Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2485 dan 2486

٢٤٨٥ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ يُوسُفَ: حَدَّثَنَا الۡأَوۡزَاعِيُّ: حَدَّثَنَا أَبُو النَّجَاشِيِّ قَالَ: سَمِعۡتُ رَافِعَ بۡنَ خَدِيجٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كُنَّا نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ ﷺ الۡعَصۡرَ، فَنَنۡحَرُ جَزُورًا، فَتُقۡسَمُ عَشۡرَ قِسَمٍ، فَنَأۡكُلُ لَحۡمًا نَضِيجًا قَبۡلَ أَنۡ تَغۡرُبَ الشَّمۡسُ.

2485. Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Al-Auza’i menceritakan kepada kami: Abu An-Najasyi menceritakan kepada kami. Ia berkata: Aku mendengar Rafi’ bin Khadij—radhiyallahu ‘anhu—berkata: Kami pernah melaksanakan salat Asar bersama Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu kami menyembelih unta, kemudian dagingnya dibagi menjadi sepuluh bagian, sehingga kami dapat memakan daging yang sudah matang sebelum matahari terbenam.

٢٤٨٦ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡعَلَاءِ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بۡنُ أُسَامَةَ، عَنۡ بُرَيۡدٍ، عَنۡ أَبِي بُرۡدَةَ، عَنۡ أَبِي مُوسَى قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (إِنَّ الۡأَشۡعَرِيِّينَ إِذَا أَرۡمَلُوا فِي الۡغَزۡوِ، أَوۡ قَلَّ طَعَامُ عِيَالِهِمۡ بِالۡمَدِينَةِ، جَمَعُوا مَا كَانَ عِنۡدَهُمۡ فِي ثَوۡبٍ وَاحِدٍ، ثُمَّ اقۡتَسَمُوهُ بَيۡنَهُمۡ فِي إِنَاءٍ وَاحِدٍ بِالسَّوِيَّةِ، فَهُمۡ مِنِّي وَأَنَا مِنۡهُمۡ).

2486. Muhammad bin Al-‘Ala` telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Usamah menceritakan kepada kami dari Buraid, dari Abu Burdah, dari Abu Musa. Ia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya orang-orang kabilah Al-Asy’ari apabila perbekalan mereka habis di medan perang, atau makanan keluarga mereka sedikit di Madinah, mereka mengumpulkan apa saja yang ada pada mereka ke dalam satu kain, kemudian mereka membaginya di antara mereka dalam satu wadah secara merata. Maka mereka adalah bagian dariku dan aku adalah bagian dari mereka.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4021

٤٠٢١ - حَدَّثَنَا مُوسَى: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَاحِدِ: حَدَّثَنَا مَعۡمَرٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنِي ابۡنُ عَبَّاسٍ، عَنۡ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمۡ: لَمَّا تُوُفِّيَ النَّبِيُّ ﷺ قُلۡتُ لِأَبِي بَكۡرٍ: انۡطَلِقۡ بِنَا إِلَى إِخۡوَانِنَا مِنَ الۡأَنۡصَارِ، فَلَقِيَنَا مِنۡهُمۡ رَجُلَانِ صَالِحَانِ شَهِدَا بَدۡرًا. فَحَدَّثۡتُ عُرۡوَةَ بۡنَ الزُّبَيۡرِ، فَقَالَ: هُمَا عُوَيۡمُ بۡنُ سَاعِدَةَ وَمَعۡنُ بۡنُ عَدِيٍّ. [طرفه في: ٢٤٦٢].

4021. Musa telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahid menceritakan kepada kami: Ma’mar menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah: Ibnu ‘Abbas menceritakan kepadaku, dari ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—: Ketika Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—wafat, aku berkata kepada Abu Bakr, “Mari kita pergi menemani saudara-saudara kita dari kalangan Ansar.” Lalu kami ditemui oleh dua orang saleh dari golongan mereka yang mengikuti Perang Badr.

Lalu aku menceritakan hal itu kepada ‘Urwah bin Az-Zubair, maka ia berkata: Keduanya adalah ‘Uwaim bin Sa’idah dan Ma’n bin ‘Adi.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5446

٤٥ - بَابُ الۡقِرَانِ فِي التَّمۡرِ
45. Bab Al-Qiran (Memakan Dua Kurma Sekaligus)


٥٤٤٦ - حَدَّثَنَا آدَمُ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ: حَدَّثَنَا جَبَلَةُ بۡنُ سُحَيۡمٍ قَالَ: أَصَابَنَا عَامُ سَنَةٍ مَعَ ابۡنِ الزُّبَيۡرِ فَرَزَقَنَا تَمۡرًا، فَكَانَ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عُمَرَ يَمُرُّ بِنَا وَنَحۡنُ نَأۡكُلُ، وَيَقُولُ: لَا تُقَارِنُوا، فَإِنَّ النَّبِيَّ ﷺ نَهَى عَنِ الۡقِرَانِ، ثُمَّ يَقُولُ: إِلَّا أَنۡ يَسۡتَأۡذِنَ الرَّجُلُ أَخَاهُ. قَالَ شُعۡبَةُ: الۡإِذۡنُ مِنۡ قَوۡلِ ابۡنِ عُمَرَ. [طرفه في: ٢٤٥٥].

