Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7555

٥٦ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى:
56. Bab Firman Allah Taala:


﴿وَاللهُ خَلَقَكُمۡ وَمَا تَعۡمَلُونَ﴾ [الصافات: ٩٦] ﴿إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَاهُ بِقَدَرٍ﴾ [القمر: ٤٩]. وَيُقَالُ لِلۡمُصَوِّرِينَ: (أَحۡيُوا مَا خَلَقۡتُمۡ).

“Allah yang menciptakan kalian dan amalan kalian.” (QS As-Saffat: 96). “Sesungguhnya segala sesuatu Kami ciptakan menurut ukuran.” (QS Al-Qamar: 49). Dikatakan kepada para penggambar, “Hidupkanlah yang kalian buat!”

﴿إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسۡتَوَى عَلَى الۡعَرۡشِ يُغۡشِي اللَّيۡلَ النَّهَارَ يَطۡلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمۡسَ وَالۡقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمۡرِهِ أَلَا لَهُ الۡخَلۡقُ وَالۡأَمۡرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الۡعَالَمِينَ﴾ [الأعراف: ٥٤].

“Sesungguhnya Rab kalian ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (Dia juga menciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rab semesta alam.” (QS Al-A’raf: 54).

قَالَ ابۡنُ عُيَيۡنَةَ: بَيَّنَ اللهُ الۡخَلۡقَ مِنَ الۡأَمۡرِ لِقَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿أَلَا لَهُ الۡخَلۡقُ وَالۡأَمۡرُ﴾ [الأعراف: ٥٤] وَسَمَّى النَّبِيُّ ﷺ الۡإِيمَانَ عَمَلًا، قَالَ أَبُو ذَرٍّ وَأَبُو هُرَيۡرَةَ: سُئِلَ النَّبِيُّ ﷺ: أَيُّ الۡأَعۡمَالِ أَفۡضَلُ؟ قَالَ: (إِيمَانٌ بِاللهِ وَجِهَادٌ فِي سَبِيلِهِ).

Ibnu ‘Uyainah berkata: Allah membedakan antara al-khalq dan al-amr berdasarkan firman Allah taala, “Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rab semesta alam.” (QS Al-A’raf: 54).

Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menamakan iman dengan amal. Abu Dzarr dan Abu Hurairah berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ditanya, “Amal apa yang paling mulia?”

Beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya.”

وَقَالَ: ﴿جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعۡمَلُونَ﴾ [السجدة: ١٧].

وَقَالَ وَفۡدُ عَبۡدِ الۡقَيۡسِ لِلنَّبِيِّ ﷺ: مُرۡنَا بِجُمَلٍ مِنَ الۡأَمۡرِ، إِنۡ عَمِلۡنَا بِهَا دَخَلۡنَا الۡجَنَّةَ فَأَمَرَهُمۡ بِالۡإِيمَانِ وَالشَّهَادَةِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ. فَجَعَلَ ذٰلِكَ كُلَّهُ عَمَلًا.

Allah berfirman, “Sebagai balasan atas perbuatan mereka dahulu.” (QS As-Sajdah: 17).

Utusan ‘Abdul Qais berkata kepada Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Perintahkan beberapa perintah yang jika kami kerjakan, kami akan masuk janah.”

Lalu beliau memerintahkan mereka untuk beriman, bersyahadat, menegakkan salat, dan menunaikan zakat. Beliau menganggap itu semua adalah amal.

