تَفۡسِيرُ سُورَةِ لَمۡ يَكُنۡ
Tafsir Surah Al-Bayyinah
وَهِيَ مَدَنِيَّةٌ
Surah ini termasuk madaniah.
﷽
﴿لَمۡ يَكُنِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ
مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأۡتِيَهُمُ ٱلۡبَيِّنَةُ * رَسُولٌ مِّنَ ٱللَّهِ
يَتۡلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً * فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ * وَمَا تَفَرَّقَ
ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُمُ
ٱلۡبَيِّنَةُ * وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ
لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ
وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلۡقَيِّمَةِ * إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنۡ أَهۡلِ
ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ
أُو۟لَٰٓئِكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِيَّةِ * إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمۡ خَيۡرُ ٱلۡبَرِيَّةِ *
جَزَآؤُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتُ عَدۡنٍ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا
ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوا۟
عَنۡهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنۡ خَشِىَ رَبَّهُۥ﴾.
- Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan
bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka
bukti yang nyata,
- (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan
lembaran-lembaran yang disucikan (Al-Qur’an),
- di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus.
- Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Alkitab (kepada
mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
- Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan
supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah
agama yang lurus.
- Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang yang
musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu
adalah seburuk-buruk makhluk.
- Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka
itu adalah sebaik-baik makhluk.
- Balasan mereka di sisi Rab mereka ialah janah ‘Adn yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida
terhadap mereka dan merekapun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah
(balasan) bagi orang yang takut kepada Rabnya.
١ يَقُوۡلُ تَعَالَى: ﴿لَمۡ يَكُنِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنۡ أَهۡلِ
ٱلۡكِتَٰبِ﴾ أَيۡ: [مِنَ] الۡيَهُودِ وَالنَّصَارَى ﴿وَٱلۡمُشۡرِكِينَ﴾ مِنۡ
سَائِرِ أَصۡنَافِ الۡأُمَمِ.
Allah taala berfirman, “Orang-orang yang kafir dari golongan ahli kitab,”
yaitu dari kaum Yahudi dan Nasrani, “dan orang-orang musyrik” dari berbagai
jenis umat lainnya.
﴿مُنفَكِّينَ﴾ عَنۡ كُفۡرِهِمۡ وَضَلَالِهِمُ الَّذِي هُمۡ عَلَيۡهِ؛ أَيۡ:
لَا يَزَالُونَ فِي غَيِّهِمۡ وَضَلَالِهِمۡ، لَا يَزِيدُهُمۡ مُرُورُ
السِّنِينَ إِلَّا كُفۡرًا.
“Tidak akan meninggalkan,” kekafiran dan kesesatan yang mereka jalani.
Artinya, mereka senantiasa berada dalam penyimpangan dan kesesatan; berlalunya
tahun demi tahun tidaklah menambah bagi mereka kecuali kekafiran.
﴿حَتَّىٰ تَأۡتِيَهُمُ ٱلۡبَيِّنَةُ﴾ الۡوَاضِحَةُ، وَالۡبُرۡهَانُ
السَّاطِعُ، ثُمَّ فَسَّرَ تِلۡكَ الۡبَيِّنَةَ فَقَالَ:
٢ ﴿رَسُولٌ مِّنَ ٱللَّهِ﴾ أَيۡ: أَرۡسَلَهُ اللهُ يَدۡعُو النَّاسَ إِلَى
الۡحَقِّ، وَأَنۡزَلَ عَلَيۡهِ كِتَابًا يَتۡلُوۡهُ، لِيُعَلِّمَ النَّاسَ
الۡحِكۡمَةَ وَيُزَكِّيَهُمۡ، وَيُخۡرِجَهُمۡ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى
النُّورِ، وَلِهٰذَا قَالَ:
﴿يَتۡلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً﴾ أَيۡ: مَحۡفُوظَةً عَنۡ قُرۡبَانِ
الشَّيَاطِينِ، لَا يَمَسُّهَا إِلَّا الۡمُطَهَّرُونَ، لِأَنَّهَا فِي أَعۡلَى
مَا يَكُونُ مِنَ الۡكَلَامِ.
“Sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,” yang jelas dan hujah yang
terang benderang. Kemudian Allah menafsirkan bukti yang nyata tersebut dengan
berfirman, “(Yaitu) seorang rasul dari Allah,” yakni yang diutus oleh Allah,
mengajak manusia kepada kebenaran, dan Dia menurunkan kepadanya sebuah kitab
yang dibacakannya agar ia mengajarkan hikmah kepada manusia, menyucikan
mereka, serta mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Oleh karena
itu, Dia berfirman, “Yang membacakan lembaran-lembaran yang suci,” maksudnya
terjaga dari sentuhan setan, tidak ada yang menyentuhnya kecuali para hamba
yang disucikan, karena ia merupakan setinggi-tingginya perkataan.
٣ وَلِهٰذَا قَالَ عَنۡهَا: ﴿فِيهَا﴾ أَيۡ: فِي تِلۡكَ الصُّحُفِ ﴿كُتُبٌ
قَيِّمَةٌ﴾ أَيۡ: أَخۡبَارٌ صَادِقَةٌ وَأَوَامِرُ عَادِلَةٌ تَهۡدِي إِلَى
الۡحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسۡتَقِيمٍ.
Karena itulah Dia berfirman tentangnya, “Di dalamnya,” yakni di dalam
lembaran-lembaran tersebut, terdapat “kitab-kitab yang lurus,” yaitu
kabar-kabar yang benar dan perintah-perintah yang adil yang menunjuki kepada
kebenaran dan jalan yang lurus.
فَإِذَا جَاءَتۡهُمۡ هٰذِهِ الۡبَيِّنَةُ، فَحِينِئِذٍ يَتَبَيَّنُ طَالِبُ
الۡحَقِّ مِمَّنۡ لَيۡسَ لَهُ مَقۡصِدٌ فِي طَلَبِهِ، فَيَهۡلِكُ مَنۡ هَلَكَ
عَنۡ بَيِّنَةٍ، وَيَحۡيَا مَنۡ حَيَّ عَنۡ بَيِّنَةٍ.
Maka apabila bukti nyata ini telah datang kepada mereka, saat itulah akan
menjadi jelas siapa pencari kebenaran dan siapa yang tidak memiliki niat untuk
mencarinya. Maka binasalah orang yang binasa dengan bukti yang nyata, dan
hiduplah orang yang hidup dengan bukti yang nyata.
٤ وَإِذَا لَمۡ يُؤۡمِنۡ أَهۡلُ الۡكِتَابِ لِهٰذَا الرَّسُولِ وَيَنۡقَادُوا
لَهُ، فَلَيۡسَ ذٰلِكَ بِبِدۡعٍ مِنۡ ضَلَالِهِمۡ وَعِنَادِهِمۡ، فَإِنَّهُمۡ
مَا تَفَرَّقُوا وَاخۡتَلَفُوا وَصَارُوا أَحۡزَابًا ﴿إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا
جَآءَتۡهُمُ ٱلۡبَيِّنَةُ﴾ الَّتِي تُوجِبُ لِأَهۡلِهَا الۡاِجۡتِمَاعَ
وَالِاتِّفَاقَ.
Jika ahli kitab tidak beriman kepada Rasul ini dan tidak tunduk kepadanya,
maka hal itu bukanlah sesuatu yang baru dari kesesatan dan penentangan mereka.
Sesungguhnya mereka tidaklah berpecah belah, berselisih, dan menjadi
golongan-golongan “melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata”
yang seharusnya mengharuskan penganutnya untuk bersatu dan bersepakat.
