١ - بَابُ فَرۡضِ الۡخُمُسِ
1. Bab Kewajiban Khumus
٣٠٩١ - حَدَّثَنَا عَبۡدَانُ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ اللهِ: أَخۡبَرَنَا يُونُسُ،
عَنِ الزُّهۡرِيِّ قَالَ: أَخۡبَرَنِي عَلِيُّ بۡنُ الۡحُسَيۡنِ: أَنَّ
حُسَيۡنَ بۡنَ عَلِيٍّ عَلَيۡهِمَا السَّلَامُ أَخۡبَرَهُ: أَنَّ عَلِيًّا
قَالَ: كَانَتۡ لِي شَارِفٌ مِنۡ نَصِيبِي مِنَ الۡمَغۡنَمِ يَوۡمَ بَدۡرٍ،
وَكَانَ النَّبِيُّ ﷺ أَعۡطَانِي شَارِفًا مِنَ الۡخُمُسِ، فَلَمَّا أَرَدۡتُ
أَنۡ أَبۡتَنِيَ بِفَاطِمَةَ بِنۡتِ رَسُولِ اللهِ ﷺ، وَاعَدۡتُ رَجُلًا
صَوَّاغًا مِنۡ بَنِي قَيۡنُقَاعَ أَنۡ يَرۡتَحِلَ مَعِيَ، فَنَأۡتِيَ
بِإِذۡخِرٍ أَرَدۡتُ أَنۡ أَبِيعَهُ الصَّوَّاغِينَ، وَأَسۡتَعِينَ بِهِ فِي
وَلِيمَةِ عُرۡسِي، فَبَيۡنَا أَنَا أَجۡمَعُ لِشَارِفَيَّ مَتَاعًا مِنَ
الۡأَقۡتَابِ وَالۡغَرَائِرِ وَالۡحِبَالِ، وَشَارِفَايَ مُنَاخَانِ إِلَى
جَنۡبِ حُجۡرَةِ رَجُلٍ مِنَ الۡأَنۡصَارِ، رَجَعۡتُ حِينَ جَمَعۡتُ مَا
جَمَعۡتُ، فَإِذَا شَارِفَايَ قَدِ اجۡتُبَّ أَسۡنِمَتُهُمَا، وَبُقِرَتۡ
خَوَاصِرُهُمَا وَأُخِذَ مِنۡ أَكۡبَادِهِمَا، فَلَمۡ أَمۡلِكۡ عَيۡنَيَّ حِينَ
رَأَيۡتُ ذٰلِكَ الۡمَنۡظَرَ مِنۡهُمَا، فَقُلۡتُ: مَنۡ فَعَلَ هٰذَا؟
فَقَالُوا: فَعَلَ حَمۡزَةُ بۡنُ عَبۡدِ الۡمُطَّلِبِ، وَهُوَ فِي هٰذَا
الۡبَيۡتِ فِي شَرۡبٍ مِنَ الۡأَنۡصَارِ، فَانۡطَلَقۡتُ حَتَّى أَدۡخُلَ عَلَى
النَّبِيِّ ﷺ وَعِنۡدَهُ زَيۡدُ بۡنُ حَارِثَةَ، فَعَرَفَ النَّبِيُّ ﷺ فِي
وَجۡهِي الَّذِي لَقِيتُ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (مَا لَكَ؟) فَقُلۡتُ: يَا
رَسُولَ اللهَ، مَا رَأَيۡتُ كَالۡيَوۡمِ قَطُّ، عَدَا حَمۡزَةُ عَلَى
نَاقَتَيَّ، فَأَجَبَّ أَسۡنِمَتَهُمَا، وَبَقَرَ خَوَاصِرَهُمَا، وَهَا هُوَ
ذَا فِي بَيۡتٍ مَعَهُ شَرۡبٌ، فَدَعَا النَّبِيُّ ﷺ بِرِدَائِهِ فَارۡتَدَى،
ثُمَّ انۡطَلَقَ يَمۡشِي، وَاتَّبَعۡتُهُ أَنَا وَزَيۡدُ بۡنُ حَارِثَةَ حَتَّى
جَاءَ الۡبَيۡتَ الَّذِي فِيهِ حَمۡزَةُ، فَاسۡتَأۡذَنَ، فَأَذِنُوا لَهُمۡ
فَإِذَا هُمۡ شَرۡبٌ، فَطَفِقَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَلُومُ حَمۡزَةَ فِيمَا
فَعَلَ، فَإِذَا حَمۡزَةُ قَدۡ ثَمِلَ، مُحۡمَرَّةً عَيۡنَاهُ، فَنَظَرَ
حَمۡزَةُ إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ ثُمَّ صَعَّدَ النَّظَرَ، فَنَظَرَ إِلَى
رُكۡبَتِهِ، ثُمَّ صَعَّدَ النَّظَرَ، فَنَظَرَ إِلَى سُرَّتِهِ، ثُمَّ صَعَّدَ
النَّظَرَ فَنَظَرَ إِلَى وَجۡهِهِ، ثُمَّ قَالَ حَمۡزَةُ: هَلۡ أَنۡتُمۡ
إِلَّا عَبِيدٌ لِأَبِي، فَعَرَفَ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَنَّهُ قَدۡ ثَمِلَ،
فَنَكَصَ رَسُولُ اللهِ ﷺ عَلَى عَقِبَيۡهِ الۡقَهۡقَرَى، وَخَرَجۡنَا مَعَهُ.
