Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5516

٥٥١٦ - حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بۡنُ مِنۡهَالٍ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ قَالَ: أَخۡبَرَنِي عَدِيُّ بۡنُ ثَابِتٍ قَالَ: سَمِعۡتُ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ يَزِيدَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: أَنَّهُ نَهَى عَنِ النُّهۡبَةِ وَالۡمُثۡلَةِ. [طرفه في: ٢٤٧٤].

5516. Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami. Ia berkata: ‘Adi bin Tsabit mengabarkan kepadaku. Ia berkata: Aku mendengar ‘Abdullah bin Yazid, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bahwa beliau melarang perampasan dan mutslah (memotong anggota tubuh hewan ketika masih hidup).

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6229

٦٢٢٩ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدٍ: أَخۡبَرَنَا أَبُو عَامِرٍ: حَدَّثَنَا زُهَيۡرٌ، عَنۡ زَيۡدِ بۡنِ أَسۡلَمَ، عَنۡ عَطَاءِ بۡنِ يَسَارٍ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (إِيَّاكُمۡ وَالۡجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ). فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا لَنَا مِنۡ مَجَالِسِنَا بُدٌّ نَتَحَدَّثُ فِيهَا، فَقَالَ: (إِذَا أَبَيۡتُمۡ إِلَّا الۡمَجۡلِسَ، فَأَعۡطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ). قَالُوا: وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: (غَضُّ الۡبَصَرِ، وَكَفُّ الۡأَذَى، وَرَدُّ السَّلَامِ، وَالۡأَمۡرُ بِالۡمَعۡرُوفِ، وَالنَّهۡىُ عَنِ الۡمُنۡكَرِ). [طرفه في: ٢٤٦٥].

6229. ‘Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Amir mengabarkan kepada kami: Zuhair menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari ‘Atha` bin Yasar, dari Abu Sa’id Al-Khudri—radhiyallahu ‘anhu—:

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di pinggir jalan!”

Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami tidak bisa meninggalkan majelis-majelis tempat kami biasa duduk dan berbincang-bincang ini.”

Nabi bersabda, “Jika kalian enggan (meninggalkannya) dan tetap ingin duduk di sana, berikanlah hak jalan itu.”

Mereka bertanya, “Apakah hak jalan itu, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, menahan diri dari menyakiti, menjawab salam, serta menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7253

٧٢٥٣ - حَدَّثَنِي يَحۡيَى بۡنُ قَزَعَةَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنۡ إِسۡحَاقَ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ أَبِي طَلۡحَةَ، عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كُنۡتُ أَسۡقِي أَبَا طَلۡحَةَ الۡأَنۡصَارِيَّ وَأَبَا عُبَيۡدَةَ بۡنَ الۡجَرَّاحِ وَأُبَيَّ بۡنَ كَعۡبٍ شَرَابًا مِنۡ فَضِيخٍ، وَهُوَ تَمۡرٌ، فَجَاءَهُمۡ آتٍ فَقَالَ: إِنَّ الۡخَمۡرَ قَدۡ حُرِّمَتۡ، فَقَالَ أَبُو طَلۡحَةَ: يَا أَنَسُ، قُمۡ إِلَى هٰذِهِ الۡجِرَارِ فَاكۡسِرۡهَا، قَالَ أَنَسٌ: فَقُمۡتُ إِلَى مِهۡرَاسٍ لَنَا فَضَرَبۡتُهَا بِأَسۡفَلِهِ حَتَّى انۡكَسَرَتۡ. [طرفه في: ٢٤٦٤].

7253. Yahya bin Qaza’ah telah menceritakan kepadaku: Malik menceritakan kepadaku dari Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah, dari Anas bin Malik—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata:

Aku dahulu menuangkan minuman dari fadhikh—yaitu olahan kurma—untuk Abu Thalhah Al-Anshari, Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah, dan Ubay bin Ka’b. Lalu datanglah seseorang kepada mereka dan berkata, “Sesungguhnya minuman keras telah diharamkan.”

Abu Thalhah lantas berkata, “Wahai Anas, berdirilah menuju tempayan-tempayan ini lalu pecahkanlah!”

