Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3326 dan 3327

١ - بَابُ خَلۡقِ آدَمَ وَذُرِّيَّتِهِ
1. Bab Penciptaan Adam dan Keturunannya


﴿صَلۡصَالٍ﴾ [الحجر: ٢٦]: طِينٌ خُلِطَ بِرَمۡلٍ، فَصَلۡصَلَ كَمَا يُصَلۡصِلُ الۡفَخَّارُ، وَيُقَالُ: مُنۡتِنٌ، يُرِيدُونَ بِهِ صَلَّ، كَمَا يُقَالُ: صَرَّ الۡبَابُ، وَصَرۡصَرَ عِنۡدَ الۡإِغۡلَاقِ، مِثۡلُ كَبۡكَبۡتُهُ، يَعۡنِي كَبَبۡتُهُ. ﴿فَمَرَّتۡ بِهِ﴾ [الأعراف: ١٨٩]: اسۡتَمَرَّ بِهَا الۡحَمۡلُ فَأَتَمَّتۡهُ. ﴿أَنۡ لَا تَسۡجُدَ﴾ [الأعراف: ١٢]: أَنۡ تَسۡجُدَ.

Ṣalṣāl” (QS Al-Hijr: 26) adalah tanah liat yang tercampur pasir sehingga berdenting sebagaimana tembikar berdenting (apabila diketuk). Ada yang berpendapat artinya adalah membusuk. Yang mereka maksudkan adalah dari kata ṣalla (telah berubah baunya), sebagaimana dikatakan: ṣarral-bāb wa ṣarṣara ‘indal-iglāq (pintu itu berderit saat ditutup). Contoh lain adalah kabkabtuhu, yakni kababtuhu (aku menggulingkannya). “Famarrat bih” (QS Al-A’raf: 189) artinya proses kehamilan itu terus berlanjut pada wanita itu sampai ia menyempurnakannya. “An lā tasjud” (QS Al-A’raf: 12) artinya untuk bersujud.

وَقَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الۡأَرۡضِ خَلِيفَةً﴾ [البقرة: ٣٠].

Dan (bab) firman Allah taala, “Ingatlah ketika Rabmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS Al-Baqarah: 30).

قَالَ ابۡنُ عَبَّاسٍ: ﴿لَمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٌ﴾ [الطارق: ٤]: إِلَّا عَلَيۡهَا حَافِظٌ. ﴿فِي كَبَدٍ﴾ [البلد: ٤]: فِي شِدَّةِ خَلۡقٍ. ﴿وَرِيَاشًا﴾ [الأعراف: ٢٦] الۡمَالُ. وَقَالَ غَيۡرُهُ: الرِّيَاشُ وَالرِّيشُ وَاحِدٌ، وَهُوَ مَا ظَهَرَ مِنَ اللِّبَاسِ. ﴿مَا تُمۡنُونَ﴾ [الواقعة: ٥٨]: النُّطۡفَةُ فِي أَرۡحَامِ النِّسَاءِ.

Ibnu ‘Abbas berkata, “lammā ‘alaihā ḥāfiẓ” (QS At-Tariq: 4) artinya: melainkan ada penjaganya. “Fī kabad” (QS Al-Balad: 4) artinya: dalam kondisi susah payah. “Wa riyāsyā” (QS Al-A’raf: 26) artinya harta. Selain Ibnu ‘Abbas berpendapat bahwa ar-riyāsy dan ar-rīsy sama, yaitu pakaian yang tampak. “Mā tumnūn (yang kalian pancarkan)” (QS Al-Waqi’ah: 58) yaitu nutfah di dalam rahim para wanita.

وَقَالَ مُجَاهِدٌ: ﴿إِنَّهُ عَلَى رَجۡعِهِ لَقَادِرٌ﴾ [الطارق: ٨]: النُّطۡفَةُ فِي الۡإِحۡلِيلِ.

Mujahid berkata, “Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya.” (QS At-Tariq: 8), yaitu: nutfah di dalam uretra (saluran kemih).

كُلُّ شَيۡءٍ خَلَقَهُ فَهُوَ شَفۡعٌ، السَّمَاءُ شَفۡعٌ، وَالۡوَتۡرُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ.

