Cari Blog Ini

Sunan Ibnu Majah hadis nomor 3605

٢٣ - بَابٌ الۡبَسۡ مَا شِئۡتَ، مَا أَخۡطَأَكَ سَرَفٌ أَوۡ مَخِيلَةٌ
23. Bab Berpakaianlah Sesukamu, Selama Tidak Disertai Pemborosan atau Kesombongan


٣٦٠٥ - (حسن) حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ هَارُونَ، قَالَ: أَنۡبَأَنَا هَمَّامٌ، عَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ شُعَيۡبٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ جَدِّهِ؛ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (كُلُوا وَاشۡرَبُوا وَتَصَدَّقُوا وَالۡبَسُوا، مَا لَمۡ يُخَالِطۡهُ إِسۡرَافٌ أَوۡ مَخِيلَةٌ). [(المشكاة)(٤٣٨١)].

3605. [Hasan] Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Yazid bin Harun menceritakan kepada kami. Ia berkata: Hammam memberitakan kepada kami dari Qatadah, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Silakan kalian makan, minum, bersedekah, dan berpakaian, selama tidak dicampuri pemborosan atau kesombongan.”

Shahih Muslim hadis nomor 2556

١٨ - (٢٥٥٦) - حَدَّثَنِي زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ وَابۡنُ أَبِي عُمَرَ. قَالَا: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ جُبَيۡرِ بۡنِ مُطۡعِمٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (لَا يَدۡخُلُ الۡجَنَّةَ قَاطِعٌ).

قَالَ ابۡنُ أَبِي عُمَرَ: قَالَ سُفۡيَانُ: يَعۡنِي قَاطِعَ رَحِمٍ.


18. (2556). Zuhair bin Harb dan Ibnu Abu ‘Umar telah menceritakan kepadaku. Keduanya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im, dari ayahnya, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Seorang pemutus tidak akan masuk janah.”

Ibnu Abu ‘Umar berkata: Sufyan berkata: Maksudnya adalah pemutus hubungan silaturahmi.

١٩ - (...) - حَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدِ بۡنِ أَسۡمَاءَ الضُّبَعِيُّ: حَدَّثَنَا جُوَيۡرِيَةُ، عَنۡ مَالِكٍ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، أَنَّ مُحَمَّدَ بۡنَ جُبَيۡرِ بۡنِ مُطۡعِمٍ أَخۡبَرَهُ، أَنَّ أَبَاهُ أَخۡبَرَهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا يَدۡخُلُ الۡجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ).

19. ‘Abdullah bin Muhammad bin Asma` Adh-Dhuba’i telah menceritakan kepadaku: Juwairiyah menceritakan kepada kami dari Malik, dari Az-Zuhri: Muhammad bin Jubair bin Muth’im mengabarkannya: Ayahnya mengabarkannya bahwasanya Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Seorang pemutus tali silaturahmi tidak akan masuk janah.”

(...) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ رَافِعٍ وَعَبۡدُ بۡنُ حُمَيۡدٍ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّزَّاقِ، عَنۡ مَعۡمَرٍ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، بِهٰذَا الۡإِسۡنَادِ... مِثۡلَهُ. وَقَالَ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ.

Muhammad bin Rafi’ dan ‘Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami dari ‘Abdurrazzaq, dari Ma’mar, dari Az-Zuhri melalui sanad ini ... semisal hadis itu. Dan ia berkata: Aku mendengar Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.

Sunan Abu Dawud hadis nomor 2880

١٤ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الصَّدَقَةِ عَنِ الۡمَيِّتِ
14. Bab Riwayat yang Menjelaskan Sedekah atas Nama Mayit


٢٨٨٠ - (صحيح) حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بۡنُ سُلَيۡمَانَ الۡمُؤَذِّنُ، قَالَ: نا ابۡنُ وَهۡبٍ، عَنۡ سُلَيۡمَانَ - يَعۡنِي ابۡنَ بِلَالٍ -، عَنِ الۡعَلَاءِ بۡنِ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، أُرَاهُ عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (إِذَا مَاتَ الۡإِنۡسَانُ انۡقَطَعَ عَنۡهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنۡ ثَلَاثَةِ أَشۡيَاءَ: مِنۡ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوۡ عِلۡمٍ يُنۡتَفَعُ بِهِ، أَوۡ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدۡعُو لَهُ). [م].

2880. [Sahih] Ar-Rabi’ bin Sulaiman Al-Muadzdzin telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami dari Sulaiman—yaitu Ibnu Bilal—, dari Al-‘Ala` bin ‘Abdurrahman, aku menduganya dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam— bersabda, “Apabila manusia telah meninggal dunia, terputuslah amalnya darinya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakannya.”

