Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2086

٢٥ - بَابُ مُوكِلِ الرِّبَا
25. Bab Orang yang Memberi Makan Riba


لِقَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنۡ كُنۡتُمۡ مُؤۡمِنِينَ﴾ إِلَى قَوۡلِهِ: ﴿وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ﴾ [البقرة: ٢٧٨-٢٨١]، قَالَ ابۡنُ عَبَّاسٍ: هٰذِهِ آخِرُ آيَةٍ نَزَلَتۡ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ.

Berdasarkan firman Allah taala: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kalian orang-orang yang beriman.” Sampai firman-Nya: “Dan mereka tidak dizalimi.” (QS Al-Baqarah: 278-281). Ibnu ‘Abbas berkata, “Ini adalah ayat terakhir yang diturunkan kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.”

٢٠٨٦ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡوَلِيدِ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ عَوۡنِ بۡنِ أَبِي جُحَيۡفَةَ قَالَ: رَأَيۡتُ أَبِي اشۡتَرَى عَبۡدًا حَجَّامًا فَأَمَرَ بِمَحَاجِمِهِ فَكُسِرَتۡ. فَسَأَلۡتُهُ، فَقَالَ نَهَى النَّبِيُّ ﷺ عَنۡ ثَمَنِ الۡكَلۡبِ، وَثَمَنِ الدَّمِ، وَنَهَى عَنِ الۡوَاشِمَةِ وَالۡمَوۡشُومَةِ، وَآكِلِ الرِّبَا وَمُوكِلِهِ، وَلَعَنَ الۡمُصَوِّرَ. [الحديث ٢٠٨٦ - أطرافه في: ٢٢٣٨، ٥٣٤٧، ٥٩٤٥، ٥٩٦٣].

2086. Abu Al-Walid telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami dari ‘Aun bin Abu Juhaifah. Dia berkata: Aku melihat ayahku membeli seorang budak tukang bekam, lalu ia menyuruh agar alat-alat bekamnya dihancurkan. Aku pun bertanya kepadanya, lalu beliau menjawab, “Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang hasil penjualan anjing dan hasil penjualan darah. Beliau juga melarang perbuatan orang yang menato, orang yang minta ditato, pemakan riba, orang yang memberi makan riba, serta melaknat tukang gambar (makhluk bernyawa).”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2085

٢٠٨٥ - حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا جَرِيرُ بۡنُ حَازِمٍ: حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ، عَنۡ سَمُرَةَ بۡنِ جُنۡدَبٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (رَأَيۡتُ اللَّيۡلَةَ رَجُلَيۡنِ أَتَيَانِي، فَأَخۡرَجَانِي إِلَى أَرۡضٍ مُقَدَّسَةٍ، فَانۡطَلَقۡنَا حَتَّى أَتَيۡنَا عَلَى نَهَرٍ مِنۡ دَمٍ، فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ، وَعَلَى وَسَطِ النَّهۡرِ رَجُلٌ بَيۡنَ يَدَيۡهِ حِجَارَةٌ، فَأَقۡبَلَ الرَّجُلُ الَّذِي فِي النَّهَرِ، فَإِذَا أَرَادَ الرَّجُلُ أَنۡ يَخۡرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِي فِيهِ، فَرَدَّهُ حَيۡثُ كَانَ، فَجَعَلَ كُلَّمَا جَاءَ لِيَخۡرُجَ رَمَى فِي فِيهِ بِحَجَرٍ، فَيَرۡجِعُ كَمَا كَانَ، فَقُلۡتُ: مَا هٰذَا؟ فَقَالَ: الَّذِي رَأَيۡتَهُ فِي النَّهَرِ آكِلُ الرِّبَا).

2085. Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: Jarir bin Hazim menceritakan kepada kami: Abu Raja` menceritakan kepada kami dari Samurah bin Jundab—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda:

Aku melihat dua orang laki-laki mendatangiku tadi malam, lalu keduanya membawaku keluar ke tanah yang suci. Kami pun berangkat hingga kami mendatangi sebuah sungai dari darah yang di dalamnya terdapat seorang laki-laki yang berdiri dan di tengah sungai ada seorang laki-laki yang di hadapannya terdapat batu-batu. Laki-laki yang berada di dalam sungai itu datang, maka apabila dia hendak keluar, laki-laki (yang di pinggir) melemparkan batu ke dalam mulutnya sehingga ia kembali ke tempatnya semula. Maka setiap kali ia datang untuk keluar, laki-laki itu melemparkan batu ke dalam mulutnya, lalu ia kembali sebagaimana semula.

Aku bertanya, “Apa ini?”

