Cari Blog Ini

Shahih Muslim hadits nomor 1379

٨٧ - بَابُ صِيَانَةِ الۡمَدِينَةِ مِنۡ دُخُولِ الطَّاعُونِ وَالدَّجَّالِ إِلَيۡهَا
87. Bab penjagaan Madinah dari masuknya taun dan Dajjal

٤٨٥ - (١٣٧٩) - حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ يَحۡيَىٰ قَالَ: قَرَأۡتُ عَلَىٰ مَالِكٍ، عَنۡ نُعَيۡمِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (عَلَىٰ أَنۡقَابِ الۡمَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ، لَا يَدۡخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلَا الدَّجَّالُ).
[البخاري: كتاب فضائل المدينة، باب لا يدخل الدجال المدينة، رقم: ١٨٨٠].
485. (1379). Yahya bin Yahya telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Aku membaca di hadapan Malik, dari Nu’aim bin ‘Abdullah, dari Abu Hurairah, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di jalan-jalan masuk Madinah ada malaikat sehingga taun (wabah) dan Dajjal tidak bisa masuk ke Madinah.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 5084

٥٠٨٤ - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ تَلِيدٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي ابۡنُ وَهۡبٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي جَرِيرُ بۡنُ حَازِمٍ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ مُحَمَّدٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ.
حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ، عَنۡ حَمَّادِ بۡنِ زَيۡدٍ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ مُحَمَّدٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: (لَمۡ يَكۡذِبۡ إِبۡرَاهِيمُ إِلَّا ثَلَاثَ كَذَبَاتٍ: بَيۡنَمَا إِبۡرَاهِيمُ مَرَّ بِجَبَّارٍ وَمَعَهُ سَارَةُ - فَذَكَرَ الۡحَدِيثَ - فَأَعۡطَاهَا هَاجَرَ، قَالَتۡ: كَفَّ اللهُ يَدَ الۡكَافِرِ وَأَخۡدَمَنِي آجَرَ). قَالَ أَبُو هُرَيۡرَةَ: فَتِلۡكَ أُمُّكُمۡ يَا بَنِي مَاءِ السَّمَاءِ. [طرفه في: ٢٢١٧].
5084. Sa’id bin Talid telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepadaku, beliau berkata: Jarir bin Hazim mengabarkan kepadaku, dari Ayyub, dari Muhammad, dari Abu Hurairah, beliau mengatakan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
Sulaiman telah menceritakan kepada kami, dari Hammad bin Zaid, dari Ayyub, dari Muhammad, dari Abu Hurairah, “Ibrahim tidak berdusta kecuali tiga kedustaan: Ketika Ibrahim bersama Sarah melewati seorang penguasa yang zalim, lalu beliau menceritakan kisahnya. Penguasa itu memberi Hajar kepada Sarah. Sarah berkata: Allah telah menahan tangan kafir (dari menyentuhku) dan memberiku Hajar untuk melayaniku.” Abu Hurairah mengatakan: (Hajar) itu adalah ibu kalian wahai Bani Ma`is Sama` (yaitu bangsa Arab).

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 5122 dan 5123

٣٤ - بَابُ عَرۡضِ الۡإِنۡسَانِ ابۡنَتَهُ أَوۡ أُخۡتَهُ عَلَى أَهۡلِ الۡخَيۡرِ
34. Bab seseorang menawarkan putri atau saudarinya kepada orang yang baik

