Cari Blog Ini

Shahih Muslim hadis nomor 748

١٩ - بَابٌ (صَلَاةُ الۡأَوَّابِينَ حِينَ تَرۡمَضُ الۡفِصَالُ)
19. Bab Salat Al-Awwabin (Orang-Orang yang Kembali kepada Ketaatan) Adalah Ketika Anak-Anak Unta Merasakan Kepanasan


١٤٣ - (٧٤٨) - وَحَدَّثَنَا زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ وَابۡنُ نُمَيۡرٍ. قَالَا: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ - وَهُوَ ابۡنُ عُلَيَّةَ - عَنۡ أَيُّوبَ، عَنِ الۡقَاسِمِ الشَّيۡبَانِيِّ: أَنَّ زَيۡدَ بۡنَ أَرۡقَمَ رَأَىٰ قَوۡمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَىٰ. فَقَالَ: أَمَا لَقَدۡ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ فِي غَيۡرِ هَٰذِهِ السَّاعَةِ أَفۡضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (صَلَاةُ الۡأَوَّابِينَ حِينَ تَرۡمَضُ الۡفِصَالُ).

143. (748). Zuhair bin Harb dan Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Isma’il bin ‘Ulayyah menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Al-Qasim Asy-Syaibani, bahwasanya Zaid bin Arqam melihat sekelompok orang melaksanakan salat Duha, lalu ia berkata: Ingatlah, demi Allah, sungguh mereka telah mengetahui bahwa salat di selain waktu ini adalah lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam— bersabda, “Salat al-awwabin adalah ketika anak-anak unta merasakan kepanasan (terkena panasnya pasir gurun akibat sengatan terik matahari).”

١٤٤ - (...) - حَدَّثَنَا زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا يَحۡيَىٰ بۡنُ سَعِيدٍ، عَنۡ هِشَامِ بۡنِ أَبِي عَبۡدِ اللهِ. قَالَ: حَدَّثَنَا الۡقَاسِمُ الشَّيۡبَانِيُّ، عَنۡ زَيۡدِ بۡنِ أَرۡقَمَ. قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللهِ ﷺ عَلَى أَهۡلِ قُبَاءٍ وَهُمۡ يُصَلُّونَ. فَقَالَ: (صَلَاةُ الۡأَوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتِ الۡفِصَالُ).

144. Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami: Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Abu ‘Abdullah. Ia berkata: Al-Qasim Asy-Syaibani menceritakan kepada kami dari Zaid bin Arqam. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—keluar menemui penduduk Quba` ketika mereka sedang melaksanakan salat, lalu beliau bersabda, “Salat al-awwabin adalah apabila anak-anak unta telah merasakan kepanasan.”

Sunan Abu Dawud hadis nomor 1295

٣٠٢ - بَابٌ [فِي] صَلَاةِ النَّهَارِ
302. Bab Mengenai Salat Siang


١٢٩٥ - (صحيح) حَدَّثَنَا عَمۡرُو بۡنُ مَرۡزُوقٍ، أنا شُعۡبَةُ، عَنۡ يَعۡلَى بۡنِ عَطَاءٍ، عَنۡ عَلِيِّ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ الۡبَارِقِيِّ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (صَلَاةُ اللَّيۡلِ وَالنَّهَارِ مَثۡنَى مَثۡنَى).

1295. [Sahih] ‘Amr bin Marzuq telah menceritakan kepada kami: Syu’bah mengabarkan kepada kami dari Ya’la bin ‘Atha`, dari ‘Ali bin ‘Abdullah Al-Bariqi, dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Salat malam dan siang itu dua rakaat dua rakaat.”

Musnad Ahmad hadis nomor 4791

٤٧٩١ - حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنۡ شُعۡبَةَ، عَنۡ يَعۡلَى بۡنِ عَطَاءٍ، عَنۡ عَلِيٍّ الۡأَزۡدِيِّ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: صَلَاةُ اللَّيۡلِ وَالنَّهَارِ مَثۡنَى مَثۡنَى. [صححه ابن خزيمة (١٢١٠). قال ابن حجر: وأكثر أئمة الحديث أعلوا هذه الزيادة (النهار). قال الۡألباني: صحيح (أبو داود: ١٢٩٥، ابن ماجه: ١٣٢٢، الترمذي: ٥٩٧، النسائي: ٣/٢٢٧. قال شعيب: صحيح دون النهار]. [انظر: ٥١٢٢].

