Cari Blog Ini

Sunan Ibnu Majah hadits nomor 2936, 2937, dan 2938

٢٤ - بَابُ الشَّرۡطِ فِي الۡحَجِّ
24. Bab syarat dalam haji

٢٩٣٦ – (صحيح) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ نُمَيۡرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبِي. (ح) وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ نُمَيۡرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُثۡمَانُ بۡنُ حَكِيمٍ، عَنۡ أَبِي بَكۡرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الزُّبَيۡرِ، عَنۡ جَدَّتِهِ – قَالَ: لَا أَدۡرِي أَسۡمَاءَ بِنۡتِ أَبِي بَكۡرٍ، أَوۡ سُعۡدَى بِنۡتِ عَوۡفٍ -، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ دَخَلَ عَلَى ضُبَاعَةَ بِنۡتِ عَبۡدِ الۡمُطَّلِبِ فَقَالَ: (مَا يَمۡنَعُكِ يَا عَمَّتَاهُ! مِنَ الۡحَجِّ؟) فَقَالَتۡ: أَنَا امۡرَأَةٌ سَقِيمَةٌ، وَأَنَا أَخَافُ الۡحَبۡسَ، قَالَ: (فَأَحۡرِمِي وَاشۡتَرِطِي أَنَّ مَحِلَّكِ حَيۡثُ حُبِسۡتِ). [(الإرواء)(٤/١٨٧)].
2936. Muhammad bin ‘Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Ayahku menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: ‘Abdullah bin Numair menceritakan kepada kami, beliau berkata: ‘Utsman bin Hakim menceritakan kepada kami dari Abu Bakr bin ‘Abdullah bin Az-Zubair, dari neneknya—beliau berkata: Aku tidak tahu apakah neneknya Asma` binti Abu Bakr ataukah Su’da binti ‘Auf—, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menemui Dhuba’ah binti ‘Abdul Muththalib lalu mengatakan, “Apa yang menghalangimu dari berhaji, wahai bibi?” Dhuba’ah menjawab, “Saya ini wanita yang sakit dan aku takut terhenti (dari menyelesaikan haji).” Nabi bersabda, “Berihramlah dan syaratkan bahwa tempat tahalulmu adalah di mana engkau terhenti.”
٢٩٣٧ – (صحيح) حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ فُضَيۡلٍ، وَوَكِيعٌ، عَنۡ هِشَامِ بۡنِ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ ضُبَاعَةَ؛ قَالَتۡ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللهِ ﷺ وَأَنَا شَاكِيَةٌ، فَقَالَ: (أَمَا تُرِيدِينَ الۡحَجَّ الۡعَامَ؟) قُلۡتُ: إِنِّي لَعَلِيلَةٌ يَا رَسُولَ اللهِ! قَالَ (حُجِّي وَقُولِي: مَحِلِّي حَيۡثُ تَحۡبِسُنِي). [(الإرواء)(٤/١٨٩)، (الحج الكبير)].
2937. Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Muhammad bin Fudhail dan Waki’ menceritakan kepada kami dari Hisyam bin ‘Urwah, dari ayahnya, dari Dhuba’ah; Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menemuiku ketika aku sakit. Beliau bertanya, “Tidakkah engkau ingin berhaji tahun ini?” Aku menjawab, “Sesungguhnya aku sakit, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Berhajilah dan ucapkan: Tempat tahalulku di mana aku terhalang.”
٢٩٣٨ – (صحيح) حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ خَلَفٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَاصِمٌ، عَنِ ابۡنِ جُرَيۡجٍ، قَالَ: أَخۡبَرَنِي أَبُو الزُّبَيۡرِ، أَنَّهُ سَمِعَ طَاوُسًا وَعِكۡرِمَةَ يُحَدِّثَانِ عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ؛ قَالَ: جَاءَتۡ ضُبَاعَةُ بِنۡتُ الزُّبَيۡرِ بۡنِ عَبۡدِ الۡمُطَّلِبِ رَسُولَ اللهِ ﷺ فَقَالَتۡ: إِنِّي امۡرَأَةٌ ثَقِيلَةٌ، وَإِنِّي أُرِيدُ الۡحَجَّ؛ فَكَيۡفَ أُهِلُّ؟! قَالَ: (أَهِلِّي وَاشۡتَرِطِي أَنَّ مَحِلِّي حَيۡثُ حَبَسۡتَنِي). [(الإرواء)(٤/١٨٧)، (صحيح أبي داود)(١٥٥٧): م].
2938. Abu Bakr bin Khalaf telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: ‘Ashim menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, beliau berkata: Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa beliau mendengar Thawus dan ‘Ikrimah menceritakan dari Ibnu ‘Abbas; Beliau mengatakan: Dhuba’ah binti Az-Zubair bin ‘Abdul Muththalib datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengatakan, “Sesungguhnya aku ini wanita yang berat badannya, namun aku ingin berhaji. Lalu bagaimana aku memulai ihram?” Nabi bersabda, “Mulailah berihram dan persyaratkan bahwa tempat tahalulku di mana Engkau menahanku.”

