Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 7459

٢٩ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿إِنَّمَا قَوۡلُنَا لِشَىۡءٍ‏ إِذَا أَرَدۡنَاهُ أَنۡ نَقُولَ لَهُ كُنۡ فَيَكُونُ﴾ [النحل: ٤٠] 
29. Bab firman Allah taala, “Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: ‘Kun (jadilah)’, maka jadilah ia.” (QS. An-Nahl: 40). 


٧٤٥٩ - حَدَّثَنَا شِهَابُ بۡنُ عَبَّادٍ: حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ حُمَيۡدٍ، عَنۡ إِسۡمَاعِيلَ، عَنۡ قَيۡسٍ، عَنِ الۡمُغِيرَةِ بۡنِ شُعۡبَةَ قَالَ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: (لَا يَزَالُ مِنۡ أُمَّتِي قَوۡمٌ ظَاهِرِينَ عَلَى النَّاسِ، حَتَّى يَأۡتِيَهُمۡ أَمۡرُ اللهِ). [طرفه في: ٣٦٤٠]. 

7459. Syihab bin ‘Abbad telah menceritakan kepada kami: Ibrahim bin Humaid menceritakan kepada kami dari Isma’il, dari Qais, dari Al-Mughirah bin Syu’bah. Beliau mengatakan: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada suatu kaum dari umatku yang senantiasa unggul di atas manusia hingga ketetapan Allah datang kepada mereka.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 7311

٧٣١١ - حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ مُوسَى: عَنۡ إِسۡمَاعِيلَ، عَنۡ قَيۡسٍ، عَنِ الۡمُغِيرَةِ بۡنِ شُعۡبَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (لَا يَزَالُ طَائِفَةٌ مِنۡ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ، حَتَّى يَأۡتِيَهُمۡ أَمۡرُ اللهِ وَهُمۡ ظَاهِرُونَ). [طرفه في: ٣٦٤٠]. 

7311. ‘Ubaidullah bin Musa telah menceritakan kepada kami dari Isma’il, dari Qais, dari Al-Mughirah bin Syu’bah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Ada sekelompok dari umatku senantiasa unggul (di atas kebenaran) hingga ketetapan Allah datang kepada mereka dalam keadaan mereka tetap unggul.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 3640

٣٦٤٠ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ أَبِي الۡأَسۡوَدِ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى، عَنۡ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا قَيۡسٌ، سَمِعۡتُ الۡمُغِيرَةَ بۡنَ شُعۡبَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (لَا يَزَالُ نَاسٌ مِنۡ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ، حَتَّى يَأۡتِيَهُمۡ أَمۡرُ اللهِ وَهُمۡ ظَاهِرُونَ). [الحديث ٣٦٤٠ – طرفاه في: ٧٣١١، ٧٤٥٩]. 

3640. ‘Abdullah bin Abu Al-Aswad telah menceritakan kepada kami: Yahya menceritakan kepada kami dari Isma’il: Qais menceritakan kepada kami: Aku mendengar Al-Mughirah bin Syu’bah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Ada orang-orang dari umatku senantiasa unggul (di atas kebenaran) hingga ketetapan Allah datang kepada mereka dalam keadaan mereka tetap unggul.”

Sunan Ibnu Majah hadits nomor 3952

٣٩٥٢ – (صحيح) حَدَّثَنَا هِشَامُ بۡنُ عَمَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ شُعَيۡبِ بۡنِ شَابُورٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ بَشِيرٍ، عَنۡ قَتَادَةَ؛ أَنَّهُ حَدَّثَهُمۡ، عَنۡ أَبِي قِلَابَةَ الۡجَرۡمِيِّ، عَبۡدِ اللهِ بۡنِ زَيۡدٍ، عَنۡ أَبِي أَسۡمَاءَ الرَّحَبِيِّ، عَنۡ ثَوۡبَانَ مَوۡلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: 

3952. [Sahih] Hisyam bin ‘Ammar telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Muhammad bin Syu’aib bin Syabur menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Sa’id bin Basyir menceritakan kepada kami dari Qatadah; Bahwa beliau menceritakan kepada mereka dari Abu Qilabah Al-Jarmi ‘Abdullah bin Zaid, dari Abu Asma` Ar-Rahabi, dari Tsauban maula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