٥١٢٢ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡعَزِيزِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ سَعۡدٍ، عَنۡ صَالِحِ بۡنِ كَيۡسَانَ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي سَالِمُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: أَنَّهُ سَمِعَ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا يُحَدِّثُ: أَنَّ عُمَرَ بۡنَ الۡخَطَّابِ، حِينَ تَأَيَّمَتۡ حَفۡصَةُ بِنۡتُ عُمَرَ مِنۡ خُنَيۡسِ بۡنِ حُذَافَةَ السَّهۡمِيِّ، وَكَانَ مِنۡ أَصۡحَابِ رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَتُوُفِّيَ بِالۡمَدِينَةِ، فَقَالَ عُمَرُ بۡنُ الۡخَطَّابِ: أَتَيۡتُ عُثۡمَانَ بۡنَ عَفَّانَ، فَعَرَضۡتُ عَلَيۡهِ حَفۡصَةَ، فَقَالَ: سَأَنۡظُرُ فِي أَمۡرِي، فَلَبِثۡتُ لَيَالِيَ ثُمَّ لَقِيَنِي فَقَالَ: قَدۡ بَدَا لِي أَنۡ لَا أَتَزَوَّجَ يَوۡمِي هٰذَا. قَالَ عُمَرُ: فَلَقِيتُ أَبَا بَكۡرٍ الصِّدِّيقَ، فَقُلۡتُ: إِنۡ شِئۡتَ زَوَّجۡتُكَ حَفۡصَةَ بِنۡتَ عُمَرَ، فَصَمَتَ أَبُو بَكۡرٍ فَلَمۡ يَرۡجِعۡ إِلَيَّ شَيۡئًا، وَكُنۡتُ أَوۡجَدَ عَلَيۡهِ مِنِّي عَلَى عُثۡمَانَ، فَلَبِثۡتُ لَيَالِي ثُمَّ خَطَبَهَا رَسُولُ اللهِ ﷺ فَأَنۡكَحۡتُهَا إِيَّاهُ، فَلَقِيَنِي أَبُو بَكۡرٍ فَقَالَ: لَعَلَّكَ وَجَدۡتَ عَلَيَّ حِينَ عَرَضۡتَ عَلَيَّ حَفۡصَةَ فَلَمۡ أَرۡجِعۡ إِلَيۡكَ شَيۡئًا؟ قَالَ عُمَرُ: قُلۡتُ: نَعَمۡ، قَالَ أَبُو بَكۡرٍ: فَإِنَّهُ لَمۡ يَمۡنَعۡنِي أَنۡ أَرۡجِعَ إِلَيۡكَ فِيمَا عَرَضۡتَ عَلَيَّ، إِلَّا أَنِّي كُنۡتُ عَلِمۡتُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَدۡ ذَكَرَهَا، فَلَمۡ أَكُنۡ لِأُفۡشِيَ سِرَّ رَسُولِ اللهِ ﷺ، وَلَوۡ تَرَكَهَا رَسُولُ اللهِ ﷺ قَبِلۡتُهَا. [طرفه في: ٤٠٠٥].
5122. ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Ibrahim bin Sa’d menceritakan kepada kami, dari Shalih bin Kaisan, dari Ibnu Syihab, beliau berkata: Salim bin ‘Abdullah mengabarkan kepadaku: Bahwa beliau mendengar ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma menceritakan: Bahwa ‘Umar bin Al-Khaththab ketika Hafshah binti ‘Umar menjanda dari Khunais bin Hudzafah As-Sahmi, beliau termasuk sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu wafat di Madinah, maka ‘Umar bin Al-Khaththab mengatakan: Aku mendatangi ‘Utsman bin ‘Affan, lalu aku menawarkan Hafshah kepadanya. ‘Utsman berkata: Aku akan pertimbangkan urusanku. Aku pun menunggu beberapa malam, lalu ‘Utsman menemuiku seraya mengatakan: Tampaknya aku tidak akan menikah dulu dalam waktu dekat ini. ‘Umar berkata: Aku menemui Abu Bakr Ash-Shiddiq, lalu aku katakan: Jika engkau mau, aku akan nikahkan engkau dengan Hafshah binti ‘Umar. Namun Abu Bakr diam dan tidak menanggapiku sedikit pun. Aku kesal kepada Abu Bakr melebihi kekesalanku terhadap ‘Utsman. Aku menunggu beberapa malam. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melamar Hafshah, lalu aku nikahkan Hafshah dengan beliau. Abu Bakr menemuiku lalu mengatakan: Barangkali engkau kesal kepadaku ketika engkau menawarkan Hafshah kepadaku namun aku tidak menanggapimu sedikit pun. ‘Umar mengatakan: Aku berkata: Iya. Abu Bakr mengatakan: Hal itu karena tidak ada yang menghalangiku untuk menjawab tawaranmu kepadaku kecuali karena aku sudah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut tentang Hafshah, sehingga aku tidak mau menyebarkan rahasia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seandainya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menikahi Hafshah, tentu aku akan menerima Hafshah.
٥١٢٣ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ، عَنۡ يَزِيدَ بۡنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنۡ عِرَاكِ بۡنِ مَالِكٍ: أَنَّ زَيۡنَبَ ابۡنَةَ أَبِي سَلَمَةَ أَخۡبَرَتۡهُ: أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ قَالَتۡ لِرَسُولِ اللهِ ﷺ: إِنَّا قَدۡ تَحَدَّثۡنَا أَنَّكَ نَاكِحٌ دُرَّةَ بِنۡتَ أَبِي سَلَمَةَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (أَعَلَى أُمِّ سَلَمَةَ؟ لَوۡ لَمۡ أَنۡكِحۡ أُمَّ سَلَمَةَ مَا حَلَّتۡ لِي، إِنَّ أَبَاهَا أَخِي مِنَ الرَّضَاعَةِ). [طرفه في: ٥١٠١].
5123. Qutaibah telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada kami, dari Yazid bin Abu Habib, dari ‘Irak bin Malik: Bahwa Zainab putri Abu Salamah mengabarkan kepadanya: Bahwa Ummu Habibah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Sesungguhnya kami membincangkan bahwa engkau hendak menikahi Durrah binti Abu Salamah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah aku akan menikahinya sedangkan aku sudah menikahi Ummu Salamah? Walaupun aku tidak menikahi Ummu Salamah, Durrah tetap tidak halal untukku, karena ayah Durrah adalah saudara susuanku.”

