٢٧٧٧ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنۡ
أَيُّوبَ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ
عُمَرَ اشۡتَرَطَ فِي وَقۡفِهِ: أَنۡ يَأۡكُلَ مَنۡ وَلِيَهُ وَيُوكِلَ
صَدِيقَهُ، غَيۡرَ مُتَمَوِّلٍ مَالًا. [طرفه في:
٢٣١٣].
2777. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan
kepada kami dari Ayyub, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—:
‘Umar mensyaratkan dalam wakafnya bahwa orang yang mengurusnya (nazir) boleh
mengambil manfaat darinya dan menyedekahkan kepada sahabatnya tanpa bermaksud
menimbun harta.