١٧ - بَابُ ﴿فَلَمَّا جَاءَ آلَ لُوطٍ الۡمُرۡسَلُونَ قَالَ إِنَّكُمۡ
قَوۡمٌ مُنۡكَرُونَ﴾ [الحجر: ٦٢]
17. Bab “Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Lut, ia berkata:
Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang tidak dikenal.” (QS Al-Hijr: 62)
﴿بِرُكۡنِهِ﴾ [الذاريات: ٣٩]: بِمَنۡ مَعَهُ لِأَنَّهُمۡ قُوَّتُهُ.
﴿تَرۡكَنُوا﴾ [هود: ١١٣] تَمِيلُوا. فَأَنۡكَرَهُمۡ وَنَكِرَهُمۡ
وَاسۡتَنۡكَرَهُمۡ وَاحِدٌ. ﴿يُهۡرَعُونَ﴾ [هود: ٧٨]: يُسۡرِعُونَ، ﴿دَابِرَ﴾
[الحجر: ٦٦] آخِرَ. ﴿صَيۡحَةٌ﴾ [يس: ٢٩] هَلَكَةٌ. ﴿لِلۡمُتَوَسِّمِينَ﴾
[الحجر: ٧٥]. لِلنَّاظِرِينَ. ﴿لَبِسَبِيلٍ﴾ [الحجر: ٧٦]: لَبِطَرِيقٍ.
“Bi ruknihi” (QS Az-Zariyat: 39): dengan orang-orang yang bersamanya, karena
mereka adalah kekuatannya. “Tarkanu” (QS Hud: 113): kamu cenderung. Kata
ankarahum, nakirahum, dan istankarahum memiliki satu makna. “Yuhra’ūn” (QS
Hud: 78): mereka bersegera. “Dābir” (QS Al-Hijr: 66): akhir. “Ṣaiḥah” (QS
Yasin: 29): kebinasaan. “Lil-mutawassimīn” (QS Al-Hijr: 75): bagi orang-orang
yang memperhatikan. “Labi sabīlin” (QS Al-Hijr: 76): benar-benar di jalan.
٣٣٧٦ - حَدَّثَنَا مَحۡمُودٌ: حَدَّثَنَا أَبُو أَحۡمَدَ: حَدَّثَنَا
سُفۡيَانُ، عَنۡ أَبِي إِسۡحَاقَ، عَنِ الۡأَسۡوَدِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ
اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَرَأَ النَّبِيُّ ﷺ: (﴿فَهَلۡ مِنۡ مُدَّكِرٍ﴾).
[القمر: ١٧]. [طرفه في:
٣٣٤١].
3376. Mahmud telah menceritakan kepada kami: Abu Ahmad menceritakan kepada
kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Al-Aswad, dari
‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Nabi—shallallahu ‘alaihi
wa sallam—membaca: “Fa hal min muddakir.” (QS Al-Qamar: 17).