Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6659 dan 6660

١١ - بَابُ عَهۡدِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
11. Bab Janji Allah—‘azza wa jalla


٦٦٥٩ - حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنۡ شُعۡبَةَ، عَنۡ سُلَيۡمَانَ وَمَنۡصُورٍ، عَنۡ أَبِي وَائِلٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (مَنۡ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ كَاذِبَةٍ، لِيَقۡتَطِعَ بِهَا مَالَ رَجُلٍ مُسۡلِمٍ، أَوۡ قَالَ: أَخِيهِ، لَقِيَ اللهَ وَهُوَ عَلَيۡهِ غَضۡبَانُ). فَأَنۡزَلَ اللهُ تَصۡدِيقَهُ: ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَشۡتَرُونَ بِعَهۡدِ اللهِ﴾ [آل عمران: ٧٧]. [طرفه في: ٢٣٥٦].

6659. Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepadaku: Ibnu Abu ‘Adi menceritakan kepada kami dari Syu’bah, dari Sulaiman dan Manshur, dari Abu Wa`il, dari ‘Abdullah—radhiyallahu 'anhu—, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Barang siapa bersumpah dengan suatu sumpah secara dusta, untuk merampas harta seorang laki-laki muslim—atau beliau bersabda: saudaranya—dengan sumpah tersebut, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.”

Allah lalu menurunkan pembenaran atas hal itu: “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah ...” (QS Ali Imran: 77).

٦٦٦٠ - قَالَ سُلَيۡمَانُ فِي حَدِيثِهِ: فَمَرَّ الۡأَشۡعَثُ بۡنُ قَيۡسٍ فَقَالَ: مَا يُحَدِّثُكُمۡ عَبۡدُ اللهِ؟ قَالُوا لَهُ، فَقَالَ الۡأَشۡعَثُ: نَزَلَتۡ فِيَّ وَفِي صَاحِبٍ لِي، فِي بِئۡرٍ كَانَتۡ بَيۡنَنَا.

6660. Abu Wa`il berkata: Sulaiman berkata di dalam hadisnya: Al-Asy’ats bin Qais lalu lewat dan bertanya, “Apa yang sedang diceritakan oleh ‘Abdullah kepada kalian?”

Mereka menceritakannya kepada beliau, maka Al-Asy’ats berkata, “Ayat tersebut diturunkan berkenaan denganku dan berkenaan dengan seorang temanku, mengenai sebuah sumur yang ada di antara kami.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4549 dan 4550

٣ - بَابٌ ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَشۡتَرُونَ بِعَهۡدِ اللهِ وَأَيۡمَانِهِمۡ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمۡ﴾ لَا خَيۡرَ ﴿لَهُمۡ فِى ٱلۡـَٔاخِرَةِ ... وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ﴾ [٧٧] مُؤۡلِمٌ مُوجِعٌ، مِنَ الۡأَلَمِ، وَهُوَ فِي مَوۡضِعِ مُفۡعِلٍ
3. Bab “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang murah, mereka itu tidak mendapat bagian” tidak ada kebaikan “bagi mereka di akhirat ... serta bagi mereka azab yang pedih” (QS Ali Imran: 77) yang memedihkan lagi menyakitkan, berasal dari kata al-alam (rasa sakit), dan ia menempati bentuk muf’il