Sunan Ibnu Majah hadits nomor 2935

٢٣ - بَابُ الۡمُحۡرِمَةِ تَسۡدُلُ الثَّوۡبَ عَلَى وَجۡهِهَا
23. Bab wanita yang berihram menjulurkan kain menutupi wajahnya

٢٩٣٥ – (ضعيف) حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ فُضَيۡلٍ، عَنۡ يَزِيدَ بۡنِ أَبِي زِيَادٍ، عَنۡ مُجَاهِدٍ، عَنۡ عَائِشَةَ؛ قَالَتۡ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ وَنَحۡنُ مُحۡرِمُونَ، فَإِذَا لَقِيَنَا الرَّاكِبُ أَسۡدَلۡنَا ثِيَابَنَا مِنۡ فَوۡقِ رُءُوسِنَا، فَإِذَا جَاوَزَنَا رَفَعۡنَاهَا. [(الإرواء)(١٠٢٣)، (المشكاة)(٢٦٩٠)، (ضعيف أبي داود)(٣١٧)، لكن ثبتَ نحوُه عن أَسماء: (جلباب المرأة)(١٠٨)].
2935. Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Muhammad bin Fudhail menceritakan kepada kami dari Yazid bin Abu Ziyad, dari Mujahid, dari ‘Aisyah; Beliau mengatakan: Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan kami sedang ihram. Apabila ada pengendara berpapasan dengan kami, maka kami menjulurkan kain kami dari atas kepala-kepala kami. Dan jika kami telah lewat, kami mengangkat kain tersebut.
٢٩٣٥ – (م) حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ إِدۡرِيسَ، عَنۡ يَزِيدَ بۡنِ أَبِي زِيَادٍ، عَنۡ مُجَاهِدٍ، عَنۡ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ بِنَحۡوِهِ.
2935. ‘Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: ‘Abdullah bin Idris menceritakan kepada kami dari Yazid bin Abu Ziyad, dari Mujahid, dari ‘Aisyah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semisal hadis tersebut.

Shahih Muslim hadits nomor 2760

٦ - بَابُ غَيۡرَةِ اللهِ تَعَالَى، وَتَحۡرِيمِ الۡفَوَاحِشِ
6. Bab girah Allah taala dan pengharaman perbuatan-perbuatan keji

