Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2695 dan 2696

٥ - بَابٌ إِذَا اصۡطَلَحُوا عَلَى صُلۡحِ جَوۡرٍ فَالصُّلۡحُ مَرۡدُودٌ
5. Bab Apabila Mereka Bersepakat atas Perdamaian yang Zalim, Maka Perdamaian Itu Tertolak


٢٦٩٥، ٢٦٩٦ - حَدَّثَنَا آدَمُ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي ذِئۡبٍ: حَدَّثَنَا الزُّهۡرِيُّ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ وَزَيۡدِ بۡنِ خَالِدٍ الۡجُهَنِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَا: جَاءَ أَعۡرَابِيٌّ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، اقۡضِ بَيۡنَنَا بِكِتَابِ اللهِ، فَقَامَ خَصۡمُهُ فَقَالَ: صَدَقَ، اقۡضِ بَيۡنَنَا بِكِتَابِ اللهِ، فَقَالَ الۡأَعۡرَابِيُّ: إِنَّ ابۡنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى هٰذَا، فَزَنَى بِامۡرَأَتِهِ، فَقَالُوا لِي: عَلَى ابۡنِكَ الرَّجۡمُ، فَفَدَيۡتُ ابۡنِي مِنۡهُ بِمِائَةٍ مِنَ الۡغَنَمِ وَوَلِيدَةٍ، ثُمَّ سَأَلۡتُ أَهۡلَ الۡعِلۡمِ فَقَالُوا: إِنَّمَا عَلَى ابۡنِكَ جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَأَقۡضِيَنَّ بَيۡنَكُمَا بِكِتَابِ اللهِ، أَمَّا الۡوَلِيدَةُ وَالۡغَنَمُ فَرَدٌّ عَلَيۡكَ، وَعَلَى ابۡنِكَ جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، وَأَمَّا أَنۡتَ يَا أُنَيۡسُ - لِرَجُلٍ - فَاغۡدُ عَلَى امۡرَأَةِ هٰذَا فَارۡجُمۡهَا). فَغَدَا عَلَيۡهَا أُنَيۡسٌ فَرَجَمَهَا.

[طرفاه في: ٢٣١٤، ٢٣١٥].

2695, 2696. Adam telah menceritakan kepada kami: Ibnu Abu Dzi`b menceritakan kepada kami: Az-Zuhri menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah, dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid Al-Juhaniradhiyallahu ‘anhuma—. Keduanya berkata:

Seorang Arab Badui datang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, putuskanlah perkara di antara kami dengan Kitabullah.”

Lalu lawannya berdiri seraya berkata, “Ia benar, putuskanlah perkara di antara kami dengan Kitabullah.”

Orang Arab Badui itu berkata, “Sesungguhnya anak lakiku dahulu adalah pekerja harian pada orang ini, lalu ia berzina dengan istrinya. Orang-orang mengatakan kepadaku: ‘Anakmu harus dirajam,’ maka aku menebus anakku darinya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak wanita. Kemudian aku bertanya kepada para ahli ilmu, lalu mereka berkata: ‘Sesungguhnya kewajiban atas anakmu hanyalah dihukum cambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun.’”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sungguh, aku benar-benar akan memutuskan perkara di antara kalian berdua dengan Kitabullah. Adapun budak wanita dan kambing tersebut dikembalikan kepadamu, dan atas anakmu hukuman cambuk seratus kali serta pengasingan selama satu tahun. Adapun engkau, wahai Unais—kepada seorang lelaki—pergilah besok pagi kepada istri orang ini, lalu rajamlah ia.”

Unais pergi besok harinya kepada wanita itu lalu merajamnya.