تفسير سورة القارعة
Tafsir Surah Al-Qari’ah
[وهي] مكية
Surah ini makiyah.
﷽
﴿ٱلۡقَارِعَةُ * مَا ٱلۡقَارِعَةُ * وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡقَارِعَةُ *
يَوۡمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلۡفَرَاشِ ٱلۡمَبۡثُوثِ * وَتَكُونُ ٱلۡجِبَالُ
كَٱلۡعِهۡنِ ٱلۡمَنفُوشِ * فَأَمَّا مَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُۥ * فَهُوَ فِى
عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ * وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ * فَأُمُّهُۥ
هَاوِيَةٌ * وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا هِيَهۡ * نَارٌ حَامِيَةُۢ﴾
- Hari kiamat,
- apakah hari kiamat itu?
- Tahukah kamu apakah hari kiamat itu?
- Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,
- dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
- Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
- maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
- Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
- maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
- Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
- (Yaitu) api yang sangat panas.
١، ٤ ﴿ٱلۡقَارِعَةُ﴾ من أسماء يوم القيامة، سميت بذلك، لأنها تقرع الناس
وتزعجهم بأهوالها.
Al-Qari’ah adalah salah satu nama hari kiamat. Dinamakan demikian karena hari
kiamat mendatangi manusia secara tiba-tiba dan mencemaskan mereka dengan
kedahsyatannya.
ولهذا عظم أمرها وفخمه بقوله: ﴿ٱلۡقَارِعَةُ * مَا ٱلۡقَارِعَةُ * وَمَآ
أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡقَارِعَةُ * يَوۡمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ﴾ من شدة الفزع والهول،
﴿كَٱلۡفَرَاشِ ٱلۡمَبۡثُوث﴾ أي: كالجراد المنتشر الذي يموج بعضه في بعض،
والفراش: هي الحيوانات التي تكون في الليل، يموج بعضها ببعض، لا تدري أين توجه،
فإذا أوقد لها نار تهافتت إليها لضعف إدراكها، فهذه حال الناس أهل
العقول.
Karena alasan ini, Dia membesar-besarkan kejadian ini dengan firman-Nya, “Hari
kiamat, apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari
itu manusia adalah …” saking takut dan ngeri, “seperti ngengat yang
bertebaran” artinya: seperti belalang yang berhamburan, saling bertubrukan.
Al-Firasy (ngengat) adalah hewan yang ada di malam hari, saling bertubrukan,
tidak tahu arah. Ketika api dinyalakan untuk mereka, mereka pun
berbondong-bondong ke arahnya karena lemahnya ilmu mereka. Demikianlah keadaan
manusia pemilik akal.
٥ وأما الجبال الصم الصلاب فتكون ﴿كَٱلۡعِهۡنِ ٱلۡمَنفُوشِ﴾ أي: كالصوف
المنفوش الذي بقي ضعيفًا جدًا تطير به أدنى ريح. قال تعالى: ﴿وَتَرَى
ٱلۡجِبَالَ تَحۡسَبُهَا جَامِدَةً وَهِىَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِ﴾.
Adapun gunung-gunung yang kokoh dan keras akan menjadi “bagai bulu yang
dihambur-hamburkan”, artinya: seperti bulu domba yang dihambur-hamburkan yang
sangat lemah yang bisa diterbangkan oleh angin yang paling pelan. Allah taala
berfirman, “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di
tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.”
ثم بعد ذلك، تكون هباء منثورًا، فتضمحل ولا يبقى منها شيء يشاهد، فحينئذ تنصب
الموازين وينقسم الناس قسمين: سعداء وأشقياء.
Setelah itu, gunung-gunung itu akan menjadi debu yang bertebaran, lenyap, dan
tak ada lagi yang tersisa. Saat itu timbangan akan dipancangkan dan manusia
akan terbagi menjadi dua kelompok: bahagia dan sengsara.
٦، ٧ ﴿فَأَمَّا مَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُۥ﴾ أي: رجحت حسناته على سيئاته
﴿فَهُوَ فِى عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ﴾ في جنات النعيم.
“Adapun orang-orang yang berat timbangannya”, yaitu: lebih berat kebaikannya
daripada keburukannya, “maka dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan” di
dalam janah yang penuh kenikmatan.
٨، ٩ ﴿وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ﴾ بأن لم تكن له حسنات تقاوم
سيئاته، ﴿فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌ﴾ أي: مأواه ومسكنه النار التي من أسمائها
الهاوية، تكون له بمنزلة الأم الملازمة، كما قال تعالى: ﴿إِنَّ عَذَابَهَا
كَانَ غَرَامًا﴾.
“Adapun orang yang timbangannya ringan”, ia tidak memiliki kebaikan yang
menandingi keburukannya, “maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah,”
artinya: tempat tinggal dan kediamannya adalah neraka, yang salah satu namanya
adalah Al-Hawiyah. Neraka itu bagaikan kedudukan ibu yang senantiasa
menyertainya, sebagaimana Allah taala berfirman, “Sesungguhnya azabnya itu
adalah kebinasaan yang kekal.”
وقيل: إن معنى ذلك فأم دماغه هاوية في النار؛ أي: يلقى في النار على
رأسه.
Ada yang berpendapat bahwa makna ayat itu ialah otaknya akan dijatuhkan ke
dalam neraka, maksudnya: ia akan dilempar ke dalam neraka dengan kepala lebih
dulu.
١٠، ١١ ﴿وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا هِيَهۡ﴾ وهذا تعظيم لأمرها، ثم فسرها بقوله
هي: ﴿نَارٌ حَامِيَةُۢ﴾ أي: شديدة الحرارة قد زادت حرارتها على حرارة نار
الدنيا سبعين ضعفًا، نستجير بالله منها.
“Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?” Pertanyaan ini untuk
membesar-besarkan gambaran tentangnya. Kemudian Allah menjelaskannya dengan
firman-Nya bahwa neraka Hawiyah adalah, “api yang sangat panas” artinya: panas
sekali, panasnya melebihi panas api dunia tujuh puluh kali lipat. Kita
berlindung kepada Allah darinya.