Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4561

١٠ - بَابُ ‏﴿‏وَالرَّسُولُ يَدۡعُوكُمۡ فِي أُخۡرَاكُمۡ‏﴾‏ [١٥٤]
10. Bab “Rasul yang berada di antara pasukan yang kalian tinggalkan memanggil kalian” (QS. Ali ‘Imran: 154)


وَهُوَ تَأۡنِيثُ آخِرِكُمۡ.

وَقَالَ ابۡنُ عَبَّاسٍ: ﴿إِحۡدَى الۡحُسۡنَيَيۡنِ﴾ [التوبة: ٥٢] فَتۡحًا أَوۡ شَهَادَةً.

Ukhrākum adalah bentuk muanas dari kata ākhirikum.

Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Salah satu dari dua kebaikan,” (QS. At-Taubah: 52) yaitu kemenangan atau kesyahidan.

٤٥٦١ - حَدَّثَنَا عَمۡرُو بۡنُ خَالِدٍ: حَدَّثَنَا زُهَيۡرٌ: حَدَّثَنَا أَبُو إِسۡحَاقَ قَالَ: سَمِعۡتُ الۡبَرَاءَ بۡنَ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: جَعَلَ النَّبِيُّ ﷺ عَلَى الرَّجَّالَةِ يَوۡمَ أُحُدٍ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ جُبَيۡرٍ، وَأَقۡبَلُوا مُنۡهَزِمِينَ، فَذَاكَ: إِذۡ يَدۡعُوهُمُ الرَّسُولُ فِي أُخۡرَاهُمۡ، وَلَمۡ يَبۡقَ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ غَيۡرُ اثۡنَيۡ عَشَرَ رَجُلًا. [طرفه في: ٣٠٣٩].

4561. ‘Amr bin Khalid telah menceritakan kepadaku: Zuhair menceritakan kepada kami: Abu Ishaq menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Aku mendengar Al-Bara` bin ‘Azib—radhiyallahu ‘anhuma—mengatakan: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menunjuk ‘Abdullah bin Jubair sebagai pemimpin pasukan pemanah pada hari perang Uhud. Kemudian keadaan mereka berbalik kalah. Itulah saat Rasulullah yang berada di kelompok pasukan yang mereka tinggalkan memanggil mereka dan tidak ada yang tinggal bersama Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—selain dua belas orang.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4067

٢٠ – بَابٌ
20. Bab


﴿‏إِذۡ تُصۡعِدُونَ وَلَا تَلۡوُونَ عَلَى أَحَدٍ وَالرَّسُولُ يَدۡعُوكُمۡ فِي أُخۡرَاكُمۡ فَأَثَابَكُمۡ غَمًّا بِغَمٍّ لِكَيۡلَا تَحۡزَنُوا عَلَى مَا فَاتَكُمۡ وَلَا مَا أَصَابَكُمۡ وَاللهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعۡمَلُونَ﴾ [آل عمران: ١٥٤].

تُصۡعِدُونَ: تَذۡهَبُونَ، أَصۡعَدَ وَصَعِدَ فَوۡقَ الۡبَيۡتِ.

“Ingatlah ketika kalian pergi dan tidak menoleh kepada seorang pun, padahal Rasul yang berada di antara teman-teman kalian yang lain memanggil kalian. Lalu Allah menimpakan kesedihan demi kesedihan kepada kalian, agar kalian jangan merasa sedih terhadap sesuatu yang terluput dari kalian dan sesuatu yang menimpa kalian. Allah Maha Mengetahui segala perbuatan kalian.” (QS. Ali ‘Imran: 154).

Tuṣ’idūn artinya kalian pergi. Aṣ’ada dan ṣa’ida (naik) di atas rumah.

٤٠٦٧ - حَدَّثَنِي عَمۡرُو بۡنُ خَالِدٍ: حَدَّثَنَا زُهَيۡرٌ: حَدَّثَنَا أَبُو إِسۡحَاقَ قَالَ: سَمِعۡتُ الۡبَرَاءَ بۡنَ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: جَعَلَ النَّبِيُّ ﷺ عَلَى الرَّجَّالَةِ يَوۡمَ أُحُدٍ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ جُبَيۡرٍ، وَأَقۡبَلُوا مُنۡهَزِمِينَ. فَذَاكَ: إِذۡ يَدۡعُوهُمُ الرَّسُولُ فِي أُخۡرَاهُمۡ. [طرفه في: ٣٠٣٩].

