Cari Blog Ini

Al-Isti'ab - 1018. Salman bin ‘Amir Adh-Dhabbi

١٠١٨ - [سَلۡمَانُ بۡنُ عَامِرٍ الضَّبِّيُّ]:
1018. Salman bin ‘Amir Adh-Dhabbi


سَلۡمَانُ بۡنُ عَامِرِ بۡنِ أَوۡسِ بۡنِ حُجۡرِ بۡنِ عَمۡرِو بۡنِ الۡحَارِثِ بۡنِ تَيۡمِ بۡنِ ذُهۡلِ بۡنِ مَالِكِ بۡنِ بَكۡرِ بۡنِ سَعۡدِ بۡنِ ضَبَّةَ بۡنِ أُدِّ بۡنِ طَابِخَةَ بۡنِ إِلۡيَاسَ بۡنِ مُضَرَ الضَّبِّيُّ، قَالَ بَعۡضُ أَهۡلِ الۡعِلۡمِ بِهٰذَا الشَّأۡنِ: لَيۡسَ فِي الصَّحَابَةِ مِنَ الرُّوَاةِ ضَبِّيٌّ غَيۡرُ سَلۡمَانَ بۡنِ عَامِرٍ هٰذَا. وَقَالَ ابۡنُ أَبِي خَيۡثَمَةَ: وَقَدۡ رَوَى عَنِ النَّبِيِّ ﷺ مِنۡ بَنِي ضَبَّةَ عَتَّابُ بۡنُ شُمَيۡرٍ.

Salman bin ‘Amir bin Aus bin Hujr bin ‘Amr bin Al-Harits bin Taim bin Dzuhl bin Malik bin Bakr bin Sa’d bin Dhabbah bin Udd bin Thabikhah bin Ilyas bin Mudhar Adh-Dhabbi. Sebagian ahli ilmu dalam bidang ini berkata: Tidak ada di kalangan sahabat dari para perawi yang berasal dari kabilah Dhabbi selain Salman bin ‘Amir ini. Ibnu Abu Khaitsamah berkata: Sungguh ‘Attab bin Syumair dari Bani Dhabbah juga meriwayatkan dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.

سَكَنَ سَلۡمَانُ بۡنُ عَامِرٍ الۡبَصۡرَةَ، وَلَهُ بِهَا دَارٌ قَرِيبٌ مِنَ الۡجَامِعِ. رَوَى عَنۡهُ مُحَمَّدُ بۡنُ سِيرِينَ، وَالرَّبَابُ، وَهِيَ الرَّبَابُ بِنۡتُ صُلَيۡعِ بۡنِ عَامِرٍ بِنۡتُ أَخِي سَلۡمَانَ بۡنِ عَامِرٍ.

Salman bin ‘Amir tinggal di Bashrah, dan beliau memiliki sebuah rumah di sana dekat dengan Masjid Jami'’ Muhammad bin Sirin dan Ar-Rabab meriwayatkan dari beliau. Ar-Rabab adalah Ar-Rabab binti Shulai’ bin ‘Amir, putri dari saudara laki-laki Salman bin ‘Amir.

Al-Isti'ab - 3634. Umu Kurz

٣٦٣٤ - [أُمُّ كُرۡزٍ الۡخُزَاعِيَّةُ الۡكَعۡبِيَّةُ]:
3634. Umu Kurz Al-Khuza’iyyah Al-Ka’biyyah


أُمُّ كُرۡزٍ الۡخُزَاعِيَّةُ الۡكَعۡبِيَّةُ مَكِّيَّةٌ، رَوَتۡ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَحَادِيثَ مِنۡهَا قَوۡلُهُ: فِي الۡعَقِيقَةِ (عَنِ الۡغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ، وَعَنِ الۡجَارِيَةِ شَاةٌ).