٣٢ - (٢٧٦٠) - حَدَّثَنَا عُثۡمَانُ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَإِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ. قَالَ إِسۡحَاقُ: أَخۡبَرَنَا. وَقَالَ عُثۡمَانُ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ أَبِي وَائِلٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَيۡسَ أَحَدٌ أَحَبَّ إِلَيۡهِ الۡمَدۡحُ مِنَ اللهِ. مِنۡ أَجۡلِ ذٰلِكَ مَدَحَ نَفۡسَهُ. وَلَيۡسَ أَحَدٌ أَغۡيَرَ مِنَ اللهِ، مِنۡ أَجۡلِ ذٰلِكَ حَرَّمَ الۡفَوَاحِشَ).
[البخاري: كتاب النكاح، باب الغيرة، رقم: ٥٢٢٠].
32. (2760). ‘Utsman bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami. Ishaq berkata: Telah mengabarkan kepada kami. ‘Utsman berkata: Jarir menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Abu Wa`il, dari ‘Abdullah, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satu pun yang lebih menyukai sanjungan daripada Allah. Oleh karena itu, Allah memuji diri-Nya sendiri. Dan tidak ada satu pun yang lebih cemburu daripada Allah. Oleh karena itu, Allah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji.”
٣٣ - (...) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ نُمَيۡرٍ وَأَبُو كُرَيۡبٍ. قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ. (ح) وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ - وَاللَّفۡظُ لَهُ -: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ نُمَيۡرٍ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ شَقِيقٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا أَحَدٌ أَغۡيَرَ مِنَ اللهِ، وَلِذٰلِكَ حَرَّمَ الۡفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَ. وَلَا أَحَدٌ أَحَبَّ إِلَيۡهِ الۡمَدۡحُ مِنَ اللهِ).
33. Muhammad bin ‘Abdullah bin Numair dan Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami—lafal hadis ini milik beliau—: ‘Abdullah bin Numair dan Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Syaqiq, dari ‘Abdullah, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satu pun yang lebih cemburu daripada Allah. Oleh karena itu, Allah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji yang tampak maupun yang tersembunyi. Dan tidak ada satu pun yang lebih menyukai sanjungan daripada Allah.”
٣٤ - (...) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّى وَابۡنُ بَشَّارٍ. قَالَا: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ جَعۡفَرٍ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ مُرَّةَ. قَالَ: سَمِعۡتُ أَبَا وَائِلٍ يَقُولُ: سَمِعۡتُ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ مَسۡعُودٍ يَقُولُ: - قُلۡتُ لَهُ: آنۡتَ سَمِعۡتَهُ مِنۡ عَبۡدِ اللهِ؟ قَالَ: نَعَمۡ. وَرَفَعَهُ؛ أَنَّهُ قَالَ: (لَا أَحَدٌ أَغۡيَرَ مِنَ اللهِ. وَلِذٰلِكَ حَرَّمَ الۡفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَ. وَلَا أَحَدٌ أَحَبَّ إِلَيۡهِ الۡمَدۡحُ مِنَ اللهِ، وَلِذٰلِكَ مَدَحَ نَفۡسَهُ).
[البخاري: كتاب التفسير، باب: ﴿ولا تقربوا الفواحش ما ظهر منها...﴾، رقم: ٤٦٣٤].
34. Muhammad bin Al-Mutsanna dan Ibnu Basysyar telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami dari ‘Amr bin Murrah. Beliau berkata: Aku mendengar Abu Wa`il berkata: Aku mendengar ‘Abdullah bin Mas’ud mengatakan—‘Amr bertanya: Apakah engkau mendengarnya dari ‘Abdullah? Abu Wa`il menjawab: Iya. Dan beliau memarfukkan hadis tersebut—; Bahwa Nabi bersabda, “Tidak ada satu pun yang lebih cemburu daripada Allah. Oleh karena itu, Allah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji yang tampak maupun yang tersembunyi. Dan tidak ada satu pun yang lebih menyukai sanjungan daripada Allah. Oleh karena itu, Allah menyanjung diri-Nya sendiri.”
٣٥ - (...) - حَدَّثَنَا عُثۡمَانُ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَزُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ وَإِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ. قَالَ إِسۡحَاقُ: أَخۡبَرَنَا. وَقَالَ الۡآخَرَانِ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ مَالِكِ بۡنِ الۡحَارِثِ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ بۡنِ يَزِيدَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مَسۡعُودٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَيۡسَ أَحَدٌ أَحَبَّ إِلَيۡهِ الۡمَدۡحُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ. مِنۡ أَجۡلِ ذٰلِكَ مَدَحَ نَفۡسَهُ. وَلَيۡسَ أَحَدٌ أَغۡيَرَ مِنَ اللهِ. مِنۡ أَجۡلِ ذٰلِكَ حَرَّمَ الۡفَوَاحِشَ. وَلَيۡسَ أَحَدٌ أَحَبَّ إِلَيۡهِ الۡعُذۡرُ مِنَ اللهِ. مِنۡ أَجۡلِ ذٰلِكَ أَنۡزَلَ الۡكِتَابَ وَأَرۡسَلَ الرُّسُلَ).
35. ‘Utsman bin Abu Syaibah, Zuhair bin Harb, dan Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami. Ishaq berkata: Telah mengabarkan kepada kami. Dua perawi yang lain berkata: Jarir menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Malik bin Al-Harits, dari ‘Abdurrahman bin Yazid, dari ‘Abdullah bin Mas’ud, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah ada yang lebih mencintai sanjungan daripada Allah azza wajalla. Untuk itulah Allah menyanjung diri-Nya sendiri. Dan tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah. Untuk itulah Allah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji. Dan tidak ada yang lebih menyukai menerima uzur daripada Allah. Untuk itulah Allah menurunkan kitab suci dan mengutus para rasul.”