4067. ‘Amr bin Khalid telah menceritakan kepadaku: Zuhair menceritakan kepada kami: Abu Ishaq menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Aku mendengar Al-Bara` bin ‘Azib—radhiyallahu ‘anhuma—mengatakan: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menunjuk ‘Abdullah bin Jubair sebagai pemimpin pasukan pemanah pada hari perang Uhud. Kemudian keadaan mereka berbalik kalah. Ketika itulah, Rasulullah yang berada di kelompok pasukan mereka yang lain memanggil mereka.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4043

٤٠٤٣ - حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ مُوسَى، عَنۡ إِسۡرَائِيلَ، عَنۡ أَبِي إِسۡحَاقَ، عَنِ الۡبَرَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: لَقِينَا الۡمُشۡرِكِينَ يَوۡمَئِذٍ، وَأَجۡلَسَ النَّبِيُّ ﷺ جَيۡشًا مِنَ الرُّمَاةِ، وَأَمَّرَ عَلَيۡهِمۡ عَبۡدَ اللهِ، وَقَالَ: (لَا تَبۡرَحُوا، إِنۡ رَأَيۡتُمُونَا ظَهَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ فَلَا تَبۡرَحُوا، وَإِنۡ رَأَيۡتُمُوهُمۡ ظَهَرُوا عَلَيۡنَا فَلَا تُعِينُونَا). فَلَمَّا لَقِينَا هَرَبُوا حَتَّى رَأَيۡتُ النِّسَاءَ يَشۡتَدِدۡنَ فِي الۡجَبَلِ، رَفَعۡنَ عَنۡ سُوقِهِنَّ، قَدۡ بَدَتۡ خَلَاخِلُهُنَّ، فَأَخَذُوا يَقُولُونَ: الۡغَنِيمَةَ الۡغَنِيمَةَ، فَقَالَ عَبۡدُ اللهِ: عَهِدَ إِلَيَّ النَّبِيُّ ﷺ أَنۡ لَا تَبۡرَحُوا، فَأَبَوۡا، فَلَمَّا أَبَوۡا صُرِفَ وُجُوهُهُمۡ، فَأُصِيبَ سَبۡعُونَ قَتِيلًا،

4043. ‘Ubaidullah bin Musa telah menceritakan kepada kami dari Isra`il, dari Abu Ishaq, dari Al-Bara`—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau mengatakan:

Di hari itu, kami berhadapan dengan pasukan musyrikin. Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menempatkan pasukan pemanah dan menunjuk ‘Abdullah sebagai pemimpin mereka. Beliau berpesan, “Tetaplah di tempat kalian! Jika kalian melihat kami unggul atas mereka, kalian tetap di tempat kalian. Jika kalian melihat mereka unggul atas kami, kalian jangan (beranjak untuk) membantu kami.”

Ketika kami telah beradu, pasukan musyrikin lari berhamburan sampai-sampai aku melihat wanita-wanita mereka berjalan cepat di gunung sambil mengangkat pakaian dari betis sehingga gelang-gelang kaki mereka terlihat.

Pasukan muslimin mulai berkata, “Ganimah, ganimah.”

‘Abdullah berkata, “Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sudah berpesan kepadaku agar kalian tetap di tempat kalian.”

Namun teman-temannya tidak mau patuh. Ketika mereka enggan menuruti perintah Nabi, mereka kocar-kacir sehingga tujuh puluh orang pasukan muslimin terbunuh.

