Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6716

٧ - بَابُ عِتۡقِ الۡمُدَبَّرِ وَأُمِّ الۡوَلَدِ وَالۡمُكَاتَبِ فِي الۡكَفَّارَةِ، وَعِتۡقِ وَلَدِ الزِّنَا
7. Bab Pembebasan Budak Mudabbar, Ummu Walad, dan Mukatab sebagai Kafarat, serta Pembebasan Anak Hasil Zina


وَقَالَ طَاوُسٌ: يُجۡزِىءُ الۡمُدَبَّرُ وَأُمُّ الۡوَلَدِ.

Thawus berkata: Pembebasan budak mudabbar (budak yang dijanjikan oleh majikannya akan merdeka secara otomatis begitu si majikan meninggal dunia) dan ummu walad (budak perempuan yang melahirkan anak dari hasil hubungan dengan majikannya) itu sah (sebagai kafarat).

٦٧١٦ - حَدَّثَنَا أَبُو النُّعۡمَانِ: أَخۡبَرَنَا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ، عَنۡ عَمۡرٍو، عَنۡ جَابِرٍ: أَنَّ رَجُلًا مِنَ الۡأَنۡصَارِ دَبَّرَ مَمۡلُوكًا لَهُ، وَلَمۡ يَكُنۡ لَهُ مَالٌ غَيۡرُهُ، فَبَلَغَ النَّبِيَّ ﷺ، فَقَالَ: (مَنۡ يَشۡتَرِيهِ مِنِّي؟) فَاشۡتَرَاهُ نُعَيۡمُ بۡنُ النَّحَّامِ بِثَمَانِمِائَةِ دِرۡهَمٍ. فَسَمِعۡتُ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ يَقُولُ: عَبۡدًا قِبۡطِيًّا، مَاتَ عَامَ أَوَّلَ. [طرفه في: ٢١٤١].

6716. Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid mengabarkan kepada kami dari ‘Amr, dari Jabir:

Ada seorang laki-laki dari kaum Ansar yang memerdekakan seorang budak miliknya melalui akad dubur (merdeka setelah majikan wafat), padahal ia tidak memiliki harta lain selain budak tersebut. Maka kabar itu sampai kepada Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu beliau bertanya, “Siapa yang mau membeli budak ini dariku?”

Kemudian Nu’aim bin An-Nahham membelinya seharga delapan ratus dirham.

Aku mendengar Jabir bin ‘Abdullah berkata: (Budak tersebut) adalah seorang budak bangsa Koptik, ia meninggal pada tahun pertama (setelah dijual).

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2534

٩ - بَابُ بَيۡعِ الۡمُدَبَّرِ
9. Bab Penjualan Budak Mudabbar


٢٥٣٤ - حَدَّثَنَا آدَمُ بۡنُ أَبِي إِيَاسٍ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ: حَدَّثَنَا عَمۡرُو بۡنُ دِينَارٍ: سَمِعۡتُ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: أَعۡتَقَ رَجُلٌ مِنَّا عَبۡدًا لَهُ عَنۡ دُبُرٍ، فَدَعَا النَّبِيُّ ﷺ بِهِ فَبَاعَهُ. قَالَ جَابِرٌ: مَاتَ الۡغُلَامُ عَامَ أَوَّلَ. [طرفه في: ٢١٤١].

2534. Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami: ‘Amr bin Dinar menceritakan kepada kami: Aku mendengar Jabir bin ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhuma—berkata: Ada seorang laki-laki dari kalangan kami yang memerdekakan seorang budak miliknya melalui akad dubur (merdeka setelah majikan wafat). Maka Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—meminta agar budak tersebut dibawa, lalu beliau menjualnya. Jabir berkata: Budak laki-laki itu wafat pada tahun pertama (setelah dijual).

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2415

٢٤١٥ - حَدَّثَنَا عَاصِمُ بۡنُ عَلِيٍّ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي ذِئۡبٍ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ الۡمُنۡكَدِرِ، عَنۡ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَجُلًا أَعۡتَقَ عَبۡدًا لَهُ، لَيۡسَ لَهُ مَالٌ غَيۡرُهُ، فَرَدَّهُ النَّبِيُّ ﷺ، فَابۡتَاعَهُ مِنۡهُ نُعَيۡمُ بۡنُ النَّحَّامِ. [طرفه في: ٢١٤١].

