٨٧ - بَابٌ لَا تَأۡذَنُ الۡمَرۡأَةُ فِي بَيۡتِ زَوۡجِهَا لِأَحَدٍ إِلَّا
بِإِذۡنِهِ
87. Bab Wanita Tidak Boleh Memberi Izin kepada Siapa Pun di Rumah Suaminya
kecuali dengan Izinnya
٥١٩٥ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ: حَدَّثَنَا أَبُو
الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا يَحِلُّ لِلۡمَرۡأَةِ أَنۡ تَصُومَ
وَزَوۡجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذۡنِهِ، وَلَا تَأۡذَنَ فِي بَيۡتِهِ إِلَّا
بِإِذۡنِهِ، وَمَا أَنۡفَقَتۡ مِنۡ نَفَقَةٍ عَنۡ غَيۡرِ أَمۡرِهِ فَإِنَّهُ
يُؤَدَّى إِلَيۡهِ شَطۡرُهُ). وَرَوَاهُ أَبُو الزِّنَادِ أَيۡضًا عَنۡ مُوسَى،
عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ فِي الصَّوۡمِ. [طرفه في:
٢٠٦٦].
5195. Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada
kami: Abu Az-Zinad menceritakan kepada kami dari Al-A’raj, dari Abu
Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—bersabda, “Tidak halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sedangkan
suaminya ada di rumah kecuali dengan izinnya, dan janganlah ia memberi izin
(kepada orang lain untuk masuk) ke rumah suaminya kecuali dengan izinnya.
Adapun nafkah yang ia infakkan tanpa perintah suaminya, maka setengah
pahalanya kembali kepada suaminya.”
Dan Abu Az-Zinad juga meriwayatkannya dari Musa, dari ayahnya, dari Abu
Hurairah mengenai puasa.