٤٥٤٩، ٤٥٥٠ - حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بۡنُ مِنۡهَالٍ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ أَبِي وَائِلٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مَسۡعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (مَنۡ حَلَفَ يَمِينَ صَبۡرٍ، لِيَقۡتَطِعَ بِهَا مَالَ امۡرِىءٍ مُسۡلِمٍ، لَقِيَ اللهَ وَهُوَ عَلَيۡهِ غَضۡبَانُ). فَأَنۡزَلَ اللهُ تَصۡدِيقَ ذٰلِكَ: ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَشۡتَرُونَ بِعَهۡدِ اللهِ وَأَيۡمَانِهِمۡ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمۡ فِي الۡآخِرَةِ﴾ إِلَى آخِرِ الۡآيَةِ. قَالَ: فَدَخَلَ الۡأَشۡعَثُ بۡنُ قَيۡسٍ وَقَالَ: مَا يُحَدِّثُكُمۡ أَبُو عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ؟ قُلۡنَا: كَذَا وَكَذَا، قَالَ: فِيَّ أُنۡزِلَتۡ، كَانَتۡ لِي بِئۡرٌ فِي أَرۡضِ ابۡنِ عَمٍّ لِي، قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (بَيِّنَتُكَ أَوۡ يَمِينُهُ). فَقُلۡتُ: إِذًا يَحۡلِفَ يَا رَسُولَ اللهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (مَنۡ حَلَفَ عَلَى يَمِينِ صَبۡرٍ، يَقۡتَطِعُ بِهَا مَالَ امۡرِىءٍ مُسۡلِمٍ، وَهُوَ فِيهَا فَاجِرٌ، لَقِيَ اللهَ وَهُوَ عَلَيۡهِ غَضۡبَانٌ). [طرفه في: ٢٣٥٦].

4549, 4550. Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Awanah menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Abu Wa`il, dari ‘Abdullah bin Mas’ud—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa bersumpah dengan sumpah paksa yang sengaja ditetapkan pengadilan, untuk merampas harta seorang muslim dengan sumpah tersebut, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.”

Allah lalu menurunkan pembenaran atas hal itu: “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang murah, mereka itu tidak mendapat bagian di akhirat …” sampai akhir ayat.

Abu Wa`il berkata: Al-Asy’ats bin Qais lalu masuk dan bertanya, “Apa yang sedang diceritakan oleh Abu ‘Abdurrahman kepada kalian?”

Kami menjawab, “Begini dan begitu.”

Al-Asy’ats berkata:

Ayat tersebut diturunkan berkenaan denganku. Dahulu aku memiliki sebuah sumur di tanah milik anak pamanku, lalu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Bukti darimu atau sumpah dari dia.”

Aku berkata, “Jika demikian, ia pasti akan bersumpah, wahai Rasulullah.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa bersumpah dengan sumpah paksa yang sengaja ditetapkan pengadilan, untuk merampas harta seorang muslim dengan sumpah tersebut, sedangkan ia berdusta di dalamnya, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2676 dan 2677

٢٦٧٦، ٢٦٧٧ - حَدَّثَنَا بِشۡرُ بۡنُ خَالِدٍ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ جَعۡفَرٍ، عَنۡ شُعۡبَةَ، عَنۡ سُلَيۡمَانَ، عَنۡ أَبِي وَائِلٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (مَنۡ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ كَاذِبًا، لِيَقۡتَطِعَ مَالَ رَجُلٍ - أَوۡ قَالَ أَخِيهِ - لَقِيَ اللهَ وَهُوَ عَلَيۡهِ غَضۡبَانُ)، وَأَنۡزَلَ اللهُ تَصۡدِيقَ ذٰلِكَ فِي الۡقُرۡآنِ: ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَشۡتَرُونَ بِعَهۡدِ اللهِ وَأَيۡمَانِهِمۡ ثَمَنًا قَلِيلًا﴾ [آل عمران: ٧٧] الۡآيَةَ، فَلَقِيَنِي الۡأَشۡعَثُ فَقَالَ: مَا حَدَّثَكُمۡ عَبۡدُ اللهِ الۡيَوۡمَ؟ قُلۡتُ: كَذَا وَكَذَا، قَالَ: فِيَّ أُنۡزِلَتۡ. [طرفاه في: ٢٣٥٦، ٢٣٥٧].

2676, 2677. Bisyr bin Khalid telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami dari Syu’bah, dari Sulaiman, dari Abu Wa`il, dari ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhu—, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Barang siapa bersumpah dengan suatu sumpah secara dusta, untuk merampas harta seorang laki-laki—atau beliau bersabda: saudaranya—, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.”

Allah menurunkan pembenaran atas hal itu di dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang murah …” (QS Ali ‘Imran: 77).

Al-Asy’ats lalu menemuiku dan bertanya, “Apa yang telah diceritakan oleh ‘Abdullah kepada kalian hari ini?”

