Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2115 dan 2116

٤٧ - بَابُ إِذَا اشۡتَرَى شَيۡئًا، فَوَهَبَ مِنۡ سَاعَتِهِ قَبۡلَ أَنۡ يَتَفَرَّقَا، وَلَمۡ يُنۡكِرِ الۡبَائِعُ عَلَى الۡمُشۡتَرِي، أَوِ اشۡتَرَى عَبۡدًا فَأَعۡتَقَهُ
47. Bab Jika Seseorang Membeli Sesuatu, Lalu Ia Menghibahkannya Saat Itu Juga Sebelum Keduanya Berpisah dan Penjual Tidak Menyanggah Pembeli, atau Ia Membeli Seorang Budak Lalu Memerdekakannya


وَقَالَ طَاوُسٌ فِيمَنۡ يَشۡتَرِي السِّلۡعَةَ عَلَى الرِّضَا ثُمَّ بَاعَهَا: وَجَبَتۡ لَهُ وَالرِّبۡحُ لَهُ.

Thawus berkata tentang orang yang membeli barang atas dasar saling rida kemudian ia menjualnya, “Jual beli itu telah menjadi tetap baginya dan keuntungan adalah miliknya.”

٢١١٥ - وَقَالَ الۡحُمَيۡدِيُّ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ: حَدَّثَنَا عَمۡرٌو، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي سَفَرٍ، فَكُنۡتُ عَلَى بَكۡرٍ صَعۡبٍ لِعُمَرَ، فَكَانَ يَغۡلِبُنِي فَيَتَقَدَّمُ أَمَامَ الۡقَوۡمِ، فَيَزۡجُرُهُ عُمَرُ وَيَرُدُّهُ، ثُمَّ يَتَقَدَّمُ، فَيَزۡجُرُهُ عُمَرُ وَيَرُدُّهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِعُمَرَ: (بِعۡنِيهِ). قَالَ: هُوَ لَكَ يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: (بِعۡنِيهِ). فَبَاعَهُ مِنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (هُوَ لَكَ يَا عَبۡدَ اللهِ بۡنَ عُمَرَ، تَصۡنَعُ بِهِ مَا شِئۡتَ). [الحديث ٢١١٥ - طرفاه في: ٢٦١٠، ٢٦١١].

2115. Al-Humaidi berkata: Sufyan menceritakan kepada kami: ‘Amr menceritakan kepada kami dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—. Ia berkata:

Kami pernah bersama Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam sebuah perjalanan. Saat itu aku mengendarai seekor unta muda milik ‘Umar yang sulit dikendalikan. Unta itu membuatku kewalahan hingga maju ke depan rombongan, lalu ‘Umar menghardik dan mengembalikannya ke belakang. Kemudian ia maju lagi ke depan dan ‘Umar pun menghardik serta mengembalikannya lagi.

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepada ‘Umar, “Juallah ia kepadaku!”

‘Umar menjawab, “Unta itu untukmu, wahai Rasulullah.”

Beliau berkata, “Juallah ia kepadaku!”

Maka ‘Umar menjualnya kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Setelah itu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Unta itu untukmu wahai ‘Abdullah bin ‘Umar. Perbuatlah apa yang engkau kehendaki dengannya!”

٢١١٦ - قَالَ أَبُو عَبۡدِ اللهِ: وَقَالَ اللَّيۡثُ: حَدَّثَنِي عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ بۡنُ خَالِدٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ سَالِمِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: قَالَ بِعۡتُ مِنۡ أَمِيرِ الۡمُؤۡمِنِينَ عُثۡمَانَ مَالًا بِالۡوَادِي بِمَالٍ لَهُ بِخَيۡبَرَ، فَلَمَّا تَبَايَعۡنَا، رَجَعۡتُ عَلَى عَقِبِي حَتَّى خَرَجۡتُ مِنۡ بَيۡتِهِ، خَشۡيَةَ أَنۡ يُرَادَّنِي الۡبَيۡعَ، وَكَانَتِ السُّنَّةُ أَنَّ الۡمُتَبَايِعَيۡنِ بِالۡخِيَارِ حَتَّى يَتَفَرَّقَا. قَالَ عَبۡدُ اللهِ: فَلَمَّا وَجَبَ بَيۡعِي وَبَيۡعُهُ، رَأَيۡتُ أَنِّي قَدۡ غَبَنۡتُهُ، بِأَنِّي سُقۡتُهُ إِلَى أَرۡضِ ثَمُودٍ بِثَلَاثِ لَيَالٍ، وَسَاقَنِي إِلَى الۡمَدِينَةِ بِثَلَاثِ لَيَالٍ. [طرفه في: ٢١٠٧].

2116. Abu ‘Abdullah berkata: Al-Laits berkata: ‘Abdurrahman bin Khalid menceritakan kepadaku dari Ibnu Syihab, dari Salim bin ‘Abdullah, dari ‘Abdullah bin ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—. Ia berkata:

Aku menjual sebidang tanah milikku yang berada di lembah kepada Amirulmukminin ‘Utsman dengan ditukar tanah milik beliau yang ada di Khaibar. Setelah kami melakukan transaksi jual beli, aku segera pulang hingga keluar dari rumah beliau, karena aku khawatir beliau akan membatalkan jual beli denganku. Sunahnya adalah dua orang yang berjual beli memiliki hak pilih (khiar) sampai keduanya berpisah. ‘Abdullah berkata: Ketika jual beliku dan jual beli beliau telah menjadi tetap (mengikat), aku merasa bahwa aku mendapatkan keuntungan lebih dari beliau, karena aku membawanya (menjauh) ke (arah) tanah Tsamud dengan jarak tiga malam perjalanan, sedangkan beliau membawaku (mendekat) ke tanah yang dekat dengan Madinah dengan jarak tiga malam perjalanan.