Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2638

٣ - بَابُ شَهَادَةِ الۡمُخۡتَبِي
3. Bab Kesaksian Orang yang Menguping


وَأَجَازَهُ عَمۡرُو بۡنُ حُرَيۡثٍ قَالَ: وَكَذٰلِكَ يُفۡعَلُ بِالۡكَاذِبِ الۡفَاجِرِ.

‘Amr bin Huraits membolehkannya. Beliau berkata: Seperti itu pula yang diperbuat terhadap orang yang berdusta yang bermaksiat.

وَقَالَ الشَّعۡبِيُّ وَابۡنُ سِيرِينَ وَعَطَاءٌ وَقَتَادَةُ: السَّمۡعُ شَهَادَةٌ.

Asy-Sya’bi, Ibnu Sirin, ‘Atha`, dan Qatadah berkata: Mendengar adalah suatu kesaksian.

وَقَالَ الۡحَسَنُ: يَقُولُ: لَمۡ يُشۡهِدُونِي عَلَى شَيۡءٍ، وَإِنِّي سَمِعۡتُ كَذَا وَكَذَا.

Al-Hasan berkata: Mereka tidak mempersaksikan sesuatu kepadaku, namun aku mendengar demikian dan demikian.

٢٦٣٨ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ: قَالَ سَالِمٌ: سَمِعۡتُ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا يَقُولُ: انۡطَلَقَ رَسُولُ اللهِ ﷺ وَأُبَيُّ بۡنُ كَعۡبٍ الۡأَنۡصَارِيُّ، يَؤُمَّانِ النَّخۡلَ الَّتِي فِيهَا ابۡنُ صَيَّادٍ، حَتَّى إِذَا دَخَلَ رَسُولُ اللهِ ﷺ، طَفِقَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَتَّقِي بِجُذُوعِ النَّخۡلِ، وَهۡوَ يَخۡتِلُ أَنۡ يَسۡمَعَ مِنِ ابۡنِ صَيَّادٍ شَيۡئًا قَبۡلَ أَنۡ يَرَاهُ، وَابۡنُ صَيَّادٍ مُضۡطَجِعٌ عَلَى فِرَاشِهِ فِي قَطِيفَةٍ لَهُ فِيهَا رَمۡرَمَةٌ، أَوۡ زَمۡزَمَةٌ، فَرَأَتۡ أُمُّ ابۡنِ صَيَّادٍ النَّبِيَّ ﷺ وَهُوَ يَتَّقِي بِجُذُوعِ النَّخۡلِ، فَقَالَتۡ لِابۡنِ صَيَّادِ: أَيۡ صَافِ هٰذَا مُحَمَّدٌ، فَتَنَاهَى ابۡنُ صَيَّادٍ، قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَوۡ تَرَكَتۡهُ بَيَّنَ). [طرفه في: ١٣٥٥].

2638. Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri: Salim berkata: Aku mendengar ‘Abdullah bin ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—berkata:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—pergi bersama Ubai bin Ka’b Al-Anshari menuju kebun kurma tempat Ibnu Shayyad berada. Sampai ketika Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—masuk ke kebun kurma tersebut, Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bergegas berlindung di balik batang-batang pohon kurma dengan sembunyi-sembunyi agar bisa mendengar sesuatu dari Ibnu Shayyad sebelum terlihat olehnya. Ibnu Shayyad sedang tidur di atas ranjang di dalam kain beludru. Terdengar suara samar atau gumaman dari dalamnya.

Ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersembunyi di belakang batang pohon kurma, lalu berkata, “Wahai Shaf, ini Muhammad.”

Ibnu Shayyad berhenti bersuara. Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Andai ibunya membiarkannya (tidur), niscaya (keadaannya) akan jelas.”