٧٥٥٥ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ الۡوَهَّابِ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَهَّابِ: حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنۡ أَبِي قِلَابَةَ وَالۡقَاسِمِ التَّمِيمِيِّ، عَنۡ زَهۡدَمٍ قَالَ: كَانَ بَيۡنَ هٰذَا الۡحَيِّ مِنۡ جَرۡمٍ وَبَيۡنَ الۡأَشۡعَرِيِّينَ وُدٌّ وَإِخَاءٌ، فَكُنَّا عِنۡدَ أَبِي مُوسَى الۡأَشۡعَرِيِّ، فَقُرِّبَ إِلَيۡهِ الطَّعَامُ فِيهِ لَحۡمُ دَجَاجٍ، وَعِنۡدَهُ رَجُلٌ مِنۡ بَنِي تَيۡمِ اللهِ، كَأَنَّهُ مِنَ الۡمَوَالِي، فَدَعَاهُ إِلَيۡهِ فَقَالَ: إِنِّي رَأَيۡتُهُ يَأۡكُلُ شَيۡئًا فَقَذِرۡتُهُ، فَحَلَفۡتُ لَا آكُلُهُ، فَقَالَ: هَلُمَّ فَلَأُحَدِّثَنَّكَ عَنۡ ذَاكَ، إِنِّي أَتَيۡتُ النَّبِيَّ ﷺ فِي نَفَرٍ مِنَ الۡأَشۡعَرِيِّينَ نَسۡتَحۡمِلُهُ، قَالَ: (وَاللهِ لَا أَحۡمِلُكُمۡ، وَمَا عِنۡدِي مَا أَحۡمِلُكُمۡ). فَأُتِيَ النَّبِيُّ ﷺ بِنَهۡبِ إِبِلٍ فَسَأَلَ عَنَّا فَقَالَ: (أَيۡنَ النَّفَرُ الۡأَشۡعَرِيُّونَ؟). فَأَمَرَ لَنَا بِخَمۡسِ ذَوۡدٍ غُرِّ الذُّرَى، ثُمَّ انۡطَلَقۡنَا، قُلۡنَا: مَا صَنَعۡنَا؟ حَلَفَ رَسُولُ اللهِ ﷺ لَا يَحۡمِلُنَا، وَمَا عِنۡدَهُ مَا يَحۡمِلُنَا، ثُمَّ حَمَلَنَا، تَغَفَّلۡنَا رَسُولَ اللهِ ﷺ يَمِينَهُ، وَاللهِ لَا نُفۡلِحُ أَبَدًا، فَرَجَعۡنَا إِلَيۡهِ فَقُلۡنَا لَهُ، فَقَالَ: (لَسۡتُ أَنَا أَحۡمِلُكُمۡ، وَلَكِنَّ اللهَ حَمَلَكُمۡ، إِنِّي وَاللهِ لَا أَحۡلِفُ عَلَى يَمِينٍ فَأَرَى غَيۡرَهَا خَيۡرًا مِنۡهَا، إِلَّا أَتَيۡتُ الَّذِي هُوَ خَيۡرٌ وَتَحَلَّلۡتُهَا). [طرفه في: ٣١٣٣].

7555. ‘Abdullah bin ‘Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahhab menceritakan kepada kami: Ayyub menceritakan kepada kami dari Abu Qilabah dan Al-Qasim At-Tamimi, dari Zahdam. Beliau berkata:

Dahulu antara kabilah Jarm dan orang-orang Al-Asy’ari ada hubungan kecintaan dan persaudaraan. Suatu ketika kami berada di tempat Abu Musa Al-Asy’ari, lalu dihidangkanlah masakan yang di dalamnya terdapat daging ayam. Di dekat beliau ada seorang pria dari bani Taimullah, sepertinya dia mantan budak yang telah dimerdekakan. Abu Musa mengajaknya makan lalu pria itu berkata, “Sungguh aku pernah melihat ayam memakan suatu (yang kotor) sehingga aku merasa jijik dan bersumpah untuk tidak memakannya.”

Lalu Abu Musa berkata:

Kemarilah! Aku akan ceritakan kepadamu tentang hal itu. Sungguh aku mendatangi Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersama serombongan orang Al-Asy’ari untuk minta tunggangan kepada beliau. Beliau berkata, “Demi Allah, aku tidak bisa mengangkut kalian dan aku tidak memiliki tunggangan untuk mengangkut kalian.”

Lalu ada yang datang kepada Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—membawa unta-unta rampasan perang. Beliau menanyakan kami, “Di mana orang-orang Al-Asy’ari tadi?”

Beliau memerintahkan lima ekor unta yang berpunuk putih diberikan kepada kami, kemudian kami berangkat. Kami berkata, “Apa yang telah kita lakukan? Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—telah bersumpah tidak bisa mengangkut kita dan beliau tidak memiliki tunggangan untuk mengangkut kita, kemudian beliau memberi kita tunggangan. Kita telah membuat Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lupa akan sumpahnya. Demi Allah, kita tidak beruntung selama-lamanya.”

Kami kembali menemui Rasulullah, lalu kami mengatakan itu kepada beliau. Rasulullah berkata, “Bukan aku yang memberi tunggangan kepada kalian, akan tetapi Allah yang memberi tunggangan kepada kalian. Demi Allah, sungguh tidaklah aku bersumpah atas sesuatu, lalu aku melihat perkara lainnya lebih baik daripadanya, kecuali aku akan melakukan perkara yang paling baik dan aku menebus sumpah itu.”