Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2192

٨٤ - بَابُ تَفۡسِيرِ الۡعَرَايَا
84. Bab Penjelasan Tentang ‘Araya


وَقَالَ مَالِكٌ: الۡعَرِيَّةُ أَنۡ يُعۡرِيَ الرَّجُلُ الرَّجُلَ النَّخۡلَةَ، ثُمَّ يَتَأَذَّى بِدُخُولِهِ عَلَيۡهِ، فَرُخِّصَ لَهُ أَنۡ يَشۡتَرِيَهَا مِنۡهُ بِتَمۡرٍ.

Malik berkata: ‘Ariyyah adalah seseorang yang memberikan hak guna pohon kurma kepada orang lain, namun kemudian ia merasa terganggu dengan masuknya orang tersebut ke tempatnya, maka ia diberi keringanan untuk membelinya kembali dari orang tersebut dengan kurma (kering).

وَقَالَ ابۡنُ إِدۡرِيسَ: الۡعَرِيَّةُ لَا تَكُونُ إِلَاّ بِالۡكَيۡلِ مِنَ التَّمۡرِ يَدًا بِيَدٍ، لَا يَكُونُ بِالۡجِزَافِ. وَمِمَّا يُقَوِّيهِ قَوۡلُ سَهۡلِ بۡنِ أَبِي حَثۡمَةَ: بِالۡأَوۡسُقِ الۡمُوَسَّقَةِ.

Ibnu Idris berkata: ‘Ariyyah tidak boleh dilakukan kecuali dengan takaran kurma (kering) secara tunai, tidak boleh dengan cara borongan. Di antara yang memperkuat hal ini adalah perkataan Sahl bin Abu Hatsmah: “Dengan wasak-wasak yang telah ditentukan takarannya.”

وَقَالَ ابۡنُ إِسۡحَاقَ فِي حَدِيثِهِ عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: كَانَتِ الۡعَرَايَا أَنۡ يُعۡرِيَ الرَّجُلُ فِي مَالِهِ النَّخۡلَةَ وَالنَّخۡلَتَيۡنِ.

Ibnu Ishaq berkata dalam hadisnya dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—: Dahulu ‘araya adalah seseorang yang memberikan hak guna satu atau dua pohon kurma di kebunnya.

وَقَالَ يَزِيدُ عَنۡ سُفۡيَانَ بۡنِ حُسَيۡنٍ: الۡعَرَايَا نَخۡلٌ كَانَتۡ تُوهَبُ لِلۡمَسَاكِينِ، فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ أَنۡ يَنۡتَظِرُوا بِهَا، رُخِّصَ لَهُمۡ أَنۡ يَبِيعُوهَا بِمَا شَاءُوا مِنَ التَّمۡرِ.

Yazid berkata dari Sufyan bin Hushain: ‘Araya adalah pohon-pohon kurma yang dihibahkan kepada orang-orang miskin, namun mereka tidak sanggup menunggu hingga ia menjadi matang, maka mereka diberi keringanan untuk menjualnya dengan kurma (kering) seberapa pun yang mereka kehendaki.

٢١٩٢ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ - هُوَ ابۡنُ مُقَاتِلٍ - أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ اللهِ: أَخۡبَرَنَا مُوسَى بۡنُ عُقۡبَةَ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ، عَنۡ زَيۡدِ بۡنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمۡ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ رَخَّصَ فِي الۡعَرَايَا أَنۡ تُبَاعَ بِخَرۡصِهَا كَيۡلًا. قَالَ مُوسَى بۡنُ عُقۡبَةَ: وَالۡعَرَايَا نَخَلَاتٌ مَعۡلُومَاتٌ تَأۡتِيهَا فَتَشۡتَرِيهَا. [طرفه في: ٢١٧٣].

2192. Muhammad bin Muqatil telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah mengabarkan kepada kami: Musa bin ‘Uqbah mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar, dari Zaid bin Tsabit—radhiyallahu ‘anhum—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memberikan keringanan dalam ‘araya untuk dijual dengan cara taksiran dalam takaran.

Musa bin ‘Uqbah berkata: ‘Araya adalah pohon-pohon kurma tertentu yang engkau datangi lalu engkau membelinya.