Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2579

٢٥٧٩ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ مُقَاتِلٍ أَبُو الۡحَسَنِ: أَخۡبَرَنَا خَالِدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ خَالِدٍ الۡحَذَّاءِ، عَنۡ حَفۡصَةَ بِنۡتِ سِيرِينَ، عَنۡ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتۡ: دَخَلَ النَّبِيُّ ﷺ عَلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا فَقَالَ: (عِنۡدَكُمۡ شَيۡءٌ)؟ قَالَتۡ: لَا، إِلَّا شَيۡءٌ بَعَثَتۡ بِهِ أُمُّ عَطِيَّةَ مِنَ الشَّاةِ الَّتِي بَعَثۡتَ إِلَيۡهَا مِنَ الصَّدَقَةِ، قَالَ: (إِنَّهَا قَدۡ بَلَغَتۡ مَحِلَّهَا). [طرفه في: ١٤٤٦].

2579. Muhammad bin Muqatil Abu Al-Hasan telah menceritakan kepada kami: Khalid bin ‘Abdullah mengabarkan kepada kami dari Khalid Al-Hadzdza`, dari Hafsah binti Sirin, dari Umu ‘Athiyyah. Ia berkata:

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—masuk menemui ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha—lalu bertanya, “Apakah kalian memiliki sesuatu?”

‘Aisyah menjawab, “Tidak, kecuali sesuatu yang dikirimkan oleh Umu ‘Athiyyah dari daging kambing yang telah engkau kirimkan kepadanya sebagai sedekah.”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu telah sampai pada tempatnya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5797

٩ - بَابُ جَيۡبِ الۡقَمِيصِ مِنۡ عِنۡدِ الصَّدۡرِ وَغَيۡرِهِ
9. Bab Kerah Baju dari Arah Dada dan Lainnya


٥٧٩٧ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدٍ: حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ: حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ نَافِعٍ، عَنِ الۡحَسَنِ، عَنۡ طَاوُسٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: ضَرَبَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (مَثَلَ الۡبَخِيلِ وَالۡمُتَصَدِّقِ، كَمَثَلِ رَجُلَيۡنِ عَلَيۡهِمَا جُبَّتَانِ مِنۡ حَدِيدٍ، قَدِ اضۡطُرَّتۡ أَيۡدِيهِمَا إِلَى ثُدِيِّهِمَا وَتَرَاقِيهِمَا، فَجَعَلَ الۡمُتَصَدِّقُ كُلَّمَا تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ انۡبَسَطَتۡ عَنۡهُ، حَتَّى تَغۡشَى أَنَامِلَهُ وَتَعۡفُوَ أَثَرَهُ، وَجَعَلَ الۡبَخِيلُ كُلَّمَا هَمَّ بِصَدَقَةٍ قَلَصَتۡ، وَأَخَذَتۡ كُلُّ حَلۡقَةٍ بِمَكَانِهَا). قَالَ أَبُو هُرَيۡرَةَ: فَأَنَا رَأَيۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ بِإِصۡبَعِهِ هَكَذَا فِي جَيۡبِهِ، فَلَوۡ رَأَيۡتَهُ يُوَسِّعُهَا وَلَا تَتَوَسَّعُ. تَابَعَهُ ابۡنُ طَاوُسٍ، عَنۡ أَبِيهِ، وَأَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ: فِي الۡجُبَّتَيۡنِ. وَقَالَ حَنۡظَلَةُ: سَمِعۡتُ طَاوُسًا سَمِعۡتُ أَبَا هُرَيۡرَةَ يَقُولُ: جُبَّتَانِ. وَقَالَ جَعۡفَرٌ عَنِ الۡأَعۡرَجِ: جُنَّتَانِ. [طرفه في: ١٤٤٣].

