١٢ – بَابٌ
12. Bab
٢٤٣٩ - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: أَخۡبَرَنَا النَّضۡرُ:
أَخۡبَرَنَا إِسۡرَائِيلُ، عَنۡ أَبِي إِسۡحَاقَ قَالَ: أَخۡبَرَنِي
الۡبَرَاءُ، عَنۡ أَبِي بَكۡرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا (ح). حَدَّثَنَا عَبۡدُ
اللهِ بۡنُ رَجَاءٍ: حَدَّثَنَا إِسۡرَائِيلُ، عَنۡ أَبِي إِسۡحَاقَ، عَنِ
الۡبَرَاءِ، عَنۡ أَبِي بَكۡرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: انۡطَلَقۡتُ،
فَإِذَا أَنَا بِرَاعِي غَنَمٍ يَسُوقُ غَنَمَهُ، فَقُلۡتُ: لِمَنۡ أَنۡتَ؟
قَالَ: لِرَجُلٍ مِنۡ قُرَيۡشٍ، فَسَمَّاهُ فَعَرَفۡتُهُ، فَقُلۡتُ: هَلۡ فِي
غَنَمِكَ مِنۡ لَبَنٍ؟ فَقَالَ: نَعَمۡ، فَقُلۡتُ: هَلۡ أَنۡتَ حَالِبٌ لِي؟
قَالَ: نَعَمۡ، فَأَمَرۡتُهُ، فَاعۡتَقَلَ شَاةً مِنۡ غَنَمِهِ، ثُمَّ
أَمَرۡتُهُ أَنۡ يَنۡفُضَ ضَرۡعَهَا مِنَ الۡغُبَارِ، ثُمَّ أَمَرۡتُهُ أَنۡ
يَنۡفُضَ كَفَّيۡهِ، فَقَالَ هَكَذَا، ضَرَبَ إِحۡدَى كَفَّيۡهِ بِالۡأُخۡرَى،
فَحَلَبَ كُثۡبَةً مِنۡ لَبَنٍ، وَقَدۡ جَعَلۡتُ لِرَسُولِ اللهِ ﷺ إِدَاوَةً،
عَلَى فَمِهَا خِرۡقَةٌ، فَصَبَبۡتُ عَلَى اللَّبَنِ حَتَّى بَرَدَ أَسۡفَلُهُ،
فَانۡتَهَيۡتُ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقُلۡتُ: اشۡرَبۡ يَا رَسُولَ اللهِ،
فَشَرِبَ حَتَّى رَضِيتُ. [الحديث ٢٤٣٩ - أطرافه في: ٣٦١٥، ٣٦٥٢، ٣٩٠٨، ٣٩١٧،
٥٦٠٧].
2439. Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami: An-Nadhr mengabarkan
kepada kami: Israil mengabarkan kepada kami dari Abu Ishaq. Ia berkata:
Al-Bara` mengabarkan kepadaku dari Abu Bakr—radhiyallahu ‘anhuma—. (Dalam
riwayat lain) ‘Abdullah bin Raja` telah menceritakan kepada kami: Israil
menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Al-Bara`, dari Abu
Bakr—radhiyallahu ‘anhuma—. Abu Bakr berkata:
Aku berjalan pergi, tiba-tiba aku menjumpai seorang penggembala kambing yang
sedang menggiring kambing-kambingnya. Aku bertanya, “Kamu milik siapa?”
Ia menjawab, “Milik seorang laki-laki dari kaum Quraisy.”
Lalu ia menyebutkan namanya dan aku pun mengenalnya. Aku bertanya, “Apakah ada
susu pada kambing-kambingmu?”
Ia menjawab, “Ya.”
Aku bertanya, “Apakah kamu mau memerahkannya untukku?”
Ia menjawab, “Ya.”
Aku menyuruhnya, lalu ia memegangi kaki seekor domba dari kambing-kambingnya.
Kemudian aku menyuruhnya untuk membersihkan ambingnya dari debu, lalu aku
menyuruhnya pula untuk membersihkan kedua telapak tangannya.
Perawi memperagakan hal itu—ia menepukkan salah satu telapak tangannya ke
telapak tangan yang lain—.
Penggembala itu lalu memerah sedikit susu, dan aku
telah menyiapkan sebuah wadah air minum yang mulutnya ditutupi kain untuk
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Aku lalu menuangkan air pada wadah
susu tersebut hingga bagian bawahnya menjadi dingin. Setelah itu aku
mendatangi Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan berkata, “Minumlah, wahai
Rasulullah.”
Beliau pun minum hingga aku merasa puas.