Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3361, 3362, dan 3363

١٠ – بَابٌ ﴿يَزِفُّونَ﴾ [الصافات: ٩٤] النَّسَلَانُ فِي الۡمَشۡيِ
10. Bab “Yaziffun” (QS As-Saffat: 94) Yaitu Mempercepat Jalan


٣٣٦١ - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ بۡنِ نَصۡرٍ: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنۡ أَبِي حَيَّانَ، عَنۡ أَبِي زُرۡعَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: أُتِيَ النَّبِيُّ ﷺ يَوۡمًا بِلَحۡمٍ فَقَالَ: (إِنَّ اللهَ يَجۡمَعُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ الۡأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ، فَيُسۡمِعُهُمُ الدَّاعِي وَيُنۡفِدُهُمُ الۡبَصَرُ، وَتَدۡنُو الشَّمۡسُ مِنۡهُمۡ - فَذَكَرَ حَدِيثَ الشَّفَاعَةِ - فَيَأۡتُونَ إِبۡرَاهِيمَ فَيَقُولُونَ: أَنۡتَ نَبِيُّ اللهِ وَخَلِيلُهُ مِنَ الۡأَرۡضِ، اشۡفَعۡ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، فَيَقُولُ - فَذَكَرَ كَذَبَاتِهِ -: نَفۡسِي نَفۡسِي، اذۡهَبُوا إِلَى مُوسَى). تَابَعَهُ أَنَسٌ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ. [طرفه في: ٣٣٤٠].

3361. Ishaq bin Ibrahim bin Nashr telah menceritakan kepada kami: Abu Usamah menceritakan kepada kami dari Abu Hayyan, dari Abu Zur’ah, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau berkata:

Suatu hari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—disuguhi masakan daging, lalu beliau berkata:

Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang yang dulu dan yang akhir pada hari kiamat di suatu dataran yang luas sehingga suara penyeru terdengar oleh mereka semua dan penglihatan bisa menjangkau mereka semua. Matahari akan mendekat mereka. –Lalu beliau menyebutkan hadis syafaat—lalu mereka mendatangi Nabi Ibrahim seraya berkata, “Engkau adalah nabi dan khalil Allah di bumi. Berilah syafaat untuk kami kepada Rabmu.”

Namun Ibrahim berkata—setelah menyebut kebohongan-kebohongannya—, “Diriku, diriku. Pergilah kepada Nabi Musa!”

Anas mengiringi Abu Hurairah dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.

٣٣٦٢ - حَدَّثَنِي أَحۡمَدُ بۡنُ سَعِيدٍ أَبُو عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا وَهۡبُ بۡنُ جَرِيرٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (يَرۡحَمُ اللهُ أُمَّ إِسۡمَاعِيلَ، لَوۡلَا أَنَّهَا عَجِلَتۡ، لَكَانَ زَمۡزَمُ عَيۡنًا مَعِينًا). [طرفه في: ٢٣٦٨].

3362. Ahmad bin Sa’id Abu ‘Abdullah telah menceritakan kepadaku: Wahb bin Jarir menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Ayyub, dari ‘Abdullah bin Sa’id bin Jubair, dari ayahnya, dari Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau berkata, “Semoga Allah merahmati Umu Isma’il. Andai dia tidak tergesa-gesa menanggulnya, niscaya Zamzam akan menjadi mata air yang mengalir.”

٣٣٦٣ - قَالَ الۡأَنۡصَارِيُّ: حَدَّثَنَا ابۡنُ جُرَيۡجٍ: أَمَّا كَثِيرُ بۡنُ كَثِيرٍ فَحَدَّثَنِي قَالَ: إِنِّي وَعُثۡمَانَ بۡنَ أَبِي سُلَيۡمَانَ جُلُوسٌ مَعَ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، فَقَالَ: مَا هَكَذَا حَدَّثَنِي ابۡنُ عَبَّاسٍ، قَالَ: أَقۡبَلَ إِبۡرَاهِيمُ بِإِسۡمَاعِيلَ وَأُمِّهِ عَلَيۡهِمُ السَّلَامُ وَهِيَ تُرۡضِعُهُ مَعَهَا شَنَّةٌ - لَمۡ يَرۡفَعۡهُ - ثُمَّ جَاءَ بِهَا إِبۡرَاهِيمُ وَبِابۡنِهَا إِسۡمَاعِيلَ. [طرفه في: ٢٣٦٨].

