١٥٨٧٠ (١٥٧٧٨) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ إِدۡرِيسَ- يَعۡنِي الشَّافِعِيَّ-
عَنۡ مَالِكٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمَنِ بۡنِ كَعۡبِ بۡنِ
مَالِكٍ؛ أَنَّهُ أَخۡبَرَهُ، أَنَّ أَبَاهُ كَعۡبَ بۡنَ مَالِكٍ كَانَ
يُحَدِّثُ؛ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: إِنَّمَا نَسَمَةُ الۡمُؤۡمِنِ
طَائِرٌ يَعۡلُقُ فِي شَجَرِ الۡجَنَّةِ، حَتَّى يُرۡجِعَهُ اللهُ تَبَارَكَ
وَتَعَالَى إِلَى جَسَدِهِ يَوۡمَ يَبۡعَثُهُ. [راجع: ١٥٨٦٨].
15870. (15778). Muhammad bin Idris—yakni Asy-Syafi’i—telah menceritakan kepada
kami dari Malik, dari Ibnu Syihab, dari ‘Abdurrahman bin Ka’b bin Malik;
bahwasanya ia mengabarkan kepadanya: Ayahnya, Ka’b bin Malik, pernah
menceritakan; bahwasanya Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda,
“Roh seorang mukmin itu bagaikan seekor burung yang bertengger di pohon janah,
hingga Allah—tabaraka wa ta’ala—mengembalikannya ke jasadnya pada hari Dia
membangkitkannya.”