٩٢ - بَابُ بَيۡعِ النَّخۡلِ بِأَصۡلِهِ
92. Bab Menjual Pohon Kurma Beserta Batang Pokoknya
٢٢٠٦ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ، عَنۡ
نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:
(أَيُّمَا امۡرِىءٍ أَبَّرَ نَخۡلًا ثُمَّ بَاعَ أَصۡلَهَا، فَلِلَّذِي أَبَّرَ
ثَمَرُ النَّخۡلِ، إِلَّا أَنۡ يَشۡتَرِطَهُ الۡمُبۡتَاعُ). [طرفه في:
٢٢٠٣].
2206. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan
kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—: Nabi
Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Siapa pun yang telah
mengawinkan pohon kurma kemudian menjual batang pokoknya, maka buah pohon
kurma itu adalah milik orang yang mengawinkannya, kecuali jika pembeli
memberikan syarat (bahwa buahnya untuk pembeli).”