Shahih Muslim hadits nomor 1378

٤٨٤ - (١٣٧٨) – وَحَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ أَيُّوبَ وَقُتَيۡبَةُ وَابۡنُ حُجۡرٍ، جَمِيعًا عَنۡ إِسۡمَاعِيلَ بۡنِ جَعۡفَرٍ، عَنِ الۡعَلَاءِ بۡنِ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا يَصۡبِرُ عَلَىٰ لَأۡوَاءِ الۡمَدِينَةِ وَشِدَّتِهَا أَحَدٌ مِنۡ أُمَّتِي، إِلَّا كُنۡتُ لَهُ شَفِيعًا يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ أَوۡ شَهِيدًا).
484. (1378). Yahya bin Ayyub, Qutaibah, dan Ibnu Hujr telah menceritakan kepada kami, semuanya dari Isma’il bin Ja’far, dari Al-‘Ala` bin ‘Abdurrahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang pun dari umatku yang bersabar terhadap kesempitan dan kesulitan hidup di Madinah, kecuali aku akan menjadi pemberi syafaat atau saksi untuknya pada hari kiamat.”
(...) - وَحَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي عُمَرَ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ أَبِي هَارُونَ مُوسَى بۡنِ أَبِي عِيسَىٰ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا عَبۡدِ اللهِ الۡقَرَّاظَ يَقُولُ: سَمِعۡتُ أَبَا هُرَيۡرَةَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ، بِمِثۡلِهِ.
Ibnu Abu ‘Umar telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abu Harun Musa bin Abu ‘Isa, bahwa beliau mendengar Abu ‘Abdullah Al-Qarrazh berkata: Aku mendengar Abu Hurairah mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda semisal hadis tersebut.
(...) - وَحَدَّثَنَا يُوسُفُ بۡنُ عِيسَىٰ: حَدَّثَنَا الۡفَضۡلُ بۡنُ مُوسَىٰ: أَخۡبَرَنَا هِشَامُ بۡنُ عُرۡوَةَ، عَنۡ صَالِحِ بۡنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا يَصۡبِرُ أَحَدٌ عَلَىٰ لَأۡوَاءِ الۡمَدِينَةِ) بِمِثۡلِهِ.
Yusuf bin Musa telah menceritakan kepada kami: Al-Fadhl bin Musa menceritakan kepada kami: Hisyam bin ‘Urwah mengabarkan kepada kami, dari Shalih bin Abu Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang pun yang bersabar terhadap kesempitan hidup di Madinah” semisal hadis tersebut.

