Cari Blog Ini

Shahih Muslim hadis nomor 260

٥٥ - (٢٦٠) - حَدَّثَنِي أَبُو بَكۡرِ بۡنُ إِسۡحَاقَ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ أَبِي مَرۡيَمَ: أَخۡبَرَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ جَعۡفَرٍ: أَخۡبَرَنِي الۡعَلَاءُ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ يَعۡقُوبَ، مَوۡلَىٰ الۡحُرَقَةِ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ؛ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (جُزُّوا الشَّوَارِبَ، وَأَرۡخُوا اللِّحَىٰ. خَالِفُوا الۡمَجُوسَ).

55. (260). Abu Bakr bin Ishaq telah menceritakan kepadaku: Ibnu Abu Maryam mengabarkan kepada kami: Muhammad bin Ja’far mengabarkan kepada kami: Al-‘Ala` bin ‘Abdurrahman bin Ya‘qub—maula keluarga Al-Huraqah—mengabarkan kepadaku dari ayahnya, dari Abu Hurairah. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Potong habislah kumis dan biarkanlah janggut memanjang! Selisihilah orang-orang Majusi.”

Shahih Muslim hadis nomor 259

٥٢ - (٢٥٩) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّىٰ: حَدَّثَنَا يَحۡيَىٰ - يَعۡنِي ابۡنَ سَعِيدٍ – (ح) وَحَدَّثَنَا ابۡنُ نُمَيۡرٍ: حَدَّثَنَا أَبِي، جَمِيعًا عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ؛ قَالَ: (أَحۡفُوا الشَّوَارِبَ، وَأَعۡفُوا اللِّحَى).

52. (259). Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami: Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami. Mereka semua dari ‘Ubaidullah, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Potong habislah kumis dan biarkanlah janggut tumbuh lebat!”

٥٣ - (...) - وَحَدَّثَنَاهُ قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ، عَنۡ مَالِكِ بۡنِ أَنَسٍ، عَنۡ أَبِي بَكۡرِ بۡنِ نَافِعٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحۡفَاءِ الشَّوَارِبِ، وَإِعۡفَاءِ اللِّحۡيَةِ.

53. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan hadis tersebut kepada kami dari Malik bin Anas, dari Abu Bakr bin Nafi’, dari ayahnya, dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—: Bahwasanya beliau memerintahkan untuk memotong habis kumis dan membiarkan janggut tumbuh lebat.

٥٤ - (...) - حَدَّثَنَا سَهۡلُ بۡنُ عُثۡمَانَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ زُرَيۡعٍ، عَنۡ عُمَرَ بۡنِ مُحَمَّدٍ: حَدَّثَنَا نَافِعٌ عَنِ ابۡنِ عُمَرَ؛ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (خَالِفُوا الۡمُشۡرِكِينَ، أَحۡفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوۡفُوا اللِّحَىٰ).

[البخاري: كتاب اللباس، باب تقليم الأظفار، رقم: ٥٨٩٢].

54. Sahl bin ‘Utsman telah menceritakan kepada kami: Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami dari ‘Umar bin Muhammad: Nafi’ menceritakan kepada kami dari Ibnu ‘Umar. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Selisihilah orang-orang musyrik; potong habislah kumis dan sempurnakanlah (biarkanlah) janggut!”

Musnad Ahmad hadis nomor 22762

٢٢٧٦٢ (٢٢٣٩٩) - حَدَّثَنَا الۡأَسۡوَدُ بۡنُ عَامِرٍ، حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرٍ - يَعۡنِي ابۡنَ عَيَّاشٍ -، عَنۡ لَيۡثٍ، عَنۡ أَبِي الۡخَطَّابِ، عَنۡ أَبِي زُرۡعَةَ، عَنۡ ثَوۡبَانَ. قَالَ: لَعَنَ رَسُولُ اللهِ ﷺ الرَّاشِيَ وَالۡمُرۡتَشِيَ وَالرَّائِشَ – يَعۡنِي الَّذِي يَمۡشِي بَيۡنَهُمَا.

