Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 7247

٧٢٤٧ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، عَنۡ يَحۡيَى، عَنِ التَّيۡمِيِّ، عَنۡ أَبِي عُثۡمَانَ، عَنِ ابۡنِ مَسۡعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا يَمۡنَعَنَّ أَحَدَكُمۡ أَذَانُ بِلَالٍ مِنۡ سَحُورِهِ، فَإِنَّهُ يُؤَذِّنُ - أَوۡ قَالَ يُنَادِي - لِيَرۡجِعَ قَائِمَكُمۡ، وَيُنَبِّهَ نَائِمَكُمۡ، وَلَيۡسَ الۡفَجۡرُ أَنۡ يَقُولَ هَٰكَذَا - وَجَمَعَ يَحۡيَى كَفَّيۡهِ - حَتَّى يَقُولَ هَٰكَذَا) وَمَدَّ يَحۡيَى إِصۡبَعَيۡهِ السَّبَّابَتَيۡنِ. [طرفه في: ٦٢١].

7247. Musaddad telah menceritakan kepada kami dari Yahya, dari At-Taimi, dari Abu ‘Utsman, dari Ibnu Mas’ud. Beliau mengatakan: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah azan Bilal sampai menghalangi salah seorang kalian dari makan sahurnya karena Bilal mengumandangkan azan agar orang yang salat malam kembali istirahat dan membangunkan orang yang masih tidur. Bukanlah yang dikatakan fajar itu seperti ini.” Yahya menangkupkan kedua telapak tangannya. “(Masuk waktu fajar) jika sudah begini.” Yahya membentangkan kedua jari telunjuknya.

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 5298

٥٢٩٨ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مَسۡلَمَةَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ زُرَيۡعٍ: عَنۡ سُلَيۡمَانَ التَّيۡمِيِّ، عَنۡ أَبِي عُثۡمَانَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مَسۡعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا يَمۡنَعَنَّ أَحَدًا مِنۡكُمۡ نِدَاءُ بِلَالٍ - أَوۡ قَالَ أَذَانُهُ - مِنۡ سَحُورِهِ، فَإِنَّمَا يُنَادِي - أَوۡ قَالَ يُؤَذِّنُ - لِيَرۡجِعَ قَائِمُكُمۡ وَلَيۡسَ أَنۡ يَقُولَ - كَأَنَّهُ يَعۡنِي - الصُّبۡحَ أَوِ الۡفَجۡرَ). وَأَظۡهَرَ يَزِيدُ يَدَيۡهِ، ثُمَّ مَدَّ إِحۡدَاهُمَا مِنَ الۡأُخۡرَى. [طرفه في: ٦٢١].

5298. ‘Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami: Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami dari Sulaiman At-Taimi, dari Abu ‘Utsman, dari ‘Abdullah bin Mas’ud—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau mengatakan: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah azan Bilal sampai menghalangi salah seorang dari kalian dari makan sahurnya karena Bilal mengumandangkan azan agar orang yang salat malam kembali istirahat. Bukanlah yang dikatakan fajar atau subuh itu begini.”

Yazid mengangkat kedua tangannya (menggambarkan fajar kadzib) kemudian beliau membentangkan salah satu tangannya dari tangan satunya (menggambarkan fajar shadiq).

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1159

٢٢ - بَابُ الۡمُدَاوَمَةِ عَلَى رَكۡعَتَيِ الۡفَجۡرِ
22. Bab rutin melakukan salat sunah dua rakaat fajar


١١٥٩ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يَزِيدَ: حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، هُوَ ابۡنُ أَبِي أَيُّوبَ، قَالَ: حَدَّثَنِي جَعۡفَرُ بۡنُ رَبِيعَةَ، عَنۡ عِرَاكِ بۡنِ مَالِكٍ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا قَالَتۡ: صَلَّى النَّبِيُّ ﷺ الۡعِشَاءَ، ثُمَّ صَلَّى ثَمَانَ رَكَعَاتٍ، وَرَكۡعَتَيۡنِ جَالِسًا، وَرَكۡعَتَيۡنِ بَيۡنَ النِّدَاءَيۡنِ، وَلَمۡ يَكُنۡ يَدَعُهُمَا أَبَدًا. [طرفه في: ٦١٩].

1159. ‘Abdullah bin Yazid telah menceritakan kepada kami: Sa’id bin Abu Ayyub menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ja’far bin Rabi’ah menceritakan kepadaku dari ‘Irak bin Malik, dari Abu Salamah, dari ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha—. Beliau mengatakan: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melakukan salat Isya kemudian beliau salat delapan rakaat dan dua rakaat dengan duduk, serta dua rakaat antara azan dan ikamah subuh. Beliau tidak pernah meninggalkan dua rakaat tersebut selama-lamanya.

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1181

١١٨١ - حَدَّثَتۡنِي حَفۡصَةُ: أَنَّهُ كَانَ إِذَا أَذَّنَ الۡمُؤَذِّنُ، وَطَلَعَ الۡفَجۡرُ، صَلَّى رَكۡعَتَيۡنِ. [طرفه في: ٦١٨].

1181. Hafshah menceritakan kepadaku bahwa dahulu apabila muazin sudah mengumandangkan azan dan fajar telah terbit, Nabi melakukan salat dua rakaat.

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1173

١١٧٣ - وَحَدَّثَتۡنِي أُخۡتِي حَفۡصَةُ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يُصَلِّي سَجۡدَتَيۡنِ خَفِيفَتَيۡنِ بَعۡدَ مَا يَطۡلُعُ الۡفَجۡرُ، وَكَانَتۡ سَاعَةً لَا أَدۡخُلُ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ فِيهَا. تَابَعَهُ كَثِيرُ بۡنُ فَرۡقَدٍ، وَأَيُّوبُ، عَنۡ نَافِعٍ. وَقَالَ ابۡنُ أَبِي الزِّنَادِ: عَنۡ مُوسَى بۡنِ عُقۡبَةَ، عَنۡ نَافِعٍ: بَعۡدَ الۡعِشَاءِ فِي أَهۡلِهِ. تَابَعَهُ كَثِيرُ بۡنُ فَرۡقَدٍ وَأَيُّوبُ عَنۡ نَافِعٍ. [طرفه في: ٦١٨].

1173. Saudara perempuanku Hafshah juga menceritakan kepadaku bahwa Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dahulu biasa salat dua rakaat yang ringan setelah fajar terbit. Di waktu-waktu itulah aku tidak masuk ke tempat Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.

‘Ubaidullah diiringi oleh Katsir bin Farqad dan Ayyub, dari Nafi’. Ibnu Abu Az-Zinad berkata: Dari Musa bin ‘Uqbah, dari Nafi’: Setelah Isya di keluarganya. Katsir bin Farqad dan Ayyub mengiringi ‘Ubaidullah dari Nafi’.