٤ - بَابٌ قَوۡلُهُ: ﴿أَطَّلَعَ الۡغَيۡبَ أَمِ اتَّخَذَ عِنۡدَ الرَّحۡمٰنِ
عَهۡدًا﴾ [٧٨]
4. Bab Firman-Nya: “Apakah ia telah melihat yang gaib atau ia telah membuat
perjanjian di sisi Yang Maha Pengasih?” (QS Maryam: 78)
٤٧٣٣ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ كَثِيرٍ: أَخۡبَرَنَا سُفۡيَانُ، عَنِ
الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ أَبِي الضُّحَى، عَنۡ مَسۡرُوقٍ، عَنۡ خَبَّابٍ قَالَ:
كُنۡتُ قَيۡنًا بِمَكَّةَ، فَعَمِلۡتُ لِلۡعَاصِي بۡنِ وَائِلِ السَّهۡمِيِّ
سَيۡفًا، فَجِئۡتُ أَتَقَاضَاهُ، فَقَالَ: لَا أُعۡطِيكَ حَتَّى تَكۡفُرَ
بِمُحَمَّدٍ، قُلۡتُ: لَا أَكۡفُرُ بِمُحَمَّدٍ ﷺ حَتَّى يُمِيتَكَ اللهُ ثُمَّ
يُحۡيِيَكَ، قَالَ: إِذَا أَمَاتَنِي اللهُ ثُمَّ بَعَثَنِي وَلِي مَالٌ
وَوَلَدٌ، فَأَنۡزَلَ اللهُ: ﴿أَفَرَأَيۡتَ الَّذِي كَفَرَ بِآيَاتِنَا
وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًا وَوَلَدًا * أَطَّلَعَ الۡغَيۡبَ أَمِ اتَّخَذَ
عِنۡدَ الرَّحۡمٰنِ عَهۡدًا﴾ [٧٧، ٧٨] قَالَ: مَوۡثِقًا. [طرفه في:
٢٠٩١].
لَمۡ يَقُلِ الۡأَشۡجَعِيُّ عَنۡ سُفۡيَانَ: سَيۡفًا، وَلَا مَوۡثِقًا.
4733. Muhammad bin Katsir telah menceritakan kepada kami: Sufyan mengabarkan
kepada kami dari Al-A’masy, dari Abu Adh-Dhuha, dari Masruq, dari
Khabbab. Ia berkata:
Aku dahulu adalah seorang pandai besi di Makkah, lalu aku membuatkan sebuah pedang untuk Al-‘Ashi bin Wa`il As-Sahmi. Kemudian aku mendatangi dirinya untuk menagih hakku, lalu ia berkata, “Aku tidak akan memberikannya kepadamu sampai engkau kafir kepada Muhammad.”Aku berkata, “Aku tidak akan kafir kepada Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sampai Allah mematikanmu kemudian menghidupkanmu kembali.”Ia berkata, “Jika Allah telah mematikan diriku kemudian membangkitkanku dan aku memiliki harta serta anak (maka akan aku lunasi).”Maka Allah menurunkan ayat: “Maka tahukah kamu orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan: ‘Pasti aku akan diberi harta dan anak’. Apakah ia telah melihat yang gaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Yang Maha Pengasih?” (QS Maryam: 77-78).
Perawi berkata: (Makna perjanjian di sini adalah) ikatan janji yang kukuh.
Al-Asyja’i tidak menyebutkan kata “sebuah pedang” dan tidak pula “ikatan janji
yang kukuh” dalam riwayatnya dari Sufyan.