وَلَكِنَّهُمۡ لِرَدَاءَتِهِمۡ وَنَذَالَتِهِمۡ لَمۡ يَزِدۡهُمُ الۡهُدَى
إِلَّا ضَلَالًا، وَلَا الۡبَصِيرَةُ إِلَّا عَمًى، مَعَ أَنَّ الۡكُتُبَ
كُلَّهَا جَاءَتۡ بِأَصۡلٍ وَاحِدٍ وَدِينٍ وَاحِدٍ.
Namun, karena keburukan dan kerendahan mereka, petunjuk itu tidak menambah
bagi mereka kecuali kesesatan, dan bashirah (pengetahuan) tidak menambah
kecuali kebutaan. Padahal kitab-kitab semuanya datang dengan satu pokok dan
satu agama.
٥ فَمَا أُمِرُوا فِي سَائِرِ الشَّرَائِعِ إِلَّا أَنۡ يَعۡبُدُوا ﴿ٱللَّهَ
مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ﴾ أَيۡ: قَاصِدِينَ بِجَمِيعِ عِبَادَاتِهِمُ
الظَّاهِرَةِ وَالۡبَاطِنَةِ وَجۡهَ اللهِ وَطَلَبَ الزُّلۡفَى لَدَيۡهِ.
Mereka tidaklah diperintah dalam seluruh syariat kecuali agar menyembah “Allah
dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama,” maksudnya
meniatkan seluruh ibadah mereka—baik yang lahir maupun batin—hanya untuk wajah
Allah dan mencari kedekatan di sisi-Nya.
﴿حُنَفَآءَ﴾ أَيۡ: مُعۡرِضِينَ [مَائِلِينَ] عَنۡ سَائِرِ الۡأَدۡيَانِ
الۡمُخَالِفَةِ لِدِينِ التَّوۡحِيدِ.
“Hunafa” yakni berpaling (condong menjauh) dari seluruh agama yang menyelisihi
agama tauhid.
وَخَصَّ الصَّلَاةَ وَالزَّكَاةَ [بِالذِّكۡرِ] مَعَ أَنَّهُمَا دَاخِلَانِ
فِي قَوۡلِهِ ﴿لِيَعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ﴾ لِفَضۡلِهِمَا
وَشَرَفِهِمَا، وَكَوۡنِهِمَا الۡعِبَادَتَيۡنِ اللَّتَيۡنِ مَنۡ قَامَ بِهِمَا
قَامَ بِجَمِيۡعِ شَرائِعِ الدِّيۡنِ.
Dikhususkannya penyebutan salat dan zakat, padahal keduanya sudah termasuk
dalam firman-Nya “agar mereka menyembah Allah dengan ikhlas,” adalah karena
keutamaan dan kemuliaan keduanya, serta karena keduanya merupakan dua ibadah
yang barang siapa melaksanakannya, maka ia telah melaksanakan seluruh syariat
agama.
﴿وَذَٰلِكَ﴾ أَيِ: التَّوۡحِيدُ وَالۡإِخۡلَاصُ فِي الدِّيۡنِ، هُوَ ﴿دِينُ
ٱلۡقَيِّمَةِ﴾ أَيۡ: الدِّيۡنُ الۡمُسۡتَقِيمُ الۡمُوصِلُ إِلَى جَنَّاتِ
النَّعِيمِ، وَمَا سِوَاهُ فَطُرُقٌ مُوصِلَةٌ إِلَى الۡجَحِيمِ.
“Dan yang demikian itulah,” yaitu tauhid dan keikhlasan dalam beragama, adalah
“agama yang lurus,” yakni agama yang tegak yang mengantarkan menuju janah yang
penuh kenikmatan, sedangkan selainnya adalah jalan-jalan yang mengantarkan ke
neraka Jahanam.
ثُمَّ ذَكَرَ جَزَاءَ الۡكَافِرِيۡنَ بَعۡدَمَا جَاءَتۡهُمُ الۡبَيِّنَةُ
فَقَالَ:
٦ ﴿إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِى
نَارِ جَهَنَّمَ﴾ قَدۡ أَحَاطَ بِهِمۡ عَذَابُهَا، وَاشۡتَدَّ عَلَيۡهِمۡ
عِقَابُهَا.