Salah satu dari dua orang yang membawaku menjawab, “Orang yang kamu lihat di dalam sungai itu adalah pemakan riba.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2083

٢٣ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأۡكُلُوا الرِّبَا أَضۡعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ﴾ [آل عمران: ١٣٠]
23. Bab Firman Allah taala: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung.” (QS Ali Imran: 130)


٢٠٨٣ - حَدَّثَنَا آدَمُ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي ذِئۡبٍ: حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الۡمَقۡبُرِيُّ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (لَيَأۡتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، لَا يُبَالِي الۡمَرۡءُ بِمَا أَخَذَ الۡمَالَ، أَمِنۡ حَلَالٍ أَمۡ مِنۡ حَرَامٍ).

2083. Adam telah menceritakan kepada kami: Ibnu Abu Dzi`b menceritakan kepada kami: Sa’id Al-Maqburi menceritakan kepada kami dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Sungguh suatu zaman akan datang kepada manusia, saat seseorang tidak lagi peduli dengan caranya mengambil harta, apakah dari jalan yang halal atau dari jalan yang haram.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2081

٢١ - بَابُ مَا قِيلَ فِي اللَّحَّامِ وَالۡجَزَّارِ
21. Bab Perkataan Mengenai Penjual Daging dan Jagal


٢٠٨١ - حَدَّثَنَا عُمَرُ بۡنُ حَفۡصٍ: حَدَّثَنَا أَبِي: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ قَالَ: حَدَّثَنِي شَقِيقٌ، عَنۡ أَبِي مَسۡعُودٍ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ مِنَ الۡأَنۡصَارِ، يُكۡنَى أَبَا شُعَيۡبٍ، فَقَالَ لِغُلَامٍ لَهُ قَصَّابٍ: اجۡعَلۡ لِي طَعَامًا يَكۡفِي خَمۡسَةً، فَإِنِّي أُرِيدُ أَنۡ أَدۡعُوَ النَّبِيَّ ﷺ خَامِسَ خَمۡسَةٍ، فَإِنِّي قَدۡ عَرَفۡتُ فِي وَجۡهِهِ الۡجُوعَ، فَدَعَاهُمۡ، فَجَاءَ مَعَهُمۡ رَجُلٌ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (إِنَّ هٰذَا قَدۡ تَبِعَنَا، فَإِنۡ شِئۡتَ أَنۡ تَأۡذَنَ لَهُ فَأۡذَنۡ لَهُ، وَإِنۡ شِئۡتَ أَنۡ يَرۡجِعَ رَجَعَ). فَقَالَ: لَا، بَلۡ قَدۡ أَذِنۡتُ لَهُ. [الحديث ٢٠٨١ - أطرافه في: ٢٤٥٦، ٥٤٣٤، ٥٤٦١].

2081. ‘Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami. Ia berkata: Syaqiq menceritakan kepadaku dari Abu Mas’ud. Ia berkata:

Seorang laki-laki dari kaum Ansar yang memiliki nama kunyah Abu Syu’aib datang, lalu ia berkata kepada pelayannya yang merupakan seorang penjagal daging, “Buatkanlah untukku makanan yang cukup untuk lima orang, karena aku ingin mengundang Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sebagai orang kelima dari lima orang tersebut, sebab aku telah melihat tanda lapar pada wajah beliau.”

Lalu ia mengundang mereka, namun ada seorang laki-laki yang ikut serta bersama mereka. Maka Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Sesungguhnya orang ini mengikuti kami, jika engkau berkenan memberinya izin maka izinkanlah, dan jika engkau ingin ia pulang maka ia akan pulang.”

Abu Syu’aib menjawab, “Tidak, bahkan aku telah memberinya izin.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2080

٢٠ - بَابُ بَيۡعِ الۡخِلۡطِ مِنَ التَّمۡرِ
20. Bab Penjualan Kurma Campuran


٢٠٨٠ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا شَيۡبَانُ، عَنۡ يَحۡيَى، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كُنَّا نُرۡزَقُ تَمۡرَ الۡجَمۡعِ، وَهُوَ الۡخِلۡطُ مِنَ التَّمۡرِ، وَكُنَّا نَبِيعُ صَاعَيۡنِ بِصَاعٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا صَاعَيۡنِ بِصَاعٍ، وَلَا دِرۡهَمَيۡنِ بِدِرۡهَمٍ).

2080. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Syaiban menceritakan kepada kami dari Yahya, dari Abu Salamah, dari Abu Sa’id—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Dahulu kami diberi rezeki kurma al-jam’, yaitu kurma campuran (berbeda-beda kualitasnya), dan kami menjual dua sha’ (kurma kualitas rendah) dengan satu sha’ (kurma kualitas tinggi). Maka Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah dua sha’ ditukar dengan satu sha’ dan jangan pula dua dirham ditukar dengan satu dirham!”