4791. Waki’ telah menceritakan kepada kami dari Syu’bah, dari Ya’la bin ‘Atha`, dari ‘Ali Al-Azdiy, dari Ibnu ‘Umar. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Salat malam dan siang itu dua rakaat dua rakaat.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5439

٣٩ - بَابُ مَنۡ نَاوَلَ أَوۡ قَدَّمَ إِلَى صَاحِبِهِ عَلَى الۡمَائِدَةِ شَيۡئًا
39. Bab Orang yang Menyerahkan atau Menyuguhkan Sesuatu Kepada Temannya di Atas Tempat Hidangan


قَالَ: وَقَالَ ابۡنُ الۡمُبَارَكِ: لَا بَأۡسَ أَنۡ يُنَاوِلَ بَعۡضُهُمۡ بَعۡضًا، وَلَا يُنَاوِلُ مِنۡ هٰذِهِ الۡمَائِدَةِ إِلَى مَائِدَةٍ أُخۡرَى.

Ia (mualif) berkata: Dan Ibnu Al-Mubarak berkata: Tidak mengapa sebagian mereka menyodorkan (makanan) kepada sebagian yang lain, namun ia tidak menyodorkannya dari tempat hidangan ini ke tempat hidangan yang lain.

٥٤٣٩ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنۡ إِسۡحَاقَ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ أَبِي طَلۡحَةَ: أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بۡنَ مَالِكٍ يَقُولُ: إِنَّ خَيَّاطًا دَعَا رَسُولَ اللهِ ﷺ لِطَعَامٍ صَنَعَهُ، قَالَ أَنَسٌ: فَذَهَبۡتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ إِلَى ذٰلِكَ الطَّعَامِ، فَقَرَّبَ إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ خُبۡزًا مِنۡ شَعِيرٍ، وَمَرَقًا فِيهِ دُبَّاءٌ وَقَدِيدٌ، قَالَ أَنَسٌ: فَرَأَيۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَتَتَبَّعُ الدُّبَّاءَ مِنۡ حَوۡلِ الصَّحۡفَةِ، فَلَمۡ أَزَلۡ أُحِبُّ الدُّبَّاءَ مِنۡ يَوۡمِئِذٍ. وَقَالَ ثُمَامَةُ، عَنۡ أَنَسٍ: فَجَعَلۡتُ أَجۡمَعُ الدُّبَّاءَ بَيۡنَ يَدَيۡهِ. [طرفه في: ٢٠٩٢].

5439. Isma’il telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Malik menceritakan kepadaku dari Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah, bahwasanya ia mendengar Anas bin Malik berkata: Sesungguhnya seorang tukang jahit mengundang Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—untuk menghadiri jamuan makanan yang ia buat. Anas berkata: Maka aku pergi bersama Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menuju jamuan makanan tersebut, lalu ia menyuguhkan roti dari gandum dan kuah sup yang di dalamnya terdapat labu air serta daging kering kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Anas berkata: Maka aku melihat Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mencari-cari labu air dari sekitar mangkuk besar, maka aku senantiasa menyukai labu air semenjak hari itu. Dan Tsumamah berkata dari Anas: Maka aku mulai mengumpulkan labu air di hadapan beliau.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5437

٣٨ - بَابُ الۡقَدِيدِ
38. Bab Daging Kering


٥٤٣٧ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا مَالِكُ بۡنُ أَنَسٍ، عَنۡ إِسۡحَاقَ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: رَأَيۡتُ النَّبِيَّ ﷺ أُتِيَ بِمَرَقَةٍ فِيهَا دُبَّاءٌ وَقَدِيدٌ، فَرَأَيۡتُهُ يَتَتَبَّعُ الدُّبَّاءَ يَأۡكُلُهَا. [طرفه في: ٢٠٩٢].

5437. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Malik bin Anas menceritakan kepada kami dari Ishaq bin ‘Abdullah, dari Anas—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Aku melihat Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—disuguhi kuah sup yang di dalamnya terdapat labu air dan daging kering, lalu aku melihat beliau mencari-cari labu air untuk memakannya.