٣٣٣٨ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا شَيۡبَانُ، عَنۡ يَحۡيَى، عَنۡ
أَبِي سَلَمَةَ: سَمِعۡتُ أَبَا هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللهِ ﷺ: (أَلَا أُحَدِّثُكُمۡ حَدِيثًا عَنِ الدَّجَّالِ، مَا حَدَّثَ
بِهِ نَبِيٌّ قَوۡمَهُ؟ إِنَّهُ أَعۡوَرُ، وَإِنَّهُ يَجِيءُ مَعَهُ بِمِثَالِ
الۡجَنَّةِ وَالنَّارِ، فَالَّتِي يَقُولُ إِنَّهَا الۡجَنَّةُ هِيَ النَّارُ،
وَإِنِّي أُنۡذِرُكُمۡ كَمَا أَنۡذَرَ بِهِ نُوحٌ قَوۡمَهُ).
3338. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Syaiban menceritakan kepada
kami dari Yahya, dari Abu Salamah: Aku mendengar Abu Hurairah—radhiyallahu
‘anhu—berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Maukah aku
ceritakan kepada kalian suatu cerita tentang Dajjal yang belum diceritakan
oleh seorang nabi pun kepada kaumnya? Sungguh Dajjal itu buta sebelah matanya
dan dia akan datang membawa sesuatu seperti janah dan neraka. Yang dia katakan
sebagai janah, sebenarnya adalah neraka. Sungguh aku memperingatkan kalian
sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya.”
٣٣٣٩ - حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَاحِدِ
بۡنُ زِيَادٍ: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ، عَنۡ أَبِي صَالِحٍ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ
قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يَجِيءُ نُوحٌ وَأُمَّتُهُ، فَيَقُولُ اللهُ
تَعَالَى: هَلۡ بَلَّغۡتَ؟ فَيَقُولُ: نَعَمۡ أَىۡ رَبِّ، فَيَقُولُ
لِأُمَّتِهِ: هَلۡ بَلَّغَكُمۡ؟ فَيَقُولُونَ: لَا مَا جَاءَنَا مِنۡ نَبِيٍّ،
فَيَقُولُ لِنُوحٍ: مَنۡ يَشۡهَدُ لَكَ؟ فَيَقُولُ: مُحَمَّدٌ ﷺ وَأُمَّتُهُ،
فَنَشۡهَدُ أَنَّهُ قَدۡ بَلَّغَ، وَهُوَ قَوۡلُهُ جَلَّ ذِكۡرُهُ: ﴿وَكَذٰلِكَ
جَعَلۡنَاكُمۡ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ﴾ [البقرة:
١٤٣]. وَالۡوَسَطُ الۡعَدۡلُ.
[الحديث ٣٣٣٩ - طرفاه في: ٤٤٨٧،
٧٣٤٩].
3339. Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahid bin Ziyad
menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami dari Abu Shalih,
dari Abu Sa’id. Beliau berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—bersabda:
Nuh dan umatnya akan datang, lalu Allah taala bertanya, “Apakah engkau sudah
menyampaikan?”
Nuh menjawab, “Sudah, ya Rabi.”
Allah bertanya kepada umatnya, “Apakah Nuh sudah menyampaikan kepada kalian?”
Mereka menjawab, “Tidak. Tidak ada seorang nabi pun datang kepada kami.”
Allah bertanya kepada Nuh, “Siapa yang akan bersaksi untukmu?”
Nuh menjawab, “Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan umatnya.”
Lalu kami bersaksi bahwa Nuh telah menyampaikan. Itulah maksud firman
Allah—jalla dzikruh—, “Demikianlah Kami jadikan kalian umat yang wasath supaya
kalian menjadi saksi atas manusia.” (QS Al-Baqarah: 143). Wasath artinya adil.