Ummu Kurz Al-Khuza’iyyah Al-Ka’biyyah, seorang wanita Makkah. Beliau meriwayatkan beberapa hadis dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Di antaranya sabda beliau: “Dalam akikah, untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sepadan, dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.”

رَوَى عَنۡهَا عَطَاءٌ، وَمُجَاهِدٌ، وَسِبَاعُ بۡنُ ثَابِتٍ، وَحَبِيبَةُ بِنۡتُ مَيۡسَرَةَ.

‘Atha`, Mujahid, Siba’ bin Tsabit, dan Habibah binti Maisarah meriwayatkan dari beliau.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2306

٦ - بَابُ الۡوَكَالَةِ فِي قَضَاءِ الدُّيُونِ
6. Bab Pewakilan Urusan dalam Melunasi Utang


٢٣٠٦ - حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ سَلَمَةَ بۡنِ كُهَيۡلٍ: سَمِعۡتُ أَبَا سَلَمَةَ بۡنَ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ ﷺ يَتَقَاضَاهُ فَأَغۡلَظَ، فَهَمَّ بِهِ أَصۡحَابُهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (دَعُوهُ، فَإِنَّ لِصَاحِبِ الۡحَقِّ مَقَالًا). ثُمَّ قَالَ: (أَعۡطُوهُ سِنًّا مِثۡلَ سِنِّهِ). قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، لَا نَجِدُ إِلَّا أَمۡثَلَ مِنۡ سِنِّهِ، فَقَالَ: (أَعۡطُوهُ، فَإِنَّ خَيۡرَكُمۡ أَحۡسَنُكُمۡ قَضَاءً). [طرفه في: ٢٣٠٥].

2306. Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Salamah bin Kuhail: Aku mendengar Abu Salamah bin ‘Abdurrahman, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—:

Seorang lelaki datang kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—untuk menagih utang kepadanya dengan bersikap kasar. Para sahabat beliau pun hendak menindaknya, namun Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Biarkanlah dia, karena sesungguhnya pemilik hak itu memiliki hak untuk berbicara.”

Kemudian beliau berkata, “Berikanlah kepadanya unta dengan umur yang setara dengan untanya.”

Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami tidak menemukannya kecuali yang lebih baik daripada umur untanya.”

Beliau bersabda, “Berikanlah kepadanya, karena sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik dalam melunasi utang.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2304

٤ - بَابُ إِذَا أَبۡصَرَ الرَّاعِي أَوِ الۡوَكِيلُ شَاةً تَمُوتُ، أَوۡ شَيۡئًا يَفۡسُدُ، ذَبَحَ وَأَصۡلَحَ مَا يَخَافُ عَلَيۡهِ الۡفَسَادَ
4. Bab Apabila Penggembala atau Wakil Melihat Seekor Domba Hendak Mati, atau Sesuatu yang Akan Rusak, Lalu Ia Menyembelihnya dan Memperbaiki Sesuatu yang Dikhawatirkan Kerusakannya


٢٣٠٤ - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: سَمِعَ الۡمُعۡتَمِرَ: أَنۡبَأَنَا عُبَيۡدُ اللهِ، عَنۡ نَافِعٍ: أَنَّهُ سَمِعَ ابۡنَ كَعۡبِ بۡنِ مَالِكٍ يُحَدِّثُ عَنۡ أَبِيهِ: أَنَّهُ كَانَتۡ لَهُمۡ غَنَمٌ تَرۡعَى بِسَلۡعٍ، فَأَبۡصَرَتۡ جَارِيَةٌ لَنَا بِشَاةٍ مِنۡ غَنَمِنَا مَوۡتًا، فَكَسَرَتۡ حَجَرًا فَذَبَحَتۡهَا بِهِ، فَقَالَ لَهُمۡ: لَا تَأۡكُلُوا حَتَّى أَسۡأَلَ النَّبِيَّ ﷺ، أَوۡ أُرۡسِلَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ مَنۡ يَسۡأَلُهُ، وَأَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ ﷺ عَنۡ ذَاكَ، أَوۡ أَرۡسَلَ، فَأَمَرَهُ بِأَكۡلِهَا. قَالَ عُبَيۡدُ اللهِ: فَيُعۡجِبُنِي أَنَّهَا أَمَةٌ، وَأَنَّهَا ذَبَحَتۡ. تَابَعَهُ عَبۡدَةُ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ. [الحديث ٢٣٠٤ - أطرافه في: ٥٥٠١، ٥٥٠٢، ٥٥٠٤].