Anas berkata: Aku berdiri menuju alu batu milik kami, lalu aku memukulkannya ke bagian bawah tempayan-tempayan itu hingga pecah.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5622

٢١ - بَابُ خِدۡمَةِ الصِّغَارِ الۡكِبَارَ
21. Bab Pelayanan Orang yang Lebih Muda kepada Orang yang Lebih Tua


٥٦٢٢ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا مُعۡتَمِرٌ، عَنۡ أَبِيهِ قَالَ: سَمِعۡتُ أَنَسًا رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كُنۡتُ قَائِمًا عَلَى الۡحَيِّ أَسۡقِيهِمۡ عُمُومَتِي - وَأَنَا أَصۡغَرُهُمُ - الۡفَضِيخَ، فَقِيلَ: حُرِّمَتِ الۡخَمۡرُ، فَقَالُوا: أَكۡفِئۡهَا، فَكَفَأۡنَا، قُلۡتُ لِأَنَسٍ: مَا شَرَابُهُمۡ؟ قَالَ: رُطَبٌ وَبُسۡرٌ. فَقَالَ أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَنَسٍ: وَكَانَتۡ خَمۡرَهُمۡ، فَلَمۡ يُنۡكِرۡ أَنَسٌ. وَحَدَّثَنِي بَعۡضُ أَصۡحَابِي: أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسًا يَقُولُ: كَانَتۡ خَمۡرَهُمۡ يَوۡمَئِذٍ. [طرفه في: ٢٤٦٤].

5622. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Mu’tamir menceritakan kepada kami dari ayahnya. Beliau berkata: Aku mendengar Anas—radhiyallahu ‘anhu— berkata:

Aku dahulu berdiri melayani kaumku, yaitu paman-pamanku—dan aku adalah yang paling muda di antara mereka—untuk menuangkan fadhikh (khamar yang terbuat dari kurma mengkal). Tiba-tiba ada yang mengumumkan, “Khamar telah diharamkan!”

Mereka berkata, “Tumpahkanlah!”

Kami pun menumpahkannya.

Aku bertanya kepada Anas, “Apa (bahan) minuman mereka?”

Ia menjawab, “Kurma basah (ruthab) dan kurma mengkal (busr).”

Abu Bakr bin Anas berkata, “Itulah (jenis) khamar mereka saat itu.” Anas tidak mengingkarinya.

Sebagian sahabatku menceritakan kepadaku bahwa ia mendengar Anas berkata, “Khamar mereka pada hari itu adalah jenis tersebut.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5600

١١ - بَابُ مَنۡ رَأَى أَنۡ لَا يَخۡلِطَ الۡبُسۡرَ وَالتَّمۡرَ إِذَا كَانَ مُسۡكِرًا، وَأَنۡ لَا يَجۡعَلَ إِدَامَيۡنِ فِي إِدَامٍ
11. Bab Barang Siapa Berpendapat untuk Tidak Mencampur Kurma Mengkal dan Kurma Matang Jika Memabukkan, serta Tidak Menjadikan Dua Lauk dalam Satu Lauk


٥٦٠٠ - حَدَّثَنَا مُسۡلِمٌ: حَدَّثَنَا هِشَامٌ: حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنۡ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: إِنِّي لَأَسۡقِي أَبَا طَلۡحَةَ وَأَبَا دُجَانَةَ وَسُهَيۡلَ ابۡنَ الۡبَيۡضَاءِ، خَلِيطَ بُسۡرٍ وَتَمۡرٍ، إِذۡ حُرِّمَتِ الۡخَمۡرُ، فَقَذَفۡتُهَا، وَأَنَا سَاقِيهِمۡ وَأَصۡغَرُهُمۡ، وَإِنَّا نَعُدُّهَا يَوۡمَئِذٍ الۡخَمۡرَ. وَقَالَ عَمۡرُو بۡنُ الۡحَارِثِ: حَدَّثَنَا قَتَادَةُ: سَمِعَ أَنَسًا. [طرفه في: ٢٤٦٤].

5600. Muslim telah menceritakan kepada kami: Hisyam menceritakan kepada kami: Qatadah menceritakan kepada kami dari Anas—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau berkata:

Sungguh, aku sedang menuangkan campuran kurma mengkal dan kurma matang untuk Abu Thalhah, Abu Dujanah, dan Suhail bin Al-Baidha` ketika larangan minuman keras (khamar) diturunkan. Maka aku langsung membuangnya, sementara aku adalah penuang minuman mereka dan yang paling muda di antara mereka. Dan sungguh kami menganggap minuman itu pada hari tersebut sebagai khamar.

‘Amr bin Al-Harits berkata: Qatadah menceritakan kepada kami: Ia mendengar Anas.