Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5155

٥٧ - بَابٌ كَيۡفَ يُدۡعَى لِلۡمُتَزَوِّجِ
57. Bab Bagaimana Mendoakan Orang yang Menikah


٥١٥٥ - حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، هُوَ ابۡنُ زَيۡدٍ، عَنۡ ثَابِتٍ، عَنۡ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ رَأَى عَلَى عَبۡدِ الرَّحۡمَنِ بۡنِ عَوۡفٍ أَثَرَ صُفۡرَةٍ، قَالَ: (مَا هٰذَا؟). قَالَ: إِنِّي تَزَوَّجۡتُ امۡرَأَةً عَلَى وَزۡنِ نَوَاةٍ مِنۡ ذَهَبٍ، قَالَ: (بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، أَوۡلِمۡ وَلَوۡ بِشَاةٍ). [طرفه في: ٢٠٤٩].

5155. Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Tsabit, dari Anas—radhiyallahu ‘anhu—:

Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melihat bekas wangi-wangian kuning pada ‘Abdurrahman bin ‘Auf. Beliau bertanya, “Apa ini?”

‘Abdurrahman menjawab, “Sesungguhnya aku telah menikahi seorang wanita dengan mahar seberat biji kurma dari emas.”

Beliau bersabda, “Semoga Allah memberkahimu. Adakanlah walimah walaupun hanya dengan menyembelih seekor kambing!”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5153

٥٥ - بَابُ الصُّفۡرَةِ لِلۡمُتَزَوِّجِ
55. Bab Mengenai Wangi-wangian Kuning bagi Orang yang Menikah


وَرَوَاهُ عَبۡدُ الرَّحۡمَنِ بۡنُ عَوۡفٍ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ.

Hal itu diriwayatkan oleh ‘Abdurrahman bin ‘Auf dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.

٥١٥٣ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنۡ حُمَيۡدٍ الطَّوِيلِ، عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ عَبۡدَ الرَّحۡمٰنِ بۡنَ عَوۡفٍ، جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ وَبِهِ أَثَرُ صُفۡرَةٍ، فَسَأَلَهُ رَسُولُ اللهِ ﷺ، فَأَخۡبَرَهُ أَنَّهُ تَزَوَّجَ امۡرَأَةً مِنَ الۡأَنۡصَارِ، قَالَ: (كَمۡ سُقۡتَ إِلَيۡهَا؟). قَالَ زِنَةَ نَوَاةٍ مِنۡ ذَهَبٍ، قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (أَوۡلِمۡ وَلَوۡ بِشَاةٍ). [طرفه في: ٢٠٤٩].

5153. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan kepada kami dari Humaid Ath-Thawil, dari Anas bin Malik—radhiyallahu ‘anhu—:

‘Abdurrahman bin ‘Auf datang kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam keadaan padanya terdapat bekas wangi-wangian kuning. Lalu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bertanya kepadanya, kemudian ia mengabarkan bahwa ia telah menikahi seorang wanita dari kaum Ansar.

Beliau bertanya, “Berapa mahar yang engkau serahkan kepadanya?”

Ia menjawab, “Seberat biji kurma dari emas.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Adakanlah walimah, walaupun hanya dengan menyembelih seekor kambing!”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5148

٥٠ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحۡلَةً﴾ [النساء: ٤] وَكَثۡرَةِ الۡمَهۡرِ، وَأَدۡنَى مَا يَجُوزُ مِنَ الصَّدَاقِ
50. Bab Firman Allah Taala: “Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” (QS An-Nisa’: 4) dan Tentang Banyaknya Mahar, serta Batas Minimal Mahar yang Diperbolehkan


وَقَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿وَآتَيۡتُمۡ إِحۡدَاهُنَّ قِنۡطَارًا فَلَا تَأۡخُذُوا مِنۡهُ شَيۡئًا﴾ [النساء: ٢٠] وَقَوۡلِهِ جَلَّ ذِكۡرُهُ: ﴿أَوۡ تَفۡرِضُوا لَهُنَّ﴾ [البقرة: ٢٣٦]. وَقَالَ سَهۡلٌ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (وَلَوۡ خَاتَمًا مِنۡ حَدِيدٍ).

Dan firman-Nya: “Sedang kalian telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kalian mengambil kembali sedikit pun darinya.” (QS An-Nisa’: 20).

Serta firman-Nya—jalla dzikruhu—: “dan sebelum kalian menentukan maharnya bagi mereka.” (QS Al-Baqarah: 236).

Sahl berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Walaupun hanya berupa cincin dari besi.”

٥١٤٨ - حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ عَبۡدِ الۡعَزِيزِ بۡنِ صُهَيۡبٍ، عَنۡ أَنَسٍ: أَنَّ عَبۡدَ الرَّحۡمٰنِ بۡنَ عَوۡفٍ تَزَوَّجَ امۡرَأَةً عَلَى وَزۡنِ نَوَاةٍ، فَرَأَى النَّبِيُّ ﷺ بَشَاشَةَ الۡعُرۡسِ، فَسَأَلَهُ، فَقَالَ: إِنِّي تَزَوَّجۡتُ امۡرَأَةً عَلَى وَزۡنِ نَوَاةٍ. وَعَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ أَنَسٍ: أَنَّ عَبۡدَ الرَّحۡمٰنِ بۡنَ عَوۡفٍ، تَزَوَّجَ امۡرَأَةً عَلَى وَزۡنِ نَوَاةٍ مِنۡ ذَهَبٍ. [طرفه في: ٢٠٤٩].