Sunan Ibnu Majah hadits nomor 2934

٢٢ - بَابُ الۡمُحۡرِمِ يَغۡسِلُ رَأۡسَهُ
22. Bab orang yang berihram membasuh kepalanya

٢٩٣٤ – (صحيح) حَدَّثَنَا أَبُو مُصۡعَبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنۡ زَيۡدِ بۡنِ أَسۡلَمَ، عَنۡ إِبۡرَاهِيمَ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ حُنَيۡنٍ، عَنۡ أَبِيهِ؛ أَنَّ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ عَبَّاسٍ وَالۡمِسۡوَرَ بۡنَ مَخۡرَمَةَ اخۡتَلَفَا بِالۡأَبۡوَاءِ، فَقَالَ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَبَّاسٍ: يَغۡسِلُ الۡمُحۡرِمُ رَأۡسَهُ، وَقَالَ الۡمِسۡوَرُ: لَا يَغۡسِلُ الۡمُحۡرِمُ رَأۡسَهُ، فَأَرۡسَلَنِي ابۡنُ عَبَّاسٍ إِلَى أَبِي أَيُّوبَ الۡأَنۡصَارِيِّ أَسۡأَلُهُ عَنۡ ذٰلِكَ، فَوَجَدۡتُهُ يَغۡتَسِلُ بَيۡنَ الۡقَرۡنَيۡنِ وَهُوَ يَسۡتَتِرُ بِثَوۡبٍ، فَسَلَّمۡتُ عَلَيۡهِ، فَقَالَ: مَنۡ هَٰذَا؟ قُلۡتُ: أَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ حُنَيۡنٍ، أَرۡسَلَنِي إِلَيۡكَ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَبَّاسٍ أَسۡأَلُكَ كَيۡفَ كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَغۡسِلُ رَأۡسَهُ وَهُوَ مُحۡرِمٌ؟ قَالَ: فَوَضَعَ أَبُو أَيُّوبَ يَدَهُ عَلَى الثَّوۡبِ فَطَأۡطَأَهُ، حَتَّى بَدَا لِي رَأۡسُهُ، ثُمَّ قَالَ لِإِنۡسَانٍ يَصُبُّ عَلَيۡهِ: اصۡبُبۡ، فَصَبَّ عَلَى رَأۡسِهِ، ثُمَّ حَرَّكَ رَأۡسَهُ بِيَدَيۡهِ، فَأَقۡبَلَ بِهِمَا وَأَدۡبَرَ ثُمَّ قَالَ: هَٰكَذَا رَأَيۡتُهُ ﷺ يَفۡعَلُ. [(الإرواء)(١٠١٩)، (صحيح أبي داود)(١): ق].
2934. Abu Mush’ab telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Malik menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Ibarhim bin ‘Abdullah bin Hunain, dari ayahnya, bahwa ‘Abdullah bin ‘Abbas dan Al-Miswar bin Makhramah berselisih pendapat di Al-Abwa`. ‘Abdullah bin ‘Abbas mengatakan: Orang yang berihram boleh membasuh kepalanya. Al-Miswar mengatakan: Orang yang berihram tidak boleh membasuh kepalanya. Lalu Ibnu ‘Abbas mengutusku kepada Abu Ayyub Al-Anshari agar aku bertanya kepada beliau tentang hal itu. Aku mendapati beliau sedang mandi di antara dua tanduk (tiang sumur) dan beliau membuat tirai dengan sebuah kain. Aku mengucapkan salam kepada beliau. Beliau bertanya, “Siapa ini?” Aku menjawab, “Aku ‘Abdullah bin Hunain. ‘Abdullah bin ‘Abbas mengutusku kepada engkau agar aku bertanya kepadamu bagaimana dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membasuh kepalanya ketika sedang ihram.” Beliau berkata: Abu Ayyub lalu meletakkan tangannya di atas kain lalu menurunkan kain itu sehingga kepala beliau tampak olehku. Kemudian beliau mengatakan kepada seseorang yang menuangkan air kepada beliau, “Tuangkan!” Orang itu menuangkan air ke kepala beliau. Kemudian beliau menggerakkan kedua tangan beliau pada kepala beliau. Beliau maju dan mundurkan. Kemudian beliau mengatakan, “Beginilah aku melihat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya.”

