٦٤ - بَابُ النَّهۡيِ لِلۡبَائِعِ أَنۡ لَا يُحَفِّلَ الۡإِبِلَ وَالۡبَقَرَ
وَالۡغَنَمَ وَكُلَّ مُحَفَّلَةٍ
64. Bab Larangan bagi Penjual untuk Tidak Mengumpulkan (Membiarkan Tidak
Diperah) Susu pada Unta, Sapi, dan Kambing serta Setiap Hewan yang
Dikumpulkan Susunya
وَالۡمُصَرَّاةُ: الَّتِي صُرِّيَ لَبَنُهَا وَحُقِنَ فِيهِ، وَجُمِعَ، فَلَمۡ
يُحۡلَبۡ أَيَّامًا، وَأَصۡلُ التَّصۡرِيَةِ حَبۡسُ الۡمَاءِ، يُقَالُ مِنۡهُ:
صَرَّيۡتُ الۡمَاءَ.
Al-Musharrah adalah hewan yang dibiarkan susunya dan ditahan di dalamnya,
serta dikumpulkan sehingga tidak diperah selama beberapa hari. Asal kata
at-tashriyah adalah membendung air, dikatakan darinya: “sharraitul ma’a” (aku
membendung air).
٢١٤٨ - حَدَّثَنَا ابۡنُ بُكَيۡرٍ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ، عَنۡ جَعۡفَرِ بۡنِ
رَبِيعَةَ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ: قَالَ أَبُو هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ،
عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: (لَا تُصَرُّوا الۡإِبِلَ وَالۡغَنَمَ، فَمَنِ ابۡتَاعَهَا
بَعۡدُ فَإِنَّهُ بِخَيۡرِ النَّظَرَيۡنِ بَيۡنَ أَنۡ يَحۡتَلِبَهَا: إِنۡ
شَاءَ أَمۡسَكَ، وَإِنۡ شَاءَ رَدَّهَا وَصَاعَ تَمۡرٍ). وَيُذۡكَرُ عَنۡ أَبِي
صَالِحٍ وَمُجَاهِدٍ وَالۡوَلِيدِ بۡنِ رَبَاحٍ وَمُوسَى بۡنِ يَسَارٍ، عَنۡ
أَبِي هُرَيۡرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: (صَاعَ تَمۡرٍ). وَقَالَ بَعۡضُهُمۡ،
عَنِ ابۡنِ سِيرِينَ: (صَاعًا مِنۡ طَعَامٍ، وَهُوَ بِالۡخِيَارِ ثَلَاثًا).
وَقَالَ بَعۡضُهُمۡ، عَنِ ابۡنِ سِيرِينَ: (صَاعًا مِنۡ تَمۡرٍ). وَلَمۡ
يَذۡكُرۡ ثَلَاثًا، وَالتَّمۡرُ أَكۡثَرُ. [طرفه في: ٢١٤٠].
2148. Ibnu Bukair telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada
kami dari Ja’far bin Rabi’ah, dari Al-A’raj: Abu Hurairah—radhiyallahu
‘anhu—berkata, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—: “Janganlah
kalian membendung susu unta dan kambing. Maka barang siapa yang membelinya
setelah itu, sesungguhnya dia memiliki dua pilihan yang terbaik setelah
memerahnya: jika dia menghendaki maka dia menahannya dan jika dia menghendaki
maka dia mengembalikannya beserta satu sha’ kurma.”
Dan disebutkan dari Abu Shalih, Mujahid, Al-Walid bin Rabah, dan Musa bin
Yasar, dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—:
“Satu sha’ kurma.”
Dan sebagian mereka berkata, dari Ibnu Sirin: “Satu sha’ makanan dan dia
memiliki hak khiar selama tiga hari.”
Dan sebagian mereka berkata, dari Ibnu Sirin: “Satu sha’ kurma,” dan tidak
menyebutkan tiga hari, dan riwayat dengan kata “kurma” lebih banyak.
٢١٤٩ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا مُعۡتَمِرٌ قَالَ: سَمِعۡتُ أَبِي
يَقُولُ: حَدَّثَنَا أَبُو عُثۡمَانَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مَسۡعُودٍ رَضِيَ
اللهُ عَنۡهُ قَالَ: مَنِ اشۡتَرَى شَاةً مُحَفَّلَةً فَرَدَّهَا فَلۡيَرُدَّ
مَعَهَا صَاعًا، وَنَهَى النَّبِيُّ ﷺ أَنۡ تُلَقَّى الۡبُيُوعُ. [الحديث ٢١٤٩
- طرفه في: ٢١٦٤].
2149. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Mu’tamir menceritakan kepada
kami. Dia berkata: Aku mendengar ayahku berkata: Abu ‘Utsman menceritakan
kepada kami dari ‘Abdullah bin Mas’ud—radhiyallahu ‘anhu—. Dia berkata,
“Barang siapa membeli kambing yang dibendung susunya lalu mengembalikannya,
maka hendaklah dia mengembalikannya bersama satu sha’.” Dan Nabi
Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang mencegat barang dagangan
(sebelum sampai ke pasar).