Shahih Al-Bukhari hadits nomor 5794

٨ - بَابُ لُبۡسِ الۡقَمِيصِ 
8. Bab mengenakan gamis 

وَقَوۡلِ اللهِ تَعَالَى حِكَايَةً عَنۡ يُوسُفَ: ﴿اذۡهَبُوا بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلۡقُوهُ عَلَى وَجۡهِ أَبِي يَأۡتِ بَصِيرًا﴾ [يوسف: ٩٣]. 
Dan firman Allah taala menghikayatkan tentang Yusuf, “Pergilah kalian dengan gamisku ini, lalu letakkan ke wajah ayahku, nanti dia akan bisa melihat kembali.” (QS. Yusuf: 93). 
٥٧٩٤ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا يَلۡبَسُ الۡمُحۡرِمُ مِنَ الثِّيَابِ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا يَلۡبَسُ الۡمُحۡرِمُ الۡقَمِيصَ، وَلَا السَّرَاوِيلَ، وَلَا الۡبُرۡنُسَ، وَلَا الۡخُفَّيۡنِ، إِلَّا أَنۡ لَا يَجِدَ النَّعۡلَيۡنِ، فَلۡيَلۡبَسۡ مَا هُوَ أَسۡفَلُ مِنَ الۡكَعۡبَيۡنِ). [طرفه في: ١٣٤]. 
5794. Qutaibah telah menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma: Bahwa seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, pakaian apa yang boleh dipakai oleh orang yang berihram?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang berihram tidak boleh memakai gamis, sirwal (celana panjang yang longgar), burnus (jubah yang memiliki penutup kepala), dan khuff (sejenis sepatu). Kecuali jika dia tidak mendapatkan sepasang sandal, maka dia boleh memakai apa saja yang lebih rendah daripada kedua mata kaki.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 366

٣٦٦ - حَدَّثَنَا عَاصِمُ بۡنُ عَلِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي ذِئۡبٍ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ سَالِمٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ قَالَ: سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللهِ ﷺ فَقَالَ: مَا يَلۡبَسُ الۡمُحۡرِمُ؟ فَقَالَ: (لَا يَلۡبَسُ الۡقَمِيصَ، وَلَا السَّرَاوِيلَ، وَلَا الۡبُرۡنُسَ، وَلَا ثَوۡبًا مَسَّهُ الزَّعۡفَرَانُ وَلَا وَرۡسٌ، فَمَنۡ لَمۡ يَجِدِ النَّعۡلَيۡنِ فَلۡيَلۡبَسِ الۡخُفَّيۡنِ، وَلۡيَقۡطَعۡهُمَا حَتَّى يَكُونَا أَسۡفَلَ مِنَ الۡكَعۡبَيۡنِ). وَعَنۡ نَافِعٍ، عَنۡ ابۡنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: مِثۡلَهُ. [طرفه في: ١٣٤]. 
366. ‘Ashim bin ‘Ali telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ibnu Abu Dzi`b menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Salim, dari Ibnu ‘Umar. Beliau mengatakan: Seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berkata, “Apa yang boleh dipakai oleh seorang yang berihram?” Nabi bersabda, “Dia tidak boleh memakai gamis, sirwal (celana panjang longgar), burnus (jubah yang memiliki penutup kepala), pakaian yang diberi safron atau wars (pewarna kuning dari tanaman). Lalu, siapa saja yang tidak mendapati sepasang sandal, maka dia boleh memakai sepasang khuff (sejenis sepatu) dan dia potong hingga menjadi lebih rendah daripada kedua mata kaki.” Dan dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semisal hadis tersebut.

Shahih Muslim

صَحِيحُ مُسۡلِمٍ

Shahih Muslim

لِلۡإِمَامِ أَبِي الۡحُسَيۡنِ مُسۡلِمِ بۡنِ الۡحَجَّاجِ
الۡقُشَيۡرِيِّ النَّيۡسَابُورِيِّ
الۡمُتَوَفىَّ سَنَةَ ٢٦١هـ
Wafat tahun 261 H