وَأَشۡرَفَ أَبُو سُفۡيَانَ فَقَالَ: أَفِي الۡقَوۡمِ مُحَمَّدٌ؟ فَقَالَ: (لَا تُجِيبُوهُ). فَقَالَ: أَفِي الۡقَوۡمِ ابۡنُ أَبِي قُحَافَةَ؟ قَالَ: (لَا تُجِيبُوهُ). فَقَالَ: أَفِي الۡقَوۡمِ ابۡنُ الۡخَطَّابِ؟ فَقَالَ: إِنَّ هَؤُلَاءِ قُتِلُوا، فَلَوۡ كَانُوا أَحۡيَاءً لأَجَابُوا، فَلَمۡ يَمۡلِكۡ عُمَرُ نَفۡسَهُ، فَقَالَ: كَذَبۡتَ يَا عَدُوَّ اللهِ، أَبۡقَى اللهُ عَلَيۡكَ مَا يُخۡزِيكَ. قَالَ أَبُو سُفۡيَانَ: أُعۡلُ هُبَلۡ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (أَجِيبُوهُ). قَالُوا: مَا نَقُولُ؟ قَالَ: (قُولُوا: اللهُ أَعۡلَى وَأَجَلُّ). قَالَ أَبُو سُفۡيَانَ: لَنَا الۡعُزَّى وَلَا عُزَّى لَكُمۡ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (أَجِيبُوهُ). قَالُوا: مَا نَقُولُ؟ قَالَ: (قُولُوا: اللهُ مَوۡلَانَا وَلَا مَوۡلَى لَكُمۡ). قَالَ أَبُو سُفۡيَانَ: يَوۡمٌ بِيَوۡمِ بَدۡرٍ، وَالۡحَرۡبُ سِجَالٌ، وَتَجِدُونَ مُثۡلَةً، لَمۡ آمُرۡ بِهَا وَلَمۡ تَسُؤۡنِي. [طرفه في: ٣٠٣٩].

Abu Sufyan naik seraya berkata, “Apakah di antara kalian ada Muhammad?”

Nabi berkata, “Jangan jawab dia!”

Kemudian Abu Sufyan bertanya, “Apakah di antara kalian ada Ibnu Abu Quhafah?”

Nabi berkata, “Jangan jawab dia!”

Kemudian Abu Sufyan bertanya, “Apakah di antara kalian ada Ibnu Al-Khaththab?”

Kemudian Abu Sufyan berkata, “Sesungguhnya mereka semua sudah terbunuh. Jika mereka masih hidup, niscaya mereka akan menjawab.”

‘Umar tidak bisa menahan diri, sontak berkata, “Engkau dusta wahai musuh Allah. Semoga Allah menyisakan untukmu perkara yang akan menghinakanmu.”

Kemudian dia bersorak, “Jayalah Hubal! Jayalah Hubal!”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Jawablah dia!”

Para sahabat bertanya, “Apa yang akan kita katakan?”

Nabi bersabda, “Ucapkanlah: Allah lah yang paling tinggi dan paling mulia!”

Abu Sufyan berkata, “Sesungguhnya kami memiliki ‘Uzza, sedang kalian tidak memiliki ‘Uzza.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Jawablah dia!”

Para sahabat bertanya, “Apa yang akan kita katakan?”

Nabi bersabda, “Ucapkanlah: Allah adalah pelindung kami, sedangkan kalian tidak memiliki pelindung!”

Abu Sufyan berkata, “Hari ini pembalasan hari perang Badr. Perang itu silih berganti. Sesungguhnya kalian akan mendapati korban mutilasi di antara mereka. Aku tidak memerintahkan hal itu namun aku tidak menyesalinya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6090

٦٠٩٠ - وَلَقَدۡ شَكَوۡتُ إِلَيۡهِ أَنِّي لَا أَثۡبُتُ عَلَى الۡخَيۡلِ، فَضَرَبَ بِيَدِهِ فِي صَدۡرِي وَقَالَ: (اللَّهُمَّ ثَبِّتۡهُ، وَاجۡعَلۡهُ هَادِيًا مَهۡدِيًّا). [طرفه في: ٣٠٣٥].

6090. Aku mengeluhkan kepada beliau bahwa aku tidak bisa mapan menaiki kuda. Beliau menepukkan tangannya di dadaku dan berkata, “Ya Allah, mapankanlah dia dan jadikan dia pemberi petunjuk lagi mendapat petunjuk.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 1354 dan 1355

٧٩ - بَابٌ إِذَا أَسۡلَمَ الصَّبِيُّ فَمَاتَ، هَلۡ يُصَلَّى عَلَيۡهِ، وَهَلۡ يُعۡرَضُ عَلَى الصَّبِيِّ الۡإِسۡلَامُ
79. Bab ketika anak kecil masuk Islam lalu meninggal, apakah disalatkan? Apakah anak kecil ditawari supaya masuk Islam?


