٩٥٧ - حَدَّثَنَا بَهۡزٌ وَأَبُو كَامِلٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ (قَالَ
بَهۡزٌ: ) قَالَ: أَنۡبَأَنَا هِشَامُ بۡنُ عَمۡرٍو الۡفَزَارِيُّ، عَنۡ عَبۡدِ
الرَّحۡمٰنِ بۡنِ الۡحَارِثِ بۡنِ هِشَامٍ الۡمَخۡزُومِيِّ، عَنۡ عَلِيٍّ،
أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يَقُولُ فِي آخِرِ (وِتۡرِهِ): اللّٰهُمَّ إِنِّي
أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنۡ سَخَطِكَ، وَأَعُوذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنۡ عُقُوبَتِكَ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنۡكَ، وَلَا أُحۡصِي ثَنَاءً عَلَيۡكَ، أَنۡتَ كَمَا
أَثۡنَيۡتَ عَلَى نَفۡسِكَ. [راجع: ٧٥١].
957. Bahz dan Abu Kamil telah menceritakan kepada kami. Mereka berdua berkata:
Hammad menceritakan kepada kami. (Bahz berkata:) Hisyam bin ‘Amr Al-Fazari
memberitakan kepada kami dari ‘Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam
Al-Makhzumi, dari ‘Ali, bahwa Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—biasa
mengucapkan pada akhir salat witirnya,
“Allāhumma innī a‘ūżu biriḍāka min sakhaṭika wa a‘ūżu bimu‘āfātika min
‘uqūbatika wa a‘ūżu bika minka wa lā uḥṣī ṡanā’an ‘alaika anta kamā aṡnaita
‘alā nafsika (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridaan-Mu dari
kemurkaan-Mu. Aku berlindung dengan pemaafan-Mu dari hukuman-Mu. Aku
berlindung kepada-Mu dari (siksaan)-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian
kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri).”