Cari Blog Ini

Al-Isti'ab - 515. Haram bin Milhan

٥١٥ - [حَرَامُ بۡنُ مِلۡحَانَ الۡأَنۡصَارِيُّ]:
515. Haram bin Milhan Al-Anshari


حَرَامُ بۡنُ مِلۡحَانَ، وَاسۡمُ مِلۡحَانَ مَالِكُ بۡنُ خَالِدِ بۡنِ زَيۡدِ بۡنِ حَرَامِ بۡنِ جُنۡدُبِ بۡنِ عَامِرِ بۡنِ غَنۡمٍ بۡنِ مَالِكِ بۡنِ النَّجَّارِ الۡأَنۡصَارِيِّ، شَهِدَ بَدۡرًا مَعَ أَخِيهِ سُلَيۡمِ بۡنِ مِلۡحَانَ، وَشَهِدَ أُحُدًا، وَقُتِلَ يَوۡمَ بَئۡرِ مَعُونَةِ مَعَ الۡمُنۡذِرِ بۡنِ عَمۡرٍو، وَعَامِرِ بۡنِ فُهَيۡرَةَ، قَتَلَهُ عَامِرُ بۡنُ الطُّفَيۡلِ، وَهُوَ الَّذِي حَمَلَ كِتَابَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وآله وسلم إِلَى عَامِرِ بۡنِ الطُّفَيۡلِ، وَخَبَرُهُ فِي بَابِ الۡمُنۡذِرِ بۡنِ عَمۡرٍو، وَهُوَ أَخُو أُمِّ سُلَيۡمٍ بِنۡتِ مِلۡحَانَ، وَأُمِّ حَرَامِ بِنۡتِ مِلۡحَانَ، وَهُوَ خَالُ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ.

Haram bin Milhan. Nama Milhan adalah Malik bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin ‘Amir bin Ghanm bin Malik bin An-Najjar Al-Anshari. Ia ikut serta dalam perang Badr bersama saudaranya, Sulaim bin Milhan, dan juga ikut serta dalam perang Uhud.

Ia gugur dalam peristiwa sumur Ma’unah (Bi`ru Ma’unah) bersama Al-Mundzir bin ‘Amr dan ‘Amir bin Fuhairah. Ia dibunuh oleh ‘Amir bin Ath-Thufail. Haram-lah orang yang membawa surat Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam—kepada ‘Amir bin Ath-Thufail, dan kisahnya terdapat dalam bab Al-Mundzir bin ‘Amr.

Haram adalah saudara laki-laki dari Umu Sulaim binti Milhan dan Umu Haram binti Milhan, serta merupakan paman dari Anas bin Malik.

ذَكَرَ عَبۡدُ الرَّزَّاقِ، عَنۡ مَعۡمَرِ بۡنِ ثُمَامَةَ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ أَنَّ حَرَامَ بۡنَ مِلۡحَانَ - وَهُوَ خَالُ أَنَسٍ - طُعِنَ يَوۡمَ بَئۡرِ مَعُونَةِ فِي رَأۡسِهِ، فَتَلَقَّى دَمَهُ بِكَفِّهِ فَنَضَحَهُ عَلَى رَأۡسِهِ وَوَجۡهِهِ، وَقَالَ: فُزۡتُ وَرَبِّ الۡكَعۡبَةِ.

‘Abdurrazzaq menyebutkan dari Ma’mar bin Tsumamah bin ‘Abdullah bin Anas bin Malik: Bahwa Haram bin Milhan—paman Anas—ditikam di kepalanya pada hari sumur Ma’unah. Lalu ia menampung darahnya dengan telapak tangannya dan memercikkannya ke kepala serta wajahnya seraya berkata, “Aku beruntung, demi Rab Ka’bah!”

وَقِيلَ: إِنَّ حَرَامَ بۡنَ مِلۡحَانَ ارۡتُثَّ يَوۡمَ بَئۡرِ مَعُونَةِ، فَقَالَ الضَّحَاكُ بۡنُ سُفۡيَانَ الۡكِلَابِيُّ - وَكَانَ مُسۡلِمًا يَكۡتُمُ إِسۡلَامَهُ لِامۡرَأَةٍ مِنۡ قَوۡمِهِ: هَلۡ لَكِ فِي رَجُلٍ إِنۡ صَحَّ كَانَ نِعۡمَ الرَّاعِي؟ فَضَمَّتۡهُ إِلَيۡهَا فَعَالَجَتۡهُ فَسَمِعَتۡهُ يَقُولُ: [الطويل]

أَتَتۡ عَامِرُ تَرۡجُو الۡهَوَادَةَ بَيۡنَنَا وَهَلۡ عَامِرُ إِلَّا عَدُوٌّ مُدَاهِنُ

إِذَا مَا رَجَعۡنَا ثُمَّ لَمۡ تَكُ وَقۡعَةٌ بِأَسۡيَافِنَا فِي عَامِرٍ وَتَطَاعُنُ

فَلَا تَرۡجُوَنَّا أَنۡ تُقَاتِلَ بَعۡدَنَا عَشَائِرُنَا وَالۡمُقَرَبَاتُ الصَّوَافِنُ

فَوَثَبُوا عَلَيۡهِ وَقَتَلُوهُ، وَالۡأَوَّلُ أَصَحُّ، وَاللهُ أَعۡلَمُ.

Dikatakan bahwa Haram bin Milhan terluka parah pada peristiwa sumur Ma’unah. Kemudian Adh-Dhahhak bin Sufyan al-Kilabi—seorang muslim yang menyembunyikan keislamannya—berkata kepada seorang wanita dari kaumnya, “Maukah engkau merawat seorang pria yang jika ia sehat, ia bisa menjadi penggembala yang baik?”

Wanita itu pun membawanya dan merawatnya. Namun, wanita itu kemudian mendengarnya melantunkan syair, “‘Amir telah datang untuk mengharapkan perdamaian di antara kita, padahal tidaklah ‘Amir itu melainkan musuh yang berpura-pura baik. Apabila kami kembali dan tidak terjadi peperangan dengan pedang-pedang kami terhadap ‘Amir serta tidak terjadi aksi saling menikam, maka janganlah sekali-kali engkau berharap bahwa kabilah-kabilah kami serta kuda-kuda pilihan yang ramping akan berperang membela kami setelahnya."

Mendengar hal itu, mereka menyerangnya dan membunuhnya. Namun, riwayat yang pertama lebih sahih. Wallahualam.