5797. ‘Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Amir menceritakan kepada kami: Ibrahim bin Nafi’ menceritakan kepada kami dari Al-Hasan, dari Thawus, dari Abu Hurairah. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membuat: “Perumpamaan orang yang kikir dan orang yang bersedekah adalah seperti dua orang yang mengenakan dua baju jubah terbuat dari besi, yang tangan keduanya terhimpit hingga ke dada dan tulang selangka keduanya. Orang yang bersedekah, setiap kali ia bersedekah dengan suatu sedekah, baju besi itu melonggar darinya, hingga menutupi ujung jari-jarinya dan menghapus jejak langkahnya. Sedangkan orang yang kikir, setiap kali ia berniat untuk bersedekah, baju besi itu mengerut dan setiap lingkaran baju besi mencengkeram erat di tempatnya.”

Abu Hurairah berkata: Aku melihat Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berbuat dengan jarinya seperti ini di kerah bajunya, seandainya engkau melihat ia melonggarkannya namun baju itu tidak kunjung melonggar.

Ibnu Thawus mengiringi Al-Hasan dari ayahnya, serta Abu Az-Zinad dari Al-A’raj: mengenai lafal “dua baju jubah”. Hanzhalah berkata: Aku mendengar Thawus: Aku mendengar Abu Hurairah berkata: “Dua baju jubah”. Ja’far berkata dari Al-A’raj: “Dua baju perisai”.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5299

٥٢٩٩ - وَقَالَ اللَّيۡثُ: حَدَّثَنِي جَعۡفَرُ بۡنُ رَبِيعَةَ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ هُرۡمُزَ: سَمِعۡتُ أَبَا هُرَيۡرَةَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (مَثَلُ الۡبَخِيلِ وَالۡمُنۡفِقِ، كَمَثَلِ رَجُلَيۡنِ عَلَيۡهِمَا جُبَّتَانِ مِنۡ حَدِيدٍ، مِنۡ لَدُنۡ ثَدۡيَيۡهِمَا إِلَى تَرَاقِيهِمَا، فَأَمَّا الۡمُنۡفِقُ: فَلَا يُنۡفِقُ شَيۡئًا إِلَّا مَادَّتۡ عَلَى جِلۡدِهِ، حَتَّى تُجِنَّ بَنَانَهُ وَتَعۡفُوَ أَثَرَهُ. وَأَمَّا الۡبَخِيلُ: فَلَا يُرِيدُ يُنۡفِقُ إِلَّا لَزِمَتۡ كُلُّ حَلۡقَةٍ مَوۡضِعَهَا، فَهۡوَ يُوسِعُهَا فَلَا تَتَّسِعُ). وَيُشِيرُ بِإِصۡبَعِهِ إِلَى حَلۡقِهِ. [طرفه في: ١٤٤٣].

5299. Al-Laits berkata: Ja’far bin Rabi’ah menceritakan kepadaku dari ‘Abdurrahman bin Hurmuz: Aku mendengar Abu Hurairah: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Perumpamaan orang yang kikir dan orang yang menafkahkan hartanya adalah seperti dua orang yang mengenakan dua baju jubah terbuat dari besi, dari dada keduanya hingga tulang selangka keduanya. Adapun orang yang menafkahkan hartanya, tidaklah ia menafkahkan sesuatu melainkan baju besi itu melonggar di kulitnya, hingga menutupi ujung jarinya dan menghapus jejak langkahnya. Adapun orang yang kikir, tidaklah ia ingin menafkahkan sesuatu melainkan setiap lingkaran baju besi itu mencengkeram tempatnya, lalu ia mencoba melonggarkannya namun baju itu tidak kunjung melonggar.” Beliau berisyarat dengan jarinya ke lehernya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2298

٥ - بَابُ الدَّيۡنِ
5. Bab Utang


٢٢٩٨ - حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ بُكَيۡرٍ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ، عَنۡ عُقَيۡلٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يُؤۡتَى بِالرَّجُلِ الۡمُتَوَفَّى، عَلَيۡهِ الدَّيۡنُ، فَيَسۡأَلُ: (هَلۡ تَرَكَ لِدَيۡنِهِ فَضۡلًا؟) فَإِنۡ حُدِّثَ أَنَّهُ تَرَكَ لِدَيۡنِهِ وَفَاءً صَلَّى، وَإِلَّا قَالَ لِلۡمُسۡلِمِينَ: (صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمۡ). فَلَمَّا فَتَحَ اللهُ عَلَيۡهِ الۡفُتُوحَ، قَالَ: (أَنَا أَوۡلَى بِالۡمُؤۡمِنِينَ مِنۡ أَنۡفُسِهِمۡ، فَمَنۡ تُوُفِّيَ مِنَ الۡمُؤۡمِنِينَ فَتَرَكَ دَيۡنًا فَعَلَيَّ قَضَاؤُهُ، وَمَنۡ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ).

