar: Bagaimana yang engkau dengar tentang sabda Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tentang pembicaraan rahasia?

Beliau berkata:

Salah seorang kalian mendekat kepada Rabnya, sampai Dia meletakkan tabir-Nya yang menutupinya. Lalu Allah berkata, “Apakah engkau melakukan ini dan ini?”

Orang itu menjawab, “Iya.”

Allah berkata, “Apakah engkau melakukan ini dan ini?”

Orang itu berkata, “Iya.”

Allah membuatnya mengaku kemudian berkata, “Sesungguhnya Aku telah menutupi aibmu di dunia dan pada hari ini Aku mengampuninya.”

Adam berkata: Syaiban menceritakan kepada kami: Qatadah menceritakan kepada kami: Shafwan menceritakan kepada kami dari Ibnu ‘Umar: Aku mendengar Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sunan An-Nasa`i hadis nomor 1986

١٩٨٦ - (صحيح) أَخۡبَرَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ مَسۡعُودٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ وَهُوَ ابۡنُ زُرَيۡعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بۡنُ أَبِي عَبۡدِ اللهِ عَنۡ يَحۡيَى بۡنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنۡ أَبِي إِبۡرَاهِيمَ الۡأَنۡصَارِيِّ، عَنۡ أَبِيهِ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ فِي الصَّلَاةِ عَلَى الۡمَيِّتِ: (اللّٰهُمَّ اغۡفِرۡ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنۡثَانَا، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا). [(الترمذي)(١٠٣٥)].

1986. [Sahih] Isma’il bin Mas’ud telah mengabarkan kepada kami. Beliau berkata: Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Hisyam bin Abu ‘Abdullah menceritakan kepada kami dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Ibrahim Al-Anshari, dari ayahnya: Beliau mendengar Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berdoa dalam salat jenazah, “Allāhummagfir liḥayyinā wa mayyitinā, wa syāhidinā wa gā’ibinā, wa żakarinā wa unṡānā, wa ṣagīrinā wa kabīrinā (Ya Allah, ampunilah orang-orang yang masih hidup dan yang sudah mati dari kami, orang-orang yang hadir bersama kami dan yang tidak hadir, laki-laki dan wanita dari kami, anak-anak yang masih kecil dan orang-orang dewasa dari kami).”