2304. Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami: Ia mendengar Al-Mu’tamir: ‘Ubaidullah mengabarkan kepada kami dari Nafi’, bahwasanya ia mendengar putra Ka’b bin Malik menceritakan dari ayahnya: Mereka memiliki kambing yang digembalakan di Sal’, lalu seorang hamba sahaya perempuan kami melihat seekor domba dari kambing-kambing kami hendak mati, maka ia memecahkan batu lalu menyembelihnya dengan batu tersebut. Ka’b berkata kepada mereka, “Jangan kalian makan sampai aku bertanya kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, atau aku mengutus seseorang kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—untuk bertanya kepada beliau.”

Ia bertanya kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tentang hal itu, atau ia mengutus orang, lalu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkannya untuk memakannya.

‘Ubaidullah berkata, “Aku kagum bahwa ia adalah seorang budak wanita, dan bahwasanya ia menyembelih (sendiri).”

‘Abdah mengiringi Al-Mu’tamir dari ‘Ubaidullah.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2305

٥ - بَابٌ وَكَالَةُ الشَّاهِدِ وَالۡغَائِبِ جَائِزَةٌ
5. Bab Pewakilan Urusan dari Orang yang Hadir Maupun Orang yang Tidak Hadir di Tempat Adalah Boleh


وَكَتَبَ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَمۡرٍو إِلَى قَهۡرَمَانِهِ وَهُوَ غَائِبٌ عَنۡهُ: أَنۡ يُزَكِّيَ عَنۡ أَهۡلِهِ الصَغِيرِ وَالۡكَبِيرِ.

‘Abdullah bin ‘Amr menulis surat kepada pengurus hartanya saat ia sedang tidak berada di tempat agar mengeluarkan zakat untuk keluarganya, baik yang kecil maupun yang besar.

٢٣٠٥ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ سَلَمَةَ بۡنِ كُهَيۡلٍ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كَانَ لِرَجُلٍ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ سِنٌّ مِنَ الۡإِبِلِ، فَجَاءَهُ يَتَقَاضَاهُ، فَقَالَ: (أَعۡطُوهُ). فَطَلَبُوا سِنَّهُ فَلَمۡ يَجِدُوا لَهُ إِلَّا سِنًّا فَوۡقَهَا، فَقَالَ: (أَعۡطُوهُ). فَقَالَ: أَوۡفَيۡتَنِي أَوۡفَى اللهُ بِكَ. قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (إِنَّ خِيَارَكُمۡ أَحۡسَنُكُمۡ قَضَاءً).

[الحديث ٢٣٠٥ - أطرافه في: ٢٣٠٦، ٢٣٩٠، ٢٣٩٢، ٢٣٩٣، ٢٤٠١، ٢٦٠٦، ٢٦٠٩].

2305. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari Salamah bin Kuhail, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata:

Seseorang mempunyai piutang seekor unta dengan umur tertentu kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu ia datang menagihnya kepada beliau. Beliau berkata, “Berikan kepadanya.”

Para sahabat mencari unta dengan umur yang setara, namun mereka tidak menemukannya kecuali unta dengan umur di atasnya. Beliau berkata, “Berikan kepadanya.”

Orang itu pun berkata, “Engkau telah melunasi hakku dengan sangat baik. Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan sempurna.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik dalam melunasi utang.”