٦٠ - بَابُ النَّجۡشِ، وَمَنۡ قَالَ: لَا يَجُوزُ ذٰلِكَ الۡبَيۡعُ
60. Bab Najsy dan Pendapat Orang yang Mengatakan: Jual Beli Tersebut Tidak
Boleh
وَقَالَ ابۡنُ أَبِي أَوۡفَى: النَّاجِشُ آكِلُ رِبًا خَائِنٌ. وَهُوَ خِدَاعٌ
بَاطِلٌ لَا يَحِلُّ، قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (الۡخَدِيعَةُ فِي النَّارِ)،
وَ(مَنۡ عَمِلَ عَمَلًا لَيۡسَ عَلَيۡهِ أَمۡرُنَا فَهُوَ رَدٌّ).
Ibnu Abu Aufa—radhiyallahu ‘anhu—berkata, “Pelaku najsy adalah pemakan riba
yang berkhianat.”
Perbuatan tersebut merupakan penipuan batil yang tidak halal. Nabi
Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Penipuan (tempatnya) di
neraka,” dan “Barang siapa melakukan suatu perbuatan yang tidak ada perintah
kami atasnya, maka perbuatan itu tertolak.”
٢١٤٢ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مَسۡلَمَةَ: حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنۡ
نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: نَهَى النَّبِيُّ ﷺ
عَنِ النَّجۡشِ. [الحديث ٢١٤٢ - طرفه في: ٦٩٦٣].
2142. ‘Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami: Malik
menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—. Ia
berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang najsy (praktik
penipuan dalam jual beli di mana seseorang yang bukan pembeli asli
berpura-pura menawar suatu barang dengan harga tinggi).