Cari Blog Ini

Sunan At-Tirmidzi hadis nomor 597

٦٦ - بَابٌ أَنَّ صَلَاةَ اللَّيۡلِ وَالنَّهَارِ مَثۡنَى مَثۡنَى
66. Bab Bahwasanya Salat Malam dan Siang Itu Dua Rakaat Dua Rakaat


٥٩٧ - (صحيح) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ بۡنُ مَهۡدِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ يَعۡلَى بۡنِ عَطَاءٍ، عَنۡ عَلِيٍّ الۡأَزۡدِيِّ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (صَلَاةُ اللَّيۡلِ وَالنَّهَارِ مَثۡنَى مَثۡنَى). وَاخۡتَلَفَ أَصۡحَابُ شُعۡبَةَ فِي حَدِيثِ ابۡنِ عُمَرَ: فَرَفَعَهُ بَعۡضُهُمۡ وَأَوۡقَفَهُ بَعۡضُهُمۡ. وَرُوِيَ عَنۡ عَبۡدِ اللهِ الۡعُمَرِيِّ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ نَحۡوُ هٰذَا. وَالصَّحِيحُ مَا رُوِيَ عَنِ ابۡنِ عُمَرَ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (صَلَاةُ اللَّيۡلِ مَثۡنَى مَثۡنَى). وَرَوَى الثِّقَاتُ عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ، وَلَمۡ يَذۡكُرُوا فِيهِ صَلَاةَ النَّهَارِ. وَقَدۡ رُوِيَ عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ: أَنَّهُ كَانَ يُصَلِّي بِاللَّيۡلِ مَثۡنَى مَثۡنَى، وَبِالنَّهَارِ أَرۡبَعًا. وَقَدِ اخۡتَلَفَ أَهۡلُ الۡعِلۡمِ فِي ذٰلِكَ: فَرَأَى بَعۡضُهُمۡ أَنَّ صَلَاةَ اللَّيۡلِ وَالنَّهَارِ مَثۡنَى مَثۡنَى. وَهُوَ قَوۡلُ الشَّافِعِيِّ، وَأَحۡمَدَ. وَقَالَ بَعۡضُهُمۡ: صَلَاةُ اللَّيۡلِ مَثۡنَى مَثۡنَى، وَرَأَوۡا صَلَاةَ التَّطَوُّعِ بِالنَّهَارِ أَرۡبَعًا، مِثۡلَ الۡأَرۡبَعِ قَبۡلَ الظُّهۡرِ وَغَيۡرِهَا مِنۡ صَلَاةِ التَّطَوُّعِ. وَهُوَ قَوۡلُ سُفۡيَانَ الثَّوۡرِيِّ، وَابۡنِ الۡمُبَارَكِ، وَإِسۡحَاقَ. [(ابن ماجه)(١٣٢٢)].

597. [Sahih] Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: ‘Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami. Ia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Ya’la bin ‘Atha`, dari ‘Ali Al-Azdi, dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Salat malam dan siang itu dua rakaat dua rakaat.”

Para sahabat Syu’bah berselisih pendapat mengenai hadis Ibnu ‘Umar ini. Sebagian mereka menyandarkannya sampai kepada Nabi dan sebagian lainnya menyandarkannya hanya sampai kepada sahabat saja. Diriwayatkan pula dari ‘Abdullah Al-‘Umari, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—semisal ini. Namun yang sahih adalah riwayat dari Ibnu ‘Umar bahwasanya Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Salat malam itu dua rakaat dua rakaat.” Para perawi yang tsiqah (tepercaya) telah meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, dan mereka tidak menyebutkan kata “salat siang” di dalamnya. Sungguh telah diriwayatkan dari ‘Ubaidullah, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar bahwasanya beliau dahulu melaksanakan salat di malam hari dua rakaat dua rakaat dan di siang hari empat rakaat.

Para ahli ilmu telah berselisih pendapat mengenai hal tersebut. Sebagian mereka berpendapat bahwa salat (sunah) malam dan siang itu dua rakaat dua rakaat. Ini adalah pendapat Asy-Syafi’i dan Ahmad. Sebagian mereka berkata: Salat malam itu dua rakaat dua rakaat dan mereka berpendapat bahwa salat sunah di siang hari itu empat rakaat, seperti empat rakaat sebelum Zuhur dan salat sunah lainnya. Ini adalah pendapat Sufyan At-Tsauri, Ibnu Al-Mubarak, dan Ishaq.