Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4549 dan 4550

٣ - بَابٌ ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَشۡتَرُونَ بِعَهۡدِ اللهِ وَأَيۡمَانِهِمۡ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمۡ﴾ لَا خَيۡرَ ﴿لَهُمۡ فِى ٱلۡـَٔاخِرَةِ ... وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ﴾ [٧٧] مُؤۡلِمٌ مُوجِعٌ، مِنَ الۡأَلَمِ، وَهُوَ فِي مَوۡضِعِ مُفۡعِلٍ
3. Bab “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang murah, mereka itu tidak mendapat bagian” tidak ada kebaikan “bagi mereka di akhirat ... serta bagi mereka azab yang pedih” (QS Ali Imran: 77) yang memedihkan lagi menyakitkan, berasal dari kata al-alam (rasa sakit), dan ia menempati bentuk muf’il


٤٥٤٩، ٤٥٥٠ - حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بۡنُ مِنۡهَالٍ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ أَبِي وَائِلٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مَسۡعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (مَنۡ حَلَفَ يَمِينَ صَبۡرٍ، لِيَقۡتَطِعَ بِهَا مَالَ امۡرِىءٍ مُسۡلِمٍ، لَقِيَ اللهَ وَهُوَ عَلَيۡهِ غَضۡبَانُ). فَأَنۡزَلَ اللهُ تَصۡدِيقَ ذٰلِكَ: ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَشۡتَرُونَ بِعَهۡدِ اللهِ وَأَيۡمَانِهِمۡ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمۡ فِي الۡآخِرَةِ﴾ إِلَى آخِرِ الۡآيَةِ. قَالَ: فَدَخَلَ الۡأَشۡعَثُ بۡنُ قَيۡسٍ وَقَالَ: مَا يُحَدِّثُكُمۡ أَبُو عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ؟ قُلۡنَا: كَذَا وَكَذَا، قَالَ: فِيَّ أُنۡزِلَتۡ، كَانَتۡ لِي بِئۡرٌ فِي أَرۡضِ ابۡنِ عَمٍّ لِي، قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (بَيِّنَتُكَ أَوۡ يَمِينُهُ). فَقُلۡتُ: إِذًا يَحۡلِفَ يَا رَسُولَ اللهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (مَنۡ حَلَفَ عَلَى يَمِينِ صَبۡرٍ، يَقۡتَطِعُ بِهَا مَالَ امۡرِىءٍ مُسۡلِمٍ، وَهُوَ فِيهَا فَاجِرٌ، لَقِيَ اللهَ وَهُوَ عَلَيۡهِ غَضۡبَانٌ). [طرفه في: ٢٣٥٦].

4549, 4550. Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Awanah menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Abu Wa`il, dari ‘Abdullah bin Mas’ud—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa bersumpah dengan sumpah paksa yang sengaja ditetapkan pengadilan, untuk merampas harta seorang muslim dengan sumpah tersebut, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.”

Allah lalu menurunkan pembenaran atas hal itu: “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang murah, mereka itu tidak mendapat bagian di akhirat …” sampai akhir ayat.

Abu Wa`il berkata: Al-Asy’ats bin Qais lalu masuk dan bertanya, “Apa yang sedang diceritakan oleh Abu ‘Abdurrahman kepada kalian?”

Kami menjawab, “Begini dan begitu.”

Al-Asy’ats berkata:

Ayat tersebut diturunkan berkenaan denganku. Dahulu aku memiliki sebuah sumur di tanah milik anak pamanku, lalu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Bukti darimu atau sumpah dari dia.”

Aku berkata, “Jika demikian, ia pasti akan bersumpah, wahai Rasulullah.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa bersumpah dengan sumpah paksa yang sengaja ditetapkan pengadilan, untuk merampas harta seorang muslim dengan sumpah tersebut, sedangkan ia berdusta di dalamnya, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.”