Sunan At-Tirmidzi hadis nomor 3583

١٢١ - بَابٌ فِي فَضۡلِ التَّسۡبِيحِ وَالتَّهۡلِيلِ وَالتَّقۡدِيسِ
121. Bab tentang Keutamaan Membaca Tasbih, Tahlil, dan Takdis


٣٥٨٣ - (حسن) حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ حِزَامٍ وَعَبۡدُ بۡنُ حُمَيۡدٍ وَغَيۡرُ وَاحِدٍ، قَالُوا: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بِشۡرٍ، قَالَ: سَمِعۡتُ هَانِىءَ بۡنَ عُثۡمَانَ، عَنۡ أُمِّهِ حُمَيۡضَةَ بِنۡتِ يَاسِرٍ، عَنۡ جَدَّتِهَا يُسَيۡرَةَ وَكَانَتۡ مِنَ الۡمُهَاجِرَاتِ، قَالَتۡ: قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ ﷺ: (عَلَيۡكُنَّ بِالتَّسۡبِيحِ وَالتَّهۡلِيلِ وَالتَّقۡدِيسِ، وَاعۡقِدۡنَ بِالۡأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسۡئُولَاتٌ مُسۡتَنۡطَقَاتٌ، وَلَا تَغۡفُلۡنَ فَتَنۡسَيۡنَ الرَّحۡمَةَ). هٰذَا حَدِيثٌ إِنَّمَا نَعۡرِفُهُ مِنۡ حَدِيثِ هَانِىءِ بۡنِ عُثۡمَانَ، وَقَدۡ رَوَى مُحَمَّدُ بۡنُ رَبِيعَةَ، عَنۡ هَانِىءِ بۡنِ عُثۡمَانَ. [(صحيح أبي داود)(١٣٤٥)، (المشكاة)(٢٣١٦)، (الضعيفة) تحت الحديث (٨٣)].

3583. [Hasan] Musa bin Hizam, ‘Abd bin Humaid, dan tidak hanya satu orang telah menceritakan kepada kami. Mereka berkata: Muhammad bin Bisyr menceritakan kepada kami. Ia berkata: Aku mendengar Hani` bin ‘Utsman dari ibunya, Humaidhah binti Yasir, dari neneknya, Yusairah—dan ia termasuk wanita dari kaum Muhajirin—. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda kepada kami, “Hendaklah kalian membaca tasbih, tahlil, dan takdis, serta hitunglah (zikir tersebut) dengan ujung-ujung jari, karena sesungguhnya mereka (jari-jemari) akan ditanya dan diminta untuk berbicara, dan janganlah kalian lalai sehingga kalian melupakan rahmat.”

Ia berkata: Hadis ini kami hanya mengetahuinya dari hadis Hani` bin ‘Utsman, dan Muhammad bin Rabi’ah sungguh telah meriwayatkan dari Hani` bin ‘Utsman.

Musnad Ahmad hadis nomor 27629

٢٧٦٢٩ (٢٧٠٨٩) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بِشۡرٍ. قَالَ: حَدَّثَنَا هَانِئُ بۡنُ عُثۡمَانَ الۡجُهَنِيُّ، عَنۡ أُمِّهِ حُمَيۡضَةَ بِنۡتِ يَاسِرٍ (٦/٣٧١)، عَنۡ جَدَّتِهَا يُسَيۡرَةَ، وَكَانَتۡ مِنَ الۡمُهَاجِرَاتِ. قَالَتۡ: قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ ﷺ: يَا نِسَاءَ (الۡمُؤۡمِنَينَ)، عَلَيۡكُنَّ بِالتَّهۡلِيلِ وَالتَّسۡبِيحِ وَالتَّقۡدِيسِ، وَلَا تَغۡفُلۡنَ فَتَنۡسَيۡنَ الرَّحۡمَةَ، وَاعۡقِدۡنَ بِالۡأَنَامِلِ، فَإِنَّهُنَّ مَسۡئُولَاتٌ مُسۡتَنۡطَقَاتٌ. [صححه ابن حبان (٨٤٢)، والحاكم (١/٥٤٧). قال الترمذي: غريب. قال الۡألباني: حسن (أبو داود: ١٥٠١، الترمذي: ٣٥٨٣). قال شعيب: إسناده محتمل للتحسين].

27629. (27089). Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Hani` bin ‘Utsman Al-Juhani menceritakan kepada kami dari ibunya, Humaidhah binti Yasir, dari neneknya, Yusairah—dan ia termasuk wanita dari kaum Muhajirin—. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda kepada kami, “Wahai para wanita mukmin, hendaklah kalian membaca tahlil, tasbih, dan takdis, dan janganlah kalian lalai sehingga kalian melupakan rahmat, serta hitunglah (zikir tersebut) dengan ujung-ujung jari, karena sesungguhnya mereka (jari-jemari) akan ditanya dan diminta untuk berbicara.”