Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2170

٧٤ - بَابُ بَيۡعِ التَّمۡرِ بِالتَّمۡرِ
74. Bab Jual Beli Kurma dengan Kurma


٢١٧٠ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡوَلِيدِ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ مَالِكِ بۡنِ أَوۡسٍ: سَمِعَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (الۡبُرُّ بِالۡبُرِّ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ، وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ، وَالتَّمۡرُ بِالتَّمۡرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ). [طرفه في: ٢١٣٤].

2170. Abu Al-Walid telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Malik bin Aus: Dia mendengar ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Gandum dengan gandum adalah riba kecuali dilakukan secara tunai, barli dengan barli adalah riba kecuali dilakukan secara tunai, dan kurma dengan kurma adalah riba kecuali dilakukan secara tunai.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2169

٢١٦٩ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ عَائِشَةَ أُمَّ الۡمُؤۡمِنِينَ: أَرَادَتۡ أَنۡ تَشۡتَرِيَ جَارِيَةً فَتُعۡتِقَهَا، فَقَالَ أَهۡلُهَا: نَبِيعُكِهَا عَلَى أَنَّ وَلَاءَهَا لَنَا، فَذَكَرَتۡ ذٰلِكَ لِرَسُولِ اللهِ ﷺ، فَقَالَ: (لَا يَمۡنَعُكِ ذٰلِكَ، فَإِنَّمَا الۡوَلَاءُ لِمَنۡ أَعۡتَقَ). [طرفه في: ٢١٥٦].

2169. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari ‘Abdullah bin ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—:

‘Aisyah ibunda kaum mukminin ingin membeli seorang budak perempuan untuk dimerdekakan, namun pemiliknya berkata, “Kami akan menjualnya kepadamu dengan syarat hak wala` (ikatan kekerabatan hukum yang muncul akibat adanya pembebasan budak) tetap pada kami.”

Maka ‘Aisyah menyebutkan hal itu kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu beliau bersabda, “Syarat itu tidak menghalangimu, karena sesungguhnya hak wala` itu bagi orang yang memerdekakan.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2166 dan 2167

٧٢ - بَابُ مُنۡتَهَى التَّلَقِّي
72. Bab Batas Mencegat Rombongan Dagang


٢١٦٦ - حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا جُوَيۡرِيَةُ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كُنَّا نَتَلَقَّى الرُّكۡبَانَ، فَنَشۡتَرِي مِنۡهُمُ الطَّعَامَ، فَنَهَانَا النَّبِيُّ ﷺ أَنۡ نَبِيعَهُ حَتَّى يُبۡلَغَ بِهِ سُوقُ الطَّعَامِ. قَالَ أَبُو عَبۡدِ اللهِ: هٰذَا فِي أَعۡلَى السُّوقِ، يُبَيِّنُهُ حَدِيثُ عُبَيۡدِ اللهِ. [طرفه في: ٢١٢٣].

2166. Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: Juwairiyah menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhu—. Dia berkata: Kami pernah mencegat rombongan dagang, lalu kami membeli makanan dari mereka, maka Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang kami menjualnya hingga ia dibawa sampai ke pasar makanan.

Abu ‘Abdullah berkata: Ini terjadi di bagian atas pasar, hal ini dijelaskan oleh hadis ‘Ubaidullah.

٢١٦٧ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ قَالَ: حَدَّثَنِي نَافِعٌ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كَانُوا يَبۡتَاعُونَ الطَّعَامَ فِي أَعۡلَى السُّوقِ، فَيَبِيعُونَهُ فِي مَكَانِهِمۡ، فَنَهَاهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَنۡ يَبِيعُوهُ فِي مَكَانِهِ حَتَّى يَنۡقُلُوهُ. [طرفه في: ٢١٢٣].

2167. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yahya menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidullah. Dia berkata: Nafi’ menceritakan kepadaku dari ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhu—. Dia berkata: Mereka dahulu membeli makanan di bagian atas pasar, lalu mereka menjualnya di tempat mereka berada, maka Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang mereka menjualnya di tempat tersebut hingga mereka memindahkannya.

Sunan An-Nasa`i hadis nomor 1845

١٨٤٥ - (صحيح) أَخۡبَرَنَا عَمۡرُو بۡنُ يَزِيدَ قَالَ: حَدَّثَنَا بَهۡزُ بۡنُ أَسَدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ الۡمُنۡكَدِرِ عَنۡ جَابِرٍ، أَنَّ أَبَاهُ قُتِلَ يَوۡمَ أُحُدٍ، قَالَ: فَجَعَلۡتُ أَكۡشِفُ عَنۡ وَجۡهِهِ، وَأَبۡكِي، وَالنَّاسُ يَنۡهَوۡنِي، وَرَسُولُ اللهِ ﷺ لَا يَنۡهَانِي، وَجَعَلَتۡ عَمَّتِي تَبۡكِيهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا تَبۡكِيهِ! مَا زَالَتِ الۡمَلَائِكَةُ تُظِلُّهُ بِأَجۡنِحَتِهَا حَتَّى رَفَعۡتُمُوهُ). [ق].

