١٣ - بَابُ قَوۡلِهِ: ﴿وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنۡهُمۡ مَاتَ أَبَدًا
وَلَا تَقُمۡ عَلَى قَبۡرِهِ﴾ [٨٤]
13. Bab Firman Allah, “Janganlah kamu sekali-kali menyalati (jenazah)
seorang yang mati di antara mereka! Jangan pula kamu berdiri (mendoakan) di
kuburnya!” (QS At-Taubah: 84)
٤٦٧٢ - حَدَّثَنِي إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ الۡمُنۡذِرِ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بۡنُ
عِيَاضٍ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ
عَنۡهُمَا أَنَّهُ قَالَ: لَمَّا تُوُفِّيَ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ أُبَيٍّ، جَاءَ
ابۡنُهُ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَأَعۡطَاهُ
قَمِيصَهُ، وَأَمَرَهُ أَنۡ يُكَفِّنَهُ فِيهِ، ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي عَلَيۡهِ،
فَأَخَذَ عُمَرُ بۡنُ الۡخَطَّابِ بِثَوۡبِهِ، فَقَالَ تُصَلِّي عَلَيۡهِ
وَهُوَ مُنَافِقٌ، وَقَدۡ نَهَاكَ اللهُ أَنۡ تَسۡتَغۡفِرَ لَهُمۡ؟ قَالَ:
(إِنَّمَا خَيَّرَنِي اللهُ. أَوۡ أَخۡبَرَنِي. فَقَالَ: ﴿اسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ
أَوۡ لَا تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ إِنۡ تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ سَبۡعِينَ مَرَّةً
فَلَنۡ يَغۡفِرَ اللهُ لَهُمۡ﴾ [٨٠]. فَقَالَ: سَأَزِيدُهُ عَلَى سَبۡعِينَ).
قَالَ: فَصَلَّى عَلَيۡهِ رَسُولُ اللهِ ﷺ وَصَلَّيۡنَا مَعَهُ، ثُمَّ أَنۡزَلَ
اللهُ عَلَيۡهِ: ﴿وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنۡهُمۡ مَاتَ أَبَدًا وَلَا
تَقُمۡ عَلَى قَبۡرِهِ إِنَّهُمۡ كَفَرُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا
وَهُمۡ فَاسِقُونَ﴾. [طرفه في:
١٢٦٩].
4672. Ibrahim bin Al-Mundzir telah menceritakan kepadaku: Anas bin ‘Iyadh
menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidullah, dari Nafi’, dari Ibnu
‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—: Beliau mengatakan:
Ketika ‘Abdullah bin Ubay meninggal, putranya, yaitu ‘Abdullah bin ‘Abdullah datang menemui Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Lalu beliau memberikan gamisnya kepadanya dan memerintahkannya agar mengafani jenazah ayahnya dengan itu.Kemudian Rasulullah berdiri untuk menyalati jenazah, namun ‘Umar bin Al-Khaththab memegangi baju beliau seraya berkata, “Engkau menyalatinya padahal dia adalah munafik dan Allah telah melarang Anda untuk memintakan ampunan untuk mereka?”Rasulullah berkata, “Allah memberiku pilihan atau mengabarkan kepadaku. Allah berfirman, ‘Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka.’ (QS At-Taubah: 80).”Lalu Rasulullah berkata, “Aku akan menambah permohonan ampun lebih dari tujuh puluh kali.”
Ibnu ‘Umar berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menyalati jenazah
‘Abdullah bin Ubay dan kami ikut salat bersama beliau, kemudian Allah
menurunkan ayat kepada beliau “Janganlah kamu sekali-kali menyalati (jenazah)
seorang yang mati di antara mereka! Jangan pula kamu berdiri (mendoakan) di
kuburnya! Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan
mereka mati dalam keadaan fasik.”