Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2321

٢ - بَابُ مَا يُحۡذَرُ مِنۡ عَوَاقِبِ الۡاِشۡتِغَالِ بِآلَةِ الزَّرۡعِ أَوۡ مُجَاوَزَةِ الۡحَدِّ الَّذِي أُمِرَ بِهِ
2. Bab Hal-Hal yang Diwaspadai dari Akibat Buruk Kesibukan Menggunakan Alat Pertanian atau Melampaui Batas yang Diperintahkan


٢٣٢١ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ سَالِمٍ الۡحِمۡصِيُّ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ زِيَادٍ الۡأَلۡهَانِيُّ، عَنۡ أَبِي أُمَامَةَ الۡبَاهِلِيِّ قَالَ: وَرَأَى سِكَّةً وَشَيۡئًا مِنۡ آلَةِ الۡحَرۡثِ، فَقَالَ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: (لَا يَدۡخُلُ هٰذَا بَيۡتَ قَوۡمٍ إِلَّا أُدۡخِلَهُ الذُّلُّ). قَالَ مُحَمَّدٌ: وَاسۡمُ أَبِي أُمَامَةَ: صُدَيُّ بۡنُ عَجۡلَانَ. [طرفه في: ٢١٤١].

2321. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah bin Salim Al-Himshi menceritakan kepada kami: Muhammad bin Ziyad Al-Alhani menceritakan kepada kami dari Abu Umamah Al-Bahili. Ia berkata: Ia melihat mata bajak dan sebagian dari alat pertanian, lalu ia berkata: Aku mendengar Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Tidaklah ini memasuki rumah suatu kaum melainkan dimasukkan pula kehinaan kepadanya.”

Muhammad berkata: Dan nama Abu Umamah adalah Shudai bin ‘Ajlan.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6775

٥ - بَابُ الضَّرۡبِ بِالۡجَرِيدِ وَالنِّعَالِ
5. Bab Pemukulan dengan Pelepah Kurma dan Sandal-Sandal


٦٧٧٥ - حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا وُهَيۡبُ بۡنُ خَالِدٍ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ أَبِي مُلَيۡكَةَ، عَنۡ عُقۡبَةَ بۡنِ الۡحَارِثِ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ أُتِيَ بِنُعَيۡمَانَ، أَوۡ بِابۡنِ نُعَيۡمَانَ، وَهُوَ سَكۡرَانُ، فَشَقَّ عَلَيۡهِ، وَأَمَرَ مَنۡ فِي الۡبَيۡتِ أَنۡ يَضۡرِبُوهُ، فَضَرَبُوهُ بِالۡجَرِيدِ وَالنِّعَالِ، وَكُنۡتُ فِيمَنۡ ضَرَبَهُ.

6775. Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami: Wuhaib bin Khalid menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari ‘Abdullah bin Abu Mulaikah, dari ‘Uqbah bin Al-Harits: Nu’aiman—atau putra Nu’aiman—dihadapkan kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam keadaan mabuk, maka hal itu terasa berat bagi beliau. Beliau memerintahkan orang-orang yang ada di dalam rumah untuk memukulnya, maka mereka pun memukulnya dengan pelepah-pelepah kurma dan sandal-sandal, dan aku termasuk di antara orang yang memukulnya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6774

٤ - بَابُ مَنۡ أَمَرَ بِضَرۡبِ الۡحَدِّ فِي الۡبَيۡتِ
4. Bab Barang Siapa Memerintahkan Pelaksanaan Hukuman Pidana di Dalam Rumah


٦٧٧٤ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَهَّابِ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنِ ابۡنِ أَبِي مُلَيۡكَةَ، عَنۡ عُقۡبَةَ بۡنِ الۡحَارِثِ قَالَ: جِيءَ بِالنُّعَيۡمَانِ، أَوۡ بِابۡنِ النُّعَيۡمَانِ، شَارِبًا، فَأَمَرَ النَّبِيُّ ﷺ مَنۡ كَانَ بِالۡبَيۡتِ أَنۡ يَضۡرِبُوهُ، قَالَ: فَضَرَبُوهُ، فَكُنۡتُ أَنَا فِيمَنۡ ضَرَبَهُ بِالنِّعَالِ.

6774. Qutaibah telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahhab menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari ‘Uqbah bin Al-Harits. Ia berkata: Nu’aiman—atau putra Nu’aiman—dihadapkan (kepada Nabi) dalam keadaan mabuk, lalu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan orang-orang yang ada di dalam rumah untuk memukulnya.