Kemudian Allah menyebutkan balasan bagi orang-orang kafir setelah datangnya
bukti nyata kepada mereka, seraya berfirman, “Sungguh, orang-orang yang kafir
dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka
Jahanam,” azabnya telah mengepung mereka dan siksaannya sangat keras atas
mereka.
﴿خَٰلِدِينَ فِيهَآ﴾ لَا يُفَتَّرُ عَنۡهُمُ الۡعَذَابُ وَهُمۡ فِيهَا
مُبۡلِسُونَ.
“Mereka kekal di dalamnya,” azab itu tidak diringankan dari mereka dan mereka
di dalamnya berputus asa.
﴿ۚأُو۟لَٰٓئِكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِيَّةِ﴾ لِأَنَّهُمۡ عَرَفُوا الۡحَقَّ
وَتَرَكُوهُ، وَخَسِرُوا الدُّنۡيَا وَالۡآخِرَةَ.
“Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk,” karena mereka telah mengenal
kebenaran lalu meninggalkannya, sehingga mereka merugi di dunia dan akhirat.
٧ ﴿إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمۡ
خَيۡرُ ٱلۡبَرِيَّةِ﴾ لِأَنَّهُمۡ عَبَدُوا اللهَ وَعَرَفُوهُ، وَفَازُوا
بِنَعِيمِ الدُّنۡيَا وَالۡآخِرَةِ.
“Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu
adalah sebaik-baik makhluk,” karena mereka menyembah Allah dan mengenal-Nya,
sehingga mereka beruntung mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat.
٨ ﴿جَزَآؤُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتُ عَدۡنٍ﴾ أَيۡ: جَنَّاتُ إِقَامَةٍ،
لَا ظَعۡنَ فِيهَا وَلَا رَحِيلَ، وَلَا طَلَبَ لِغَايَةٍ فَوۡقَهَا.
“Balasan mereka di sisi Rab mereka ialah janah ‘Adn,” yaitu janah tempat
tinggal yang menetap, tidak ada perpindahan di dalamnya, tidak ada
keberangkatan, dan tidak pula mencari tujuan lain yang lebih tinggi darinya.
﴿تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ
ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوا۟ عَنۡهُ ۚ﴾ فَرَضِيَ عَنۡهُمۡ بِمَا قَامُوا بِهِ
مِنۡ مَرَاضِيهِ، وَرَضُوا عَنۡهُ بِمَا أَعَدَّ لَهُمۡ مِنۡ أَنۡوَاعِ
الۡكَرَامَاتِ وَجَزِيلِ الۡمَثُوبَاتِ.
“Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya,”
maka Allah rida kepada mereka disebabkan apa yang mereka laksanakan dari
hal-hal yang mendatangkan keridaan-Nya, dan mereka pun rida kepada-Nya atas
apa yang Dia sediakan bagi mereka berupa berbagai jenis kemuliaan dan pahala
yang melimpah.
﴿ذَٰلِكَ﴾ الۡجَزَاءُ الۡحَسَنُ ﴿لِمَنۡ خَشِىَ رَبَّهُۥ﴾ أَيۡ: لِمَنۡ خَافَ
اللهَ فَأَحۡجَمَ عَنۡ مَعَاصِيهِ، وَقَامَ بِوَاجِبَاتِهِ.
“Yang demikian itu,” yaitu balasan yang baik tersebut, adalah “bagi orang yang
takut kepada Rabnya,” yaitu bagi orang yang takut kepada Allah sehingga ia
menahan diri dari kemaksiatan kepada-Nya dan melaksanakan
kewajiban-kewajiban-Nya.
[تَمَّتۡ وَالۡحَمۡدُ لِلهِ]
Selesai. Alhamdulillah.