٥٠ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ
نِحۡلَةً﴾ [النساء: ٤] وَكَثۡرَةِ الۡمَهۡرِ، وَأَدۡنَى مَا يَجُوزُ مِنَ
الصَّدَاقِ
50. Bab Firman Allah Taala: “Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu
nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” (QS An-Nisa’: 4) dan
Tentang Banyaknya Mahar, serta Batas Minimal Mahar yang Diperbolehkan
وَقَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿وَآتَيۡتُمۡ إِحۡدَاهُنَّ قِنۡطَارًا فَلَا تَأۡخُذُوا
مِنۡهُ شَيۡئًا﴾ [النساء: ٢٠] وَقَوۡلِهِ جَلَّ ذِكۡرُهُ: ﴿أَوۡ تَفۡرِضُوا
لَهُنَّ﴾ [البقرة: ٢٣٦]. وَقَالَ سَهۡلٌ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (وَلَوۡ خَاتَمًا
مِنۡ حَدِيدٍ).
Dan firman-Nya: “Sedang kalian telah memberikan kepada seseorang di antara
mereka harta yang banyak, maka janganlah kalian mengambil kembali sedikit pun
darinya.” (QS An-Nisa’: 20).
Serta firman-Nya—jalla dzikruhu—: “dan sebelum kalian menentukan maharnya bagi
mereka.” (QS Al-Baqarah: 236).
Sahl berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Walaupun
hanya berupa cincin dari besi.”
٥١٤٨ - حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ عَبۡدِ
الۡعَزِيزِ بۡنِ صُهَيۡبٍ، عَنۡ أَنَسٍ: أَنَّ عَبۡدَ الرَّحۡمٰنِ بۡنَ عَوۡفٍ
تَزَوَّجَ امۡرَأَةً عَلَى وَزۡنِ نَوَاةٍ، فَرَأَى النَّبِيُّ ﷺ بَشَاشَةَ
الۡعُرۡسِ، فَسَأَلَهُ، فَقَالَ: إِنِّي تَزَوَّجۡتُ امۡرَأَةً عَلَى وَزۡنِ
نَوَاةٍ. وَعَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ أَنَسٍ: أَنَّ عَبۡدَ الرَّحۡمٰنِ بۡنَ
عَوۡفٍ، تَزَوَّجَ امۡرَأَةً عَلَى وَزۡنِ نَوَاةٍ مِنۡ ذَهَبٍ. [طرفه في:
٢٠٤٩].
5148. Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan
kepada kami dari ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib, dari Anas:
‘Abdurrahman bin ‘Auf menikahi seorang wanita dengan mahar seberat biji kurma
(emas). Lalu Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melihat tanda-tanda
kegembiraan pengantin pada dirinya, maka beliau bertanya kepadanya. Ia
menjawab, “Sesungguhnya aku telah menikahi seorang wanita dengan mahar seberat
biji kurma.”
Dan dari Qatadah, dari Anas: ‘Abdurrahman bin ‘Auf menikahi seorang wanita
dengan mahar emas seberat biji kurma.