Cari Blog Ini

Sunan Abu Dawud hadis nomor 33

٣٣ - (صحيح) حَدَّثَنَا أَبُو تَوۡبَةَ الرَّبِيعُ بۡنُ نَافِعٍ، نا عِيسَى بۡنُ يُونُسَ، عَنِ ابۡنِ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنۡ أَبِي مَعۡشَرٍ، عَنۡ إِبۡرَاهِيمَ، عَنۡ عَائِشَةَ، قَالَتۡ: كَانَتۡ يَدُ رَسُولِ اللهِ ﷺ الۡيُمۡنَى لِطُهُورِهِ وَطَعَامِهِ، وَكَانَتۡ يَدُهُ الۡيُسۡرَى لِخَلَائِهِ وَمَا كَانَ مِنۡ أَذًى.

33. [Sahih] Abu Taubah Ar-Rabi’ bin Nafi’ telah menceritakan kepada kami: ‘Isa bin Yunus menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu ‘Arubah, dari Abu Ma’syar, dari Ibrahim, dari ‘Aisyah. Ia berkata: Tangan kanan Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—digunakan untuk bersuci dan makan, sedangkan tangan kirinya digunakan untuk urusan kamar mandi dan hal-hal yang kotor.

Sunan Abu Dawud hadis nomor 32

٣٢ - (صحيح) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ آدَمَ بۡنِ سُلَيۡمَانَ الۡمِصِّيصِيُّ، نَا ابۡنُ أَبِي زَائِدَةَ، نَا أَبُو أَيُّوبَ - يَعۡنِي الۡإِفۡرِيقِيَّ -، عَنۡ عَاصِمٍ، عَنِ الۡمُسَيَّبِ بۡنِ رَافِعٍ وَمَعۡبَدٍ، عَنۡ حَارِثَةَ بۡنِ وَهۡبٍ الۡخُزَاعِيِّ، قَالَ: حَدَّثَتۡنِي حَفۡصَةُ زَوۡجُ النَّبِيِّ ﷺ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَجۡعَلُ يَمِينَهُ لِطَعَامِهِ، وَشَرَابِهِ، وَثِيَابِهِ، وَيَجۡعَلُ شِمَالَهُ لِمَا سِوَى ذٰلِكَ.

32. [Sahih] Muhammad bin Adam bin Sulaiman Al-Misshishi telah menceritakan kepada kami: Ibnu Abu Za`idah menceritakan kepada kami: Abu Ayyub Al-Ifriqi menceritakan kepada kami dari ‘Ashim, dari Al-Musayyab bin Rafi’ dan Ma’bad, dari Haritsah bin Wahb Al-Khuza’i. Ia berkata: Hafshah istri Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menceritakan kepadaku: Bahwa Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menggunakan tangan kanannya untuk urusan makan, minum, dan pakaiannya, serta menggunakan tangan kirinya untuk urusan selain itu.

Shahih Muslim hadis nomor 2020

١٠٥ - (٢٠٢٠) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَمُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ نُمَيۡرٍ وَزُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ وَابۡنُ أَبِي عُمَرَ - وَاللَّفۡظُ لِابۡنِ نُمَيۡرٍ – قَالُوا: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ أَبِي بَكۡرِ بۡنِ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ، عَنۡ جَدِّهِ ابۡنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمۡ فَلۡيَأۡكُلۡ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلۡيَشۡرَبۡ بِيَمِينِهِ، فَإِنَّ الشَّيۡطَانَ يَأۡكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشۡرَبُ بِشِمَالِهِ).

105. (2020). Abu Bakr bin Abu Syaibah, Muhammad bin ‘Abdullah bin Numair, Zuhair bin Harb, dan Ibnu Abu ‘Umar telah menceritakan kepada kami—dan lafaz ini milik Ibnu Numair—. Mereka berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Bakr bin ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Umar, dari kakeknya yaitu Ibnu ‘Umar, bahwa Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan jika ia minum, maka hendaklah ia minum dengan tangan kanannya, karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.”

(...) - وَحَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ، عَنۡ مَالِكِ بۡنِ أَنَسٍ، فِيمَا قُرِىءَ عَلَيۡهِ. (ح) وَحَدَّثَنَا ابۡنُ نُمَيۡرٍ: حَدَّثَنَا أَبِي. (ح) وَحَدَّثَنَا ابۡنُ الۡمُثَنَّى: حَدَّثَنَا يَحۡيَىٰ - وَهُوَ الۡقَطَّانُ -. كِلَاهُمَا عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ. جَمِيعًا عَنِ الزُّهۡرِيِّ. بِإِسۡنَادِ سُفۡيَانَ.

Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami dari Malik bin Anas, berdasarkan apa yang dibacakan kepadanya. (Dalam riwayat lain) Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Ibnu Al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami: Yahya Al-Qaththan menceritakan kepada kami. Keduanya dari ‘Ubaidullah. Semuanya dari Az-Zuhri melalui sanad Sufyan.

١٠٦ - (...) - وَحَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَحَرۡمَلَةُ، قَالَ أَبُو الطَّاهِرِ: أَخۡبَرَنَا. وَقَالَ حَرۡمَلَةُ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ وَهۡبٍ، حَدَّثَنِي عُمَرُ بۡنُ مُحَمَّدٍ: حَدَّثَنِي الۡقَاسِمُ بۡنُ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ: حَدَّثَهُ عَنۡ سَالِمٍ، عَنۡ أَبِيهِ؛ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا يَأۡكُلَنَّ أَحَدٌ مِنۡكُمۡ بِشِمَالِهِ. وَلَا يَشۡرَبَنَّ بِهَا، فَإِنَّ الشَّيۡطَانَ يَأۡكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشۡرَبُ بِهَا).

قَالَ: وَكَانَ نَافِعٌ يَزِيدُ فِيهَا: (وَلَا يَأۡخُذُ بِهَا وَلَا يُعۡطِي بِهَا).

وَفِي رِوَايَةِ أَبِي الطَّاهِرِ: (لَا يَأۡكُلَنَّ أَحَدُكُمۡ).

106. Abu Ath-Thahir dan Harmalah telah menceritakan kepadaku. Abu Ath-Thahir berkata: Telah mengabarkan kepada kami; sedangkan Harmalah berkata: ‘Abdullah bin Wahb menceritakan kepada kami: ‘Umar bin Muhammad menceritakan kepadaku: Al-Qasim bin ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Umar menceritakan kepadaku: Ia menceritakannya dari Salim, dari ayahnya: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian makan dengan tangan kirinya dan jangan pula minum dengannya, karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengannya.”

Perawi berkata: Nafi’ menambahkan di dalamnya: “Dan janganlah ia mengambil dengannya serta jangan pula memberi dengannya.”

Dalam riwayat Abu Ath-Thahir disebutkan: “Janganlah sekali-kali salah seorang kalian makan.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2109

٤٣ - بَابٌ إِذَا لَمۡ يُوَقِّتۡ فِي الۡخِيَارِ هَلۡ يَجُوزُ الۡبَيۡعُ
43. Bab Apabila Tidak Menentukan Batas Waktu dalam Khiar, Apakah Jual Belinya Sah


٢١٠٩ - حَدَّثَنَا أَبُو النُّعۡمَانِ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ: حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (الۡبَيِّعَانِ بِالۡخِيَارِ مَا لَمۡ يَتَفَرَّقَا، أَوۡ يَقُولُ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ اخۡتَرۡ). وَرُبَّمَا قَالَ: (أَوۡ يَكُونُ بَيۡعَ خِيَارٍ). [طرفه في: ٢١٠٧].

2109. Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami: Ayyub menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—. Dia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Dua orang yang berjual beli memiliki hak khiar selama keduanya belum berpisah, atau salah seorang dari keduanya berkata kepada temannya: ‘Pilihlah (untuk melangsungkan atau membatalkan)!’” Dan boleh jadi beliau bersabda, “Atau jual beli itu adalah jual beli khiar.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2107

٤٢ - بَابٌ كَمۡ يَجُوزُ الۡخِيَارُ
42. Bab Berapa Lama Khiar (dalam Jual Beli) Diperbolehkan


٢١٠٧ - حَدَّثَنَا صَدَقَةُ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ الۡوَهَّابِ قَالَ: سَمِعۡتُ يَحۡيَى قَالَ: سَمِعۡتُ نَافِعًا، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (إِنَّ الۡمُتَبَايِعَيۡنِ بِالۡخِيَارِ فِي بَيۡعِهِمَا مَا لَمۡ يَتَفَرَّقَا، أَوۡ يَكُونُ الۡبَيۡعُ خِيَارًا). قَالَ نَافِعٌ: وَكَانَ ابۡنُ عُمَرَ إِذَا اشۡتَرَى شَيۡئًا يُعۡجِبُهُ فَارَقَ صَاحِبَهُ. [الحديث ٢١٠٧ - أطرافه في: ٢١٠٩، ٢١١١، ٢١١٢، ٢١١٣، ٢١١٦].

2107. Shadaqah telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahhab mengabarkan kepada kami. Dia berkata: Aku mendengar Yahya berkata: Aku mendengar Nafi’ dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Sesungguhnya dua orang yang berjual beli memiliki hak khiar dalam jual beli mereka selama keduanya belum berpisah, atau jual beli itu adalah jual beli khiar.”

Nafi’ berkata, “Ibnu ‘Umar apabila membeli sesuatu yang disukainya, maka ia segera memisahkan diri dari penjualnya.”