[الحديث ٢٢٩٨ - أطرافه في: ٢٣٩٨، ٢٣٩٩، ٤٧٨١، ٥٣٧١، ٦٧٣١، ٦٧٤٥، ٦٧٦٣].

2298. Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada kami dari ‘Uqail, dari Ibnu Syihab, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—:

Jenazah seorang laki-laki yang masih memiliki utang didatangkan kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bertanya, “Apakah ia meninggalkan kelebihan harta untuk melunasi utangnya?”

Jika diceritakan kepada beliau bahwa orang tersebut meninggalkan harta untuk melunasi utangnya, maka beliau menyalatinya. Jika tidak, beliau akan berkata kepada kaum muslimin, “Salatilah sahabat kalian ini!”

Namun ketika Allah telah memberikan banyak kemenangan dan harta rampasan perang kepada beliau, beliau bersabda, “Aku lebih berhak atas kaum mukmin daripada diri mereka sendiri. Maka, barang siapa di antara kaum mukmin yang wafat lalu meninggalkan utang, maka akulah yang berkewajiban melunasinya. Dan barang siapa yang meninggalkan harta, maka itu menjadi hak para ahli warisnya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2296

٢٢٩٦ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ: حَدَّثَنَا عَمۡرٌو: سَمِعَ مُحَمَّدَ بۡنَ عَلِيٍّ، عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمۡ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَوۡ قَدۡ جَاءَ مَالُ الۡبَحۡرَيۡنِ قَدۡ أَعۡطَيۡتُكَ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا). فَلَمۡ يَجِىءۡ مَالُ الۡبَحۡرَيۡنِ حَتَّى قُبِضَ النَّبِيُّ ﷺ، فَلَمَّا جَاءَ مَالُ الۡبَحۡرَيۡنِ أَمَرَ أَبُو بَكۡرٍ فَنَادَى: مَنۡ كَانَ لَهُ عِنۡدَ النَّبِيِّ ﷺ عِدَةٌ أَوۡ دَيۡنٌ فَلۡيَأۡتِنَا، فَأَتَيۡتُهُ فَقُلۡتُ: إِنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ لِي كَذَا وَكَذَا، فَحَثَى لِي حَثۡيَةً، فَعَدَدۡتُهَا، فَإِذَا هِيَ خَمۡسُمِائَةٍ، وَقَالَ: خُذۡ مِثۡلَيۡهَا.

[الحديث ٢٢٩٦ - أطرافه في: ٢٥٩٨، ٢٦٨٣، ٣١٣٧، ٣١٦٤، ٤٣٨٣].

2296. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami: ‘Amr menceritakan kepada kami: Ia mendengar Muhammad bin ‘Ali dari Jabir bin ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhum—. Ia berkata:

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—pernah bersabda, “Jika harta dari Bahrain telah datang, aku akan memberimu sekian, sekian, dan sekian.”

Namun, harta dari Bahrain tersebut belum juga datang hingga Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—wafat. Ketika harta dari Bahrain itu akhirnya tiba, Abu Bakr memerintahkan seseorang untuk berseru, “Barang siapa yang memiliki janji atau piutang di sisi Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, hendaklah ia mendatangi kami.”

Aku pun mendatanginya lalu berkata, “Sesungguhnya Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—pernah bersabda kepadaku begini dan begitu.”

Abu Bakr lalu menciduk uang dengan kedua telapak tangannya untukku. Aku pun menghitungnya, dan ternyata jumlahnya lima ratus. Kemudian beliau berkata, “Ambillah lagi dua kali lipatnya.”