Segala sesuatu yang Allah ciptakan adalah syaf’ (genap/berpasangan). Langit itu syaf’, sedangkan yang ganjil (al-watr) adalah Allah ‘azza wa jalla.

﴿فِي أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٍ﴾ [التين: ٤] فِي أَحۡسَنِ خَلۡقٍ. ﴿أَسۡفَلَ سَافِلِينَ﴾ [التين: ٥] إِلَّا مَنۡ آمَنَ. ﴿خُسۡرٍ﴾ [العصر: ٢] ضَلَالٍ، ثُمَّ اسۡتَثۡنَى إِلَّا مَنۡ آمَنَ، ﴿لَازِبٍ﴾ [الصافات: ١١] لَازِمٌ. ﴿ننشئكم﴾ [الواقعة: ٦١] فِي أَيِّ خَلۡقٍ نَشَاءُ. ﴿نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ﴾ [البقرة: ٣٠] نُعَظِّمُكَ.

Fī aḥsani taqwīm” (QS At-Tin: 4) artinya: dalam ciptaan yang terbaik. “Ke tempat yang serendah-rendahnya” (QS At-Tin: 5) kecuali siapa saja yang beriman. “Khusr” (QS Al-‘Asr: 2) artinya: kesesatan; kemudian dikecualikan: kecuali siapa saja yang beriman. “Lāzib” (QS As-Saffat: 11) artinya sama dengan lāzim (melekat). “Nunsyi’akum (Kami ciptakan kalian)” (QS Al-Waqi’ah: 61) dalam ciptaan apa pun yang Kami kehendaki. “Nusabbiḥu biḥamdik (kami bertasbih dengan memuji-Mu)” (QS Al-Baqarah: 30) artinya: Kami mengagungkan-Mu.

وَقَالَ أَبُو الۡعَالِيَةِ: ﴿فَتَلَقَّى آدَمُ مِنۡ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ﴾ [البقرة: ٣٧] فَهُوَ قَوۡلُهُ: ﴿رَبَّنَا ظَلَمۡنَا أَنۡفُسَنَا﴾ [الأعراف: ٢٣]. ﴿فَأَزَلَّهُمَا﴾ [البقرة: ٣٦] فَاسۡتَزَلَّهُمَا. وَ﴿يَتَسَنَّهۡ﴾ [البقرة: ٢٥٩] يَتَغَيَّرۡ، ﴿آسِنٌ﴾ [محمد: ١٥] مُتَغَيِّرٌ. وَالۡمَسۡنُونُ الۡمُتَغَيِّرُ. ﴿حَمَإٍ﴾ [الحجر: ٣٣] جَمۡعُ حَمۡأَةٍ وَهُوَ الطِّينُ الۡمُتَغَيِّرُ. ﴿يَخۡصِفَانِ﴾ [الأعراف: ٢٢] أَخۡذُ الۡخِصَافِ مِنۡ وَرَقِ الۡجَنَّةِ، يُؤَلِّفَانِ الۡوَرَقَ وَيَخۡصِفَانِ بَعۡضَهُ إِلَى بَعۡضٍ. ﴿سَوۡآتُهُمَا﴾ [الأعراف: ٢٢] كِنَايَةٌ عَنۡ فَرۡجِهِمَا، ﴿وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ﴾ [الأعراف: ٢٤] هَا هُنَا إِلَى يَوۡمِ الۡقِيَامَةِ، الۡحِينُ عِنۡدَ الۡعَرَبِ مِنۡ سَاعَةٍ إِلَى مَا لَا يُحۡصَى عَدَدُهُ. ﴿قَبِيلُهُ﴾ [الأعراف: ٢٧] جِيلُهُ الَّذِي هُوَ مِنۡهُمۡ.

