١٨ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمۡ صَالِحًا﴾
[هود: ٦١]
18. Bab Firman Allah Taala: “Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka
(Nabi) Saleh” (QS Hud: 61)
وَقَوۡلِهِ: ﴿كَذَّبَ أَصۡحَابُ الۡحِجۡرِ﴾ [الحجر: ٨٠] مَوۡضِعُ ثَمُودَ.
وَأَمَّا ﴿حَرۡثٌ حِجۡرٌ﴾ [الۡأنعام: ١٣٨] حَرَامٌ، وَكُلُّ مَمۡنُوعٍ فَهُوَ
حِجۡرٌ مَحۡجُورٌ، وَالۡحِجۡرُ كُلُّ بِنَاءٍ بَنَيۡتَهُ، وَمَا حَجَرۡتَ
عَلَيۡهِ مِنَ الۡأَرۡضِ فَهُوَ حِجۡرٌ، وَمِنۡهُ سُمِّيَ حَطِيمُ الۡبَيۡتِ
حِجۡرًا، كَأَنَّهُ مُشۡتَقٌّ مِنۡ مَحۡطُومٍ، مِثۡلُ قَتِيلٍ مِنۡ مَقۡتُولٍ،
وَيُقَالُ لِلۡأُنۡثَى مِنَ الۡخَيۡلِ الۡحِجۡرُ، وَيُقَالُ لِلۡعَقۡلِ حِجۡرٌ
وَحِجًى. وَأَمَّا حَجۡرُ الۡيَمَامَةِ فَهُوَ مَنۡزِلٌ.
Dan firman-Nya: “penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan” (QS
Al-Hijr: 80), yaitu tempat tinggal kaum Tsamud. Adapun “ḥarṡun ḥijr” (QS
Al-An’am: 138) maknanya adalah haram (dilarang). Setiap yang terlarang disebut
hijr mahjur. Dan al-hijr adalah setiap bangunan yang engkau bangun. Tanah yang
engkau batasi itu disebut hijr. Dari situ pula Hathim Ka’bah dinamakan Hijr,
seolah-olah ia berasal dari kata mahthum (yang diruntuhkan/dibatasi), seperti
halnya kata qatil dari kata maqtul. Al-Hijr juga digunakan untuk menyebut kuda
betina. Hijr dan hija juga berarti akal. Adapun Hajr Al-Yamamah adalah sebuah
tempat tinggal.
٣٣٧٧ - حَدَّثَنَا الۡحُمَيۡدِيُّ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ: حَدَّثَنَا هِشَامُ
بۡنُ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنَ زَمۡعَةَ قَالَ: سَمِعۡتُ
النَّبِيَّ ﷺ، وَذَكَرَ الَّذِي عَقَرَ النَّاقَةَ، قَالَ: (انۡتَدَبَ لَهَا
رَجُلٌ ذُو عِزٍّ وَمَنَعَةٍ فِي قُوَّةٍ كَأَبِي زَمۡعَةَ). [الحديث ٣٣٧٧ -
أطرافه في: ٤٩٤٢، ٥٢٠٤، ٦٠٤٢].
3377. Al-Humaidi telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada
kami: Hisyam bin ‘Urwah menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari ‘Abdullah
bin Zam’ah. Ia berkata: Aku mendengar Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—menyebutkan tentang orang yang menyembelih unta (Nabi Saleh). Beliau
bersabda, “Telah bangkit untuk melakukannya seorang laki-laki yang memiliki
kehormatan dan kekuatan (pengaruh) dalam kaumnya seperti Abu Zam’ah.”