Shahih Muslim hadits nomor 1377

٤٨١ - (١٣٧٧) - حَدَّثَنِي زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا عُثۡمَانُ بۡنُ عُمَرَ: أَخۡبَرَنَا عِيسَى بۡنُ حَفۡصِ بۡنِ عَاصِمٍ: حَدَّثَنَا نَافِعٌ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ قَالَ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (مَنۡ صَبَرَ عَلَىٰ لَأۡوَائِهَا، كُنۡتُ لَهُ شَفِيعًا أَوۡ شَهِيدًا يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ).
481. (1377). Zuhair bin Harb telah menceritakan kepadaku: ‘Utsman bin ‘Umar menceritakan kepada kami: ‘Isa bin Hafsh bin ‘Ashim mengabarkan kepada kami: Nafi’ menceritakan kepada kami, dari Ibnu ‘Umar, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang sabar terhadap kesempitan hidup di Madinah, maka aku akan menjadi pemberi syafaat atau saksi baginya pada hari kiamat.”
٤٨٢ - (...) - حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ يَحۡيَىٰ قَالَ: قَرَأۡتُ عَلَىٰ مَالِكٍ، عَنۡ قَطَنِ بۡنِ وَهۡبِ بۡنِ عُوَيۡمِرِ بۡنِ الۡأَجۡدَعِ، عَنۡ يُحِنَّسَ مَوۡلَى الزُّبَيۡرِ أَخۡبَرَهُ، أَنَّهُ كَانَ جَالِسًا عِنۡدَ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ فِي الۡفِتۡنَةِ، فَأَتَتۡهُ مَوۡلَاةٌ لَهُ تُسَلِّمُ عَلَيۡهِ. فَقَالَتۡ: إِنِّي أَرَدۡتُ الۡخُرُوجَ يَا أَبَا عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ، اشۡتَدَّ عَلَيۡنَا الزَّمَانُ. فَقَالَ لَهَا عَبۡدُ اللهِ: اقۡعُدِي لَكَاعِ، فَإِنِّي سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (لَا يَصۡبِرُ عَلَىٰ لَأۡوَائِهَا وَشِدَّتِهَا أَحَدٌ، إِلَّا كُنۡتُ لَهُ شَهِيدًا أَوۡ شَفِيعًا يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ).
482. Yahya bin Yahya telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Aku membaca di hadapan Malik, dari Qathan bin Wahb bin ‘Uwaimir bin Al-Ajda’, dari Yuhinnas maula Az-Zubair mengabarkan kepadanya, bahwa beliau pernah duduk di dekat ‘Abdullah bin ‘Umar pada masa cobaan, lalu majikan wanitanya mendatangi Ibnu ‘Umar dan mengucapkan salam kepadanya. Dia berkata: Sesungguhnya aku ingin keluar (dari Madinah) wahai Abu ‘Abdurrahman. Saat-saat ini keadaan terasa berat bagi kami. ‘Abdullah berkata kepadanya: Tetaplah (di Madinah) wanita bodoh, karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang pun yang sabar terhadap kesempitan dan kesulitan hidup di Madinah, kecuali aku akan menjadi saksi dan pemberi syafaat untuknya pada hari kiamat.”
٤٨٣ - (...) - وَحَدَّثَنَا ابۡنُ رَافِعٍ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي فُدَيۡكٍ: أَخۡبَرَنَا الضَّحَّاكُ، عَنۡ قَطَنٍ الۡخُزَاعِيِّ، عَنۡ يُحِنَّسَ مَوۡلَىٰ مُصۡعَبٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ قَالَ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (مَنۡ صَبَرَ عَلَىٰ لَأۡوَائِهَا وَشِدَّتِهَا، كُنۡتُ لَهُ شَهِيدًا أَوۡ شَفِيعًا يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ - يَعۡنِي الۡمَدِينَةَ -).
483. Ibnu Rafi’ telah menceritakan kepada kami: Ibnu Abu Fudaik menceritakan kepada kami: Adh-Dhahhak mengabarkan kepada kami, dari Qathan Al-Khuza’i, dari Yuhinnas maula Mush’ab, dari ‘Abdullah bin ‘Umar, beliau mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang bersabar terhadap kesempitan dan kesulitan hidup, maka aku akan menjadi saksi dan pemberi syafaat untuknya pada hari kiamat –yakni di Madinah-.”