Abu Al-‘Aliyah berkata: “Lalu Adam menerima beberapa kalimat dari Rabnya” (QS Al-Baqarah: 37), yaitu firman-Nya, “Wahai Rab kami, kami telah menzalimi diri-diri kami.” (QS Al-A’raf: 23). “Fa azallahumā” (QS Al-Baqarah: 36) artinya: mengajak mereka berdua untuk tergelincir. Dan “yatasannah” (QS Al-Baqarah: 259) artinya: berubah. “Āsin” (QS Muhammad: 25) artinya: berubah. Al-Masnūn artinya: yang berubah. “Ḥama’in” (QS Al-Hijr: 33) adalah bentuk jamak dari kata ḥam’ah yaitu tanah liat yang berubah (baunya). “Yakhṣifāni” (QS Al-A’raf: 22) artinya: mengambil penutup dari daun-daun janah. Keduanya menyusun daun-daun lalu menumpukkan sebagian di atas sebagian lainnya. “Sau’ātuhumā” (QS Al-A’raf: 22) merupakan kiasan dari kemaluan mereka berdua. “Wa matā‘un ilā ḥīn” (QS Al-A’raf: 24) di sini maksudnya sampai hari kiamat. Ḥīn menurut orang Arab bermakna sesaat sampai waktu yang tak terhingga. “Qabīluh” (QS Al-A’raf: 27) yaitu bangsa asalnya.

٣٣٢٦ - حَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ، عَنۡ مَعۡمَرٍ، عَنۡ هَمَّامٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا، ثُمَّ قَالَ: اذۡهَبۡ فَسَلِّمۡ عَلَى أُولَئِكَ مِنَ الۡمَلَائِكَةِ، فَاسۡتَمِعۡ مَا يُحَيُّونَكَ، تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ، فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيۡكُمۡ، فَقَالُوا: السَّلَامُ عَلَيۡكَ وَرَحۡمَةُ اللهِ، فَزَادُوهُ: وَرَحۡمَةُ اللهِ، فَكُلُّ مَنۡ يَدۡخُلُ الۡجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ، فَلَمۡ يَزَلِ الۡخَلۡقُ يَنۡقُصُ حَتَّى الۡآنَ). [الحديث ٣٣٢٦ - طرفه في: ٦٢٢٧].

3326. ‘Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepadaku: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepada kami dari Ma’mar, dari Hammam, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Allah menciptakan Adam dengan tinggi enam puluh hasta, kemudian berkata, ‘Pergilah lalu bersalamlah kepada para malaikat itu, lalu dengarlah penghormatan yang mereka ucapkan kepadamu. Itulah penghormatanmu dan penghormatan keturunanmu.’ Lalu Adam mengucapkan, ‘As-Salāmu ‘alaikum.’ Para malaikat mengucapkan, ‘As-Salāmu ‘alaika wa raḥmatullāh.’ Mereka menambahkan: wa raḥmatullāh. Setiap yang masuk janah akan berperawakan seperti Nabi Adam. Ukuran tubuh manusia terus menyusut sampai sekarang.”

٣٣٢٧ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنۡ عُمَارَةَ، عَنۡ أَبِي زُرۡعَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّ أَوَّلَ زُمۡرَةٍ يَدۡخُلُونَ الۡجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الۡقَمَرِ لَيۡلَةَ الۡبَدۡرِ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمۡ عَلَى أَشَدِّ كَوۡكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً، لَا يَبُولُونَ، وَلَا يَتَغَوَّطُونَ، وَلَا يَتۡفِلُونَ، وَلَا يَمۡتَخِطُونَ، أَمۡشَاطُهُمُ الذَّهَبُ، وَرَشۡحُهُمُ الۡمِسۡكُ، وَمَجَامِرُهُمُ الۡأَلُوَّةُ – الۡأَنۡجُوجُ، عُودُ الطِّيبِ - وَأَزۡوَاجُهُمُ الۡحُورُ الۡعِينُ، عَلَى خَلۡقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ، عَلَى صُورَةِ أَبِيهِمۡ آدَمَ، سِتُّونَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ). [طرفه في: ٣٢٤٥].

3327. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Jarir menceritakan kepada kami dari ‘Umarah, dari Abu Zur’ah, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau mengatakan: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk janah akan memiliki rupa seperti bulan purnama, kemudian orang-orang yang setelah mereka akan memiliki rupa seperti bintang paling terang cahayanya di langit. Mereka tidak kencing, tidak berak, tidak meludah, dan tidak beringus. Sisir-sisir mereka adalah emas, keringat mereka adalah kesturi, pedupaan mereka adalah kayu gaharu—yaitu al-anjuj, kayu wangi—, istri-istri mereka adalah bidadari bermata indah, dengan postur tubuh yang sama, yaitu postur tubuh ayah mereka, Adam, setinggi enam puluh hasta di langit.”