٥٥ - بَابٌ حَدِيثُ الۡغَارِ
55. Bab Hadis tentang Gua
٣٤٦٥ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ خَلِيلٍ: أَخۡبَرَنَا عَلِيُّ بۡنُ
مُسۡهِرٍ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ
رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (بَيۡنَمَا ثَلَاثَةُ
نَفَرٍ مِمَّنۡ كَانَ قَبۡلَكُمۡ يَمۡشُونَ، إِذۡ أَصَابَهُمۡ مَطَرٌ،
فَأَوَوۡا إِلَى غَارٍ فَانۡطَبَقَ عَلَيۡهِمۡ، فَقَالَ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ:
إِنَّهُ وَاللهِ يَا هَؤُلَاءِ، لَا يُنۡجِيكُمۡ إِلَّا الصِّدۡقُ، فَلۡيَدۡعُ
كُلُّ رَجُلٍ مِنۡكُمۡ بِمَا يَعۡلَمُ أَنَّهُ قَدۡ صَدَقَ فِيهِ،
3465. Ismail bin Khalil telah menceritakan kepada kami: ‘Ali bin Mushir
mengabarkan kepada kami dari ‘Ubaidullah bin ‘Umar, dari Nafi’, dari Ibnu
‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—bersabda:
Ketika ada tiga orang laki-laki dari orang-orang sebelum kalian sedang
berjalan, tiba-tiba mereka kehujanan, lalu mereka berlindung ke dalam sebuah
gua, kemudian gua tersebut menutup mereka. Sebagian mereka berkata kepada
sebagian yang lain, “Demi Allah, wahai sekalian orang, tidak ada yang dapat
menyelamatkan kalian melainkan kejujuran, maka hendaklah setiap orang dari
kalian berdoa dengan amalan yang ia ketahui bahwa ia benar-benar jujur di
dalamnya.”
فَقَالَ وَاحِدٌ مِنۡهُمُ: اللّٰهُمَّ إِنۡ كُنۡتَ تَعۡلَمُ أَنَّهُ كَانَ لِي
أَجِيرٌ عَمِلَ لِي عَلَى فَرَقٍ مِنۡ أَرُزٍّ، فَذَهَبَ وَتَرَكَهُ، وَأَنِّي
عَمَدۡتُ إِلَى ذٰلِكَ الۡفَرَقِ فَزَرَعۡتُهُ، فَصَارَ مِنۡ أَمۡرِهِ أَنِّي
اشۡتَرَيۡتُ مِنۡهُ بَقَرًا، وَأَنَّهُ أَتَانِي يَطۡلُبُ أَجۡرَهُ، فَقُلۡتُ:
اعۡمِدۡ إِلَى تِلۡكَ الۡبَقَرِ فَسُقۡهَا، فَقَالَ لِي: إِنَّمَا لِي عِنۡدَكَ
فَرَقٌ مِنۡ أَرُزٍّ، فَقُلۡتُ لَهُ: اعۡمِدۡ إِلَى تِلۡكَ الۡبَقَرِ،
فَإِنَّهَا مِنۡ ذٰلِكَ الۡفَرَقِ، فَسَاقَهَا، فَإِنۡ كُنۡتَ تَعۡلَمُ أَنِّي
فَعَلۡتُ ذٰلِكَ مِنۡ خَشۡيَتِكَ فَفَرِّجۡ عَنَّا، فَانۡسَاحَتۡ عَنۡهُمُ
الصَّخۡرَةُ.
Salah seorang dari mereka berdoa, “Ya Allah, jika Engkau Mengetahui bahwa
dahulu aku memiliki seorang pekerja yang bekerja untukku dengan upah satu
faraq beras, lalu ia pergi dan meninggalkannya. Sesungguhnya aku sengaja
mengambil satu faraq beras tersebut lalu aku menanamnya, hingga hasilnya
berkembang sampai aku bisa membeli sekawanan sapi darinya. Kemudian pekerja
itu datang kepadaku untuk menuntut upahnya, maka aku berkata: Pergilah ke
sekawanan sapi itu lalu giringlah semuanya! Ia berkata kepadaku: Sesungguhnya
hakku yang ada padamu hanyalah satu faraq beras. Aku katakan kepadanya:
Pergilah ke sekawanan sapi itu, karena sesungguhnya sapi-sapi itu berasal dari
satu faraq beras tersebut. Ia pun menggiringnya semuanya. Jika Engkau
Mengetahui bahwa aku melakukan hal itu karena takut kepada-Mu, maka bukakanlah
celah untuk kami.”
Batu besar itu pun bergeser membuka dari mereka.
