Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2122, 2123, dan 2124

٢١٢٢ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ أَبِي يَزِيدَ، عَنۡ نَافِعِ بۡنِ جُبَيۡرِ بۡنِ مُطۡعِمٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ الدَّوۡسِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: خَرَجَ النَّبِيُّ ﷺ فِي طَائِفَةِ النَّهَارِ، لَا يُكَلِّمُنِي وَلَا أُكَلِّمُهُ، حَتَّى أَتَى سُوقَ بَنِي قَيۡنُقَاعَ، فَجَلَسَ بِفِنَاءِ بَيۡتِ فَاطِمَةَ، فَقَالَ: (أَثَمَّ لُكَعُ؟ أَثَمَّ لُكَعُ؟). فَحَبَسَتۡهُ شَيۡئًا، فَظَنَنۡتُ أَنَّهَا تُلۡبِسُهُ سِخَابًا أَوۡ تُغَسِّلُهُ، فَجَاءَ يَشۡتَدُّ حَتَّى عَانَقَهُ وَقَبَّلَهُ، وَقَالَ: (اللّٰهُمَّ أَحۡبِبۡهُ وَأَحِبَّ مَنۡ يُحِبُّهُ). قَالَ سُفۡيَانُ: قَالَ عُبَيۡدُ اللهِ: أَخۡبَرَنِي أَنَّهُ رَأَى نَافِعَ بۡنَ جُبَيۡرٍ أَوۡتَرَ بِرَكۡعَةٍ.

[الحديث ٢١٢٢ - طرفه في: ٥٨٨٤].

2122. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidullah bin Abu Yazid, dari Nafi’ bin Jubair bin Muth’im, dari Abu Hurairah Ad-Dausi—radhiyallahu ‘anhu—. Dia berkata:

Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—keluar pada sebagian waktu siang. Beliau tidak berbicara kepadaku dan aku pun tidak berbicara kepada beliau, hingga beliau sampai di pasar Bani Qainuqa’. Kemudian beliau duduk di halaman rumah Fathimah lalu bertanya, “Apakah di sana ada si kecil (Al-Hasan)? Apakah di sana ada si kecil?”

Fatimah menahannya beberapa saat. Aku menduga bahwa dia sedang memakaikan kalung manik-manik kepadanya atau memandikannya. Kemudian anak itu datang sambil berlari kencang hingga beliau memeluk dan menciumnya, lalu beliau bersabda, “Ya Allah, cintailah dia dan cintailah orang yang mencintainya.”

Sufyan berkata: ‘Ubaidullah berkata mengabarkan kepadaku bahwa dia melihat Nafi’ bin Jubair melakukan salat witir satu rakaat.

٢١٢٣ - حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ الۡمُنۡذِرِ: حَدَّثَنَا أَبُو ضَمۡرَةَ: حَدَّثَنَا مُوسَى، عَنۡ نَافِعٍ: حَدَّثَنَا ابۡنُ عُمَرَ: أَنَّهُمۡ كَانُوا يَشۡتَرُونَ الطَّعَامَ مِنَ الرُّكۡبَانِ عَلَى عَهۡدِ النَّبِيِّ ﷺ، فَيَبۡعَثُ عَلَيۡهِمۡ مَنۡ يَمۡنَعُهُمۡ أَنۡ يَبِيعُوهُ حَيۡثُ اشۡتَرَوۡهُ، حَتَّى يَنۡقُلُوهُ حَيۡثُ يُبَاعُ الطَّعَامُ.

[الحديث ٢١٢٣ - أطرافه في: ٢١٣١، ٢١٣٧، ٢١٦٦، ٢١٦٧، ٦٨٥٢].

2123. Ibrahim bin Al-Mundzir telah menceritakan kepada kami: Abu Dhamrah menceritakan kepada kami: Musa menceritakan kepada kami dari Nafi’: Ibnu ‘Umar menceritakan kepada kami, bahwa mereka dahulu membeli bahan makanan dari para pengendara (kafilah dagang) pada zaman Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu Nabi mengirimkan orang yang melarang mereka menjualnya kembali di tempat mereka membelinya tersebut, hingga mereka memindahkannya ke tempat bahan makanan biasa dijual.

٢١٢٤ – قَالَ: وَحَدَّثَنَا ابۡنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: نَهَى النَّبِيُّ ﷺ أَنۡ يُبَاعَ الطَّعَامُ إِذَا اشۡتَرَاهُ حَتَّى يَسۡتَوۡفِيَهُ. [الحديث ٢١٢٤ - أطرافه في: ٢١٢٦، ٢١٣٣، ٢١٣٦].

2124. Beliau berkata: Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—menceritakan kepada kami, dia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang menjual bahan makanan yang telah dibeli hingga ia menerimanya secara sempurna.