Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4575

٢ - بَابٌ ﴿وَمَنۡ كَانَ فَقِيرًا فَلۡيَأۡكُلۡ بِالۡمَعۡرُوفِ فَإِذَا دَفَعۡتُمۡ إِلَيۡهِمۡ أَمۡوَالَهُمۡ فَأَشۡهِدُوا عَلَيۡهِمۡ‏ وَكَفَى بِاللهِ حَسِيبًا﴾ ۝٦
2. Bab “Dan barang siapa yang miskin, maka bolehlah ia memakan harta itu menurut cara yang makruf. Kemudian apabila kalian menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kalian mengadakan saksi-saksi bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas.” (QS An-Nisa’: 6).


﴿وَبِدَارًا﴾ [٦] مُبَادَرَةً. ﴿أَعۡتَدۡنَا﴾ [١٨]: أَعۡدَدۡنَا، أَفۡعَلۡنَا مِنَ الۡعَتَادِ.

Wabidaran” bermakna bersegera. “A’tadna” (QS An-Nisa’: 18) bermakna Kami sediakan; merupakan bentuk af’alnā dari kata al-‘atad (persiapan/peralatan).

٤٥٧٥ - حَدَّثَنِي إِسۡحَاقُ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ نُمَيۡرٍ: حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا: فِي قَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿وَمَنۡ كَانَ غَنِيًّا فَلۡيَسۡتَعۡفِفۡ وَمَنۡ كَانَ فَقِيرًا فَلۡيَأۡكُلۡ بِالۡمَعۡرُوفِ﴾ [٦] أَنَّهَا نَزَلَتۡ فِي مَالِ الۡيَتِيمِ إِذَا كَانَ فَقِيرًا: أَنَّهُ يَأۡكُلُ مِنۡهُ مَكَانَ قِيَامِهِ عَلَيۡهِ بِمَعۡرُوفٍ. [طرفه في: ٢٢١٢].

4575. Ishaq telah menceritakan kepadaku: ‘Abdullah bin Numair mengabarkan kepada kami: Hisyam menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha—mengenai firman Allah taala: “Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa yang miskin, maka bolehlah ia memakan harta itu menurut cara yang makruf”, bahwasanya ayat ini diturunkan berkaitan dengan harta anak yatim apabila wali (pengasuhnya) seorang yang miskin; yaitu ia boleh memakan dari harta tersebut sebagai imbalan atas pengurusannya terhadap anak yatim itu dengan cara yang makruf.