‘Uqbah berkata: Mereka pun memukulnya, dan aku termasuk di antara orang yang memukulnya dengan sandal-sandal.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7258, 7259, dan 7260

٧٢٥٨، ٧٢٥٩ - حَدَّثَنَا زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا يَعۡقُوبُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنۡ صَالِحٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ: أَنَّ عُبَيۡدَ اللهِ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ أَخۡبَرَهُ: أَنَّ أَبَا هُرَيۡرَةَ وَزَيۡدَ بۡنَ خَالِدٍ أَخۡبَرَاهُ: أَنَّ رَجُلَيۡنِ اخۡتَصَمَا إِلَى النَّبِيِّ ﷺ. [طرفه في: ٢٣١٤].

7258, 7259. Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami: Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari Shalih, dari Ibnu Syihab: ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah mengabarkan kepadanya: Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid mengabarkan kepadanya: Ada dua orang lelaki yang berselisih di hadapan Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.

٧٢٦٠ - وَحَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ: أَخۡبَرَنِي عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُتۡبَةَ بۡنِ مَسۡعُودٍ: أَنَّ أَبَا هُرَيۡرَةَ قَالَ: بَيۡنَمَا نَحۡنُ عِنۡدَ رَسُولِ اللهِ ﷺ إِذۡ قَامَ رَجُلٌ مِنَ الۡأَعۡرَابِ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، اقۡضِ لِي بِكِتَابِ اللهِ، فَقَامَ خَصۡمُهُ فَقَالَ: صَدَقَ يَا رَسُولَ اللهِ، اقۡضِ لَهُ بِكِتَابِ اللهِ وَأۡذَنۡ لِي، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ: (قُلۡ). فَقَالَ: إِنَّ ابۡنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى هٰذَا - وَالۡعَسِيفُ الۡأَجِيرُ - فَزَنَى بِامۡرَأَتِهِ، فَأَخۡبَرُونِي أَنَّ عَلَى ابۡنِي الرَّجۡمَ، فَافۡتَدَيۡتُ مِنۡهُ بِمِائَةٍ مِنَ الۡغَنَمِ وَوَلِيدَةٍ، ثُمَّ سَأَلۡتُ أَهۡلَ الۡعِلۡمِ، فَأَخۡبَرُونِي أَنَّ عَلَى امۡرَأَتِهِ الرَّجۡمَ، وَأَنَّمَا عَلَى ابۡنِي جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، فَقَالَ: (وَالَّذِي نَفۡسِي بِيَدِهِ، لَأَقۡضِيَنَّ بَيۡنَكُمَا بِكِتَابِ اللهِ، أَمَّا الۡوَلِيدَةُ وَالۡغَنَمُ فَرُدُّوهَا، وَأَمَّا ابۡنُكَ فَعَلَيۡهِ جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، وَأَمَّا أَنۡتَ يَا أُنَيۡسُ - لِرَجُلٍ مِنۡ أَسۡلَمَ - فَاغۡدُ عَلَى امۡرَأَةِ هٰذَا، فَإِنِ اعۡتَرَفَتۡ فَارۡجُمۡهَا). فَغَدَا عَلَيۡهَا أُنَيۡسٌ فَاعۡتَرَفَتۡ فَرَجَمَهَا.

7260. Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri: ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud mengabarkan kepadaku: Abu Hurairah berkata:

Ketika kami sedang berada di sisi Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, tiba-tiba seorang lelaki dari Arab Badui berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, putuskanlah perkara bagiku dengan Kitabullah.”

Lalu lawan perkaranya berdiri seraya berkata, “Ia benar, wahai Rasulullah, putuskanlah perkara baginya dengan Kitabullah dan izinkanlah aku (untuk bicara).”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepadanya, “Bicaralah.”

Ia berkata, “Sesungguhnya anak lakiku tadinya adalah buruh yang bekerja pada orang ini—dan al-‘asif adalah al-ajir (buruh)—lalu ia berzina dengan istrinya. Orang-orang mengabarkan kepadaku bahwa anakku harus dirajam, maka aku menebus darinya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak wanita. Kemudian aku bertanya kepada para ahli ilmu, lalu mereka mengabarkan kepadaku bahwa atas istrinya hukuman rajam, sedangkan kewajiban atas anakku hanyalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun.”