[طرفه في:
٢٠٨٩].
3091. ‘Abdan telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah mengabarkan kepada
kami: Yunus mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri. Ia berkata: ‘Ali bin Husain
mengabarkan kepadaku bahwa Husain bin ‘Ali—‘alaihimas-salam—mengabarkan
kepadanya: ‘Ali berkata:
Aku memiliki seekor unta tua yang gemuk dari bagian harta rampasan perangku
pada hari perang Badr dan Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—juga
telah memberiku seekor unta tua yang gemuk lainnya dari bagian khumus. Maka
tatkala aku hendak membangun rumah tangga bersama Fathimah putri
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, aku membuat janji dengan seorang
pria pandai besi dari Bani Qainuqa’ untuk pergi bersamaku guna mengambil
rumput idzkhir. Aku berniat menjualnya kepada para pandai besi dan menggunakan
hasil penjualannya untuk membantu biaya walimah pernikahanku.
Ketika aku sedang mengumpulkan perlengkapan untuk kedua unta tuaku berupa
pelana, karung-karung besar, dan tali-tali, kedua untaku diderumkan di samping
kamar seorang pria dari kaum Ansar, aku pun kembali setelah mengumpulkan apa
yang bisa aku kumpulkan. Ternyata kedua untaku telah dipotong punuknya dan
dibelah perutnya, serta diambil sebagian dari hatinya. Aku tidak kuasa menahan
air mataku ketika melihat pemandangan tragis pada kedua unta tersebut. Aku
bertanya, “Siapa yang melakukan ini?”
Mereka menjawab, “Yang melakukannya adalah Hamzah bin ‘Abdul Muththalib dan
dia sedang berada di dalam rumah ini bersama sekelompok peminum dari kaum
Ansar.”
Maka aku segera pergi hingga masuk menemui Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi
wa sallam—yang saat itu di sisi beliau ada Zaid bin Haritsah. Nabi—shallallahu
‘alaihi wa sallam—langsung mengenali rona kesedihan di wajahku akibat musibah
yang baru aku alami. Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bertanya, “Ada apa
denganmu?”
Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihat pemandangan tragis
seperti hari ini sama sekali. Hamzah telah menganiaya kedua unta betinaku. Ia
memotong punuk keduanya dan membelah perut keduanya. Sekarang dia ada di dalam
sebuah rumah bersama sekelompok peminum.”
Maka Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—meminta jubahnya lalu memakainya,
kemudian beliau berjalan pergi. Aku bersama Zaid bin Haritsah mengikuti beliau
hingga beliau tiba di rumah yang di dalamnya ada Hamzah. Beliau meminta izin,
lalu mereka pun mengizinkan mereka masuk. Ternyata mereka memang sedang
berkumpul minum-minum. Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mulai menegur
Hamzah atas perbuatannya. Namun ternyata Hamzah telah mabuk berat dan kedua
matanya memerah. Hamzah memandang Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—,
kemudian mengarahkan pandangannya ke atas. Ia memandang ke arah lutut beliau,
lalu mengarahkan pandangannya ke atas lagi. Ia memandang ke arah pusar beliau,
lalu mengarahkan pandangannya ke atas lagi. Ia memandang ke arah wajah beliau.
Kemudian Hamzah berkata, “Bukankah kalian semua tidak lain hanyalah
budak-budak bagi ayahku?”
Maka Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menyadari bahwa ia benar-benar
telah mabuk berat. Lalu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berjalan
mundur kembali di atas kedua tumit beliau dan kami pun keluar bersama beliau.