3363. Al-Anshari berkata: Ibnu Juraij menceritakan kepada kami: Adapun Katsir bin Katsir menceritakan kepadaku. Beliau berkata: Sesungguhnya aku dan ‘Utsman bin Abu Sulaiman duduk bersama Sa’id bin Jubair lalu beliau berkata: Bukan seperti ini yang Ibnu ‘Abbas ceritakan kepadaku. Beliau mengatakan: Ibrahim mengarahkan Isma’il dan ibunya—‘alaihimus-salam—(menuju Makkah) sembari menyusuinya dengan membawa kantong air. Ibnu ‘Abbas tidak menyandarkan hadis ini kepada Nabi. Kemudian Ibrahim datang membawa Hajar dan putranya, yaitu Isma’il.

Sunan At-Tirmidzi hadis nomor 223

٢٢٣ - (صحيح) حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الۡعَنۡبَرِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ كَثِيرٍ أَبُو غَسَّانَ الۡعَنۡبَرِيُّ، عَنۡ إِسۡمَاعِيلَ الۡكَحَّالِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ أَوۡسٍ الۡخُزَاعِيِّ، عَنۡ بُرَيۡدَةَ الۡأَسۡلَمِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ، قَالَ: (بَشِّرِ الۡمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الۡمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ). هٰذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ [مِنۡ هٰذَا الۡوَجۡهِ مَرۡفُوعٌ؛ هُوَ صَحِيحٌ مُسۡنَدٌ، وَمَوۡقُوفٌ إِلَى أَصۡحَابِ النَّبِيِّ ﷺ، وَلَمۡ يُسۡنَدۡ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ]. [(ابن ماجه)(٧٧٩-٧٨١)].

223. [Sahih] ‘Abbas Al-‘Anbari telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Yahya bin Katsir Abu Ghassan Al-‘Anbari menceritakan kepada kami dari Isma’il Al-Kahhal, dari ‘Abdullah bin Aus Al-Khuza’i, dari Buraidah Al-Aslami, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.”

Ini adalah hadis garib, dari jalur ini ia marfuk, ia sahih musnad. Ia juga maukuf kepada para sahabat Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan tidak disandarkan kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sunan At-Tirmidzi hadis nomor 594

٦٥ - بَابُ مَا ذُكِرَ فِي تَطۡيِيبِ الۡمَسَاجِدِ
65. Bab Hadis tentang Memberi Wangi-wangian untuk Masjid


٥٩٤ – (صحيح) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ حَاتِمٍ الۡمُؤَدِّبُ الۡبَغۡدَادِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَامِرُ بۡنُ صَالِحٍ الزُّبَيۡرِيُّ - هُوَ مِنۡ وَلَدِ الزُّبَيۡرِ -، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بۡنُ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ قَالَتۡ: أَمَرَ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِبِنَاءِ الۡمَسَاجِدِ فِي الدُّورِ، وَأَنۡ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ. [(ابن ماجه)(٧٥٩)].

594. [Sahih] Muhammad bin Hatim Al-Mu`addib Al-Baghdadi telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: ‘Amir bin Shalih Az-Zubairi menceritakan kepada kami—ia termasuk keturunan Az-Zubair—: Hisyam bin ‘Urwah menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari ‘Aisyah. Beliau berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan untuk membangun masjid-masjid di perkampungan dan agar masjid-masjid tersebut dibersihkan serta diberi wangi-wangian.