وَقَالَ الۡحَسَنُ، وَشُرَيۡحٌ، وَإِبۡرَاهِيمُ، وَقَتَادَةُ: إِذَا أَسۡلَمَ أَحَدُهُمَا فَالۡوَلَدُ مَعَ الۡمُسۡلِمِ.

وَكَانَ ابۡنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا مَعَ أُمِّهِ مِنَ الۡمُسۡتَضۡعَفِينَ، وَلَمۡ يَكُنۡ مَعَ أَبِيهِ عَلَى دِينِ قَوۡمِهِ.

وَقَالَ: (الۡإِسۡلَامُ يَعۡلُو وَلَا يُعۡلَى).

Al-Hasan, Syuraih, Ibrahim, dan Qatadah berkata: Jika salah satu dari orang tua masuk Islam, anaknya bersama orang tua yang muslim.

Dahulu, Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—bersama ibunya termasuk orang-orang yang mustadh’afin (masuk Islam di Makkah dan tidak bisa hijrah) dan beliau tidak bersama ayahnya yang waktu itu masih mengikuti agama kaumnya.

Rasulullah bersabda, “Islam itu unggul dan tidak ada agama lain yang mengunggulinya.”

١٣٥٤ - حَدَّثَنَا عَبۡدَانُ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ اللهِ، عَنۡ يُونُسَ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ قَالَ: أَخۡبَرَنِي سَالِمُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: أَنَّ ابۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا أَخۡبَرَهُ، أَنَّ عُمَرَ انۡطَلَقَ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي رَهۡطٍ قِبَلَ ابۡنِ صَيَّادٍ، حَتَّى وَجَدُوهُ يَلۡعَبُ مَعَ الصِّبۡيَانِ، عِنۡدَ أُطُمِ بَنِي مَغَالَةَ، وَقَدۡ قَارَبَ ابۡنُ صَيَّادٍ الۡحُلُمَ، فَلَمۡ يَشۡعُرۡ حَتَّى ضَرَبَ النَّبِيُّ ﷺ بِيَدِهِ، ثُمَّ قَالَ لِابۡنِ صَيَّادٍ: (تَشۡهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللهِ؟) فَنَظَرَ إِلَيۡهِ ابۡنُ صَيَّادٍ فَقَالَ: أَشۡهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ الۡأُمِّيِّينَ. فَقَالَ ابۡنُ صَيَّادٍ لِلنَّبِيِّ ﷺ: أَتَشۡهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللهِ؟ فَرَفَضَهُ وَقَالَ: (آمَنۡتُ بِاللهِ وَبِرُسُلِهِ). فَقَالَ لَهُ: (مَاذَا تَرَى؟) قَالَ ابۡنُ صَيَّادٍ: يَأۡتِينِي صَادِقٌ وَكَاذِبٌ. فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (خُلِّطَ عَلَيۡكَ الۡأَمۡرُ). ثُمَّ قَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ: (إِنِّي قَدۡ خَبَأۡتُ لَكَ خَبِيئًا). فَقَالَ ابۡنُ صَيَّادٍ: هُوَ الدُّخُّ. فَقَالَ: (اخۡسَأۡ، فَلَنۡ تَعۡدُوَ قَدۡرَكَ). فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: دَعۡنِي يَا رَسُولَ اللهِ أَضۡرِبۡ عُنُقَهُ. فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (إِنۡ يَكُنۡهُ فَلَنۡ تُسَلَّطَ عَلَيۡهِ، وَإِنۡ لَمۡ يَكُنۡهُ فَلَا خَيۡرَ لَكَ فِي قَتۡلِهِ). [الحديث ١٣٥٤ - أطرافه في: ٣٠٥٥، ٦١٧٣، ٦٦١٨].

1354. ‘Abdan telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah mengabarkan kepada kami dari Yunus, dari Az-Zuhri. Beliau berkata: Salim bin ‘Abdullah mengabarkan kepadaku: Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—mengabarkan kepadanya:

‘Umar pergi bersama Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam suatu rombongan menuju tempat Ibnu Shayyad, sampai mereka mendapatinya sedang bermain bersama anak-anak di dekat benteng bani Maghalah. Saat itu, Ibnu Shayyad hampir balig. Dia tidak menyadari kehadiran Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sampai ditepuk oleh tangan beliau.