Sunan Ibnu Majah hadits nomor 2933

٢١ - بَابُ التَّوَقِّي فِي الۡإِحۡرَامِ
21. Bab menjaga diri ketika ihram

٢٩٣٣ – (حسن) حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ إِدۡرِيسَ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ إِسۡحَاقَ، عَنۡ يَحۡيَى بۡنِ عَبَّادِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الزُّبَيۡرِ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ أَسۡمَاءَ بِنۡتِ أَبِي بَكۡرٍ؛ قَالَتۡ: خَرَجۡنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِالۡعَرۡجِ نَزَلۡنَا، فَجَلَسَ رَسُولُ اللهِ وَعَائِشَةُ إِلَى جَنۡبِهِ، وَأَنَا إِلَى جَنۡبِ أَبِي، وَكَانَتۡ زِمَالَتُنَا وَزِمَالَةُ أَبِي بَكۡرٍ وَاحِدَةً، مَعَ غُلَامِ أَبِي بَكۡرٍ. قَالَ: فَطَلَعَ الۡغُلَامُ وَلَيۡسَ مَعَهُ بَعِيرُهُ، فَقَالَ لَهُ: أَيۡنَ بَعِيرُكَ؟ قَالَ أَضۡلَلۡتُهُ الۡبَارِحَةَ، قَالَ: مَعَكَ بَعِيرٌ وَاحِدٌ تُضِلُّهُ؟ قَالَ: فَطَفِقَ يَضۡرِبُهُ وَرَسُولُ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (انۡظُرُوا إِلَى هَٰذَا الۡمُحۡرِمِ مَا يَصۡنَعُ!). [(صحيح أبي داود)(١٥٩٥)، (الحج الكبير)].
2933. Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: ‘Abdullah bin Idris menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Yahya bin ‘Abbad bin ‘Abdullah bin Az-Zubair, dari ayahnya, dari Asma` binti Abu Bakr; Beliau mengatakan: Kami pernah keluar pergi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai ketika kami berada di ‘Arj, kami singgah. Rasulullah duduk bersama ‘Aisyah di sampingnya sementara aku di samping ayahku. Saat itu, unta yang membawa perbekalan kami dan Abu Bakr hanya satu. Kendaraan itu ada bersama budak Abu Bakr. Beliau berkata: Budak itu muncul namun untanya tidak bersamanya. Abu Bakr bertanya kepadanya, “Di mana untamu?” Budak itu menjawab, “Aku kehilangan unta itu tadi malam.” Abu Bakr berkata, “Cuma satu unta yang bersamamu lalu engkau hilangkan?!” Beliau berkata: Abu Bakr pun memukulnya lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah orang yang berihram ini apa yang ia lakukan.”