١٠ - بَابٌ
10. Bab
٢٣٣٠ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ: قَالَ
عَمۡرٌو: قُلۡتُ لِطَاوُسٍ: لَوۡ تَرَكۡتَ الۡمُخَابَرَةَ، فَإِنَّهُمۡ
يَزۡعُمُونَ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ نَهَى عَنۡهُ! قَالَ: أَيۡ عَمۡرُو، إِنِّي
أُعۡطِيهِمۡ وَأُغۡنِيهِمۡ، وَإِنَّ أَعۡلَمَهُمۡ أَخۡبَرَنِي - يَعۡنِي ابۡنَ
عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا - أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ لَمۡ يَنۡهَ عَنۡهُ،
وَلَكِنۡ قَالَ: (أَنۡ يَمۡنَحَ أَحَدُكُمۡ أَخَاهُ، خَيۡرٌ لَهُ مِنۡ أَنۡ
يَأۡخُذَ عَلَيۡهِ خَرۡجًا مَعۡلُومًا). [الحديث ٢٣٣٠ - طرفاه في: ٢٣٤٢،
٢٦٣٤].
2330. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan
kepada kami: ‘Amr berkata: Aku berkata kepada Thawus, “Sekiranya engkau
meninggalkan mukhabarah (kerja sama bagi hasil pertanian), karena sesungguhnya
mereka menganggap bahwasanya Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang hal
tersebut.”
Thawus menjawab, “Wahai ‘Amr, sesungguhnya aku memberi mereka dan mencukupi
kebutuhan mereka. Dan sesungguhnya orang yang paling berilmu di antara
mereka—yaitu Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma—telah mengabarkan kepadaku
bahwasanya Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tidak melarang hal tersebut,
tetapi beliau bersabda, ‘Seseorang dari kalian memberikan (hak guna tanah)
kepada saudaranya adalah lebih baik baginya daripada ia mengambil darinya
imbalan tertentu’.”