٢٠ - بَابٌ ﴿إِلَّا الۡمُسۡتَضۡعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ
وَالۡوِلۡدَانِ لَا يَسۡتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلَا يَهۡتَدُونَ سَبِيلًا﴾
٩٨
20. Bab “kecuali orang-orang yang lemah baik laki-laki atau wanita ataupun
anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk
hijrah)” (QS An-Nisa’: 98)
٤٥٩٧ - حَدَّثَنَا أَبُو النُّعۡمَانِ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنِ
ابۡنِ أَبِي مُلَيۡكَةَ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: ﴿إِلَّا
الۡمُسۡتَضۡعَفِينَ﴾ قَالَ: كَانَتۡ أُمِّي مِمَّنۡ عَذَرَ اللهُ. [طرفه في:
١٣٥٧].
4597. Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan kepada
kami dari Ayyub, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu
‘anhuma—tentang ayat “kecuali orang-orang yang lemah”. Beliau mengatakan,
“Dahulu, ibuku termasuk orang yang dimaafkan oleh Allah.”