Nabi bersabda, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku benar-benar akan memutuskan perkara di antara kalian berdua dengan Kitabullah. Adapun budak wanita dan kambing tersebut, kembalikanlah, sedangkan anakmu wajib dikenakan hukuman cambuk seratus kali dan pengasingan selama satu tahun. Dan adapun engkau, wahai Unais—kepada seorang lelaki dari Aslam— pergilah besok pagi kepada istri orang ini, jika ia mengaku, maka rajamlah ia.”

Maka Unais pergi kepada wanita itu besok harinya lalu wanita itu mengaku, maka ia merajamnya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7193 dan 7194

٣٩ - بَابٌ هَلۡ يَجُوزُ لِلۡحَاكِمِ أَنۡ يَبۡعَثَ رَجُلًا وَحۡدَهُ لِلنَّظَرِ فِي الۡأُمُورِ
39. Bab Bolehkah Hakim Mengutus Seseorang Sendirian untuk Menyelidiki Perkara-Perkara


٧١٩٣، ٧١٩٤ - حَدَّثَنَا آدَمُ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي ذِئۡبٍ: حَدَّثَنَا الزُّهۡرِيُّ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ وَزَيۡدِ بۡنِ خَالِدٍ الۡجُهَنِيِّ قَالَا: جَاءَ أَعۡرَابِيٌّ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، اقۡضِ بَيۡنَنَا بِكِتَابِ اللهِ، فَقَامَ خَصۡمُهُ فَقَالَ: صَدَقَ، فَاقۡضِ بَيۡنَنَا بِكِتَابِ اللهِ، فَقَالَ الۡأَعۡرَابِيُّ: إِنَّ ابۡنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى هٰذَا فَزَنَى بِامۡرَأَتِهِ، فَقَالُوا لِي: عَلَى ابۡنِكَ الرَّجۡمُ، فَفَدَيۡتُ ابۡنِي مِنۡهُ بِمِائَةٍ مِنَ الۡغَنَمِ وَوَلِيدَةٍ، ثُمَّ سَأَلۡتُ أَهۡلَ الۡعِلۡمِ فَقَالُوا: إِنَّمَا عَلَى ابۡنِكَ جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَأَقۡضِيَنَّ بَيۡنَكُمَا بِكِتَابِ اللهِ، أَمَّا الۡوَلِيدَةُ وَالۡغَنَمُ فَرَدٌّ عَلَيۡكَ، وَعَلَى ابۡنِكَ جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، وَأَمَّا أَنۡتَ يَا أُنَيۡسُ - لِرَجُلٍ - فَاغۡدُ عَلَى امۡرَأَةِ هٰذَا فَارۡجُمۡهَا). فَغَدَا عَلَيۡهَا أُنَيۡسٌ فَرَجَمَهَا. [طرفه في: ٢٣١٤].

7193, 7194. Adam telah menceritakan kepada kami: Ibnu Abu Dzi`b menceritakan kepada kami: Az-Zuhri menceritakan kepada kami, dari ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah, dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid Al-Juhani. Keduanya berkata:

Seorang Arab Badui datang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, putuskanlah perkara di antara kami dengan Kitabullah.”

Lalu lawan perkaranya berdiri seraya berkata, “Ia benar, maka putuskanlah perkara di antara kami dengan Kitabullah.”

Orang Arab Badui itu berkata, “Sesungguhnya anak lakiku tadinya adalah buruh yang bekerja pada orang ini, lalu ia berzina dengan istrinya. Orang-orang mengatakan kepadaku: ‘Anakmu harus dirajam,’ maka aku menebus anakku darinya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak wanita. Kemudian aku bertanya kepada para ahli ilmu, lalu mereka berkata: ‘Sesungguhnya kewajiban atas anakmu hanyalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun.’”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sungguh, aku benar-benar akan memutuskan perkara di antara kalian berdua dengan Kitabullah. Adapun budak wanita dan kambing tersebut dikembalikan kepadamu, dan atas anakmu hukuman cambuk seratus kali serta pengasingan selama satu tahun. Dan adapun engkau, wahai Unais—kepada seorang lelaki—pergilah besok pagi kepada istri orang ini, lalu rajamlah ia.”

Unais pergi kepada wanita itu besok harinya lalu merajamnya.