Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4341 dan 4342

٦٠ - بَابٌ بَعۡثُ أَبِي مُوسَى وَمُعَاذٍ إِلَى الۡيَمَنِ قَبۡلَ حَجَّةِ الۡوَدَاعِ
60. Bab Pengutusan Abu Musa dan Mu’adz ke Yaman Sebelum Haji Wadak


٤٣٤١، ٤٣٤٢ - حَدَّثَنَا مُوسَى: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡمَلِكِ، عَنۡ أَبِي بُرۡدَةَ قَالَ: بَعَثَ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَبَا مُوسَى وَمُعَاذَ بۡنَ جَبَلٍ إِلَى الۡيَمَنِ، قَالَ: وَبَعَثَ كُلَّ وَاحِدٍ مِنۡهُمَا عَلَى مِخۡلَافٍ، قَالَ: وَالۡيَمَنُ مِخۡلَافَانِ، ثُمَّ قَالَ: (يَسِّرَا وَلَا تُعَسِّرَا، وَبَشِّرَا وَلَا تُنَفِّرَا).

4341, 4342. Musa telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Awanah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Malik menceritakan kepada kami dari Abu Burdah. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengutus Abu Musa dan Mu’adz bin Jabal ke Yaman. Ia berkata: Beliau mengutus masing-masing dari keduanya untuk memimpin sebuah wilayah. Ia berkata: Yaman terbagi menjadi dua wilayah. Kemudian beliau bersabda, “Permudahlah dan jangan mempersulit! Berilah kabar gembira dan jangan membuat orang menjauh!”

فَانۡطَلَقَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنۡهُمَا إِلَى عَمَلِهِ، وَكَانَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنۡهُمَا إِذَا سَارَ فِي أَرۡضِهِ كَانَ قَرِيبًا مِنۡ صَاحِبِهِ أَحۡدَثَ بِهِ عَهۡدًا فَسَلَّمَ عَلَيۡهِ، فَسَارَ مُعَاذٌ فِي أَرۡضِهِ قَرِيبًا مِنۡ صَاحِبِهِ أَبِي مُوسَى، فَجَاءَ يَسِيرُ عَلَى بَغۡلَتِهِ حَتَّى انۡتَهَى إِلَيۡهِ، وَإِذَا هُوَ جَالِسٌ، وَقَدِ اجۡتَمَعَ إِلَيۡهِ النَّاسُ وَإِذَا رَجُلٌ عِنۡدَهُ قَدۡ جُمِعَتۡ يَدَاهُ إِلَى عُنُقِهِ، فَقَالَ لَهُ مُعَاذٌ: يَا عَبۡدَ اللهِ بۡنَ قَيۡسٍ أَيَّمَ هٰذَا؟ قَالَ: هٰذَا رَجُلٌ كَفَرَ بَعۡدَ إِسۡلَامِهِ، قَالَ: لَا أَنۡزِلُ حَتَّى يُقۡتَلَ، قَالَ: إِنَّمَا جِيءَ بِهِ لِذٰلِكَ فَانۡزِلۡ، قَالَ: مَا أَنۡزِلُ حَتَّى يُقۡتَلَ، فَأَمَرَ بِهِ فَقُتِلَ،

Maka masing-masing dari keduanya berangkat menuju tugasnya. Apabila salah seorang dari mereka sedang melakukan perjalanan di wilayahnya dan posisinya dekat dengan rekannya, maka ia akan memperbarui pertemuan dengan mengunjungi dan memberi salam kepadanya. Suatu ketika, Mu’adz berjalan di wilayahnya yang dekat dengan wilayah rekannya, Abu Musa. Ia datang dengan mengendarai bagalnya hingga sampai kepada Abu Musa. Ternyata Abu Musa sedang duduk dan orang-orang telah berkumpul di dekatnya. Di sana ada seorang laki-laki yang kedua tangannya terikat ke lehernya.

Mu’adz bertanya kepadanya, “Wahai ‘Abdullah bin Qais, siapakah orang ini?”

Abu Musa menjawab, “Ini adalah orang yang kufur setelah ia masuk Islam.”

Mu’adz berkata, “Aku tidak akan turun (dari kendaraan) sampai ia dibunuh.”

Abu Musa berkata, “Ia didatangkan ke sini memang untuk itu, maka turunlah.”

Mu’adz menjawab, “Aku tidak akan turun sampai ia dibunuh.”

Maka Abu Musa memerintahkan agar orang itu dibunuh.

ثُمَّ نَزَلَ فَقَالَ: يَا عَبۡدَ اللهِ، كَيۡفَ تَقۡرَأُ الۡقُرۡآنَ؟ قَالَ أَتَفَوَّقُهُ تَفَوُّقًا، قَالَ: فَكَيۡفَ تَقۡرَأُ أَنۡتَ يَا مُعَاذُ؟ قَالَ: أَنَامُ أَوَّلَ اللَّيۡلِ، فَأَقُومُ وَقَدۡ قَضَيۡتُ جُزۡئِي مِنَ النَّوۡمِ، فَأَقۡرَأُ مَا كَتَبَ اللهُ لِي، فَأَحۡتَسِبُ نَوۡمَتِي كَمَا أَحۡتَسِبُ قَوۡمَتِي. [الحديث ٤٣٤٢ - طرفه في: ٤٣٤٥].

Setelah itu Mu’adz turun dan bertanya, “Wahai ‘Abdullah, bagaimana cara kamu membaca Al-Qur’an?”

Abu Musa menjawab, “Aku membacanya dengan tekun sedikit demi sedikit secara rutin.”

Abu Musa balik bertanya, “Lalu bagaimana kamu sendiri membacanya, wahai Mu’adz?”

Mu’adz menjawab, “Aku tidur di awal malam, kemudian aku bangun setelah aku memenuhi jatah tidurku, lalu aku membaca apa yang telah ditetapkan Allah untukku. Aku mengharap pahala dari tidurku sebagaimana aku mengharap pahala dari salat malamku.”