Kemudian Nabi bertanya kepada Ibnu Shayyad, “Apakah engkau bersaksi bahwa aku adalah Rasulullah?”

Ibnu Shayyad memandangi beliau lantas berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah rasul bagi orang-orang yang umi.” Ibnu Shayyad balik bertanya kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Apakah engkau bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?”

Nabi menyangkalnya dan berkata, “Aku beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.” Nabi kembali bertanya kepadanya, “Apa yang engkau lihat?”

Ibnu Shayyad menjawab, “Ada seorang yang jujur dan seorang yang dusta sedang mendatangiku.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Pengetahuanmu campur aduk.” Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengujinya, “Sesungguhnya aku telah merahasiakan sesuatu darimu.”

Ibnu Shayyad menebak, “Itu adalah ad-dukh (asap/kabut).”

Nabi bersabda, “Diamlah! Engkau tidak akan bisa melampaui batasmu.”

‘Umar—radhiyallahu ‘anhu—berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Jika dia adalah Dajjal, dia tidak bisa dikalahkan. Namun jika bukan, tidak ada baiknya membunuh dia.”

١٣٥٥ - وَقَالَ سَالِمٌ: سَمِعۡتُ ابۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا يَقُولُ: انۡطَلَقَ بَعۡدَ ذٰلِكَ رَسُولُ اللهِ ﷺ وَأُبَيُّ بۡنُ كَعۡبٍ، إِلَى النَّخۡلِ الَّتِي فِيهَا ابۡنُ صَيَّادٍ، وَهُوَ يَخۡتِلُ أَنۡ يَسۡمَعَ مِنِ ابۡنِ صَيَّادٍ شَيۡئًا، قَبۡلَ أَنۡ يَرَاهُ ابۡنُ صَيَّادٍ، فَرَآهُ النَّبِيُّ ﷺ وَهُوَ مُضۡطَجِعٌ، يَعۡنِي فِي قَطِيفَةٍ لَهُ فِيهَا رَمۡزَةٌ أَوۡ زَمۡرَةٌ، فَرَأَتۡ أُمُّ ابۡنِ صَيَّادٍ رَسُولَ اللهِ ﷺ، وَهُوَ يَتَّقِي بِجُذُوعِ النَّخۡلِ، فَقَالَتۡ لِابۡنِ صَيَّادٍ: يَا صَافِ - وَهُوَ اسۡمُ ابۡنِ صَيَّادٍ - هٰذَا مُحَمَّدٌ ﷺ، فَثَارَ ابۡنُ صَيَّادٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَوۡ تَرَكَتۡهُ بَيَّنَ). وَقَالَ شُعَيۡبٌ فِي حَدِيثِهِ: فَرَفَصَهُ، رَمۡرَمَةٌ أَوۡ زَمۡزَمَةٌ. وَقَالَ عُقَيۡلٌ: رَمۡرَمَةٌ. وَقَالَ مَعۡمَرٌ: رَمۡزَةٌ. [الحديث ١٣٥٥ - أطرافه في: ٢٦٣٨، ٣٠٣٣، ٣٠٥٦، ٦١٧٤].

1355. Salim berkata: Aku mendengar Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—berkata:

Setelah itu, Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan Ubay bin Ka’b pergi mendatangi kebun kurma tempat Ibnu Shayyad berada. Beliau bersembunyi agar bisa mendengar sesuatu dari Ibnu Shayyad sebelum terlihat olehnya. Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melihat Ibnu Shayyad sedang tidur dalam kain beludru. Terdengar suara dari dalamnya.

Ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersembunyi di belakang batang pohon kurma. Dia berkata kepada Ibnu Shayyad, “Hai Shaf—ini nama Ibnu Shayyad—, ini ada Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.”

Ibnu Shayyad meloncat bangun. Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Kalau saja ibunya membiarkannya, tentu perkaranya akan jelas.”

Syu’aib berkata dalam hadisnya, “farafaṣahu (beliau menolaknya), ramramah (suara samar) atau zamzamah (gumaman).” ‘Uqail berkata, “ramramah.” Ma’mar berkata, “ramzah (isyarat).”