٤٥ - بَابُ قَوۡلِ النَّبِيِّ ﷺ: (رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ الۡقُرۡآنَ فَهُوَ
يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيۡلِ وَالنَّهَارِ، وَرَجُلٌ يَقُولُ: لَوۡ
أُوتِيتُ مِثۡلَ مَا أُوتِيَ هٰذَا فَعَلۡتُ كَمَا يَفۡعَلُ)
45. Bab Sabda Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—: “Seseorang yang diberi
Al-Qur’an oleh Allah lalu dia membaca dan mengamalkannya sepanjang malam dan
siang; dan seseorang yang berkata, ‘Kalau aku diberi seperti yang diberikan
kepada orang ini, niscaya aku akan berbuat seperti perbuatannya’”
فَبَيَّنَ اللهُ: أَنَّ قِيَامَهُ بِالۡكِتَابِ هُوَ فِعۡلُهُ. وَقَالَ:
﴿وَمِنۡ آيَاتِهِ خَلۡقُ السَّمَوَاتِ وَالۡأَرۡضِ وَاخۡتِلَافُ أَلۡسِنَتِكُمۡ
وَأَلۡوَانِكُمۡ﴾ [الروم: ٢٢].
وَقَالَ جَلَّ ذِكۡرُهُ: ﴿وَافۡعَلُوا الۡخَيۡرَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ﴾
[الحج: ٧٧].
Allah menjelaskan bahwa pengamalan hamba terhadap Al-Qur’an merupakan
perbuatan hamba tersebut. Allah berfirman, “Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, dan perbedaan bahasamu dan
warna kulit kalian.” (QS Ar-Rum: 22).
Allah—jalla dzikruh—berfirman, “Dan kerjakanlah kebaikan, supaya kalian
mendapat kemenangan.” (QS Al-Hajj: 77).
٧٥٢٨ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ
أَبِي صَالِحٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا
تَحَاسُدَ إِلَّا فِي اثۡنَتَيۡنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ الۡقُرۡآنَ فَهُوَ
يَتۡلُوهُ آنَاءَ اللَّيۡلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، فَهُوَ يَقُولُ: لَوۡ
أُوتِيتُ مِثۡلَ مَا أُوتِيَ هٰذَا لَفَعَلۡتُ كَمَا يَفۡعَلُ، وَرَجُلٌ آتَاهُ
اللهُ مَالًا فَهُوَ يُنۡفِقُهُ فِي حَقِّهِ، فَيَقُولُ: لَوۡ أُوتِيتُ مِثۡلَ
مَا أُوتِيَ عَمِلۡتُ فِيهِ مِثۡلَ مَا يَعۡمَلُ). [طرفه في:
٥٠٢٦].
7528. Qutaibah telah menceritakan kepada kami: Jarir menceritakan kepada kami
dari Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah. Beliau mengatakan:
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Tidak boleh saling hasad
kecuali kepada dua jenis orang: seseorang yang Allah ajari Al-Qur’an lalu dia
membacanya sepanjang malam dan sepanjang siang, lalu orang lain berkata:
Sekiranya aku diberi seperti yang diberikan kepada orang ini, niscaya aku akan
berbuat seperti perbuatannya; dan seseorang yang Allah beri harta, lalu dia
belanjakan sesuai haknya, lalu orang lain berkata: Sekiranya aku diberi
seperti yang diberikan kepadanya, niscaya aku akan melakukan seperti yang
dilakukannya.”
٧٥٢٩ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ: قَالَ
الزُّهۡرِيُّ: عَنۡ سَالِمٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (لَا
حَسَدَ إِلَّا فِي اثۡنَتَيۡنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ الۡقُرۡآنَ فَهُوَ
يَتۡلُوهُ آنَاءَ اللَّيۡلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللهُ مَالًا
فَهُوَ يُنۡفِقُهُ آنَاءَ اللَّيۡلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ). سَمِعۡتُ سُفۡيَانَ
مِرَارًا، لَمۡ أَسۡمَعۡهُ يَذۡكُرُ الۡخَبَرَ، وَهُوَ مِنۡ صَحِيحِ حَدِيثِهِ.
[طرفه في:
٥٠٢٥].
7529. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan
kepada kami: Az-Zuhri berkata: Dari Salim, dari ayahnya, dari Nabi
Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Tidak boleh hasad
kecuali kepada dua jenis orang: seseorang yang Allah beri Al-Qur’an kepadanya
lalu dia membacanya sepanjang malam dan sepanjang siang; dan seseorang yang
Allah beri harta lalu dia menginfakkannya sepanjang malam dan sepanjang
siang.”
Aku mendengar Sufyan berkali-kali, namun aku belum pernah mendengar beliau
menyebutkan dengan lafaz kabar (yaitu akhbaranā atau haddatsanā), namun
riwayat yang demikian tetap termasuk hadisnya yang sahih.