Cari Blog Ini

Musnad Ahmad hadis nomor 184

١٨٤ - قَرَأۡتُ عَلَى يَحۡيَى بۡنِ سَعِيدٍ: عُثۡمَانُ بۡن غِيَاثٍ، حَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ بُرَيۡدَةَ، عَنۡ يَحۡيَى بۡنِ يَعۡمَرَ، وَحُمَيۡدِ بۡنِ عَبۡدِ الرَّحۡمَنِ الۡحِمۡيَرِيِّ، قَالَا:

184. Aku membacakan kepada Yahya bin Sa’id: ‘Utsman bin Ghiyats (berkata): ‘Abdullah bin Buraidah menceritakan kepadaku dari Yahya bin Ya’mar dan Humaid bin ‘Abdurrahman Al-Himyari. Keduanya berkata:

لَقِينَا عَبۡدَ اللهِ بۡنَ عُمَرَ، فَذَكَرۡنَا الۡقَدَرَ، وَمَا يَقُولُونَ فِيهِ، فَقَالَ: إِذَا رَجَعۡتُمۡ إِلَيۡهِمۡ، فَقُولُوا: إِنَّ ابۡنَ عُمَرَ مِنۡكُمۡ بَرِيءٌ، وَأَنۡتُمۡ مِنۡهُ بُرَآءُ، ثَلاثَ مِرَارٍ، ثُمَّ قَالَ: أَخۡبَرَنِي عُمَرُ بۡنُ الۡخَطَّابِ، أَنَّهُمۡ بَيۡنَا هُمۡ جُلُوسٌ، أَوۡ قُعُودٌ، عِنۡدَ النَّبِيِّ ﷺ، جَاءَهُ رَجُلٌ يَمۡشِي حَسَنُ الۡوَجۡهِ، حَسَنُ الشَّعۡرِ، عَلَيۡهِ ثِيَابُ بَيَاضٍ، فَنَظَرَ الۡقَوۡمُ بَعۡضُهُمۡ إِلَى بَعۡضٍ، مَا نَعۡرِفُ هٰذَا، وَمَا هٰذَا بِصَاحِبِ سَفَرٍ،

Kami bertemu dengan ‘Abdullah bin ‘Umar, lalu kami menyebutkan tentang takdir dan apa yang orang-orang bicarakan mengenainya. Maka Ibnu ‘Umar berkata, “Jika kalian kembali kepada mereka, katakanlah: ‘Sesungguhnya Ibnu ‘Umar berlepas diri dari kalian dan kalian pun berlepas diri darinya’ —tiga kali—.”

Kemudian Ibnu ‘Umar berkata: ‘Umar bin Al-Khaththab mengabarkan kepadaku bahwa tatkala mereka sedang duduk-duduk di dekat Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, datanglah seorang pria berjalan kaki, berwajah tampan, berambut indah, dan mengenakan pakaian yang sangat putih. Orang-orang saling memandang satu sama lain (seraya berkata), “Kami tidak mengenal orang ini, namun dia juga bukan seorang musafir.”

ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، آتِيكَ؟ قَالَ: نَعَمۡ، فَجَاءَ فَوَضَعَ رُكۡبَتَيۡهِ عِنۡدَ رُكۡبَتَيۡهِ، وَيَدَيۡهِ عَلَى فَخِذَيۡهِ، فَقَالَ: مَا الۡإِسۡلَامُ؟ قَالَ: شَهَادَةُ أَنۡ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَتُقِيمُ الصَّلاةَ، وَتُؤۡتِي الزَّكَاةَ، وَتَصُومُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ الۡبَيۡتَ، قَالَ: فَمَا الۡإِيمَانُ؟ قَالَ: أَنۡ تُؤۡمِنَ بِاللهِ وَمَلائِكَتِهِ، وَالۡجَنَّةِ وَالنَّارِ، وَالۡبَعۡثِ بَعۡدَ الۡمَوۡتِ، وَالۡقَدَرِ كُلِّهِ، قَالَ: فَمَا الۡإِحۡسَانُ؟ قَالَ: أَنۡ تَعۡمَلَ لِلهِ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنۡ لَمۡ تَكُنۡ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ، قَالَ: فَمَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ: مَا الۡمَسۡئُولُ عَنۡهَا بِأَعۡلَمَ مِنَ السَّائِلِ، قَالَ: فَمَا أَشۡرَاطُهَا؟ قَالَ: إِذَا الۡعُرَاةُ الۡحُفَاةُ الۡعَالَةُ رِعَاءُ الشَّاءِ تَطَاوَلُوا فِي الۡبُنۡيَانِ، وَوَلَدَتِ الۡإِمَاءُ أَرۡبَابَهُنَّ، قَالَ: ثُمَّ قَالَ: عَلَيَّ الرَّجُلَ، فَطَلَبُوهُ فَلَمۡ يَرَوۡا شَيۡئًا، فَمَكَثَ يَوۡمَيۡنِ، أَوۡ ثَلاثَةً، ثُمَّ قَالَ: يَا ابۡنَ الۡخَطَّابِ، أَتَدۡرِي مَنِ السَّائِلُ عَنۡ كَذَا وَكَذَا؟ قَالَ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعۡلَمُ، قَالَ: ذَاكَ جِبۡرِيلُ جَاءَكُمۡ يُعَلِّمُكُمۡ دِينَكُمۡ.