Aku menjawab, “Begini dan begitu.”

Al-Asy’ats berkata, “Ayat tersebut diturunkan berkenaan denganku.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2673

٢٣ - بَابٌ يَحۡلِفُ الۡمُدَّعَى عَلَيۡهِ حَيۡثُمَا وَجَبَتۡ عَلَيۡهِ الۡيَمِينُ، وَلَا يُصۡرَفُ مِنۡ مَوۡضِعٍ إِلَى غَيۡرِهِ
23. Bab Tergugat Bersumpah di Mana Pun Sumpah Diwajibkan atas Dirinya dan Tidak Dipindahkan dari Suatu Tempat ke Tempat Lainnya


قَضَى مَرۡوَانُ بِالۡيَمِينِ عَلَى زَيۡدِ بۡنِ ثَابِتٍ عَلَى الۡمِنۡبَرِ، فَقَالَ: أَحۡلِفُ لَهُ مَكَانِي، فَجَعَلَ زَيۡدٌ يَحۡلِفُ، وَأَبَى أَنۡ يَحۡلِفَ عَلَى الۡمِنۡبَرِ، فَجَعَلَ مَرۡوَانُ يَعۡجَبُ مِنۡهُ.

وَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (شَاهِدَاكَ أَوۡ يَمِينُهُ) فَلَمۡ يَخُصَّ مَكَانًا دُونَ مَكَانٍ.

Marwan menetapkan keputusan sumpah atas Zaid bin Tsabit di atas mimbar, lalu Zaid berkata, “Aku bersumpah untuknya di tempatku.” Kemudian Zaid mulai bersumpah dan ia enggan bersumpah di atas mimbar, sehingga Marwan mulai heran kepadanya.

Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam— bersabda, “Dua orang saksimu atau sumpah dari dia.” Beliau tidak mengkhususkan suatu tempat tertentu.

٢٦٧٣ - حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَاحِدِ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ أَبِي وَائِلٍ، عَنِ ابۡنِ مَسۡعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (مَنۡ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ لِيَقۡتَطِعَ بِهَا مَالًا، لَقِيَ اللهَ وَهُوَ عَلَيۡهِ غَضۡبَانُ). [طرفه في: ٢٣٥٧].

2673. Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahid menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Abu Wa`il, dari Ibnu Mas’ud—radhiyallahu ‘anhu—, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Barang siapa bersumpah dengan suatu sumpah untuk merampas suatu harta dengan sumpah tersebut, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2376

١٥ - بَابُ الۡقَطَائِعِ
15. Bab Tanah-Tanah Milik Negara yang Diberikan kepada Orang Tertentu


٢٣٧٦ - حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنۡ يَحۡيَى بۡنِ سَعِيدٍ قَالَ: سَمِعۡتُ أَنَسًا رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: أَرَادَ النَّبِيُّ ﷺ أَنۡ يُقۡطِعَ مِنَ الۡبَحۡرَيۡنِ، فَقَالَتِ الۡأَنۡصَارُ: حَتَّى تُقۡطِعَ لِإِخۡوَانِنَا مِنَ الۡمُهَاجِرِينَ مِثۡلَ الَّذِي تُقۡطِعُ لَنَا، قَالَ: (سَتَرَوۡنَ بَعۡدِي أَثَرَةً، فَاصۡبِرُوا حَتَّى تَلۡقَوۡنِي). [الحديث ٢٣٧٦ - أطرافه في: ٢٣٧٧، ٣١٦٣، ٣٧٩٤].

2376. Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id. Ia berkata: Aku mendengar Anas—radhiyallahu ‘anhu—berkata:

Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—hendak memberikan sebidang tanah dari wilayah Bahrain, lalu kaum Ansar berkata, “(Jangan dahulu) sampai engkau memberikan pula kepada saudara-saudara kami dari kaum Muhajirin bagian yang semisal dengan apa yang engkau berikan kepada kami.”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat sifat egois sepeninggalku, maka bersabarlah sampai kalian menjumpai diriku.”