Sunan Ibnu Majah hadis nomor 777

٧٧٧ - (صحيح) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ جَعۡفَرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ إِبۡرَاهِيمَ الۡهَجَرِيِّ، عَنۡ أَبِي الۡأَحۡوَصِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ؛ قَالَ: مَنۡ سَرَّهُ أَنۡ يَلۡقَى اللهَ غَدًا مُسۡلِمًا فَلۡيُحَافِظۡ عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ الۡخَمۡسِ حَيۡثُ يُنَادَى بِهِنَّ، فَإِنَّهُنَّ مِنۡ سُنَنِ الۡهُدَى، وَإِنَّ اللهَ شَرَعَ لِنَبِيِّكُمۡ ﷺ سُنَنَ الۡهُدَى، وَلَعَمۡرِي، لَوۡ أَنَّ كُلَّكُمۡ صَلَّى فِي بَيۡتِهِ، لَتَرَكۡتُمۡ سُنَّةَ نَبِيِّكُمۡ، وَلَوۡ تَرَكۡتُمۡ سُنَّةَ نَبِيِّكُمۡ لَضَلَلۡتُمۡ، وَلَقَدۡ رَأَيۡتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنۡهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعۡلُومُ النِّفَاقِ، وَلَقَدۡ رَأَيۡتُ الرَّجُلَ يُهَادَى بَيۡنَ الرَّجُلَيۡنِ حَتَّى يَدۡخُلَ فِي الصَّفِّ، وَمَا مِنۡ رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ فَيُحۡسِنُ الطُّهُورَ، فَيَعۡمِدُ إِلَى الۡمَسۡجِدِ فَيُصَلِّي فِيهِ، فَمَا يَخۡطُو خَطۡوَةً إِلَّا رَفَعَ اللهُ لَهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنۡهُ بِهَا خَطِيئَةً. [(الإرواء)(٤٨٨)، (صحيح أبي داود)(٥٥٩): م دون قوله: (ولعمري)، وسند المؤلف ضعيف].

777. [Sahih] Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Ibrahim Al-Hajari, dari Abu Al-Ahwash, dari ‘Abdullah. Beliau berkata,

“Barang siapa yang merasa senang untuk bertemu Allah besok dalam keadaan muslim, maka hendaklah ia menjaga salat-salat yang lima ini di tempat (masjid) yang azan diserukan padanya. Karena sesungguhnya salat-salat tersebut termasuk bagian dari sunah-sunah petunjuk, dan sesungguhnya Allah telah mensyariatkan kepada Nabi kalian—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sunah-sunah petunjuk. Demi umurku, seandainya kalian semua salat di rumah-rumah kalian, niscaya kalian telah meninggalkan sunah Nabi kalian. Seandainya kalian meninggalkan sunah Nabi kalian, niscaya kalian akan tersesat. Sungguh aku telah melihat keadaan kami, tidak ada yang tertinggal darinya kecuali orang munafik yang nyata kemunafikannya. Sungguh aku telah melihat seorang laki-laki yang dipapah di antara dua orang hingga ia masuk ke dalam saf. Tidaklah seseorang bersuci lalu membaguskan bersucinya, kemudian ia menuju ke masjid dan salat di dalamnya, maka tidaklah ia melangkah satu langkah melainkan Allah mengangkat derajatnya dengannya dan menghapuskan satu kesalahan darinya.”

Sunan Abu Dawud hadis nomor 1225

١٢٢٥ - (حسن) حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، نا رِبۡعِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الۡجَارُودِ، حَدَّثَنِي عَمۡرُو بۡنُ أَبِي الۡحَجَّاجِ، حَدَّثَنِي الۡجَارُودُ بۡنُ أَبِي سَبۡرَةَ، حَدَّثَنِي أَنَسُ بۡنُ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ إِذَا سَافَرَ، فَأَرَادَ أَنۡ يَتَطَوَّعَ اسۡتَقۡبَلَ بِنَاقَتِهِ الۡقِبۡلَةَ فَكَبَّرَ، ثُمَّ صَلَّى حَيۡثُ وَجَّهَهُ رِكَابُهُ.

1225. [Hasan] Musaddad telah menceritakan kepada kami: Rib’i bin ‘Abdullah bin Al-Jarud menceritakan kepada kami: ‘Amr bin Abu Al-Hajjaj menceritakan kepadaku: Al-Jarud bin Abu Sabrah menceritakan kepadaku: Anas bin Malik menceritakan kepadaku: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dahulu apabila sedang safar dan ingin melaksanakan salat sunah, beliau menghadapkan untanya ke arah kiblat lalu bertakbir, kemudian beliau salat ke mana pun arah kendaraannya menghadap.