5446. Adam telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami: Jabalah bin Suhaim menceritakan kepada kami. Ia berkata:

Kami ditimpa musim paceklik pada masa Ibnu Az-Zubair, lalu ia memberi kami jatah makanan berupa kurma. Ketika ‘Abdullah bin ‘Umar melewati kami saat kami sedang makan, ia berkata, “Janganlah kalian memakan dua kurma sekaligus, karena Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang al-qiran.” Kemudian ia berkata, “Kecuali jika seseorang meminta izin kepada saudaranya (teman sehidangannya).”

Syu’bah berkata: Pengecualian izin tersebut merupakan perkataan Ibnu ‘Umar.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5225

٥٢٢٥ - حَدَّثَنَا عَلِيٌّ: حَدَّثَنَا ابۡنُ عُلَيَّةَ، عَنۡ حُمَيۡدٍ، عَنۡ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ عِنۡدَ بَعۡضِ نِسَائِهِ، فَأَرۡسَلَتۡ إِحۡدَى أُمَّهَاتِ الۡمُؤۡمِنِينَ بِصَحۡفَةٍ فِيهَا طَعَامٌ، فَضَرَبَتِ الَّتِي النَّبِيُّ ﷺ فِي بَيۡتِهَا يَدَ الۡخَادِمِ، فَسَقَطَتِ الصَّحۡفَةُ فَانۡفَلَقَتۡ، فَجَمَعَ النَّبِيُّ ﷺ فِلَقَ الصَّحۡفَةِ ثُمَّ جَعَلَ يَجۡمَعُ فِيهَا الطَّعَامَ الَّذِي كَانَ فِي الصَّحۡفَةِ، وَيَقُولُ: (غَارَتۡ أُمُّكُمۡ). ثُمَّ حَبَسَ الۡخَادِمَ حَتَّى أُتِيَ بِصَحۡفَةٍ مِنۡ عِنۡدِ الَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا، فَدَفَعَ الصَّحۡفَةَ الصَّحِيحَةَ إِلَى الَّتِي كُسِرَتۡ صَحۡفَتُهَا، وَأَمۡسَكَ الۡمَكۡسُورَةَ فِي بَيۡتِ الَّتِي كَسَرَتۡ فِيه. [طرفه في: ٢٤٨١].

5225. ‘Ali telah menceritakan kepada kami: Ibnu ‘Ulayyah menceritakan kepada kami dari Humaid, dari Anas. Ia berkata:

Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—pernah berada di rumah salah seorang istri beliau, lalu salah seorang ibunda kaum mukminin mengutus seorang pelayan untuk mengirimkan piring besar berisi makanan. Istri yang Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sedang berada di rumahnya itu memukul tangan sang pelayan hingga piring besar itu jatuh dan pecah. Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lantas mengumpulkan pecahan piring besar tersebut, kemudian beliau mulai mengumpulkan makanan yang tadinya berada di piring besar itu ke atasnya seraya berkata, “Ibu kalian sedang cemburu.”

Kemudian beliau menahan pelayan itu hingga dibawakan piring besar yang utuh dari rumah istri yang sedang beliau singgahi. Beliau lalu menyerahkan piring besar yang utuh tersebut kepada istri yang piring besarnya pecah, dan menahan piring yang pecah di rumah istri yang memecahkannya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5954

٩١ - بَابُ مَا وُطِىءَ مِنَ التَّصَاوِيرِ
91. Bab Perkara Gambar yang Diinjak


٥٩٥٤ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ قَالَ: سَمِعۡتُ عَبۡدَ الرَّحۡمٰنِ بۡنَ الۡقَاسِمِ، وَمَا بِالۡمَدِينَةِ يَوۡمَئِذٍ أَفۡضَلُ مِنۡهُ، قَالَ: سَمِعۡتُ أَبِي قَالَ: سَمِعۡتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا: قَدِمَ رَسُولُ اللهِ ﷺ مِنۡ سَفَرٍ، وَقَدۡ سَتَرۡتُ بِقِرَامٍ لِي عَلَى سَهۡوَةٍ لِي فِيهَا تَمَاثِيلُ، فَلَمَّا رَآهُ رَسُولُ اللهِ ﷺ هَتَكَهُ وَقَالَ: (أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلۡقِ اللهِ). قَالَتۡ: فَجَعَلۡنَاهُ وِسَادَةً أَوۡ وِسَادَتَيۡنِ. [طرفه في: ٢٤٧٩].

5954. Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami. Ia berkata: Aku mendengar ‘Abdurrahman bin Al-Qasim, dan tidak ada di Madinah pada hari itu orang yang lebih utama daripadanya, ia berkata: Aku mendengar ayahku berkata: Aku mendengar ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha—berkata:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—datang dari suatu perjalanan, sedangkan aku telah memasang tirai dari kain tipis yang bergambar pada rak kecil milikku yang padanya terdapat beberapa gambar makhluk bernyawa. Ketika Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melihatnya, beliau merobeknya dan bersabda, “Manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menandingi ciptaan Allah.”

‘Aisyah berkata: Lalu kami menjadikannya satu atau dua bantal.