Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3377, 3378, dan 3379

١٨ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمۡ صَالِحًا﴾ [هود: ٦١]
18. Bab Firman Allah Taala: “Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka (Nabi) Saleh” (QS Hud: 61)


وَقَوۡلِهِ: ﴿كَذَّبَ أَصۡحَابُ الۡحِجۡرِ﴾ [الحجر: ٨٠] مَوۡضِعُ ثَمُودَ. وَأَمَّا ﴿حَرۡثٌ حِجۡرٌ﴾ [الۡأنعام: ١٣٨] حَرَامٌ، وَكُلُّ مَمۡنُوعٍ فَهُوَ حِجۡرٌ مَحۡجُورٌ، وَالۡحِجۡرُ كُلُّ بِنَاءٍ بَنَيۡتَهُ، وَمَا حَجَرۡتَ عَلَيۡهِ مِنَ الۡأَرۡضِ فَهُوَ حِجۡرٌ، وَمِنۡهُ سُمِّيَ حَطِيمُ الۡبَيۡتِ حِجۡرًا، كَأَنَّهُ مُشۡتَقٌّ مِنۡ مَحۡطُومٍ، مِثۡلُ قَتِيلٍ مِنۡ مَقۡتُولٍ، وَيُقَالُ لِلۡأُنۡثَى مِنَ الۡخَيۡلِ الۡحِجۡرُ، وَيُقَالُ لِلۡعَقۡلِ حِجۡرٌ وَحِجًى. وَأَمَّا حَجۡرُ الۡيَمَامَةِ فَهُوَ مَنۡزِلٌ.

Dan firman-Nya: “penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan” (QS Al-Hijr: 80), yaitu tempat tinggal kaum Tsamud. Adapun “ḥarṡun ḥijr” (QS Al-An’am: 138) maknanya adalah haram (dilarang). Setiap yang terlarang disebut hijr mahjur. Dan al-hijr adalah setiap bangunan yang engkau bangun. Tanah yang engkau batasi itu disebut hijr. Dari situ pula Hathim Ka’bah dinamakan Hijr, seolah-olah ia berasal dari kata mahthum (yang diruntuhkan/dibatasi), seperti halnya kata qatil dari kata maqtul. Al-Hijr juga digunakan untuk menyebut kuda betina. Hijr dan hija juga berarti akal. Adapun Hajr Al-Yamamah adalah sebuah tempat tinggal.

٣٣٧٧ - حَدَّثَنَا الۡحُمَيۡدِيُّ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بۡنُ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنَ زَمۡعَةَ قَالَ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ، وَذَكَرَ الَّذِي عَقَرَ النَّاقَةَ، قَالَ: (انۡتَدَبَ لَهَا رَجُلٌ ذُو عِزٍّ وَمَنَعَةٍ فِي قُوَّةٍ كَأَبِي زَمۡعَةَ). [الحديث ٣٣٧٧ - أطرافه في: ٤٩٤٢، ٥٢٠٤، ٦٠٤٢].

3377. Al-Humaidi telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami: Hisyam bin ‘Urwah menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari ‘Abdullah bin Zam’ah. Ia berkata: Aku mendengar Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menyebutkan tentang orang yang menyembelih unta (Nabi Saleh). Beliau bersabda, “Telah bangkit untuk melakukannya seorang laki-laki yang memiliki kehormatan dan kekuatan (pengaruh) dalam kaumnya seperti Abu Zam’ah.”

٣٣٧٨ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ مِسۡكِينٍ أَبُو الۡحَسَنِ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ حَسَّانَ بۡنِ حَيَّانَ أَبُو زَكَرِيَّاءَ: حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ، عَنۡ عَبۡدِ اللَّهِ بۡنِ دِينَارٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ، لَمَّا نَزَلَ الۡحِجۡرَ فِي غَزۡوَةِ تَبُوكَ، أَمَرَهُمۡ أَنۡ لَا يَشۡرَبُوا مِنۡ بِئۡرِهَا، وَلَا يَسۡتَقُوا مِنۡهَا، فَقَالُوا: قَدۡ عَجَنَّا مِنۡهَا وَاسۡتَقَيۡنَا، فَأَمَرَهُمۡ أَنۡ يَطۡرَحُوا ذٰلِكَ الۡعَجِينَ، وَيُهَرِيقُوا ذٰلِكَ الۡمَاءَ. وَيُرۡوَى عَنۡ سَبۡرَةَ بۡنِ مَعۡبَدٍ وَأَبِي الشُّمُوسِ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ أَمَرَ بِإِلۡقَاءِ الطَّعَامِ. وَقَالَ أَبُو ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيَّ ﷺ: (مَنِ اعۡتَجَنَ بِمَائِهِ). [الحديث ٣٣٧٨ - طرفه في: ٣٣٧٩].

3378. Muhammad bin Miskin Abu Al-Hasan telah menceritakan kepada kami: Yahya bin Hassan bin Hayyan Abu Zakariyya` menceritakan kepada kami: Sulaiman menceritakan kepada kami dari ‘Abdullah bin Dinar, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ketika singgah di Al-Hijr pada Perang Tabuk, beliau memerintahkan mereka agar tidak meminum dari sumurnya dan tidak mengambil air darinya. Para sahabat berkata, “Kami telah membuat adonan dari air itu dan telah mengambil air (untuk minum).”

Maka beliau memerintahkan mereka untuk membuang adonan itu dan menumpahkan air tersebut.

Diriwayatkan dari Sabrah bin Ma’bad dan Abu Asy-Syumus bahwa Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan untuk membuang makanan itu. Dan Abu Dzarr berkata dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—: “Siapa yang telah membuat adonan dengan airnya.”

٣٣٧٩ - حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ الۡمُنۡذِرِ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بۡنُ عِيَاضٍ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ نَافِعٍ: أَنَّ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا أَخۡبَرَهُ: أَنَّ النَّاسَ نَزَلُوا مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ أَرۡضَ ثَمُودَ، الۡحِجۡرَ، فَاسۡتَقَوۡا مِنۡ بِئۡرِهَا وَاعۡتَجَنُوا بِهِ، فَأَمَرَهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَنۡ يُهَرِيقُوا مَا اسۡتَقَوۡا مِنۡ بِئۡرِهَا وَأَنۡ يَعۡلِفُوا الۡإِبِلَ الۡعَجِينَ. وَأَمَرَهُمۡ أَنۡ يَسۡتَقُوا مِنَ الۡبِئۡرِ الَّتِي كَانَ تَرِدُهَا النَّاقَةُ. تَابَعَهُ أُسَامَةُ عَنۡ نَافِعٍ. [طرفه في: ٣٣٧٨].

3379. Ibrahim bin Al-Mundzir telah menceritakan kepada kami: Anas bin ‘Iyadh menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidullah, dari Nafi’, bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—mengabarkan kepadanya: Orang-orang singgah bersama Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—di tanah kaum Tsamud, Al-Hijr. Mereka mengambil air dari sumur-sumurnya dan membuat adonan dengannya. Maka Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan mereka untuk menumpahkan air yang telah mereka ambil dari sumur-sumurnya dan agar mereka memberikan adonan tersebut kepada unta sebagai makanan, serta memerintahkan mereka untuk mengambil air dari sumur yang dahulu didatangi oleh unta (Nabi Saleh).

Usamah mengiringi ‘Ubaidullah dari Nafi’.