22762. (22399). Al-Aswad bin ‘Amir telah menceritakan kepada kami: Abu Bakr yaitu Ibnu ‘Ayyasy menceritakan kepada kami dari Laits, dari Abu Al-Khaththab, dari Abu Zur’ah, dari Tsauban. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melaknat penyuap, penerima suap, dan perantara; yaitu: orang yang menjadi penghubung antara keduanya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2373 dan 2374

١٤ - بَابُ بَيۡعِ الۡحَطَبِ وَالۡكَلَإِ
14. Bab Menjual Kayu Bakar dan Rumput


٢٣٧٣ - حَدَّثَنَا مُعَلَّى بۡنُ أَسَدٍ: حَدَّثَنَا وُهَيۡبٌ، عَنۡ هِشَامٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنِ الزُّبَيۡرِ بۡنِ الۡعَوَّامِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (لَأَنۡ يَأۡخُذَ أَحَدُكُمۡ أَحۡبُلًا، فَيَأۡخُذَ حُزۡمَةً مِنۡ حَطَبٍ فَيَبِيعَ، فَيَكُفَّ اللهُ بِهِ وَجۡهَهُ، خَيۡرٌ مِنۡ أَنۡ يَسۡأَلَ النَّاسَ، أُعۡطِيَ أَمۡ مُنِعَ). [طرفه في: ١٤٧١].

2373. Mu’alla bin Asad telah menceritakan kepada kami: Wuhaib menceritakan kepada kami dari Hisyam, dari ayahnya, dari Az-Zubair bin Al-‘Awwam—radhiyallahu ‘anhu—, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian mengambil beberapa utas tali, lalu membawa seikat kayu bakar kemudian menjualnya, sehingga dengan itu Allah menjaga kehormatan dirinya, hal itu lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada orang-orang, baik mereka memberinya atau menolaknya.”

٢٣٧٤ - حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ بُكَيۡرٍ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ، عَنۡ عُقَيۡلٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ أَبِي عُبَيۡدٍ مَوۡلَى عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ عَوۡفٍ: أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَأَنۡ يَحۡتَطِبَ أَحَدُكُمۡ حُزۡمَةً عَلَى ظَهۡرِهِ، خَيۡرٌ لَهُ مِنۡ أَنۡ يَسۡأَلَ أَحَدًا فَيُعۡطِيَهُ أَوۡ يَمۡنَعَهُ). [طرفه في: ١٤٧٠].

2374. Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada kami dari ‘Uqail, dari Ibnu Syihab, dari Abu ‘Ubaid budak yang dimerdekakan ‘Abdurrahman bin ‘Auf: Dia mendengar Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—berkata:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian mencari kayu bakar lalu memikul seikat kayu itu di atas punggungnya, hal itu lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya atau menolaknya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5892

٥٨٩٢ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ مِنۡهَالٍ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ زُرَيۡعٍ: حَدَّثَنَا عُمَرُ بۡنُ مُحَمَّدِ بۡنِ زَيۡدٍ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (خَالِفُوا الۡمُشۡرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحۡفُوا الشَّوَارِبَ). وَكَانَ ابۡنُ عُمَرَ إِذَا حَجَّ أَوِ اعۡتَمَرَ قَبَضَ عَلَى لِحۡيَتِهِ، فَمَا فَضَلَ أَخَذَهُ. [الحديث ٥٨٩٢ - طرفه في: ٥٨٩٣].

5892. Muhammad bin Minhal telah menceritakan kepada kami: Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami: ‘Umar bin Muhammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Selisihilah orang-orang musyrik, lebatkanlah janggut, dan cukur habislah kumis!”

Ibnu ‘Umar apabila melakukan haji atau umrah, beliau menggenggam janggutnya, lalu beliau memotong janggut yang melebihi (dari satu genggaman).