Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2189, 2190, dan 2191

٨٣ - بَابُ بَيۡعِ الثَّمَرِ عَلَى رُؤُوسِ النَّخۡلِ بِالذَّهَبِ وَالۡفِضَّةِ
83. Bab Jual Beli Buah yang Masih di Atas Pohon Kurma dengan Emas dan Perak


٢١٨٩ - حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ سُلَيۡمَانَ، حَدَّثَنَا ابۡنُ وَهۡبٍ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ جُرَيۡجٍ، عَنۡ عَطَاءٍ وَأَبِي الزُّبَيۡرِ، عَنۡ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: نَهَى النَّبِيُّ ﷺ عَنۡ بَيۡعِ الثَّمَرِ حَتَّى يَطِيبَ، وَلَا يُبَاعُ شَيۡءٌ مِنۡهُ إِلَّا بِالدِّينَارِ وَالدِّرۡهَمِ، إِلَّا الۡعَرَايَا. [طرفه في: ١٤٨٧].

2189. Yahya bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami dari ‘Atha` dan Abu Az-Zubair, dari Jabirradhiyallahu ‘anhu—. Dia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang menjual buah hingga ia matang, dan tidak boleh sesuatu darinya dijual kecuali dengan dinar dan dirham, kecuali ‘araya.

٢١٩٠ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ الۡوَهَّابِ قَالَ: سَمِعۡتُ مَالِكًا، وَسَأَلَهُ عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ الرَّبِيعِ: أَحَدَّثَكَ دَاوُدُ، عَنۡ أَبِي سُفۡيَانَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ رَخَّصَ فِي بَيۡعِ الۡعَرَايَا فِي خَمۡسَةِ أَوۡسُقٍ، أَوۡ دُونَ خَمۡسَةِ أَوۡسُقٍ؟ قَالَ: نَعَمۡ.

[الحديث ٢١٩٠ - طرفه في: ٢٣٨٢].

2190. ‘Abdullah bin ‘Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami. Dia berkata: Aku mendengar Malik ketika ‘Ubaidullah bin Ar-Rabi’ bertanya kepadanya: Apakah Dawud menceritakan kepadamu dari Abu Sufyan, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—: Bahwa Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memberikan keringanan dalam jual beli ‘araya pada jumlah lima wasak atau di bawah lima wasak?

Dia menjawab: Ya.

٢١٩١ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ قَالَ: قَالَ يَحۡيَى بۡنُ سَعِيدٍ: سَمِعۡتُ بُشَيۡرًا قَالَ: سَمِعۡتُ سَهۡلَ بۡنَ أَبِي حَثۡمَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ نَهَى عَنۡ بَيۡعِ الثَّمَرِ بِالتَّمۡرِ، وَرَخَّصَ فِي الۡعَرِيَّةِ أَنۡ تُبَاعَ بِخَرۡصِهَا، يَأۡكُلُهَا أَهۡلُهَا رُطَبًا. وَقَالَ سُفۡيَانُ مَرَّةً أُخۡرَى: إِلَّا أَنَّهُ رَخَّصَ فِي الۡعَرِيَّةِ يَبِيعُهَا أَهۡلُهَا بِخَرۡصِهَا يَأۡكُلُونَهَا رُطَبًا، قَالَ: هُوَ سَوَاءٌ، قَالَ سُفۡيَانُ: فَقُلۡتُ لِيَحۡيَى وَأَنَا غُلَامٌ: إِنَّ أَهۡلَ مَكَّةَ يَقُولُونَ: إِنَّ النَّبِيَّ ﷺ رَخَّصَ فِي بَيۡعِ الۡعَرَايَا! فَقَالَ: وَمَا يُدۡرِي أَهۡلَ مَكَّةَ؟ قُلۡتُ: إِنَّهُمۡ يَرۡوُونَهُ عَنۡ جَابِرٍ، فَسَكَتَ. قَالَ سُفۡيَانُ: إِنَّمَا أَرَدۡتُ أَنَّ جَابِرًا مِنۡ أَهۡلِ الۡمَدِينَةِ. قِيلَ لِسُفۡيَانَ: وَلَيۡسَ فِيهِ نَهۡيٌ عَنۡ بَيۡعِ الثَّمَرِ حَتَّى يَبۡدُوَ صَلَاحُهُ؟ قَالَ: لَا. [الحديث ٢١٩١ - طرفه في: ٢٣٨٤].

2191. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami. Dia berkata: Yahya bin Sa’id berkata: Aku mendengar Busyair berkata: Aku mendengar Sahl bin Abu Hatsmah: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang menjual buah (di pohon) dengan kurma (kering), dan beliau memberikan keringanan dalam ‘ariyah untuk dijual dengan cara taksiran, agar pemilik hak ‘ariyah dapat memakannya sebagai kurma basah.

Sufyan berkata di lain waktu: Kecuali bahwa beliau memberikan keringanan dalam ‘ariyah yang dijual oleh pemiliknya dengan cara taksiran untuk mereka makan sebagai kurma basah; Dia berkata: Itu sama maknanya (dengan redaksi yang pertama).

Sufyan berkata:

Aku berkata kepada Yahya ketika aku masih muda, “Sesungguhnya penduduk Makkah berkata bahwa Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memberikan keringanan dalam jual beli ‘araya!”

Yahya berkata, “Apa yang diketahui oleh penduduk Makkah?”

Aku berkata, “Sesungguhnya mereka meriwayatkannya dari Jabir,” maka dia pun diam.

Sufyan berkata: Maksudku adalah bahwa Jabir termasuk penduduk Madinah.

Ditanyakan kepada Sufyan, “Apakah di dalamnya tidak ada larangan menjual buah hingga tampak kelayakannya (matang)?”

Dia menjawab, “Tidak.”