Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3376

١٧ - بَابُ ﴿فَلَمَّا جَاءَ آلَ لُوطٍ الۡمُرۡسَلُونَ قَالَ إِنَّكُمۡ قَوۡمٌ مُنۡكَرُونَ﴾ [الحجر: ٦٢]
17. Bab “Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Lut, ia berkata: Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang tidak dikenal.” (QS Al-Hijr: 62)


﴿بِرُكۡنِهِ﴾ [الذاريات: ٣٩]: بِمَنۡ مَعَهُ لِأَنَّهُمۡ قُوَّتُهُ. ﴿تَرۡكَنُوا﴾ [هود: ١١٣] تَمِيلُوا. فَأَنۡكَرَهُمۡ وَنَكِرَهُمۡ وَاسۡتَنۡكَرَهُمۡ وَاحِدٌ. ﴿يُهۡرَعُونَ﴾ [هود: ٧٨]: يُسۡرِعُونَ، ﴿دَابِرَ﴾ [الحجر: ٦٦] آخِرَ. ﴿صَيۡحَةٌ﴾ [يس: ٢٩] هَلَكَةٌ. ﴿لِلۡمُتَوَسِّمِينَ﴾ [الحجر: ٧٥]. لِلنَّاظِرِينَ. ﴿لَبِسَبِيلٍ﴾ [الحجر: ٧٦]: لَبِطَرِيقٍ.

Bi ruknihi” (QS Az-Zariyat: 39): dengan orang-orang yang bersamanya, karena mereka adalah kekuatannya. “Tarkanu” (QS Hud: 113): kamu cenderung. Kata ankarahum, nakirahum, dan istankarahum memiliki satu makna. “Yuhra’ūn” (QS Hud: 78): mereka bersegera. “Dābir” (QS Al-Hijr: 66): akhir. “Ṣaiḥah” (QS Yasin: 29): kebinasaan. “Lil-mutawassimīn” (QS Al-Hijr: 75): bagi orang-orang yang memperhatikan. “Labi sabīlin” (QS Al-Hijr: 76): benar-benar di jalan.

٣٣٧٦ - حَدَّثَنَا مَحۡمُودٌ: حَدَّثَنَا أَبُو أَحۡمَدَ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ أَبِي إِسۡحَاقَ، عَنِ الۡأَسۡوَدِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَرَأَ النَّبِيُّ ﷺ: (﴿فَهَلۡ مِنۡ مُدَّكِرٍ﴾‏‏). [القمر: ١٧]. [طرفه في: ٣٣٤١].

3376. Mahmud telah menceritakan kepada kami: Abu Ahmad menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Al-Aswad, dari ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membaca: “Fa hal min muddakir.” (QS Al-Qamar: 17).