فَقَالَ الۡآخَرُ: اللّٰهُمَّ إِنۡ كُنۡتَ تَعۡلَمُ: كَانَ لِي أَبَوَانِ
شَيۡخَانِ كَبِيرَانِ، فَكُنۡتُ آتِيهِمَا كُلَّ لَيۡلَةٍ بِلَبَنِ غَنَمٍ لِي،
فَأَبۡطَأۡتُ عَلَيۡهِمَا لَيۡلَةً، فَجِئۡتُ وَقَدۡ رَقَدَا، وَأَهۡلِي
وَعِيَالِي يَتَضَاغَوۡنَ مِنَ الۡجُوعِ، فَكُنۡتُ لَا أَسۡقِيهِمۡ حَتَّى
يَشۡرَبَ أَبَوَايَ، فَكَرِهۡتُ أَنۡ أُوقِظَهُمَا وَكَرِهۡتُ أَنۡ أَدَعَهُمَا
فَيَسۡتَكِنَّا لِشَرۡبَتِهِمَا، فَلَمۡ أَزَلۡ أَنۡتَظِرُ حَتَّى طَلَعَ
الۡفَجۡرُ، فَإِنۡ كُنۡتَ تَعۡلَمُ أَنِّي فَعَلۡتُ ذٰلِكَ مِنۡ خَشۡيَتِكَ
فَفَرِّجۡ عَنَّا، فَانۡسَاحَتۡ عَنۡهُمُ الصَّخۡرَةُ حَتَّى نَظَرُوا إِلَى
السَّمَاءِ.
Orang yang lain berdoa, “Ya Allah, jika Engkau Mengetahui: Dahulu aku memiliki
kedua orang tua yang sudah sangat tua renta dan aku selalu mendatangi keduanya
setiap malam dengan membawakan susu kambing milikku. Lalu pada suatu malam aku
terlambat pulang kepada keduanya, maka aku datang dalam keadaan keduanya telah
tertidur, padahal istri dan anak-anakku menangis kelaparan. Aku tidak mau
memberi mereka minum sampai kedua orang tuaku minum terlebih dahulu. Aku
enggan membangunkan keduanya dan aku juga enggan meninggalkan keduanya
sehingga mereka melewatkan porsi minumnya. Aku terus-menerus menunggu hingga
fajar terbit. Jika Engkau Mengetahui bahwa aku melakukan hal itu karena takut
kepada-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami.”
Batu besar itu pun bergeser membuka dari mereka hingga mereka dapat melihat ke
langit.
فَقَالَ الۡآخَرُ: اللّٰهُمَّ إِنۡ كُنۡتَ تَعۡلَمُ أَنَّهُ كَانَ لِي ابۡنَةُ
عَمٍّ مِنۡ أَحَبِّ النَّاسِ إِلَيَّ، وَأَنِّي رَاوَدۡتُهَا عَنۡ نَفۡسِهَا
فَأَبَتۡ إِلَّا أَنۡ آتِيَهَا بِمِائَةِ دِينَارٍ، فَطَلَبۡتُهَا حَتَّى
قَدَرۡتُ، فَأَتَيۡتُهَا بِهَا فَدَفَعۡتُهَا إِلَيۡهَا فَأَمۡكَنَتۡنِي مِنۡ
نَفۡسِهَا، فَلَمَّا قَعَدۡتُ بَيۡنَ رِجۡلَيۡهَا، فَقَالَتِ: اتَّقِ اللهَ
وَلَا تَفُضَّ الۡخَاتَمَ إِلَّا بِحَقِّهِ، فَقُمۡتُ وَتَرَكۡتُ الۡمِائَةَ
دِينَارٍ، فَإِنۡ كُنۡتَ تَعۡلَمُ أَنِّي فَعَلۡتُ ذٰلِكَ مِنۡ خَشۡيَتِكَ
فَفَرِّجۡ عَنَّا، فَفَرَّجَ اللهُ عَنۡهُمۡ فَخَرَجُوا). [طرفه في:
٢٢١٥].
Orang yang lain lagi berdoa, “Ya Allah, jika Engkau Mengetahui bahwa dahulu
aku memiliki seorang sepupu perempuan yang termasuk orang yang paling aku
cintai, dan sesungguhnya aku mengajak dirinya (untuk berzina), namun ia
menolak kecuali jika aku membawakannya uang seratus dinar. Aku pun berusaha
mencarinya hingga berhasil mendapatkannya, lalu aku datang membawakannya uang
tersebut dan menyerahkannya kepadanya, sehingga ia memberikan kesempatan atas
dirinya kepadaku. Ketika aku telah duduk di antara kedua selangkangannya, ia
berkata: Bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu memecahkan cincin
melainkan dengan haknya! Maka aku pun langsung bangkit berdiri dan
meninggalkan uang seratus dinar tersebut. Jika Engkau Mengetahui bahwa aku
melakukan hal itu karena takut kepada-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami.”
Allah pun membukakan celah dari mereka sehingga mereka bisa keluar.