Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2463

٢٠ - بَابٌ لَا يَمۡنَعُ جَارٌ جَارَهُ أَنۡ يَغۡرِزَ خَشَبَهُ فِي جِدَارِهِ
20. Bab Janganlah Seseorang Melarang Tetangganya Menancapkan Kayu (Penyangga) pada Dindingnya


٢٤٦٣ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مَسۡلَمَةَ، عَنۡ مَالِكٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا يَمۡنَعُ جَارٌ جَارَهُ أَنۡ يَغۡرِزَ خَشَبَةً فِي جِدَارِهِ). ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيۡرَةَ: مَا لِي أَرَاكُمۡ عَنۡهَا مُعۡرِضِينَ؟ وَاللهِ لَأَرۡمِيَنَّ بِهَا بَيۡنَ أَكۡتَافِكُمۡ. [الحديث ٢٤٦٣ - طرفاه في: ٥٦٢٧، ٥٦٢٨].

2463. ‘Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami dari Malik, dari Ibnu Syihab, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah seseorang melarang tetangganya menancapkan kayu (penyangga) pada dindingnya.”

Kemudian Abu Hurairah berkata: Mengapa aku melihat kalian berpaling dari ucapan ini? Demi Allah, sungguh aku akan melemparkannya di antara kedua pundak kalian.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2478 dan 2479

٢٤٧٨ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي نَجِيحٍ، عَنۡ مُجَاهِدٍ، عَنۡ أَبِي مَعۡمَرٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مَسۡعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: دَخَلَ النَّبِيُّ ﷺ مَكَّةَ، وَحَوۡلَ الۡكَعۡبَةِ ثَلَاثُمِائَةٍ وَسِتُّونَ نُصُبًا، فَجَعَلَ يَطۡعَنُهَا بِعُودٍ فِي يَدِهِ، وَجَعَلَ يَقُولُ: ﴿جَاءَ الۡحَقُّ وَزَهَقَ الۡبَاطِلُ﴾ الۡآيَةَ‏ [الإسراء: ٨١].

[الحديث ٢٤٧٨ - طرفاه في: ٤٢٨٧، ٤٧٢٠].

2478. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami: Ibnu Abu Najih menceritakan kepada kami dari Mujahid, dari Abu Ma’mar, dari ‘Abdullah bin Mas’ud—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau berkata: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memasuki Makkah, sedangkan di sekeliling Kabah terdapat tiga ratus enam puluh batu berhala. Beliau mulai menusuk-nusuknya dengan sepotong kayu yang ada di tangan beliau, sambil mengucapkan, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap …” (QS Al-Isra: 81).

٢٤٧٩ - حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ الۡمُنۡذِرِ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بۡنُ عِيَاضٍ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ الۡقَاسِمِ، عَنۡ أَبِيهِ الۡقَاسِمِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا: أَنَّهَا كَانَتِ اتَّخَذَتۡ عَلَى سَهۡوَةٍ لَهَا سِتۡرًا فِيهِ تَمَاثِيلُ، فَهَتَكَهُ النَّبِيُّ ﷺ، فَاتَّخَذَتۡ مِنۡهُ نُمۡرُقَتَيۡنِ، فَكَانَتَا فِي الۡبَيۡتِ يَجۡلِسُ عَلَيۡهِمَا. [الحديث ٢٤٧٩ - أطرافه في: ٥٩٥٤، ٥٩٥٥، ٦١٠٩].

2479. Ibrahim bin Al-Mundzir telah menceritakan kepada kami: Anas bin ‘Iyadh menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidullah, dari ‘Abdurrahman bin Al-Qasim, dari ayahnya, Al-Qasim, dari ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha—: Ia dahulu pernah memasang tirai yang bergambar pada rak penyimpanannya, lalu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—merobeknya. Kemudian ia menjadikan tirai tersebut menjadi dua bantal kecil, dan keduanya berada di dalam rumah untuk diduduki beliau.

Sunan At-Tirmidzi hadis nomor 2318

٢٣١٨ - (صحيح بما قبله) حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكُ بۡنُ أَنَسٍ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ عَلِيِّ بۡنِ حُسَيۡنٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّ مِنۡ حُسۡنِ إِسۡلَامِ الۡمَرۡءِ تَرۡكَهُ مَا لَا يَعۡنِيهِ). وَهَكَذَا رَوَى غَيۡرُ وَاحِدٍ مِنۡ أَصۡحَابِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ عَلِيِّ بۡنِ حُسَيۡنٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ نَحۡوَ حَدِيثِ مَالِكٍ مُرۡسَلًا، وَهٰذَا عِنۡدَنَا أَصَحُّ مِنۡ حَدِيثِ أَبِي سَلَمَةَ عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، وَعَلِيُّ بۡنُ حُسَيۡنٍ لَمۡ يُدۡرِكۡ عَلِيَّ بۡنَ أَبِي طَالِبٍ.