1845. [Sahih] ‘Amr bin Yazid telah mengabarkan kepada kami. Dia berkata: Bahz bin Asad menceritakan kepada kami. Dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Al-Munkadir, dari Jabir: Ayahnya gugur pada hari Perang Uhud. Jabir berkata: Aku pun mulai menyingkap kain dari wajahnya sambil menangis, sedangkan orang-orang melarangku, sementara Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tidak melarangku. Bibiku juga mulai menangisinya, maka Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah engkau menangisinya! Para malaikat senantiasa menaunginya dengan sayap-sayap mereka sampai kalian mengangkatnya.”

Sunan At-Tirmidzi hadis nomor 3010

٣٠١٠ - (حسن) حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ حَبِيبِ بۡنِ عَرَبِيٍّ، حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ بۡنِ كَثِيرٍ الۡأَنۡصَارِيُّ، قَالَ سَمِعۡتُ طَلۡحَةَ بۡنَ خِرَاشٍ، قَالَ: سَمِعۡتُ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ يَقُولُ: لَقِيَنِي رَسُولُ اللهِ ﷺ، فَقَالَ لِي: (يَا جَابِرُ! مَا لِي أَرَاكَ مُنۡكَسِرًا؟)، قُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ! اسۡتُشۡهِدَ أَبِي، قُتِلَ يَوۡمَ أُحُدٍ، وَتَرَكَ عِيَالًا وَدَيۡنًا، قَالَ: (أَفَلَا أُبَشِّرُكَ بِمَا لَقِيَ اللهُ بِهِ أَبَاكَ؟)، قَالَ: قُلۡتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: (مَا كَلَّمَ اللهُ أَحَدًا قَطُّ إِلَّا مِنۡ وَرَاءِ حِجَابٍ، وَأَحۡيَا أَبَاكَ فَكَلَّمَهُ كِفَاحًا. فَقَالَ: يَا عَبۡدِي! تَمَنَّ عَلَيَّ أُعۡطِكَ. قَالَ: يَا رَبِّ! تُحۡيِينِي فَأُقۡتَلَ فِيكَ ثَانِيةً. قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: إِنَّهُ قَدۡ سَبَقَ مِنِّي أَنَّهُمۡ إِلَيۡهَا لَا يُرۡجَعُونَ). قَالَ: وَأُنۡزِلَتۡ هٰذِهِ الۡآيَةُ: ﴿وَلَاَ تَحۡسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ أَمۡوَاتًا﴾ [آل عمران: ١٦٩]. هٰذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنۡ هٰذَا الۡوَجۡهِ، لَا نَعۡرِفُهُ إِلَّا مِنۡ حَدِيثِ مُوسَى بۡنِ إِبۡرَاهِيمَ. وَقَدۡ رَوَى عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدِ بۡنِ عَقِيلٍ عَنۡ جَابِرٍ شَيۡئًا مِنۡ هٰذَا، وَرَوَاهُ عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الۡمَدِينِيِّ وَغَيۡرُ وَاحِدٍ مِنۡ كِبَارِ أَهۡلِ الۡحَدِيثِ، هَكَذَا عَنۡ مُوسَى بۡنِ إِبۡرَاهِيمَ. [(ابن ماجه)(١٩٠، ٢٨٠٠)].

3010. [Hasan] Yahya bin Habib bin ‘Arabi telah menceritakan kepada kami: Musa bin Ibrahim bin Katsir Al-Anshari menceritakan kepada kami. Dia berkata: Aku mendengar Thalhah bin Khirasy berkata: Aku mendengar Jabir bin ‘Abdullah berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menemuiku lalu bertanya kepadaku, “Wahai Jabir! Mengapa aku melihatmu bermuram durja?”

Aku menjawab, “Wahai Rasulullah! Ayahku telah syahid, beliau gugur pada hari Perang Uhud dan meninggalkan tanggungan keluarga serta utang.”

Beliau berkata, “Maukah aku beri kabar gembira kepadamu tentang apa yang diberikan Allah kepada ayahmu?”

Jabir berkata: Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.”

Beliau bersabda:

Allah tidak pernah berbicara kepada seorang pun kecuali dari balik hijab, namun Dia menghidupkan ayahmu lalu berbicara kepadanya secara langsung. Allah berfirman, “Wahai hamba-Ku! Mintalah sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku beri.”

Dia menjawab, “Wahai Rabku! Hidupkanlah hamba kembali agar hamba dapat terbunuh di jalan-Mu untuk kedua kalinya.”

Allah—‘azza wa jalla—berkata, “Sesungguhnya telah tetap dari-Ku bahwa mereka tidak akan kembali lagi ke dunia.”

Jabir berkata: Dan diturunkanlah ayat ini: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati...” (QS Ali Imran: 169).

Ini adalah hadis hasan garib dari jalur ini. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Musa bin Ibrahim. ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil telah meriwayatkan sebagian dari hadis ini dari Jabir dan ‘Ali bin ‘Abdullah bin Al-Madini serta lebih dari satu orang ulama besar ahli hadis telah meriwayatkannya seperti ini dari Musa bin Ibrahim.