Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2183 dan 2184

٨٢ - بَابُ بَيۡعِ الۡمُزَابَنَةِ، وَهِيَ بَيۡعُ الثَّمَرِ بِالتَّمۡرِ، وَبَيۡعُ الزَّبِيبِ بِالۡكَرۡمِ، وَبَيۡعُ الۡعَرَايَا
82 Bab Jual Beli Muzabanah, yaitu Menjual Buah (di Pohon) dengan Kurma (Kering), Menjual Kismis dengan Anggur (di Pohon), dan Jual Beli ‘Araya


قَالَ أَنَسٌ: نَهَى النَّبِيُّ ﷺ عَنِ الۡمُزَابَنَةِ وَالۡمُحَاقَلَةِ.

Anas berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang muzabanah dan muhaqalah (jual beli biji-bijian yang masih berada di tangkainya (masih di ladang) dengan biji-bijian sejenis yang sudah dibersihkan menggunakan sistem taksiran).

٢١٨٣ - حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ بُكَيۡرٍ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ، عَنۡ عُقَيۡلٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ: أَخۡبَرَنِي سَالِمُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا تَبِيعُوا الثَّمَرَ حَتَّى يَبۡدُوَ صَلَاحُهُ، وَلَا تَبِيعُوا الثَّمَرَ بِالتَّمۡرِ). [طرفه في: ١٤٨٦].

2183. Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada kami dari ‘Uqail, dari Ibnu Syihab: Salim bin ‘Abdullah mengabarkan kepadaku, dari ‘Abdullah bin ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah kalian menjual buah hingga tampak kelayakannya (matang) dan janganlah kalian menjual buah (di pohon) dengan kurma (kering).”

٢١٨٤ - قَالَ سَالِمٌ: وَأَخۡبَرَنِي عَبۡدُ اللهِ، عَنۡ زَيۡدِ بۡنِ ثَابِتٍ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ رَخَّصَ بَعۡدَ ذٰلِكَ فِي بَيۡعِ الۡعَرِيَّةِ بِالرُّطَبِ أَوۡ بِالتَّمۡرِ، وَلَمۡ يُرَخِّصۡ فِي غَيۡرِهِ. [طرفه في: ٢١٧٣].

2184. Salim berkata: Dan ‘Abdullah mengabarkan kepadaku dari Zaid bin Tsabit: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—setelah itu memberikan keringanan dalam jual beli ‘ariyyah (jamaknya adalah ‘araya, yaitu jual beli kurma di pohon untuk dimakan segera dengan kurma yang sudah dipanen dengan cara taksiran) dengan kurma basah atau dengan kurma kering, dan beliau tidak memberikan keringanan pada selain itu.