Cari Blog Ini

Sunan Abu Dawud hadis nomor 2002

٨٤ - بَابُ الۡوَدَاعِ
84. Bab Wadak


٢٠٠٢ - (صحيح) حَدَّثَنَا نَصۡرُ بۡنُ عَلِيٍّ، نا سُفۡيَانُ، عَنۡ سُلَيۡمَانَ الۡأَحۡوَلِ، عَنۡ طَاوُسٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ النَّاسُ يَنۡصَرِفُونَ فِي كُلِّ وَجۡهٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا يَنۡفِرَنَّ أَحَدٌ حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَهۡدِهِ الطَّوَافَ بِالۡبَيۡتِ). [ق].

2002. [Sahih] Nashr bin ‘Ali telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari Sulaiman Al-Ahwal, dari Thawus, dari Ibnu ‘Abbas. Beliau mengatakan: Dahulu orang-orang pulang ke segala arah, lalu Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Jangan sekali-kali seorang pun keluar sampai akhir manasiknya adalah tawaf di Baitullah.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3345

٣٣٤٥ - حَدَّثَنَا خَالِدُ بۡنُ يَزِيدَ: حَدَّثَنَا إِسۡرَائِيلُ عَنۡ أَبِي إِسۡحَاقَ عَنِ الۡأَسۡوَدِ قَالَ: سَمِعۡتُ عَبۡدَ اللهِ قَالَ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقۡرَأُ: ﴿فَهَلۡ مِنۡ مُدَّكِرٍ﴾‏ [القمر: ١٧]. [طرفه في: ٣٣٤١].

3345. Khalid bin Yazid telah menceritakan kepada kami: Isra`il menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Al-Aswad. Beliau berkata: Aku mendengar ‘Abdullah berkata: Aku mendengar Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membaca ayat “fa hal min muddakir” (QS Al-Qamar: 17).

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3343

٧ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمۡ هُودًا قَالَ يَا قَوۡمِ اعۡبُدُوا اللهَ﴾ [الأعراف: ٦٥]
7. Bab Firman Allah Taala, “Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Ad saudara mereka, Hud. Dia berkata, ‘Wahai kaumku, sembahlah Allah!’” (QS Al-A’raf: 65)


وَقَوۡلِهِ: ﴿إِذۡ أَنۡذَرَ قَوۡمَهُ بِالۡأَحۡقَافِ﴾ إِلَى قَوۡلِهِ: ﴿كَذٰلِكَ نَجۡزِي الۡقَوۡمَ الۡمُجۡرِمِينَ﴾ [الأحقاف: ٢١-٢٥]. فِيهِ: عَنۡ عَطَاءٍ وَسُلَيۡمَانَ، عَنۡ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ.

Dan firman Allah, “ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al-Ahqaf (bukit-bukit pasir),” sampai firman-Nya, “Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.” (QS Al-Ahqaf: 21-25).

Dalam bab ini ada riwayat dari ‘Atha` dan Sulaiman, dari ‘Aisyah, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam.

وَقَوۡلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ ﴿وَأَمَّا عَادٌ فَأُهۡلِكُوا بِرِيحٍ صَرۡصَرٍ﴾ شَدِيدَةٍ ﴿عَاتِيَةٍ﴾، قَالَ ابۡنُ عُيَيۡنَةَ: عَتَتۡ عَلَى الۡخُزَّانِ ﴿سَخَّرَهَا عَلَيۡهِمۡ سَبۡعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا﴾ مُتَتَابِعَةً ﴿فَتَرَى الۡقَوۡمَ فِيهَا صَرۡعَى كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٍ خَاوِيَةٍ﴾ أُصُولُهَا ﴿فَهَلۡ تَرَى لَهُمۡ مِنۡ بَاقِيَةٍ﴾ بَقِيَّةٍ [الحاقة: ٦-٨].

Dan firman Allah—‘azza wa jalla—: “Adapun kaum ‘Ad, mereka dibinasakan dengan angin ṣarṣar” yaitu kencang. “‘Ātiyah”, Ibnu ‘Uyainah berkata, “di luar kendali malaikat penjaga angin”. “Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari ḥusūmā” yaitu berturut-turut, “maka kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka pohon kurma yang telah kosong (lapuk),” yaitu tunggulnya. “Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.” Yaitu yang tersisa. (QS Al-Haqqah: 6-8).

٣٣٤٣ - حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ عَرۡعَرَةَ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنِ الۡحَكَمِ، عَنۡ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (نُصِرۡتُ بِالصَّبَا، وَأُهۡلِكَتۡ عَادٌ بِالدَّبُورِ). [طرفه في: ١٠٣٥].

3343. Muhammad bin ‘Ar’arah telah menceritakan kepadaku: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Al-Hakam, dari Mujahid, dari Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau berkata, “Aku ditolong dengan angin Shaba (angin timur laut) dan kaum ‘Ad dibinasakan dengan angin Dabur (angin barat daya).”

Musnad Ahmad hadis nomor 12927

١٢٩٢٧ (١٢٨٩٦) - حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنۡ حَبِيبٍ (الۡقَيۡسِيِّ)، عَنۡ ثَابِتٍ، عَنۡ أَنَسٍ، قَالَ: مَرَّ عَلَيۡنَا النَّبِيُّ ﷺ وَنَحۡنُ نَلۡعَبُ فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيۡكُمۡ يَا صِبۡيَانُ.

12927. (12896). Waki’ telah menceritakan kepada kami dari Habib Al-Qaisi, dari Tsabit, dari Anas. Beliau mengatakan: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melewati kami ketika kami sedang bermain, lalu beliau mengucapkan, “As-Salāmu ‘alaikum wahai anak-anak.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6232

٥ - بَابُ تَسۡلِيمِ الرَّاكِبِ عَلَى الۡمَاشِي
5. Bab Pengendara Memberi Salam kepada Pejalan Kaki


٦٢٣٢ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ: أَخۡبَرَنَا مَخۡلَدٌ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ جُرَيۡجٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي زِيَادٌ: أَنَّهُ سَمِعَ ثَابِتًا مَوۡلَى عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ زَيۡدٍ: أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيۡرَةَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يُسَلِّمُ الرَّاكِبُ عَلَى الۡمَاشِي، وَالۡمَاشِي عَلَى الۡقَاعِدِ، وَالۡقَلِيلُ عَلَى الۡكَثِيرِ). [طرفه في: ٦٢٣١].

6232. Muhammad telah menceritakan kepada kami: Makhlad mengabarkan kepada kami: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami. Beliau berkata: Ziyad mengabarkan kepadaku: Beliau mendengar Tsabit maula ‘Abdurrahman bin Zaid: Beliau mendengar Abu Hurairah mengatakan: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Hendaknya pengendara bersalam kepada pejalan kaki, pejalan kaki kepada orang yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak.”