١٨٤١ - [عُقۡبَةُ بۡنُ الۡحَارِثِ النَّوۡفَلِيُّ]:
1841. ‘Uqbah bin Al-Harits An-Naufali
عُقۡبَةُ بۡنُ الۡحَارِثِ بۡنِ عَامِرِ بۡنِ نَوۡفَلِ بۡنِ عَبۡدِ مَنَافِ
بۡنِ قُصَيٍّ الۡقُرَشِيُّ النَّوۡفَلِيُّ، يُكۡنَى أَبَا سَرۡوَعَةَ فِيۡمَا
قَالَ مُصۡعَبٌ. قَالَ الزُّبَيۡرُ: وَهُوَ قَوۡلُ أَهۡلِ الۡحَدِيثِ. وَأَمَّا
أَهۡلُ النَّسَبِ فَإِنَّهُمۡ يَقُولُونَ: إِنَّ عُقۡبَةَ هٰذَا هُوَ أَخُو
أَبِي سَرۡوَعَةَ، وَإِنَّمَا أَسۡلَمَا جَمِيعًا يَوۡمَ الۡفَتۡحِ، وَعُقۡبَةُ
هٰذَا حِجَازِيٌّ مَكِّيٌّ. قَالَ الزُّبَيۡرُ: هُوَ الَّذِي قَتَلَ خُبَيۡبَ
بۡنَ عَدِيٍّ، لَهُ حَدِيۡثٌ وَاحِدٌ مَا أَحۡفَظُ لَهُ غَيۡرَهُ فِيۡ
شَهَادَةِ امۡرَأَةٍ عَلَى الرَّضَاعِ. رَوَاهُ عَنۡهُ عُبَيۡدُ بۡنُ أَبِي
مَرۡيَمَ وَابۡنُ أَبِي مُلَيۡكَةَ، وَقِيلَ: إِنَّ ابۡنَ أَبِي مُلَيۡكَةَ
لَمۡ يَسۡمَعۡ مِنۡهُ، وَإِنَّ بَيۡنَهُمَا عُبَيۡدَ بۡنَ أَبِي مَرۡيَمَ.
وَقَالَ بَعۡضُ أَهۡلِ النَّسَبِ: أَبُو سَرۡوَعَةَ وَعُقۡبَةُ بۡنُ الۡحَارِثِ
أَخَوَانِ.
‘Uqbah bin Al-Harits
bin ‘Amir bin Naufal bin ‘Abd Manaf bin Qushay Al-Qurasyi An-Naufali. Ia
diberi nama kunyah Abu Sarwa’ah menurut apa yang dikatakan Mush’ab. Az-Zubair
berkata: Dan itu adalah pendapat ahli hadis. Adapun ahli nasab, mereka
mengatakan bahwasanya ‘Uqbah ini adalah saudara dari Abu Sarwa’ah, dan
keduanya masuk Islam bersamaan pada hari Penaklukan Makkah. ‘Uqbah ini adalah
orang Hijaz yang berbangsa Makkah. Az-Zubair berkata: Dialah yang membunuh
Khubaib bin ‘Adi. Ia memiliki satu hadis, tidak ada yang aku hafal darinya
selain hadis tersebut mengenai kesaksian seorang wanita atas penyusuan.
‘Ubaid bin Abu Maryam dan Ibnu Abu Mulaikah meriwayatkan darinya. Ada yang
mengatakan bahwasanya Ibnu Abu Mulaikah tidak mendengar langsung darinya,
melainkan di antara keduanya ada ‘Ubaid bin Abu Maryam. Sebagian ahli nasab
berkata: Abu Sarwa’ah dan ‘Uqbah bin Al-Harits adalah dua orang bersaudara.
وَحَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَارِثِ، حَدَّثَنَا قَاسِمٌ، حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ
بۡنُ زُهَيۡرٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا يَعۡقُوبُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ،
حَدَّثَنَا أَبِي، عَنۡ أَبِيۡ إِسۡحَاقَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ
عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ أَبِي حُسَيۡنٍ الۡمَكِّيُّ، عَنۡ عُقۡبَةَ بۡنِ
الۡحَارِثِ أَبِي سَرۡوَعَةَ. وَقِيلَ: بَلۡ كَانَ أَخَاهُ لِأُمِّهِ، وَهُوَ
أَثۡبَتُ عِنۡدَ مُصۡعَبٍ، وَأَصَحُّ مِنۡ هٰذَا كُلِّهِ مَا رَوَاهُ سُفۡيَانُ
بۡنُ عُيَيۡنَةَ، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ دِينَارٍ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بۡنَ
عَبۡدِ اللهِ الۡأَنۡصَارِيَّ يَقُوۡلُ: الَّذِيۡ قَتَلَ خُبَيۡبًا أَبُوۡ
سَرۡوَعَةَ عُقۡبَةُ بۡنُ الۡحَارِثِ بۡنِ عَامِرِ بۡنِ نَوۡفَلٍ.
‘Abdul Warits telah menceritakan kepada kami: Qasim menceritakan kepada kami:
Ahmad bin Zuhair menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami:
Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami
dari Abu Ishaq. Ia berkata: ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman bin Abu Husain Al-Makki
menceritakan kepada kami dari ‘Uqbah bin Al-Harits Abu Sarwa'ah.
Ada yang berkata: Justru ia adalah saudaranya seibu, dan pendapat ini lebih
kuat menurut Mush’ab. Namun yang paling sahih dari seluruh pendapat ini adalah
apa yang diriwayatkan oleh Sufyan bin ‘Uyainah, dari ‘Amr bin Dinar,
bahwasanya ia mendengar Jabir bin ‘Abdullah Al-Anshari berkata: Yang membunuh
Khubaib adalah Abu Sarwa’ah ‘Uqbah bin Al-Harits bin ‘Amir bin Naufal.