5148. Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami dari ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib, dari Anas:

‘Abdurrahman bin ‘Auf menikahi seorang wanita dengan mahar seberat biji kurma (emas). Lalu Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melihat tanda-tanda kegembiraan pengantin pada dirinya, maka beliau bertanya kepadanya. Ia menjawab, “Sesungguhnya aku telah menikahi seorang wanita dengan mahar seberat biji kurma.”

Dan dari Qatadah, dari Anas: ‘Abdurrahman bin ‘Auf menikahi seorang wanita dengan mahar emas seberat biji kurma.

Sunan An-Nasa`i hadis nomor 899 dan 900

١٨ - نَوۡعٌ آخَرُ مِنَ الذِّكۡرِ بَيۡنَ افۡتِتَاحِ الصَّلَاةِ وَبَيۡنَ الۡقِرَاءَةِ
18. Jenis Lain dari Zikir antara Permulaan Salat dan Qiraah (Al-Fatihah)


٨٩٩ - (صحيح) أَخۡبَرَنَا عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ فَضَالَةَ بۡنِ إِبۡرَاهِيمَ، قَالَ: أَنۡبَأَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَنۡبَأَنَا جَعۡفَرُ بۡنُ سُلَيۡمَانَ، عَنۡ عَلِيِّ بۡنِ عَلِيٍّ، عَنۡ أَبِي الۡمُتَوَكِّلِ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ إِذَا افۡتَتَحَ الصَّلَاةَ؛ قَالَ: (سُبۡحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمۡدِكَ، تَبَارَكَ اسۡمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلٰهَ غَيۡرُكَ). [(ابن ماجه)(٨٠٤)].

899. [Sahih] ‘Ubaidullah bin Fadhalah bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami. Ia berkata: ‘Abdurrazzaq memberitakan kepada kami. Ia berkata: Ja’far bin Sulaiman memberitakan kepada kami dari ‘Ali bin ‘Ali, dari Abu Al-Mutawakkil, dari Abu Sa’id, bahwa Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—apabila membuka salat, beliau mengucapkan, “Subḥānakallāhumma wa biḥamdika tabārakasmuka wa ta‘ālā jadduka wa lā ilāha gairuka (Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Maha Suci nama-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu, dan tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau).”

٩٠٠ - (صحيح) أَخۡبَرَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ سُلَيۡمَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا زَيۡدُ بۡنُ الۡحُبَابِ، قَالَ: حَدَّثَنِي جَعۡفَرُ بۡنُ سُلَيۡمَانَ، عَنۡ عَلِيِّ بۡنِ عَلِيٍّ، عَنۡ أَبِي الۡمُتَوَكِّلِ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا افۡتَتَحَ الصَّلَاةَ؛ قَالَ: (سُبۡحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمۡدِكَ، وَتَبَارَكَ اسۡمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلٰهَ غَيۡرُكَ). [انظر ما قبله].

900. [Sahih] Ahmad bin Sulaiman telah mengabarkan kepada kami. Ia berkata: Zaid bin Al-Hubab menceritakan kepada kami. Ia berkata: Ja‘far bin Sulaiman menceritakan kepadaku, dari ‘Ali bin ‘Ali, dari Abu Al-Mutawakkil, dari Abu Sa‘id. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—apabila membuka salat, beliau mengucapkan, “Subḥānakallāhumma wa biḥamdika wa tabārakasmuka wa ta‘ālā jadduka wa lā ilāha gairuka (Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Maha Suci nama-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu, dan tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau).”

Sunan At-Tirmidzi hadis nomor 243

٢٤٣ - (صحيح) حَدَّثَنَا الۡحَسَنُ بۡنُ عَرَفَةَ وَيَحۡيَى بۡنُ مُوسَى، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنۡ حَارِثَةَ بۡنِ أَبِي الرِّجَالِ، عَنۡ عَمۡرَةَ، عَنۡ عَائِشَةَ، قَالَتۡ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا افۡتَتَحَ الصَّلَاةَ قَالَ: (سُبۡحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمۡدِكَ، وَتَبَارَكَ اسۡمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيۡرُكَ). هٰذَا حَدِيثٌ لَا نَعۡرِفُهُ مِنۡ حَدِيثِ عَائِشَةَ إِلَّا مِنۡ هٰذَا الۡوَجۡهِ. وَحَارِثَةُ قَدۡ تُكُلِّمَ فِيهِ مِنۡ قِبَلِ حِفۡظِهِ. وَأَبُو الرِّجَالِ اسۡمُهُ: مُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ الۡمَدِينِيُّ. [(ابن ماجه)(٨٠٤)].

243. [Sahih] Al-Hasan bin ‘Arafah dan Yahya bin Musa telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Abu Mu‘awiyah menceritakan kepada kami dari Haritsah bin Abu Ar-Rijal, dari ‘Amrah, dari ‘Aisyah. Ia berkata:

Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—apabila membuka salat, beliau mengucapkan, “Subḥānakallāhumma wa biḥamdika wa tabārakasmuka wa ta‘ālā jadduka wa lā ilāha gairuka (Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Maha Suci nama-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu, dan tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau).”

Hadis ini tidak kami ketahui dari hadis ‘Aisyah kecuali dari jalur ini. Haritsah telah diperbincangkan (oleh para ulama) dari sisi hafalannya. Abu Ar-Rijal namanya adalah Muhammad bin ‘Abdurrahman Al-Madini.