Sunan Abu Dawud hadits nomor 1371 dan 1372

٣١٨ - بَابٌ فِي قِيَامِ شَهۡرِ رَمَضَانَ 
318. Bab tentang qiamulail bulan Ramadan 


١٣٧١ – (صحيح) حَدَّثَنَا الۡحَسَنُ بۡنُ عَلِيٍّ وَمُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُتَوَكِّلِ قَالَا: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ، أنا مَعۡمَرٌ - قَالَ الۡحَسَنُ فِي حَدِيثِهِ: وَمَالِكُ بۡنُ أَنَسٍ - عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنۡ غَيۡرِ أَنۡ يَأۡمُرَهُمۡ بِعَزِيمَةٍ، ثُمَّ يَقُولُ: (مَنۡ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحۡتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِهِ)، فَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ ﷺ وَالۡأَمۡرُ عَلَى ذٰلِكَ، ثُمَّ كَانَ الۡأَمۡرُ عَلَى ذٰلِكَ فِي خِلَافَةِ أَبِي بَكۡرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، وَصَدۡرًا مِنۡ خِلَافَةِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ. قَالَ أَبُو دَاوُدَ: وَكَذَا رَوَاهُ عُقَيۡلٌ وَيُونُسُ وَأَبُو أُوَيۡسٍ: (مَنۡ قَامَ رَمَضَانَ)، وَرَوَى عُقَيۡلٌ: (مَنۡ صَامَ رَمَضَانَ وَقَامَهُ). [ق، لكن خ جعل قوله: (فتوفي رسول الله...) من كلام الزهري.]. (حسن صحيح) وَفِي رِوَايَةٍ: (مَنۡ صَامَ رَمَضَانَ وَقَامَهُ). 

1371. [Sahih] Al-Hasan bin ‘Ali dan Muhammad bin Al-Mutawakkil telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepada kami: Ma’mar mengabarkan kepada kami—Al-Hasan berkata di dalam hadisnya: Dan Malik bin Anas—dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah. Beliau mengatakan: Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan qiamulail di bulan Ramadan tanpa mewajibkan mereka. Kemudian beliau bersabda, “Siapa saja yang qiamulail di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, niscaya dosanya yang telah lalu akan diampuni.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dan perkaranya masih demikian. Kemudian perkaranya masih tetap begitu di masa kekhalifahan Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu dan di awal-awal kekhalifahan ‘Umar radhiyallahu ‘anhu

Abu Dawud berkata: Begitulah yang diriwayatkan oleh ‘Uqail, Yunus, dan Abu Uwais, yaitu, “Siapa saja yang qiamulail di bulan Ramadan.” ‘Uqail juga meriwayatkan, “Siapa saja yang berpuasa dan qiamulail di bulan Ramadan.” 

١٣٧٢ – (صحيح) حَدَّثَنَا مَخۡلَدُ بۡنُ خَالِدٍ وَابۡنُ أَبِي خَلَفٍ، الۡمَعۡنَى قَالَا: نا سُفۡيَانُ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، يَبۡلُغُ بِهِ النَّبِيَّ ﷺ: (مَنۡ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحۡتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِهِ، وَمَنۡ قَامَ لَيۡلَةَ الۡقَدۡرِ إِيمَانًا وَاحۡتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِهِ). قَالَ أَبُو دَاوُدَ: كَذَا رَوَاهُ يَحۡيَى بۡنُ أَبِي كَثِيرٍ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ. وَمُحَمَّدُ بۡنُ عَمۡرٍو، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ. [ق]. 

1372. [Sahih] Makhlad bin Khalid dan Ibnu Abu Khalaf secara makna telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa saja yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, niscaya dosanya yang telah lalu akan diampuni. Dan siapa saja yang qiamulail di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, niscaya dosanya yang telah lalu akan diampuni.” 

Abu Dawud berkata: Begitulah yang diriwayatkan oleh Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah; dan Muhammad bin ‘Amr dari Abu Salamah.