Cari Blog Ini

Shahih Muslim hadis nomor 2824

٢ - (٢٨٢٤) - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ عَمۡرٍو الۡأَشۡعَثِيُّ وَزُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ. قَالَ زُهَيۡرٌ: حَدَّثَنَا. وَقَالَ سَعِيدٌ: أَخۡبَرَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ. قَالَ: (قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعۡدَدۡتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيۡنٌ رَأَتۡ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتۡ، وَلَا خَطَرَ عَلَىٰ قَلۡبِ بَشَرٍ).

مِصۡدَاقُ ذٰلِكَ فِي كِتَابِ اللهِ: ﴿فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ مَّآ أُخۡفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٍ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعۡمَلُونَ ‎۝١٧‏﴾ [السجدة: ١٧].

[البخاري: كتاب بدء الخلق، باب ما جاء في صفة الجنة وأنها مخلوقة، رقم: ٣٢٤٤].

2. (2824). Sa’id bin ‘Amr Al-Asy’atsi dan Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami. Zuhair berkata: Telah menceritakan kepada kami. Sa’id berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau berkata, “Allah—‘azza wa jalla—berkata: Aku telah menyiapkan pahala yang belum dilihat oleh mata, belum didengar oleh telinga, dan belum terpikir di hati manusia.”

Yang mendukung hal itu dalam Al-Qur’an adalah ayat “Tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui pahala penyejuk mata yang disembunyikan dari mereka sebagai balasan atas amalan yang mereka dahulu kerjakan.” (QS As-Sajdah: 17).

٣ - (...) - حَدَّثَنِي هَارُونُ بۡنُ سَعِيدٍ الۡأَيۡلِيُّ: حَدَّثَنَا ابۡنُ وَهۡبٍ: حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنۡ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعۡدَدۡتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيۡنٌ رَأَتۡ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتۡ، وَلَا خَطَرَ عَلَىٰ قَلۡبِ بَشَرٍ. ذُخۡرًا. بَلۡهَ مَا أَطۡلَعَكُمُ اللهُ عَلَيۡهِ).

3. Harun bin Sa’id Al-Aili telah menceritakan kepadaku: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami: Malik menceritakan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Allah—‘azza wa jalla—berkata: Aku telah menyiapkan pahala yang belum dilihat oleh mata, belum didengar oleh telinga, dan belum terpikir di hati manusia untuk hamba-hamba-Ku yang saleh, sebagai simpanan, jauh melebihi kenikmatan yang telah Allah perlihatkan kepada kalian.”

٤ - (...) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَأَبُو كُرَيۡبٍ. قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ. (ح) وَحَدَّثَنَا ابۡنُ نُمَيۡرٍ - وَاللَّفۡظُ لَهُ -: حَدَّثَنَا أَبِي: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ، عَنۡ أَبِي صَالِحٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعۡدَدۡتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيۡنٌ رَأَتۡ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتۡ، وَلَا خَطَرَ عَلَىٰ قَلۡبِ بَشَرٍ. ذُخۡرًا. بَلۡهَ مَا أَطۡلَعَكُمُ اللهُ عَلَيۡهِ).

ثُمَّ قَرَأَ: ﴿فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ مَّآ أُخۡفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٍ﴾ [السجدة: ١٧].

[البخاري: كتاب التفسير، باب: ﴿فلا تعلم نفس ما أخفي لهم...﴾، رقم: ٤٧٧٩].

4. Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami—lafaz hadis ini miliknya—: Ayahku menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah. Beliau berkata:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Allah—‘azza wa jalla—berkata: Aku telah menyiapkan pahala yang belum dilihat oleh mata, belum didengar oleh telinga, dan belum terpikir di hati manusia, sebagai simpanan, jauh melebihi kenikmatan yang telah Allah perlihatkan kepada kalian.” Kemudian beliau membaca ayat, “Tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui pahala penyejuk mata yang disembunyikan dari mereka.” (QS As-Sajdah: 17).