2415. ‘Ashim bin ‘Ali telah menceritakan kepada kami: Ibnu Abu Dzi`b menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Al-Munkadir, dari Jabir—radhiyallahu ‘anhu—: Ada seorang laki-laki yang memerdekakan seorang budak miliknya, padahal ia tidak memiliki harta lain selain budak tersebut. Maka Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membatalkan (pembebasan) budak itu, lalu Nu’aim bin An-Nahham membelinya dari laki-laki tersebut.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2403

١٥ - بَابُ مَنۡ أَخَّرَ الۡغَرِيمَ إِلَى الۡغَدِ أَوۡ نَحۡوِهِ، وَلَمۡ يَرَ ذٰلِكَ مَطۡلًا
15. Bab Orang yang Meminta Pemilik Piutang Menunda Pembayaran hingga Esok Hari atau Semisalnya, dan Tidak Memandang Hal Tersebut sebagai Tindakan Mengulur-ulur Waktu


وَقَالَ جَابِرٌ: اشۡتَدَّ الۡغُرَمَاءُ فِي حُقُوقِهِمۡ فِي دَيۡنِ أَبِي، فَسَأَلَهُمُ النَّبِيُّ ﷺ أَنۡ يَقۡبَلُوا ثَمَرَ حَائِطِي فَأَبَوۡا، فَلَمۡ يُعۡطِهِمِ الۡحَائِطَ، وَلَمۡ يَكۡسِرۡهُ لَهُمۡ، وَقَالَ: (سَأَغۡدُو عَلَيۡكَ غَدًا). فَغَدَا عَلَيۡنَا حِينَ أَصۡبَحَ، فَدَعَا فِي ثَمَرِهَا بِالۡبَرَكَةِ، فَقَضَيۡتُهُمۡ.

Jabir berkata: Para pemilik piutang bersikap keras dalam menuntut hak-hak mereka atas utang ayahku. Lalu Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—meminta mereka agar mau menerima buah kurma dari kebunku, namun mereka menolak. Maka beliau tidak menyerahkan kebun itu kepada mereka dan tidak membagi-bagikannya untuk mereka, melainkan beliau bersabda, “Aku akan mendatangimu esok hari.”

Kemudian beliau mendatangi kami pada esok harinya ketika waktu subuh, lalu beliau mendoakan keberkahan pada buah kurmanya, hingga aku dapat melunasi mereka.

١٦ - بَابُ مَنۡ بَاعَ مَالَ الۡمُفۡلِسِ أَوِ الۡمُعۡدِمِ، فَقَسَمَهُ بَيۡنَ الۡغُرَمَاءِ، أَوۡ أَعۡطَاهُ حَتَّى يُنۡفِقَ عَلَى نَفۡسِهِ
16. Bab Orang yang Menjual Harta Milik Orang yang Bangkrut atau Orang yang Tidak Memiliki Harta, Lalu Membagikannya di Antara Para Pemilik Piutang, atau Memberikannya Kepadanya agar Ia Dapat Menafkahi Dirinya Sendiri


٢٤٠٣ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ زُرَيۡعٍ: حَدَّثَنَا حُسَيۡنٌ الۡمُعَلِّمُ: حَدَّثَنَا عَطَاءُ بۡنُ أَبِي رَبَاحٍ، عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: أَعۡتَقَ رَجُلٌ غُلَامًا لَهُ عَنۡ دُبُرٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (مَنۡ يَشۡتَرِيهِ مِنِّي؟) فَاشۡتَرَاهُ نُعَيۡمُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ، فَأَخَذَ ثَمَنَهُ فَدَفَعَهُ إِلَيۡهِ. [طرفه في: ٢١٤١].

2403. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami: Husain Al-Mu’allim menceritakan kepada kami: ‘Atha` bin Abu Rabah menceritakan kepada kami dari Jabir bin ‘Abdullahradhiyallahu ‘anhuma—. Ia berkata:

Ada seorang laki-laki yang memerdekakan budak miliknya melalui akad dubur (merdeka setelah majikan wafat). Maka Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bertanya, “Siapa yang mau membeli budak ini dariku?”

Lalu Nu’aim bin ‘Abdullah membelinya, kemudian Nabi mengambil uang hasil penjualannya dan menyerahkannya kepada laki-laki tersebut.