Pria itu kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, bolehkah aku mendekatimu?”

Beliau menjawab, “Ya.”

Maka pria itu datang lalu menyandarkan kedua lututnya pada kedua lutut beliau, dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha beliau, lalu bertanya, “Apakah Islam itu?”

Beliau menjawab, “Bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan berhaji ke Baitullah.”

Pria itu bertanya lagi, “Lalu apakah iman itu?”

Beliau menjawab, “Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, janah, neraka, hari kebangkitan setelah kematian, dan takdir seluruhnya.”

Pria itu bertanya lagi, “Lalu apakah ihsan itu?”

Beliau menjawab, “Kamu beramal karena Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.”

Pria itu bertanya lagi, “Lalu kapankah hari kiamat itu?”

Beliau menjawab, “Tidaklah orang yang ditanya mengenainya lebih tahu daripada orang yang bertanya.”

Pria itu bertanya lagi, “Lalu apakah tanda-tandanya?”

Beliau menjawab, “Jika orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan miskin, yaitu para penggembala kambing, saling berlomba meninggikan bangunan, dan jika budak wanita melahirkan tuannya.”

Ibnu ‘Umar berkata: Kemudian Rasulullah berkata, “Bawa pria itu kembali kepadaku!”

Mereka pun mencarinya, tetapi mereka tidak melihat sesuatu pun. Beliau lalu berdiam selama dua atau tiga hari, kemudian berkata, “Wahai Ibnu Al-Khaththab, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tentang ini dan itu?”

‘Umar menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau berkata, “Itu adalah Jibril. Dia datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.”

قَالَ: وَسَأَلَهُ رَجُلٌ مِنۡ جُهَيۡنَةَ أَوۡ من مُزَيۡنَةَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ فِيمَ نَعۡمَلُ، أَفِي شَيۡءٍ قَدۡ خَلا أَوۡ مَضَى، أَوۡ فِي شَيۡءٍ يُسۡتَأۡنَفُ الۡآنَ؟ قَالَ: فِي شَيۡءٍ قَدۡ خَلا، أَوۡ مَضَى، فَقَالَ رَجُلٌ، أَوۡ بَعۡضُ الۡقَوۡمِ: يَا رَسُولَ اللهِ، فِيمَ نَعۡمَلُ؟ قَالَ: أَهۡلُ الۡجَنَّةِ، يُيَسَّرُونَ لِعَمَلِ أَهۡلِ الۡجَنَّةِ، وَأَهۡلُ النَّارِ يُيَسَّرُونَ لِعَمَلِ أَهۡلِ النَّارِ.

Ibnu ‘Umar berkata: Dan seorang pria dari kabilah Juhainah atau Muzainah bertanya kepada beliau. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, untuk apa kita beramal? Apakah semua ini terjadi sesuai takdir yang telah berlalu atau telah ditetapkan di masa lalu, ataukah takdir baru akan ditetapkan sekarang?”

Beliau menjawab, “Sesuai takdir yang telah berlalu atau telah ditetapkan di masa lalu.”

Maka pria itu—atau sebagian orang—bertanya, “Wahai Rasulullah, lalu untuk apa kita beramal?”

Beliau menjawab, “Penduduk janah akan dimudahkan untuk mengamalkan amalan penduduk janah, dan penduduk neraka akan dimudahkan untuk mengamalkan amalan penduduk neraka.”

قَالَ: يَحۡيَى قَالَ: هُوَ كَذَا.

Perawi berkata: Yahya berkata: Demikianlah hadisnya.