Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2162 dan 2163

٧١ - بَابُ النَّهۡيِ عَنۡ تَلَقِّي الرُّكۡبَان
71. Bab Larangan Mencegat Rombongan Dagang (sebelum Sampai ke Pasar dalam Rangka Manipulasi Harga)


وَأَنَّ بَيۡعَهُ مَرۡدُودٌ، لِأَنَّ صَاحِبَهُ عَاصٍ آثِمٌ إِذَا كَانَ بِهِ عَالِمًا، وَهُوَ خِدَاعٌ فِي الۡبَيۡعِ، وَالۡخِدَاعُ لَا يَجُوزُ.

Dan sesungguhnya jual belinya tertolak, karena pelakunya bermaksiat dan berdosa apabila dia mengetahuinya, dan hal itu merupakan tipu daya dalam jual beli, sedangkan tipu daya itu tidak diperbolehkan.

٢١٦٢ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَهَّابِ: حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ اللهِ الۡعُمَرِيُّ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: نَهَى النَّبِيُّ ﷺ عَنِ التَّلَقِّي، وَأَنۡ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ. [طرفه في: ٢١٤٠].

2162. Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahhab menceritakan kepada kami: ‘Ubaidullah Al-‘Umari menceritakan kepada kami dari Sa’id bin Abu Sa’id, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Dia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang menjemput (rombongan dagang sebelum sampai pasar) dan melarang orang kota menjualkan barang untuk orang desa.

٢١٦٣ - حَدَّثَنِي عَيَّاشُ بۡنُ الۡوَلِيدِ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡأَعۡلَى: حَدَّثَنَا مَعۡمَرٌ، عَنِ ابۡنِ طَاوُسٍ، عَنۡ أَبِيهِ قَالَ: سَأَلۡتُ ابۡنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: مَا مَعۡنَى قَوۡلِهِ: (لَا يَبِيعَنَّ حَاضِرٌ لِبَادٍ)؟ فَقَالَ: لَا يَكُنۡ لَهُ سِمۡسَارًا. [طرفه في: ٢١٥٨].

2163. ‘Ayyasy bin Al-Walid telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul A’la menceritakan kepada kami: Ma’mar menceritakan kepada kami dari Ibnu Thawus, dari ayahnya. Dia berkata:

Aku bertanya kepada Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—, “Apa makna sabda beliau: Janganlah orang kota menjualkan barang untuk orang desa?”

Ibnu ‘Abbas menjawab, “Janganlah dia menjadi makelar untuknya.”