Shahih Muslim hadis nomor 2730

٢١ - بَابُ دُعَاءِ الۡكَرۡبِ
21. Bab Doa Ketika Mengalami Kesulitan


٨٣ - (٢٧٣٠) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّىٰ وَابۡنُ بَشَّارٍ وَعُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ سَعِيدٍ، وَاللَّفۡظُ لِابۡنِ سَعِيدٍ، قَالُوا: حَدَّثَنَا مُعَاذُ بۡنُ هِشَامٍ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ أَبِي الۡعَالِيَةِ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ ﷺ كَانَ يَقُولُ عِنۡدَ الۡكَرۡبِ: (لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الۡعَظِيمُ الۡحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الۡعَرۡشِ الۡعَظِيمِ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الۡأَرۡضِ وَرَبُّ الۡعَرۡشِ الۡكَرِيمِ).


83. (2730). Muhammad bin Al-Mutsanna, Ibnu Basysyar, dan ‘Ubaidullah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami—dan lafaz ini milik Ibnu Sa’id—. Mereka berkata: Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepadaku dari Qatadah, dari Abu Al-Aliyah, dari Ibnu ‘Abbas:

Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—biasa mengucapkan ketika mengalami kesulitan, “Lā ilāha illallāhul-‘aẓīmul-ḥalīm, lā ilāha illallāhu rabbul-‘arsyil-‘aẓīm. Lā ilāha illallāhu rabbus-samāwāti wa rabbul-arḍi wa rabbul-‘arsyil-karīm. (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rab arasy yang agung. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rab langit, Rab bumi, dan Rab arasy yang mulia.)”

(...) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنۡ هِشَامٍ، بِهٰذَا الۡإِسۡنَادِ. وَحَدِيثُ مُعَاذِ بۡنِ هِشَامٍ أَتَمُّ.

Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Waki’ menceritakan kepada kami dari Hisyam, dengan sanad ini, dan hadis dari Mu’adz bin Hisyam lebih sempurna.

(...) - وَحَدَّثَنَا عَبۡدُ بۡنُ حُمَيۡدٍ: أَخۡبَرَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بِشۡرٍ الۡعَبۡدِيُّ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنۡ قَتَادَةَ، أَنَّ أَبَا الۡعَالِيَةِ الرِّيَاحِيَّ حَدَّثَهُمۡ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يَدۡعُو بِهِنَّ وَيَقُولُهُنَّ عِنۡدَ الۡكَرۡبِ... فَذَكَرَ بِمِثۡلِ حَدِيثِ مُعَاذِ بۡنِ هِشَامٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ قَتَادَةَ. غَيۡرَ أَنَّهُ قَالَ: (رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالۡأَرۡضِ).

‘Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Bisyr Al-‘Abdi mengabarkan kepada kami: Sa’id bin Abu ‘Arubah menceritakan kepada kami dari Qatadah: Abu Al-‘Aliyah Ar-Riyahi menceritakan kepada mereka dari Ibnu ‘Abbas: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—biasa berdoa dengan kalimat-kalimat ini dan mengucapkannya ketika mengalami kesulitan …, lalu dia menyebutkan hadis yang semisal dengan hadis Mu’adz bin Hisyam dari ayahnya dari Qatadah, hanya saja dia mengucapkan, “rabbus-samāwāti wal-arḍi (rab langit dan bumi).”

(...) - وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا بَهۡزٌ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بۡنُ سَلَمَةَ: أَخۡبَرَنِي يُوسُفُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الۡحَارِثِ، عَنۡ أَبِي الۡعَالِيَةِ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ إِذَا حَزَبَهُ أَمۡرٌ، قَالَ. فَذَكَرَ بِمِثۡلِ حَدِيثِ مُعَاذٍ، عَنۡ أَبِيهِ.

وَزَادَ مَعَهُنَّ: (لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الۡعَرۡشِ الۡكَرِيمِ).

Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepadaku: Bahz menceritakan kepada kami: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami: Yusuf bin ‘Abdullah bin Al-Harits mengabarkan kepadaku dari Abu Al-‘Aliyah, dari Ibnu ‘Abbas: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—apabila ditimpa oleh suatu perkara yang berat, beliau mengucapkan... lalu dia menyebutkan hadis yang semisal dengan hadis Mu’adz dari ayahnya. Dia menambahkan bersama kalimat-kalimat tersebut, “Lā ilāha illallāhu rabbul-‘arsyil-karīm. (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rab arasy yang mulia.)”