(زُوِيَتۡ لِيَ الۡأَرۡضُ حَتَّى رَأَيۡتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا، وَأُعۡطِيتُ الۡكَنۡزَيۡنِ: الۡأَصۡفَرَ - أَوِ الۡأَحۡمَرَ - وَالۡأَبۡيَضَ – يَعۡنِي: الذَّهَبَ وَالۡفِضَّةَ -، وَقِيلَ لِي: إِنَّ مُلۡكَكَ إِلَى حَيۡثُ زُوِيَ لَكَ، وَإِنِّي سَأَلۡتُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ ثَلَاثًا: أَنۡ لَا يُسَلِّطَ عَلَى أُمَّتِي جُوعًا فَيُهۡلِكَهُمۡ بِهِ عَامَّةً وَأَنۡ لَا يَلۡبِسَهُمۡ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعۡضَهُمۡ بَأۡسَ بَعۡضٍ، وَإِنَّهُ قِيلَ لِي: إِذَا قَضَيۡتُ قَضَاءً، فَلَا مَرَدَّ لَهُ، وَإِنِّي لَنۡ أُسَلِّطَ عَلَى أُمَّتِكَ جُوعًا فَيُهۡلِكَهُمۡ فِيهِ، وَلَنۡ أَجۡمَعَ عَلَيۡهِمۡ مَنۡ بَيۡنَ أَقۡطَارِهَا حَتَّى يُفۡنِيَ بَعۡضُهُمۡ بَعۡضًا، وَيَقۡتُلَ بَعۡضُهُمۡ بَعۡضًا، وَإِذَا وُضِعَ السَّيۡفُ فِي أُمَّتِي، فَلَنۡ يُرۡفَعَ عَنۡهُمۡ إِلَى يَوۡمِ الۡقِيَامَةِ، وَإِنَّ مِمَّا أَتَخَوَّفُ عَلَى أُمَّتِي أَئِمَّةً مُضِلِّينَ، وَسَتَعۡبُدُ قَبَائِلُ مِنۡ أُمَّتِي الۡأَوۡثَانَ، وَسَتَلۡحَقُ قَبَائِلُ مِنۡ أُمَّتِي بِالۡمُشۡرِكِيِنَ، وَإِنَّ بَيۡنَ يَدَىِ السَّاعَةِ دَجَّالِينَ كَذَّابِينَ قَرِيبًا مِنۡ ثَلَاثِينَ، كُلُّهُمۡ يَزۡعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ، وَلَنۡ تَزَالَ طَائِفَةٌ مِنۡ أُمَّتِي عَلَى الۡحَقِّ مَنۡصُورِينَ، لَا يَضُرُّهُمۡ مَنۡ خَالَفَهُمۡ حَتَّى يَأۡتِيَ أَمۡرُ اللهِ، عَزَّ وَجَلَّ). قَالَ أَبُو الۡحَسَنِ: لَمَّا فَرَغَ أَبُو عَبۡدِ اللهِ مِنۡ هَٰذَا الۡحَدِيثِ، قَالَ: مَا أَهۡوَلَهُ!! [(الروض النضير) (٦١ و١١٧٠)، (الصحيحة)(٤/٢٥٢) و(١٩٥٧): م إلى قولِهِ: (بعضهم بعضًا) مع فقرة الطائفة المنصورة]. 

Bumi dikumpulkan untukku hingga aku bisa melihat timur dan baratnya. Dan aku diberi dua perbendaharaan: yang kuning—atau merah—dan yang putih. Yakni emas dan perak. Dikatakan kepadaku, “Sesungguhnya kekuasaanmu akan sampai ke bumi yang dikumpulkan untukmu.” 

Sesungguhnya aku meminta kepada Allah azza wajalla tiga hal: agar Dia tidak menimpakan kelaparan kepada umatku sehingga Dia membinasakan mereka semua; agar Allah tidak mengacaukan kalian menjadi bergolong-golong, sehingga Allah membuat kalian merasakan siksaan sebagian kalian yang lain. 

Dan sungguh dikatakan kepadaku, “Apabila Aku telah menetapkan suatu ketetapan, maka tidak ada yang dapat menolaknya dan sungguh Aku tidak akan menimpakan kelaparan kepada umatku sehingga membinasakan mereka. Dan Aku tidak akan mengumpulkan semua musuh dari segala penjuru untuk menyerang mereka hingga mereka sendiri yang saling membinasakan satu sama lain dan saling membunuh satu sama lain. Apabila pedang (peperangan) telah terjadi di antara umatku, maka tidak akan diangkat dari mereka hingga hari kiamat. Sesungguhnya di antara yang paling aku takutkan terhadap umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan. Akan ada kabilah-kabilah dari umatku yang menyembah berhala-berhala dan akan ada kabilah-kabilah dari umatku yang menyusul orang-orang musyrik. Sesungguhnya sebelum hari kiamat akan ada dajal tukang dusta, jumlahnya kira-kira tiga puluh orang. Mereka semua mengaku sebagai nabi. Sekelompok dari umatku senantiasa di atas kebenaran dalam keadaan ditolong. Siapa saja yang menyelisihi mereka tidak akan merugikan mereka hingga ketetapan Allah azza wajalla datang.” 

Abu Al-Hasan berkata: Ketika Abu ‘Abdullah selesai meriwayatkan hadis ini, beliau berkata: Alangkah menakutkan!

Sunan Ibnu Majah hadits nomor 10

١٠ – (صحيح) حَدَّثَنَا هِشَامُ بۡنُ عَمَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ شُعَيۡبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ بَشِيرٍ، عَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ أَبِي قِلَابَةَ، عَنۡ أَبِي أَسۡمَاءَ الرَّحَبِيِّ، عَنۡ ثَوۡبَانَ؛ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنۡ أُمَّتِي عَلَى الۡحَقِّ مَنۡصُورِينَ، لَا يَضُرُّهُمۡ مَنۡ خَالَفَهُمۡ حَتَّى يَأۡتِيَ أَمۡرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ). [(الصحيحة)(١٩٥٧): م]. 

10. [Sahih] Hisyam bin ‘Ammar telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Muhammad bin Syu’aib menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Sa’id bin Basyir menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Abu Qilabah, dari Abu Asma` Ar-Rahabi, dari Tsauban; Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekelompok dari umatku senantiasa berada di atas kebenaran dalam keadaan ditolong. Siapa saja yang menyelisihi mereka tidak akan merugikan mereka hingga ketetapan Allah azza wajalla datang.”