Mukadimah
  1. Kitab Iman
  2. Kitab Taharah
  3. Kitab Haid
  4. Kitab Salat
  5. Kitab Masjid dan Tempat Salat
  6. Kitab Salatnya Musafir dan Meringkasnya
  7. Kitab Jumat
  8. Kitab Salat Dua Hari Raya
  9. Kitab Salat Istiska
  10. Kitab Salat Kusuf
  11. Kitab Jenazah
  12. Kitab Zakat
  13. Kitab Puasa
  14. Kitab Iktikaf
  15. Kitab Haji
  16. Kitab Nikah
  17. Kitab Persusuan
  18. Kitab Talak
  19. Kitab Lian
  20. Kitab Pembebasan Budak
  21. Kitab Jual Beli
  22. Kitab Musaqah
  23. Kitab Warisan
  24. Kitab Hibah
  25. Kitab Wasiat
  26. Kitab Nazar
  27. Kitab Sumpah
  28. Kitab Pembagian, Muharibin, Kisas, dan Diat
  29. Kitab Hukuman Penguasa
  30. Kitab Keputusan Hakim
  31. Kitab Barang Temuan
  32. Kitab Jihad dan Perjalanan Hidup
  33. Kitab Kepemimpinan
  34. Kitab Binatang Buruan, Sembelihan, dan yang Boleh Dimakan
  35. Kitab Hewan Kurban
  36. Kitab Minuman
  37. Kitab Pakaian dan Perhiasan
  38. Kitab Adab
  39. Kitab Salam
  40. Kitab Lafal Adab dan Selainnya
  41. Kitab Syair
  42. Kitab Mimpi
  43. Kitab Keutamaan
  44. Kitab Keutamaan Para Sahabat Radhiyallahu Ta'ala 'Anhum
  45. Kitab Kebajikan, Silaturahmi, dan Adab
  46. Kitab Takdir
  47. Kitab Ilmu
  48. Kitab Zikir, Doa, Tobat, dan Istighfar
  49. Kitab Tobat
  50. Kitab Sifat Hari Kiamat, Surga, dan Neraka
  51. Kitab Surga dan Sifat Kenikmatan dan Penghuninya
  52. Kitab Cobaan dan Tanda Hari Kiamat
  53. Kitab Zuhud dan Kelembutan Hati
  54. Kitab Tafsir

'Umdatul Ahkam - Kitab Haji - Bab Mikat-Mikat

٣٧ – بَابُ الۡمَوَاقِيتِ 
37. Bab mikat-mikat 

٢١٨ – عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ وَقَّتَ لِأَهۡلِ الۡمَدِينَةِ ذَا الۡحُلَيۡفَةِ، وَلِأَهۡلِ الشَّامِ الۡجُحۡفَةَ، وَلِأَهۡلِ نَجۡدٍ قَرۡنَ الۡمَنَازِلِ، وَلِأَهۡلِ الۡيَمَنِ يَلَمۡلَمَ، وَقَالَ: (هُنَّ لَهُنَّ، وَلِمَنۡ أَتَى عَلَيۡهِنَّ مِنۡ غَيۡرِ أَهۡلِهِنَّ، مِمَّنۡ أَرَادَ الۡحَجَّ أَوِ الۡعُمۡرَةَ، وَمَنۡ كَانَ دُونَ ذٰلِكَ فَمِنۡ حَيۡثُ أَنۡشَأَ، حَتَّى أَهۡلُ مَكَّةَ مِنۡ مَكَّةَ). 
218. Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menentukan mikat untuk penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, untuk penduduk Syam di Juhfah untuk penduduk Najd di Qarnul Manazil, dan untuk penduduk Yaman di Yalamlam. Dan beliau bersabda, “Mikat-mikat tersebut bagi mereka dan bagi setiap orang selain penduduk tempat-tempat tersebut yang datang melewati tempat-tempat tersebut, dari orang-orang yang hendak haji atau umrah. Dan siapa saja yang menetap di tempat yang lebih dekat daripada mikat, maka dari mana saja ia memulai ibadahnya, sampai pun penduduk Makkah memulai dari Makkah.”[1]
٢١٩ – عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (يُهِلُّ أَهۡلُ الۡمَدِينَةِ مِنۡ ذِي الۡحُلَيۡفَةِ، وَأَهۡلُ الشَّامِ مِنَ الۡجُحۡفَةِ، وَأَهۡلُ نَجۡدٍ مِنۡ قَرۡنٍ). 
قَالَ عَبۡدُ اللهِ: وَبَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (وَيُهِلُّ أَهۡلُ الۡيَمَنِ مِنۡ يَلَمۡلَمَ). 
219. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Penduduk Madinah memulai ihram dari Dzul Hulaifah, penduduk Syam dari Juhfah, dan penduduk Najd dari Qarnul Manazil.” 
‘Abdullah mengatakan: Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Penduduk Yaman memulai ihram dari Yalamlam.”[2]

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 24

١٦ - بَابٌ الۡحَيَاءُ مِنَ الۡإِيمَانِ 
16. Bab malu termasuk iman 

٢٤ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ قَالَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكُ بۡنُ أَنَسٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ سَالِمِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ أَبِيهِ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الۡأَنۡصَارِ وَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِي الۡحَيَاءِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (دَعۡهُ، فَإِنَّ الۡحَيَاءَ مِنَ الۡإِيمَانِ). 
[الحديث ٢٤ – طرفه في: ٦١١٨]. 
24. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Malik bin Anas mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Salim bin ‘Abdullah, dari ayahnya: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati seseorang dari Ansar ketika dia sedang menasihati saudaranya tentang malu. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Biarkan dia karena malu termasuk keimanan.”