Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 1298

٣٩ - بَابُ مَا يُنۡهَى مِنَ الۡوَيۡلِ وَدَعۡوَى الۡجَاهِلِيَّةِ عِنۡدَ الۡمُصِيبَةِ
39. Bab Ucapan Kebinasaan dan Ratapan Jahiliah yang Dilarang ketika Musibah


١٢٩٨ - حَدَّثَنَا عُمَرُ بۡنُ حَفۡصٍ: حَدَّثَنَا أَبِي: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مُرَّةَ، عَنۡ مَسۡرُوقٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَيۡسَ مِنَّا مَنۡ ضَرَبَ الۡخُدُودَ، وَشَقَّ الۡجُيُوبَ، وَدَعَا بِدَعۡوَى الۡجَاهِلِيَّةِ). [طرفه في: ١٢٩٤].

1298. ‘Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami dari ‘Abdullah bin Murrah, dari Masruq, dari ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau berkata: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa memukuli pipinya, merobek pakaiannya, dan meratap dengan ratapan jahiliah (ketika tertimpa musibah) bukan termasuk dari golongan (yang mengikuti sunah) kami.”