١٦ - بَابُ التَّشَهُّدِ فِي الصَّلَاةِ
16. Bab Tasyahud dalam Salat
٥٥ - (٤٠٢) - حَدَّثَنَا زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ، وَعُثۡمَانُ بۡنُ أَبِي
شَيۡبَةَ، وَإِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ - قَالَ إِسۡحَاقُ: أَخۡبَرَنَا.
وَقَالَ الۡآخَرَانِ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ -، عَنۡ مَنۡصُورٍ، عَنۡ أَبِي
وَائِلٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ؛ قَالَ: كُنَّا نَقُولُ فِي الصَّلَاةِ خَلۡفَ
رَسُولِ اللهِ ﷺ: السَّلَامُ عَلَى اللهِ. السَّلَامُ عَلَى فُلَانٍ، فَقَالَ
لَنَا رَسُولُ اللهِ ﷺ ذَاتَ يَوۡمٍ: (إِنَّ اللهَ هُوَ السَّلَامُ، فَإِذَا
قَعَدَ أَحَدُكُمۡ فِي الصَّلَاةِ فَلۡيَقُلِ: التَّحِيَّاتُ لِلهِ
وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيۡكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ
وَرَحۡمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيۡنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ
الصَّالِحِينَ - فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتۡ كُلَّ عَبۡدٍ لِلهِ صَالِحٍ، فِي
السَّمَاءِ وَالۡأَرۡضِ - أَشۡهَدُ أَنۡ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشۡهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبۡدُهُ وَرَسُولُهُ. ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الۡمَسۡأَلَةِ
مَا شَاءَ).
55. (402). Zuhair bin Harb, ‘Utsman bin Abu Syaibah, dan Ishaq bin Ibrahim
telah menceritakan kepada kami.—Ishaq berkata: Mengabarkan kepada kami,
sedangkan dua orang lainnya berkata: Jarir menceritakan kepada kami—dari
Manshur, dari Abu Wa`il, dari ‘Abdullah. Beliau berkata:
Kami dahulu membaca di dalam salat di belakang Rasulullah—shallallahu ‘alaihi
wa sallam—: As-Salāmu ‘alallāh, as-salāmu ‘alā fulān (keselamatan tercurah
kepada Allah, keselamatan tercurah kepada si Fulan).
Lalu pada suatu hari Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam— bersabda kepada
kami:
Sesungguhnya Allah, Dialah As-Salam (Maha Pemberi Keselamatan). Oleh karena
itu, apabila salah seorang di antara kalian duduk dalam salat, hendaklah ia
mengucapkan: At-Taḥiyyātu lillāh, waṣ-ṣalawātu wat-ṭayyibāt (segala salam
penghormatan hanya milik Allah, begitu pula doa pengagungan dan ucapan-ucapan
yang baik). As-Salāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh
(semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah
dan keberkahan-Nya). As-Salāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn (semoga
keselamatan tercurah pula kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang
saleh).
Apabila ia mengucapkan kalimat tersebut, maka doa keselamatan itu akan
mengenai setiap hamba Allah yang saleh di langit dan di bumi. (Lalu
dilanjutkan): Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna muḥammadan ‘abduhu
wa rasūluh (aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi
bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya). Kemudian setelah itu, ia boleh
memilih doa apa saja yang diinginkannya.
٥٦ - (...) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّىٰ وَابۡنُ بَشَّارٍ،
قَالَا: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ جَعۡفَرٍ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ عَنۡ
مَنۡصُورٍ، بِهَـٰذَا الۡإِسۡنَادِ... مِثۡلَهُ. وَلَمۡ يَذۡكُرۡ: (ثُمَّ
يَتَخَيَّرُ مِنَ الۡمَسۡأَلَةِ مَا شَاءَ).
56. Muhammad bin Al-Mutsanna dan Ibnu Basysyar telah menceritakan kepada kami.
Keduanya berkata: Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami: Syu’bah
menceritakan kepada kami dari Manshur, melalui sanad ini … semisal hadis
tersebut, namun ia tidak menyebutkan kalimat: “Kemudian ia boleh memilih doa
apa saja yang diinginkannya.”
٥٧ - (...) - حَدَّثَنَا عَبۡدُ بۡنُ حُمَيۡدٍ: حَدَّثَنَا حُسَيۡنٌ
الۡجُعۡفِيُّ، عَنۡ زَائِدَةَ، عَنۡ مَنۡصُورٍ. بِهَـٰذَا الۡإِسۡنَادِ، مِثۡلَ
حَدِيثِهِمَا. وَذَكَرَ فِي الۡحَدِيثِ: (ثُمَّ لۡيَتَخَيَّرۡ بَعۡدُ مِنَ
الۡمَسۡأَلَةِ مَا شَاءَ أَوۡ مَا أَحَبَّ).
57. ‘Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami: Husain Al-Ju’fi
menceritakan kepada kami dari Za`idah, dari Manshur, melalui sanad ini,
semisal hadis keduanya. Ia menyebutkan di dalam hadis tersebut: “Kemudian
hendaklah ia memilih setelah itu dari permohonan yang ia kehendaki atau yang
ia sukai.”
٥٨ - (...) - حَدَّثَنَا يَحۡيَىٰ بۡنُ يَحۡيَىٰ: أَخۡبَرَنَا أَبُو
مُعَاوِيَةَ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ شَقِيقٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ
مَسۡعُودٍ. قَالَ: كُنَّا إِذَا جَلَسۡنَا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي الصَّلَاةِ
بِمِثۡلِ حَدِيثِ مَنۡصُورٍ. وَقَالَ: (ثُمَّ يَتَخَيَّرُ، بَعۡدُ، مِنَ
الدُّعَاءِ).
58. Yahya bin Yahya telah menceritakan kepada kami: Abu Mu’awiyah mengabarkan
kepada kami dari Al-A’masy, dari Syaqiq, dari ‘Abdullah bin Mas’ud. Beliau
berkata: “Kami dahulu apabila duduk bersama Nabi—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—di dalam salat ...” semisal hadis Manshur, dan ia menyebutkan:
“Kemudian ia boleh memilih doa setelah itu.”
٥٩ - (...) - وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا
أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا سَيۡفُ بۡنُ سُلَيۡمَانَ. قَالَ: سَمِعۡتُ
مُجَاهِدًا يَقُولُ: حَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ سَخۡبَرَةَ؛ قَالَ: سَمِعۡتُ
ابۡنَ مَسۡعُودٍ يَقُولُ: عَلَّمَنِي رَسُولُ اللهِ ﷺ التَّشَهُّدَ. كَفِّي
بَيۡنَ كَفَّيۡهِ. كَمَا يُعَلِّمُنِي السُّورَةَ مِنَ الۡقُرۡآنِ...
وَاقۡتَصَّ التَّشَهُّدَ بِمِثۡلِ مَا اقۡتَصُّوا.
59. Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Abu Nu’aim
menceritakan kepada kami: Saif bin Sulaiman menceritakan kepada kami. Ia
berkata: Aku mendengar Mujahid berkata: ‘Abdullah bin Sakhbarah menceritakan
kepadaku. Ia berkata: Aku mendengar Ibnu Mas’ud berkata:
“Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengajarkan kepadaku tasyahud,
sementara kedua telapak tanganku berada di antara kedua telapak tangan beliau,
sebagaimana beliau mengajariku surah Al-Qur’an ...” Ia menyebutkan bacaan
tasyahud tersebut seperti yang mereka sebutkan.