2318. [Sahih dengan riwayat sebelumnya] Qutaibah telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Malik bin Anas menceritakan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari ‘Ali bin Husain. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam— bersabda, “Sesungguhnya di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.”

Demikian pula diriwayatkan oleh lebih dari satu orang dari sahabat-sahabat Az-Zuhri, dari ‘Ali bin Husain, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, semisal hadis Malik secara mursal. Riwayat ini menurut kami lebih sahih daripada hadis Abu Salamah dari Abu Hurairah, sedangkan ‘Ali bin Husain tidak sempat mendapati ‘Ali bin Abu Thalib.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2458

١٦ - بَابُ إِثۡمِ مَنۡ خَاصَمَ فِي بَاطِلٍ وَهُوَ يَعۡلَمُهُ
16. Bab Dosa Orang yang Bersengketa dalam Kebatilan Padahal Ia Mengetahuinya


٢٤٥٨ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡعَزِيزِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ قَالَ: حَدَّثَنِي إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ سَعۡدٍ، عَنۡ صَالِحٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي عُرۡوَةُ بۡنُ الزُّبَيۡرِ: أَنَّ زَيۡنَبَ بِنۡتَ أُمِّ سَلَمَةَ أَخۡبَرَتۡهُ: أَنَّ أُمَّهَا أُمَّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا، زَوۡجَ النَّبِيِّ ﷺ أَخۡبَرَتۡهَا، عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ: أَنَّهُ سَمِعَ خُصُومَةً بِبَابِ حُجۡرَتِهِ، فَخَرَجَ إِلَيۡهِمۡ، فَقَالَ: (إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ، وَإِنَّهُ يَأۡتِينِي الۡخَصۡمُ، فَلَعَلَّ بَعۡضَكُمۡ أَنۡ يَكُونَ أَبۡلَغَ مِنۡ بَعۡضٍ، فَأَحۡسِبُ أَنَّهُ صَدَقَ، فَأَقۡضِيَ لَهُ بِذٰلِكَ، فَمَنۡ قَضَيۡتُ لَهُ بِحَقِّ مُسۡلِمٍ، فَإِنَّمَا هِيَ قِطۡعَةٌ مِنَ النَّارِ، فَلۡيَأۡخُذۡهَا أَوۡ فَلۡيَتۡرُكۡهَا).

[الحديث ٢٤٥٨ - أطرافه في: ٢٦٨٠، ٦٩٦٧، ٧١٦٩، ٧١٨١، ٧١٨٥].

2458. ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Ibrahim bin Sa’d menceritakan kepadaku dari Shalih, dari Ibnu Syihab. Ia berkata: ‘Urwah bin Az-Zubair mengabarkan kepadaku bahwa Zainab binti Umu Salamah mengabarkan kepadanya: Ibunya, Umu Salamah—radhiyallahu ‘anha—, istri Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, mengabarkan kepadanya dari Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—:

Beliau mendengar pertengkaran di depan pintu kamar beliau, lalu beliau keluar menemui mereka dan bersabda, “Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia, dan sesungguhnya orang yang bersengketa datang kepadaku. Boleh jadi sebagian kalian lebih fasih dalam berargumen daripada yang lain, sehingga aku mengira bahwa ia benar lalu aku memenangkan hukum untuknya berdasarkan hal itu. Barang siapa yang aku menangkan kasusnya dengan (mengorbankan) hak seorang muslim, maka sesungguhnya itu adalah sepotong api neraka; silakan ia mengambilnya atau meninggalkannya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2457

١٥ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَهُوَ أَلَدُّ الۡخِصَامِ﴾ [البقرة: ٢٠٤]
15. Bab Firman Allah Taala: “Dan dia adalah orang yang paling keras penentangannya” (QS Al-Baqarah: 204)


٢٤٥٧ - حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنِ ابۡنِ جُرَيۡجٍ، عَنِ ابۡنِ أَبِي مُلَيۡكَةَ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (إِنَّ أَبۡغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللهِ الۡأَلَدُّ الۡخَصِمُ). [الحديث ٢٤٥٧ - طرفاه في: ٤٥٢٣، ٧١٨٨].

2457. Abu ‘Ashim telah menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha—, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling keras penentangannya lagi suka mendebat.”