٣٣٧٨ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ مِسۡكِينٍ أَبُو الۡحَسَنِ: حَدَّثَنَا
يَحۡيَى بۡنُ حَسَّانَ بۡنِ حَيَّانَ أَبُو زَكَرِيَّاءَ: حَدَّثَنَا
سُلَيۡمَانُ، عَنۡ عَبۡدِ اللَّهِ بۡنِ دِينَارٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ
اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ، لَمَّا نَزَلَ الۡحِجۡرَ فِي غَزۡوَةِ
تَبُوكَ، أَمَرَهُمۡ أَنۡ لَا يَشۡرَبُوا مِنۡ بِئۡرِهَا، وَلَا يَسۡتَقُوا
مِنۡهَا، فَقَالُوا: قَدۡ عَجَنَّا مِنۡهَا وَاسۡتَقَيۡنَا، فَأَمَرَهُمۡ أَنۡ
يَطۡرَحُوا ذٰلِكَ الۡعَجِينَ، وَيُهَرِيقُوا ذٰلِكَ الۡمَاءَ. وَيُرۡوَى عَنۡ
سَبۡرَةَ بۡنِ مَعۡبَدٍ وَأَبِي الشُّمُوسِ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ أَمَرَ
بِإِلۡقَاءِ الطَّعَامِ. وَقَالَ أَبُو ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيَّ ﷺ: (مَنِ
اعۡتَجَنَ بِمَائِهِ). [الحديث ٣٣٧٨ - طرفه في: ٣٣٧٩].
3378. Muhammad bin Miskin Abu Al-Hasan telah menceritakan kepada kami: Yahya
bin Hassan bin Hayyan Abu Zakariyya` menceritakan kepada kami: Sulaiman
menceritakan kepada kami dari ‘Abdullah bin Dinar, dari Ibnu
‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—:
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ketika singgah di Al-Hijr pada Perang
Tabuk, beliau memerintahkan mereka agar tidak meminum dari sumurnya dan tidak
mengambil air darinya. Para sahabat berkata, “Kami telah membuat adonan dari
air itu dan telah mengambil air (untuk minum).”
Maka beliau memerintahkan mereka untuk membuang adonan itu dan menumpahkan air
tersebut.
Diriwayatkan dari Sabrah bin Ma’bad dan Abu Asy-Syumus bahwa Nabi
Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan untuk membuang makanan
itu. Dan Abu Dzarr berkata dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—: “Siapa
yang telah membuat adonan dengan airnya.”
٣٣٧٩ - حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ الۡمُنۡذِرِ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بۡنُ
عِيَاضٍ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ نَافِعٍ: أَنَّ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ عُمَرَ
رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا أَخۡبَرَهُ: أَنَّ النَّاسَ نَزَلُوا مَعَ رَسُولِ
اللهِ ﷺ أَرۡضَ ثَمُودَ، الۡحِجۡرَ، فَاسۡتَقَوۡا مِنۡ بِئۡرِهَا وَاعۡتَجَنُوا
بِهِ، فَأَمَرَهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَنۡ يُهَرِيقُوا مَا اسۡتَقَوۡا مِنۡ
بِئۡرِهَا وَأَنۡ يَعۡلِفُوا الۡإِبِلَ الۡعَجِينَ. وَأَمَرَهُمۡ أَنۡ
يَسۡتَقُوا مِنَ الۡبِئۡرِ الَّتِي كَانَ تَرِدُهَا النَّاقَةُ. تَابَعَهُ
أُسَامَةُ عَنۡ نَافِعٍ. [طرفه في: ٣٣٧٨].
3379. Ibrahim bin Al-Mundzir telah menceritakan kepada kami: Anas bin ‘Iyadh
menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidullah, dari Nafi’, bahwa ‘Abdullah bin
‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—mengabarkan kepadanya: Orang-orang singgah bersama
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—di tanah kaum Tsamud, Al-Hijr. Mereka
mengambil air dari sumur-sumurnya dan membuat adonan dengannya. Maka
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan mereka untuk
menumpahkan air yang telah mereka ambil dari sumur-sumurnya dan agar mereka
memberikan adonan tersebut kepada unta sebagai makanan, serta memerintahkan
mereka untuk mengambil air dari sumur yang dahulu didatangi oleh unta (Nabi
Saleh).
Usamah mengiringi ‘Ubaidullah dari Nafi’.